MASA LALU DAN TAKDIRKU

MASA LALU DAN TAKDIRKU
Chapter 15


__ADS_3

...


...


Langit membuka pintu utama rumah megahnya. Tak ada seorang pun di sana, ia menghempaskan tubuhnya ke sofa lalu memejamkan mata sembari mengingat-ngingat kejadian tadi bersama gadis yang menurutnya manis.


"Mama sama Papa ke luar kota untuk beberapa hari," kata seseorang yang di duga Kakak tiri dari Langit.


Langit terbangun, "Cukup Mama!"


"Mau sampai kapan lo begini hah?! Bokap gue juga bokap lu Lang."


"Bokap gue cuma satu, dan gak akan tergantikan," ujar Langit.


Dia menatap tajam Langit. "Lo harus hormati bokap gue Lang."


Langit tertawa jahat. "Hormat? Gue tau niat busuk bokap lo!"


Orang itu membaku hantam Langit. "Kurang hajar!"


Langit tak terima, ia langsung membalas memukul orang itu sampai terjatuh ke lantai, juga membuat sudut bibirnya berdarah. "Arkan!!!" teriak seseorang yang langsung membantu Arkan berdiri.


Ya, Arkan adalah Kakak tiri Langit.


Arkan menyeka darah yang terdapat pada sudut bibirnya. Menatap Langit tajam. Padahal Arkan selalu berusaha untuk membuat adik tirinya itu menerima papanya. "Malam ini ditempat biasa, kalau gue menang, lo harus terima bokap gue!"


Langit tahu balapan itu salah, hanya saja ia tak ingin dipanggil pengecut. "OKE." Tatapannya beralih kepada gadis yang membantu Arkan. "Dan buat lo! Jangan ganggu Senja atau lo berurusan sama gue!" ucapnya membuat gadis itu gelagapan takut Arkan murka setelah mendengar kata-kata Langit.


"Maksud lo apa?!" Dan benar, Arkan langsung bertanya.


"Jaga cewek lo! Dia liar," kata Langit lalu meninggalkan mereka berdua.


"Pi? Maksud dia apa? Lo ganggu Senja?" Oppi hanya menggelengkan kepala.


"Jawab gue! Lo ganggu Senja?!" Arkan marah. Dipastikan setelah ini Oppi akan dibenci Arkan, karena ia sudah mengganggu gadis yang Arkan sukai.


****


Kamar Senja


^^^21.45^^^


Senja dan Risa tengah menikmati tontonan anak sekarang, apalagi kalau bukan drakor. Saat sedang sedih-sedihnya notifikasi muncul dari ponsel Risa.


Tring!


"Eh Kak, di pause dulu dong," titah Risa sembari menghapus air matanya yang tergenang dipipi.


"Aelah, lagi menghayati juga," kata Senja, kemudian Risa teriak kegirangan, tau kan rasanya di chat doi? Wkwk


"Apaan sih dek! Kek orang gila tau gak?" ledek Senja.


Kak Langit


Hai


Risa memperlihatkan ponselnya kepada Senja. "Apaan tuh! Kamu nyepam, baru dibales sama dia." Kemudian Senja tertawa puas. Meski begitu, Risa tak peduli asal Langit membalas pesannya.

__ADS_1


^^^Hai kak?^^^


^^^Ini aku Risa.^^^


^^^Kemarin 19.30^^^


^^^Hallo?^^^


^^^Kok gak bales?^^^


^^^Padahal online :(^^^


^^^Hari ini 04.12^^^


Hai


^^^Hehe ada apa kak?^^^


"Udah belum?" tanya Senja yang mulai kesal.


"Udah, aku tinggal nunggu dia bales. Yuk lanjut!" kata Risa yang kemudian Senja menekan tombol pause.


Saat sedang fokus-fokusnya menonton, ponsel mereka berbunyi. Membuat keduanya berjingkrak kegirangan, Risa dengan notifikasi sedangkan Senja dengan dering telepon.


Ponsel Senja


Kak Arkan Calling


Mereka benar-benar melupakan film drakor yang mereka tonton. Jemari Risa sibuk membalas pesan dari Langit, sedangkan Senja sibuk berbicara dengan Arkan.


Hai


^^^Hehe ada apa kak?^^^


^^^Lg nonton drakor^^^


Senja?


Seketika senyum Risa luntur. Mengapa Langit menanyakan soal Senja? Apa ia membalas pesan Risa hanya untuk menanyakan soal Senja?


^^^Kak Senja adatuh, lagi terima telepon dari kak Arkan.^^^


****


"Shit!" umpat Langit setelah mendapat pesan dari Risa. Ya, ia membalas pesan Risa hanya karena ingin menanyakan soal Senja.


