MASA LALU DAN TAKDIRKU

MASA LALU DAN TAKDIRKU
EXTRA PART


__ADS_3

...LANGIT PRASETYA PRAWIRADINATA...


...&...


...SENJA APRILLIA FARNANDA...


...🔱...


Tak pernah terlintas dalam pikiran author, akhirnya nama Senja dan Langit ada dalam sebuah surat undangan. Dan tepat di hari itu Senja bersama Langit hendak mengesahkan hubungan mereka dalam sebuah ikatan pernikahan. Mereka berdua sangat emosional dan membuat orang-orang disekitaran mereka merasa terharu karena ternyata Senja dan Langit merupakan jodoh. Apalagi mengingat cara mereka bertemu. Ternyata Langit telah menunggu Senja atau yang disebut Sesey itu dari umur lima tahun. Langit menemukan Senja sejak umur mereka yang masih sangat muda. Dan Langit mengatakan sendiri bahwa Langit menyukai Senja saat umur lima tahun. Itu lucu.


Langit sedari tadi tak henti-henti menghela dan menghembuskan nafasnya. Di sana sudah ada teman-temannya, termasuk Falah. Arif sibuk mengajarkan Langit bagaimana cara mengucapkan ijab kabul. Ya, Arif sudah melalui itu bersama dengan Lia. Makanya dia punya pengalaman, tapi masalahnya Arif juga pernah salah sampai dua kali, karena terlalu gugup.


Sedangkan Eri sibuk menertawai Langit yang kelihatan sangat pucat pasi dan terus-terusan salah ucap. Falah? Anak itu terus diam dan cemburu karena sangat bosan berada di sana. Sebab pasti Langit dan Senja. Arif dengan Lia, Eri dengan Risa dan Arkan bersama Sara. Ini semua salah Luna, kenapa dia harus pindah?


"Keren juga lo, Lang. Lancar deh semuanya, gue doain." Arif merasa Langit sudah bisa mengucapkan itu. Sebelum dengan Arif, Langit memang sudah latihan sangat giat.


Langit menghela nafas dan tersenyum simpul. Kemudian Mamanya datang untuk memberitahukan Langit bahwa semua perlengkapannya sudah siap dan mereka tinggal berangkat ke gedung pernikahan. Itu semakin membuat Langit diguncang debaran yang memburu.


"Lang, kamu udah siap, kan? Sebentar lagi berangkat."


"Eum.. Lang minta lima menit buat sendirian, Ma."


"Ya udah, Mama tunggu di luar," kata Mamanya.


"Tunggu diluar! Gue mau sendirian dulu," kata Langit kepada teman-temannya.


"Hm."


"Eh, lo jangan sampai ngelakuin hal yang nggak-nggak, ya Lang! Kasihan Senja," ucap Eri.


"Tenang aja, Ri."


Mereka pun keluar dan meninggalkan Langit dengan ketenangan yang luar biasa. Kamar Langit itu terdapat foto Papanya yang terpajang. Langit meminta izin kepada Papanya bahwa ia tidak bisa menjaga Mamanya seketat dulu. Karena akan menikah dengan Senja, calon istrinya.


"Pa, Lang udah dewasa sekarang. Lang udah pilih Sesey sebagai pendamping hidup. Dia baik dan cantik kayak Mama. Semoga Langit gak salah pilih sebagaimana Papa pilih Mama..."


Wajah Langit mendongak, matanya menahan tangis bahagia sekaligus sedih. "Papa doain Lang, ya? Semoga hari ini lancar. Lang minta restu dari Papa. Semoga Lang sama Sesey bisa selamanya bahagia."


****


"Lo cantik banget, Senja!" Lia antusias ketika melihat Senja dengan gaun pengantin yang serba putih. Gaun itu dipilihkan Langit ketika mereka fitting baju pengantin di butik.


