MASA LALU DAN TAKDIRKU

MASA LALU DAN TAKDIRKU
Chapter 42


__ADS_3

...๏ฟผ


...


Setelah yel-yel per gugus, akhirnya yang ditunggu-tunggu pun mulai. Sebagai penutupan, member STB mendemokan ekstrakulilernya, mereka sedikit kesulitan untuk menjangkau bulatan yang berada ditengah lapangan.


Semua panitia OSIS memperintahkan murid baru untuk berbaris yang rapi. Padahal mereka belum memulai pertunjukkan, namun hebohnya sudah menguncang lapangan. Setidaknya nama Arkan mendapat teriakan 40%, Langit 20%, Arif 10%, Rizky dan Irfan masing-masing 5% suara. Lalu Falah dan Eri? Entahlah, kedua anak itu baru menetas tadi siang.


Member STB sudah berada ditengah lapangan. Akhirnya semua calon murid kelas X berhasil diatur, sebagian angkatan Arkan dan Langit sudah ada dibelakang barisan kelas X. Mereka memberikan ruang kotak untuk para dancer STB.


Pelaku pemberian bunga telah siap di barisan paling depan. Beragam warna mawar terlihat, mereka semua dari garis perempuan yang diberi kesempatan untuk mengapresiasi member STB.


"Kak Langit?" gumam Risa. Gadis itu terkejut ketika melihat Langit berada diantara member STB.


Member STB sudah siap di posisi masing-masing. Ketika lagu diputar, Langit mulai berjalan ke arah Arif dan kini semuanya bergerak mengikuti alunan lagu.


...๏ฟผ


...


(๐ŸŽถRUN - BTS๐ŸŽถ)


Dimulai dari Rizky yang mengenakan jaket jeans berwarna putih.


[RM]


๋„Œ ๋‚ด ํ•˜๋‚˜๋ฟ์ธ ํƒœ์–‘ ์„ธ์ƒ์— ๋”ฑ ํ•˜๋‚˜


๋„ ํ–ฅํ•ด ํ”ผ์—ˆ์ง€๋งŒ ๋‚œ ์ž๊พธ ๋ชฉ๋ง๋ผ


๋„ˆ๋ฌด ๋Šฆ์—ˆ์–ด ๋Šฆ์—ˆ์–ด ๋„ˆ ์—†์ด ์‚ด ์ˆœ ์—†์–ด


๊ฐ€์ง€๊ฐ€ ๋ง๋ผ๋„ ๋” ํž˜๊ป ์†์„ ๋ป—์–ด๐ŸŽถ


Disusul Falah yang memakai jaket jeans berwarna hitam dan bernyanyi rap layaknya Suga BTS.


[Suga]


์† ๋ป—์–ด๋ดค์ž ๊ธˆ์„ธ


๊นจ๋ฒ„๋ฆด ๊ฟˆ ๊ฟˆ ๊ฟˆ


๋ฏธ์น  ๋“ฏ ๋‹ฌ๋ ค๋„


๋˜ ์ œ์ž๋ฆฌ์ผ ๋ฟ ๋ฟ ๋ฟ


๊ทธ๋ƒฅ ๋‚  ํƒœ์›Œ์ค˜ ๊ทธ๋ž˜ ๋” ๋ฐ€์ณ๋‚ด์ค˜


์ด๊ฑด ์‚ฌ๋ž‘์— ๋ฏธ์นœ ๋ฉ์ฒญ์ด์˜ ๋œ€๋ฐ•์งˆ๐ŸŽถ


Member STB yang satu ini dapat membuat Lia berteriak kencang. Ya, yang kali ini bernyanyi adalah kekasihnya, Arif dengan jaket jeans berwarna abu.


[Jin]


๋” ๋›ฐ๊ฒŒ ํ•ด์ค˜


๋‚˜๋ฅผ ๋” ๋›ฐ๊ฒŒ ํ•ด์ค˜


๋‘ ๋ฐœ์— ์ƒ์ฒ˜๋งŒ ๊ฐ€๋“ํ•ด๋„


๋‹ˆ ์–ผ๊ตด๋งŒ ๋ณด๋ฉด ์›ƒ๋Š” ๋‚˜๋‹ˆ๊นŒ๐ŸŽถ

__ADS_1


Bagian reff adalah yang paling ditunggu. Mereka tahu betul jika bagian itu pasti Arkan yang tampil. Dan benar saja, lelaki tampan itu berlari ke tengah member STB dan semua teriak histeris, belum lagi ia menggunakan jaket jeans berwarna hitam dan itu menyempurnakan penampilannya.


