MASA LALU DAN TAKDIRKU

MASA LALU DAN TAKDIRKU
Chapter 29


__ADS_3

...


...


Pengumuman yang ditempel di mading tiga pekan yang lalu kini hampir dilaksanakan. Setelah berhari-hari berlatih, kini akhirnya mereka ditanding. Bukan hanya dance, namun juga bidang non akademik yang lain. Seperti basket, volley, bulu tangkis dan lain-lain.


Sudah ada 1 bus yang siap mengantar atlet dan penonton SMA Tirta Bangsa. Mereka begitu semangat mengikuti perlombaan tersebut. Sebenarnya bukan karena olahraga yang lain, melainkan terdakwa dance yang selalu menarik perhatian, baik dancer dalam maupun luar.


Senja dan Lia duduk berdampingan. Senja duduk di dekat jendela. "Senja? Gue deg-degan sumpah. Jujur nih ya, ini kali pertama gue ikut lomba-lomba gini," ujar Lia.


"Iya Li, gue juga..."


"Hm, semangat pokoknya."


Seseorang datang, ia hendak menculik Lia. "Ya?" Panggilnya "Eh? Iya, kenapa Rif?" tanya Lia.


"Duduk bareng aku yuk?" ajak Arif.


"Eum .. Sen? Gimana? Boleh?" tanya Lia kepada Senja.


Senja mengangguk, "Hm, iya sana! Tapi awas aja kalau lo nyakitin sahabat gue lagi!" Senja menegur Arif.


Arif menghela nafas takut "I.. iya, tenang aja. Aman!"


Mereka pun segera mencari tempat duduk yang baru, begitu bucin Arif itu. Mengganggu saja. Senja pun melihat ke luar jendela, setelahnya datang seseorang menyapa. "Ehem, -Boleh..?" Membuat Senja menoleh.


Senja tercengang dan sedikit mendongak untuk melihat orang dihadapannya. Menggangguk, ia pun mempersilakan orang itu untuk duduk di sampingnya. "I.. iya boleh."


Orang itu pun duduk di samping Senja.


Seseorang menghembuskan nafas kecewa. Ya, dia Langit prasetya. Di kursi paling belakang, ia di apit kedua manusia ternyeleneh sedunia, tak tahukah hati Langit tengah remuk? Namun Falah dan Eri masih tetap bercanda di hadapan Langit.


Langit pun berpindah tempat duduk. Ia berjalan ke depan. Nah itu kosong! "Boleh gue duduk di sini?" Seorang Langit bertanya? Iya dia bertanya wkwk.


Gadis itu gugup dan semringah. "I.. iya. Boleh banget lah."


"Thank's."


Tiara, gadis itu jelas bahagia, secara pujaan hatinya bertanya dan duduk di sampingnya.


Dan ternyata ada mata yang menangkap kejadian itu. Kenapa hati ini berdegub? Terasa perih, entahlah.


Beberapa menit berlalu, akhirnya semua sudah siap dan lengkap. Guru itu pun menyuruh untuk berdoa, agar selamat sampai tujuan katanya. "Selesai. Oke. Let's Go!"

__ADS_1


Semua kepalan tangan mengacung ke atas "Yes, Let's Go!"


****


Gerbang hitam itu menjulang tinggi, diatasnya terdapat tulisan SMA GALAKSI. Sekolah elit ini adalah sekolah terbaik kedua setelah SMA DELTON. Maka dari itu, SMA Tirta Bangsa selalu kalah beberapa point dari sekolah-sekolah elit itu. Meski SMA Tirta Bangsa memiliki siswa-siswi unggulan, tetap saja, kedua sekolah tersebut masih menang telak.


Semua berdecak kagum. Sekolah mereka besar, namun ada yang lebih besar lagi ternyata "Woah.. megah banget nih sekolah. Udeh kaya istana aja," ujar salah satu murid.


"Eh lihat, itu masa disana ada patung pancoran?"


"Mana ada! Itu badut sponsoran!"


Alah udah lah ya? Dialog siapa saya juga gak tau. Wkwk


Senja dan orang yang berada di sampingnya belum juga turun. Senja terlihat pucat fasih, bukan karena ia belum sarapan atau ia dalam keadaan sakit, itu disebabkan karena ia sangat gugup. Tiba-tiba kepercayaan dirinya turun setelah tiba di sekolah tersebut.


"Senja? Kamu gak apa-apa, kan?" tanya orang yang duduk di sampingnya.


Senja menggeleng cepat. "Eh, iya. Aku gak apa-apa Kak." Ya, orang yang di samping Senja adalah Arkan.


Arkan meraih kedua tangan Senja dan menatapnya lekat. "Liat Kakak!" Senja pun menatap retina Arkan dalam-dalam


Seperti charger, Arkan benar-benar menaikan seluruh energi Senja yang turun tadi.