Senja tersenyum malu, ia tengah didandani oleh perias pengantin. Dengan tangannya yang sudah dihias hena putih, Senja memegang anting yang pernah diberikan Arkan. Gadis itu ternyata ingin memakaikan anting itu di telinganya sebagai penghargaan kepada Arkan.


Risa sudah ada di sana dan ingin menyaksikan Kakak perempuannya yang cantik itu sedang dirias. "Kak Langit emang the best, ya? Keren banget, sih. Gaunnya kelihatan cantik banget di Kakak," puji Risa.


"Sebenarnya gak pede pakai gaun ini, tapi serius ini bagus?" tanya Senja.


"Ya ampun, lo cantik-cantik insecure-an mulu. Ya iyalah lo cantik, Sen. Kelihatan kayak putri yang mau nikah sama pangerannya," kata Lia. "Beda sama gue dan Arif, masa Arif pakai peci aja miring."


Senja dan Risa lantas terkekeh pada perkataan Lia. Jadi terlintas dipikiran Senja, pasti pengantin laki-laki pernikahan ini sangat menawan.


"Gak apa-apa, Kak Lia. Cuma peci kok yang miring, yang penting kan sahnya!" Risa menambahkan.


"Gue juga berharap semoga gue sama Langit sah tanpa ada kendala apapun," kata Senja.


"Aamiin. Ya udah, lo siapin diri gih. Sebentar lagi kita berangkat! Gue pengen lihat pengantin laki-laki lo, nih. Gak sabar."


"Gue juga."


Senja tersenyum bahagia. Langit, pasti dia sangat tampan.

__ADS_1


****


Langit kembali menegang, tamu mulai berdatangan dan hendak menonton acara akad nikah Langit dan Senja. Langit bersama dengan keluarganya tengah menunggu pengantin wanita datang. Jantungnya berdebar tak terkendali, wajahnya semakin pucat meski ia ditemani oleh keluarga dan teman-temannya.


Mana dari tadi Arif dan Eri mencolek-colek bahu Langit sembari terkekeh. Itu membuatnya semakin gugup dan takut. Iseng, saja!


"Baik, ternyata mempelai wanita sebentar lagi datang dan menginjakkan kaki di karpet merah ini," ucapnya membuat Langit menelan salivanya gugup.


"Wah, pasti Langit makin gugup aja nih, ya!" Sial! Kenapa pembawa acara itu menanyakan itu? Tentu Langit sangat gugup bukan main.


Langit hanya menunduk dan tak lama, semua bertepuk tangan ketika pengantin wanitanya Langit datang dan menginjakkan kaki di karpet merah itu. Cowok itu menegakkan kepalanya kala Senja sudah berjalan sejajar dengan dirinya. Langit melihat Senja dengan gaun yang ia pilihkan. Pernak perniknya sangat indah dan membuat gadis itu semakin cantik. Rambut Senja dikepang bersama dengan rambut palsu, jadi terlihat seperti rambut rapunzel. Belum lagi ditambah bunga-bunga putih mini yang ditempelkan dirambut gadisnya tersebut. Senja tak lupa memakai mahkota dan memegang sebucket bunga kecil. Oh, jadi konsep untuk Senja adalah rapunzel?


Senja dipegangi Lia dan Risa yang juga cantik dengan gaun, Senja datang diiringi keluarganya untuk melepaskan Senja.


Sedangkan Senja melihat Langit sangat berwibawa dengan menggunakan Jas berwarna putih itu. Langit juga nampak berseri dan tersenyum lebar ketika melihat pengantin wanitanya terlihat cantik. Di sampingnya ternyata adalah Arkan, itu membuat Senja langsung salah tingkah. Ternyata Arkan berakhir menjadi Kakak iparnya, itu sedikit aneh. Untung saja Arkan punya Sara, jadi sekarang ia akan baik-baik saja.


Senja semakin mendekat kepada Langit. "Kamu cantik," bisik Langit kepada Senja.


"Kamu juga ganteng." Senja juga berbisik malu.