[Jungkook & Jimin]


๋‹ค์‹œ Run Run Run ๋‚œ ๋ฉˆ์ถœ ์ˆ˜๊ฐ€ ์—†์–ด


๋˜ Run Run Run ๋‚œ ์–ด์ฉ” ์ˆ˜๊ฐ€ ์—†์–ด


์–ด์ฐจํ”ผ ์ด๊ฒƒ๋ฐ–์— ๋‚œ ๋ชปํ•ด


๋„ˆ๋ฅผ ์‚ฌ๋ž‘ํ•˜๋Š” ๊ฒƒ ๋ฐ–์—” ๋ชปํ•ด๐ŸŽถ


"Kak Arkan!" teriak sebagian besar siswi.


Dipastikan setelah ini brankar UKS akan diisi oleh 3 sampai 4 orang dan stok oksigen akan ludes dalam sehari.


"Kak Arkan, sumpah ganteng banget!"


"Kak Langit juga, dia cool, manis."


Telinga Senja tak sengaja mendengar. Tak bisa ia pungkiri, lelaki-lelaki itu memang sangat menawan. Tak akan bisa ia tepis, mereka memang sempurna.


[V]


์ถ”์–ต๋“ค์ด ๋งˆ๋ฅธ ๊ฝƒ์žŽ์ฒ˜๋Ÿผ


์‚ฐ์‚ฐ์ด ๋ถ€์„œ์ ธ๊ฐ€๐ŸŽถ


Ketika Langit melipsing suara V tersebut, semua siswi berteriak tak karuan. Terlihat Langit yang kala itu selalu menjaga jarak antara posisinya dengan Arkan.


...๋‚  ์ˆจ์‰ฌ๊ฒŒ ํ•ด์ค˜ ......


Ketika mereka kembali ke reff di detik terakhir, lagi-lagi mereka berhasil menguncang langit dan penonton di SMA Tirta Bangsa.


๋‹ค์‹œ Run Run Run ๋‚œ ๋ฉˆ์ถœ ์ˆ˜๊ฐ€ ์—†์–ด


๋˜ Run Run Run ๋‚œ ์–ด์ฉ” ์ˆ˜๊ฐ€ ์—†์–ด


์–ด์ฐจํ”ผ ์ด๊ฒƒ๋ฐ–์— ๋‚œ ๋ชปํ•ด


๋„ˆ๋ฅผ ์‚ฌ๋ž‘ํ•˜๋Š” ๊ฒƒ ๋ฐ–์—” ๋ชปํ•ด๐ŸŽถ


๋‹ค์‹œ Run Run Run ๋„˜์–ด์ ธ๋„ ๊ดœ์ฐฎ์•„


๋˜ Run Run Run ์ข€ ๋‹ค์ณ๋„ ๊ดœ์ฐฎ์•„


๊ฐ€์งˆ ์ˆ˜ ์—†๋‹ค ํ•ด๋„ ๋‚œ ์กฑํ•ด


๋ฐ”๋ณด ๊ฐ™์€ ์šด๋ช…์•„ ๋‚˜๋ฅผ ์š•ํ•ด๐ŸŽถ


"Kereeen! Kak Langit! Kak Arkan!"


"Arif!"


Semua member STB berkumpul dan bersatu. Irfan menjadi penutup untuk lagu Run ini. Satu sejarah lagi tertuang, sekolah itu tak akan pernah ramai jikalau tak ada member STB.


Don't tell me bye bye๐ŸŽถ


Guru-guru, murid lama maupun baru bersorak untuk mereka bertujuh. Bukan hanya penonton dilapangan, melainkan penonton yang berada dilantai dua, mereka semua memberikan apresiasi yang tinggi untuk salah satu ekstrakuliler yang mengharumkan nama sekolah.


Hanya ada suitan, suara kedua telapak tangan yang ditepuk. Member STB berbaris dan menundukkan setengah badan tanda terima kasih kepada semua penonton.

__ADS_1


"Terima Kasih."