Membuyarkan fokus ketiga temannya. Arif yang sedang sibuk chat dengan dua kekasihnya, Lia dan Oliv. Sedangkan Falah dan Eri yang sedang mabar game online.


"Udah 2 kali lo ngagetin! Mau berubah misterius lo?" tanya Arif sembari memegang dadanya setelah terkejut tadi.


"Eh Lah! Lo Afk gblk!" teriak Eri yang sedikit mengumpat.


"Aelah, gak sengaja keluar!" ucap Falah frustasi.


Langit menyambar jaketnya yang ada dimeja setelah mendapat pesan dari seseorang. Kemudian keluar dari rumah keduanya sekaligus tempatnya berkumpul dengan ketiga temannya.


^^^22.03^^^

__ADS_1


0899457881qq


Jangan lupa!


Risa


Kak Senja adatuh, lagi terima telepon dari kak Arkan.


...Diarsipkan (320)...


"Eh mau kemana lu Lang?" tanya Eri yang menoleh sekilas lalu fokus lagi ke ponselnya.


"Aelah. Udah Afk in aja. Langit lagi marah tuh kayanya," ujar Arif mengingatkan keduanya.


"Tau Ri. Udahan ah!" kata Falah yang mulai terlihat gelisah juga.


Kemudian mereka menyusul Langit yang baru saja menaiki motor ninjanya. Arif selalu membawa mobil, Falah dan Eri menebeng. Mereka melaju ke tempat yang biasa dipakai untuk balapan liar, tempat yang sepi menurut mereka.


"Akhirnya dateng juga lo," kata Arkan berdiri di samping motor ninja merahnya.


"Gue bukan pengecut..." ujar Langit setelah melepas helm full facenya. "Dan oh ya, gue juga mau nantang lo!" Lanjutnya.


Arkan berdecak. "Apalagi?"


"Kalau gue menang, gue mau lo jauhin Senja," ucap Langit dengan sudut bibir terangkat satu, Arkan pasti kalut mendengar ini.


Karena tak ingin dipanggil pengecut juga, Arkan akhirnya menyetujui kesepakatan itu. "Oke, deal!" kata Arkan sembari memakai helm full facenya.


Saat mereka sudah bersiap, tiba-tiba teman-teman Langit menghalangi jalannya balapan. "Lang? Kata lo balapan itu salah? Terus kenapa lo lakuin?!" ini Arif.


"Terus lo mau nyerahin diri lagi ke polisi?" tanya Falah


"Lang, gue gak mau lo tidur di penjara lagi." Giliran Eri yang bicara.


"Heh! Minggir! Dia gak akan mati!" Arkan ikut menimbrung.


"Itu hal biasa bagi gue. Kalian gak usah khawatir." Langit menenangkan. Langit selalu mendapatkan hukuman setelah kesalahan-kesalahan yang ia lakukan. Dan itu hal biasa baginya, yang tak biasa itu adalah ketika ia membuat kesalahan, tapi tak mendapat hukuman. Begitu yang pernah dikatakan Langit, iya kali wkwk.


Akhirnya ketiganya menyerah. Langit bersiap di motor ninja hitamnya, menyalakan mesin dan memasang helm nya. Sama halnya Langit, Arkan pun menyalakan mesin motornya. Kali ini yang melayangkan kain bendera bukan lagi Oppi, melainkan...


"Oke. Siap.. 1... 2... 3... Go!" Eri berteriak.


Keduanya melesat. Sedangkan penonton hanya tertawa melihat kelakuan Eri. "Gimana gue udah pantes belom?" tanya Eri.


Falah dengan tawanya "Eh Ri, lo tinggal pake bikini, hehe."


Semua yang mendengar itu tertawa semakin keras. Hingga Arif memegang perutnya yang sakit akibat tertawa. Sementara Langit terfokus pada jalanan. Baginya memenangkan balapan kali ini adalah hal yang penting. Selain dapat menyelamatkan Senja dari Oppi, ia juga tak perlu menghormati papa tirinya itu.


Harus menang, pikirnya.


Namun.. tiba-tiba saja di hadapannya terdapat seorang lelaki yang lewat, ia pun hilang kendali, Langit terjatuh dari motornya karena menghindari menabrak orang tersebut. Hingga membuatnya terguling-guling di aspal. Arkan yang melihat itu langsung menghentikan laju motornya dan menghampiri adik tirinya yang tak sadarkan diri itu.


"Langit!"


...****...


...🔱...

__ADS_1


__ADS_2