"Kasihan lihat mereka pingin buru-buru. Gimana kalau kita mulai acara akad nikahnya? Pada gak sabar, kan?" tanya pembawa acara tersebut. Ingin sekali Falah melempar sepatunya kepada pembawa acara itu, ya iyalah mulai! Masa berakhir?


Tanpa basa-basi lagi, Langit dan Senja duduk berdampingan. Dan di depan mereka sudah ada seorang penghulu. Andai saja penghulu itu Arkan, pasti cerita ini makin seru. Eh, jangan deng. Kasihan.


"Bisa kita mulai?" tanya penghulu itu. Langit mengangguk ragu, tapi mantap.


Ternyata Senja memakai wali nikah karena Ayahnya telah tiada, tapi itu bukan masalah, kan?


Mereka berdua menghela nafas dahulu. Sedangkan Arkan merasakan adanya perih ketika melihat Senja dan Langit berada di kursi dan dihadapannya adalah penghulu. Sara lantas memegangi tangan Arkan.


"Ikhlasin Senja, ya Ar? Kamu udah ada aku tahu."


Arkan tersenyum. "Aku biasa aja, kok. Lagian Senja kelihatan bahagia, Langit juga. Asal kamu tahu, Sar, kamu adalah tujuan akhir aku. Aku janji!"


Arkan tercengang tak percaya. Sedangkan Sara mengangkat kedua alisnya untuk mendapatkan jawaban. Jangan sekarang juga, Sara!


Kembali lagi kepada Langit dan Senja. Langit kemudian menjabat tangan penghulu itu.


Dan akad pun dimulai! "Saya nikahkan Langit Prawiradinata bin Kamal Prawiradinata dengan Senja Aprillia Farnanda binti Ardi dengan emas kawin 100gram, sejumlah uang 200juta dan seperangkat alat sholat dibayar tunai."


Langit pun mengucapkan akad itu dengan lantang. "Saya terima nikahnya Senja Aprillia Farnanda dengan emas kawin tersebut dibayar tunai!"


"Gimana saksi?" tanya penghulu kepada saksi. "Sah?"


"SAH!"


Semua bersorak untuk kedua mempelai pengantin yang baru saja sah tersebut. Mereka berdua kemudian saling bertukar cincin dan Senja mencium punggung tangan Langit yang sudah berstatus suaminya itu. Lalu Langit mencium kening Senja yang juga berstatus sah menjadi istrinya.


Akhirnya mereka sah, permisa!


Kemudian yang lain memberikan selamat bergiliran. Arkan langsung memeluk adiknya itu. "Selamat ya, Lang! Lo jagain Senja, jangan buat dia sedih."


Langit menepuk punggung Arkan. "Makasih Ar, makasih karena lo pernah jagain Senja juga."


Mereka berdua melepaskan pelukannya, lalu giliran Arkan bersalaman dengan Senja. "Selamat ya, semoga kamu sama Langit bahagia."


Sara bersalaman dengan Langit.


"Aku juga berharap Kakak bahagia sama Kak Sara." Senja menatap sendu Arkan. Ingin rasanya memeluk Senja dan menjadikan itu yang terakhir kalinya. Namun Arkan terlalu takut Langit malah tersinggung.


Arkan mengangguk, kemudian Sara bergantian memeluk Senja. "Semoga lo bahagia, ya! Maafin gue, Senja."

__ADS_1


"Kak.. hiks.. jagain Kak Arkan, ya! Semoga Kakak adalah jodohnya Kak Arkan."


Sara kemudian tersenyum kepada Senja. "Lo pengantin, gak boleh nangis. Nanti riasan lo luntur. Lo tenang aja, Senja. Semuanya udah diatur sama Allah, lo hanya perlu percaya bahwa takdir dariNya adalah yang terbaik untuk kita."


Sara membuat Senja menjadi yakin. Gadis itu memang pantas dengan Arkan. "Iya, Kak."