Semua siswi yang berbaris di depan itupun maju untuk memberikan sekuntum bunga mawar. Masing-masing dari mereka mendapatkan bunga dari adik-adik kelasnya.


Ketika selesai memberikan bunga, orang-orang yang berada diatas lantai dua itupun membuka spanduk besar bertuliskan "Selamat Datang di SMA Tirta Bangsa." Dan bump!


Kertas-kertas kerlip itu pun terbang bebas diudara, menghujani mereka yang ada dibawah. Saat itu pula terdapat dua orang yang membawa smoke boom, mereka berlari berlawanan arah, asap berwarna jingga dan biru itu kompak menghias langit.


"Yeayyy!"


Senja berjalan ke arah Arkan untuk memberikan sekuntum bunga mawar putih. Namun nampaknya telat, dari jarak yang tak terlalu jauh terlihat Oppi yang memberikan sebucket bunga untuk Arkan. Itu membuat Senja tertegun, ia menatap jenuh ke arah bunga yang ia bawa, sangat berbeda.


"Kak Arkan? Minta foto!"


"Kak, aku juga dong."


"Ih kak, kenapa ganteng banget sih?"


Arkan tersenyum menanggapi itu, sedangkan Oppi sepertinya ia sedang menargetkan adik kelas yang akan menjadi bahan bullyannya nanti. Sebab ia pantang untuk melihat Arkan dekat dengan perempuan manapun.


Kala itu menjadi ricuh, banyak siswi-siswi yang berlarian ke arah member STB untuk meminta foto. Senja terjatuh setelah sikut seseorang menghantamnya, kini ia tergeletak lemah dan tak mampu bangkit sebab terlalu ramai orang yang berlarian.


Senja merintih ketika tangannya terinjak, ia berupaya untuk melindungi bunga yang digenggamnya tadi.


Sepertinya orang-orang tak lagi berlarian.


Senja terkejut ketika menemui seorang lelaki dihadapannya. Iris hazelnya lagi-lagi bertubrukan dengan iris hitam milik lelaki itu. Mata Senja berkaca-kaca setelah mendapati Langit yang kini melindunginya dari hantaman kaki orang-orang yang berlarian.


Jarum panjang seakan berhenti, orang-orang seketika hening saat melihat Senja dan Langit yang tergeletak indah dibawah. Arkan kaget melihat itu, hatinya tak terima. Bukan hanya Arkan, mata Risa juga menangkap kejadian itu.


Bunga yang dipegang Risa jatuh tanpa di sengaja.


Kini Arkan, bunga mawar yang diterimanya pun jatuh berarakan.


Tangan Arkan mengepal marah, ia segera melajukan langkahnya menuju ruangan yang biasanya dijadikan ruangan OSIS dan bergelutnya Arkan dengan tugas negaranya.


"Ar?" Suara sofran itu memanggil Arkan dari luar, ia tak dapat masuk sebab Arkan mengunci ruangan itu.


Arkan hanya membalas sapaan itu dengan menendang meja. Ia tak menyangka, hari cerah itu membawanya kedalam kesakitan.


"Ar? Buka!"


"Pergi!"


"Ar? Lo kenapa?


"Gue minta lo pergi!"


Oppi sebenarnya tahu apa yang terjadi. Namun ia pura-pura tak mengetahui apapun. Oppi tersenyum miring, ia sangat bahagia karena Arkan marah. Baginya Langit adalah alat otomatis untuk menghancurkan hubungan Arkan dan Senja.


Langit membantu Senja bangkit, tak lupa bunga yang bentuknya tak lagi indah itu juga dipungutnya.


Tanpa sepatah kata, Senja membersihkan roknya dari sisa-sisa debu.


Langit yang melihat itu langsung meraih tangan Senja dan mencoba membersihkan telapak tangan gadis itu. "Huft ..." Kemudian meniupnya, sebab ada bagian yang berwarna merah. Itu pasti membuatnya kesakitan.


Keadaan sekolah menjadi sangat panas ketika semua orang menatap nanar ke arah Senja. Karena tatapan itu, Senja pun mencoba melepaskan perlahan tangannya dari Langit. Tanpa berkata sepatah kata pun, ia hanya menatap Langit tajam, kemudian berbalik dan beranjak meninggalkan lelaki itu.


"Senja?"


...****...

__ADS_1


...๐Ÿ”ฑ...


__ADS_2