Senja meneguk salivanya, oh cukuplah. Ini sedikit membuat perutnya dipenuhi kupu-kupu yang hendak keluar. Mata Senja berbinar. "Iya..." Senja pun melepaskan tangannya dari genggaman Arkan dan memalingkan wajah.


"Oke. Semangat! Pasti bisa. Iya, bisa!"


Arkan senang, gadisnya itu kembali ceria "Hehe, semangat!" Kemudian mereka berdua tertawa, kini hubungan keduanya semakin membaik.


****


Dresscode kali ini adalah baju olahraga. Senja dan Lia menyiapkan diri. Mengapa harus kita yang terpilih untuk mewakili sekolah? Sekiranya itu yang dipikirkan Senja dan Lia. Deg-Deg. Jantung keduanya seketika terpompa kencang, terlihat siswi-siswi mengenakan baju olahraga, mungkinkah mereka lawannya? Mengapa cantik-cantik sekali?


Lia khawatir, bukan karena ia khawatir kalah, namun kekasihnya itu kan bisa menggaet hati para gadis dalam waktu 3 detik. "Duh, Sen. Kenapa mereka cantik-cantik banget, ya? Terancam nih kita."


"Terancam gimana?"


"Ya, iyalah. Lo emang gak takut Kak Arkan ngelirik cewek-cewek di sini?"


Senja memutar bola matanya malas. "Gak lah, Kak Arkan kan bukan Arif!"


Lia memukul pelan lengan Senja. "Ih lo ya, bukannya nenangin gue, malah makin buat gue takut."

__ADS_1


"Yaudah sih, suruh aja Arif buat tutup matanya rapat-rapat," saran Senja.


"Boleh juga ide lo!" ujar Lia, ya kali Arif harus ngelakban matanya? Wkwk, Lia, Lia.


🎶Bagi yang punya lagu DNA~BTS tapi hanya musiknya aja gak pake vokal wkwk. Silakan diplay🎶


Semua bersorak, seketika tempat itu semakin berisik oleh tepukan tangan seantero lapangan.


Panitia perlombaan atau lebih tepatnya yang di sebut MC itu pun dihadiahi tepukan setelah menyebutkan barisan tampil peserta lomba basket putri.


"... SMA Citra Bangsa 10 melawan SMA Tirta Bangsa!"


Semua perwakilan SMA Citra Bangsa 10 dan SMA Tirta Bangsa itu pun bersorak, beradu tepukan tangan dari para penonton dalam.


Setelah menunggu dua pertandingan, akhirnya yang ditunggu-tunggu itupun tampil. Sudah ada sepuluh siswi berjejer rapi di tengah lapangan.


"SMA CITRA BANGSA 10 VS SMA TIRTA BANGSA"


Para kekasih. Seperti Arif, ia tak henti-hentinya memberi finger love kepada Lia yang siap bertanding. Arkan, ia hanya memberikan senyum tulus untuk Senja. Sesekali ia juga memberikan kedua jempol dan kepalan tangan tanda semangat.


Langit? Dia hanya menatap sendu Arkan yang sudah kembali dengan gadis pilihannya. Sebagai lelaki sejati, ia hanya akan mundur. Apalagi setelah Senja tersenyum bahagia seperti itu, tak ada daya atau niatan untuk merusaknya.


Lia mendrible bola, namun terlepas dari tangannya dan diambil oleh lawan. Terdengar kekecewaan dari para penonton. "Ayo, Lia! Semangat!" teriak Arif.


"Liaa! semangat! Semangat!" Eri, anak itu layaknya cheer leaders, ia memberikan Lia dukungan.


"Boleh juga lo Ri, temen paling baik emang lo," ujar Arif.


Sepuluh siswi itu di penuhi keringat. Bola memantul itu masih dimainkan lawan, Senja mencoba mencuri bola itu, tapi nampaknya terlalu sulit.


Lawannya itu mulai menggocek, ia memperintahkan temannya untuk bersiap di depan tiang ring. Kali ini Tiara yang menghadang, siswi itu pun melempar bola basket itu kepada temannya yang di halangi Senja.


Bruk


Ah salah sasaran. Bukannya tertangkap, bola itu malah mengenai kepala gadis itu. Ia jatuh dengan posisi duduk dan memegang kepalanya yang sakit. "SENJA!" panggil dua orang yang berlari dari Arah kanan dan kiri.


Senja mendongak, menatap kedua orang itu bergantian, mereka menjulurkan tangan kepada Senja. Kak Arkan dan Langit? Ada apa dengan mereka? Seketika kepala Senja semakin sakit.


...🎶Reff Fake Love~BTS🎶...


...****...


...🔱...

__ADS_1


__ADS_2