Setelah Arkan dan Sara, akhirnya adalah teman-teman dari Senja dan Langit. Arif dan Eri langsung memeluk Langit dan merasa bangga kepada cowok itu. "Wis, udah jadi suami lho, Lang!" seru Arif.


"Bentar lagi gua!" kata Eri. "Eh, si jomblo satu ini kenapa, hah?" tanya Eri pada Falah.


"Sini, Lah!" Langit menyuruh Falah untuk mendekat kepadanya.


"Senjaaa!" Lia dan Risa juga memeluk Senja. Mereka antusias karena Senja resmi jadi istri sah Langit. "Selamat ya! Akhirnya impian lo terwujud! Gue doain semoga lo langgeng sama Langit!"


"Iya, semoga Kak Senja langgeng sama Kak Langit, cepat-cepat dikasih momongan juga," tambah Risa.


"Aamiin. Makasih banyak, Lia, Risa."


"Eh, ayo foto-foto dulu!" Arif mengajak semuanya berfoto dengan pengantin baru. "Kak Arkan! Ayo ikut!"


"Ayo-ayo!"


Arkan dan Sara pun naik dan hendak berfoto dengan rombongan itu. Mereka bergaya di depan kamera. "Eh, si Falah di tengah, Lah!" kata Eri. Karena hanya dia yang tidak membawa pasangan.


"Kenapa jadi gue?" tanya Falah.


"Kan lo doang yang gak punya pasangan!" ucap Eri. Semua orang tertawa.


Dengan terpaksa, Falah pun berjalan ke tengah dan hendak menempati posisi di tengah-tengah pengantin. Semua orang berpose dengan senyum bahagia, sedangkan Falah dengan wajah cemberut dan datar.


Cheese. Cekrek! Setelah ini, mereka melanjutkan susunan acara lainnya dan bahagia di hari pernikahan Senja dan Langit.


Arkan menyumbang lagu untuk keduanya. Yakni lagu Akad yang dipolulerkan oleh payung teduh. Jika hari itu ditemani Senja, maka sekarang Arkan ditemani Sara diatas panggung.


****


[⚠️18+ dikit]


Setelah pernikahan, pasti ada malam pertamaan, kan? Akhirnya Langit dan Senja berada di kamar dan ranjang yang sama. Langit maupun Senja terlihat sangat canggung. Mereka sengaja tak menyalakan lampu utama dan hanya menyalakan lampu tidur. Alhasil keadaan kamar itu menjadi remang-remang.


"S-sini dekatan!" pinta Langit. Senja berdebar. "Emang mau ngapain?"


"K-kita main di kasur," ucap Langit gugup.


Senja terkekeh. "Kamu aja yang kesini."


"Sebentar!" Kemudian Langit membuka piyamanya, lalu melemparnya asal. Ia mendekat ke arah Senja. Lalu kemudian menyambar Senja dengan mencium bibir gadis itu mesra dan akhirnya mereka melakukan pesta malam pertama mereka di kasur.


Langit menutupnya dengan selimut! Dan hanya mereka yang tahu kenikmatan itu.


...TAMAT...


...________________...


Hai, gimana extra partnya? maaf ya kalau ada yang salah. aku sama sekali gak paham soal akad2 itu😂 Maaf juga kalau cerita ini gak jelas alurnya. Tapi aku sangat2 berterima kasih sama kalian yang tetap membaca cerita ini dari awal banget. Aku kasih❤❤❤❤❤❤❤ yang banyak deh buat kalian. Makasih udah dukung cerita ini. Maaf banget kalau ada typo2 dikit😂


...See you next time yaaa😍😘😘😘...


...Oiya, jangan lupa vote dan komen sebanyak2😄...


...Aku cinta kalian❤❤❤❤...

__ADS_1


...sehat selalu, yaaa selamat tinggal🙄...


^^^Dont forget share this story to your friends!^^^


__ADS_2