MASA LALU DAN TAKDIRKU

MASA LALU DAN TAKDIRKU
Chapter 54


__ADS_3

...


...


Falah dan Eri kembali menggoda Risa yang membawakan mereka minum. Dance itu begitu melelahkan, Risa tahu keadaan Falah dan Eri sekarang ini. Lagipula Langit sudah diberi minum oleh Senja.


Mereka berdua tak berhenti bertengkar memperebutkan Risa. Risa memberikan minum kepada Falah dan Eri. "Makasih, cantik," kata Eri memuji Risa yang imut dan manis.


Falah dengan tatapan khasnya kepada Eri. Tak bisakah jangan membuat keributan lagi. "Minggir lo, sana!" usir Falah sembari mendorong-dorong Eri. Risa kembali bingung.


"Enak aja, gue 'kan duluan duduk disini."


"Enggak, gue duluan, ya kan Ris?" Risa mengangkat satu alisnya, kenapa Risa dibawa-bawa?


"Eum, hm.. mungkin."


"Tuh kan, gue duluan disini sama Risa," kata Falah setelah meminum minuman yang diberi Risa.


"Udah, udah. Eum.. aku duduk disini aja," kata Risa sembari duduk di tengah-tengah Falah dan Eri.


Kedua jomblo itu akhirnya memiliki seorang mainan yang menyenangkan. Biasanya kan mereka hanya melihat Arif gunta-ganti pasangan.


Mereka tersenyum bahagia. "Akhirnya.. ada juga yang mau deket-deket sama kita," kata Eri sembari menengadahkan tangannya.


"Iya bener. Akhirnya gue bakal punya pacar!" seru Falah.


"Enak aja, gue yang bakal punya pacar duluan!"


Risa kembali melerai adu mulut yang dilakukan mereka. "Cukup kak, aku pergi nih kalau kalian berdua masih berantem."


"Eh iya iya, jangan!" Keduanya menghentikan Risa.


"Nah, gitu dong."


"Eum, Risaaa?" panggil Falah.


"Iyaa Kak?"


"Tau bahasa Indonesianya Saranghae?" tanyanya.


Risa mengangguk. Lalu Falah bertanya lagi. "Apa?"


"Aku sayang kamu."


"Aku juga."


Membuat Falah menyegir bahagia dan wajah Risa berseri-seri. Eri tak mau kalah, kini giliran ia yang menggoda Risa. "Dek Risa?" sapa Eri.


"Hm, kenapa Kak?"


"Kenapa sih kamu imut banget?"


Risa menggelengkan kepalanya dan terkekeh kecil. "Gak tau, emang kenapa Kak?"


"Ya, karena jodoh kamu imut juga."


Eri merasa dirinya imut? Sungguh itu membuat Falah ingin muntah. Kenapa cowok itu benar fokus jika bicara soal perempuan? Mereka berdua kini sibuk memperebutkan Risa.


****


Arif dan Lia tak mau kalah, mereka juga bermesra-mesraan. Namun keduanya lebih ke membicarakan perihal hubungan yang serius. Keduanya memilih untuk mengasingkan diri di bangku yang tak terlalu banyak orang yang berlalu lalang.


"Lia?"


"Kenapa Rif?" kemudian meneguk minuman hangatnya.


"Ma.. Mama ngajak makan malem lagi," kata Arif memberi tahu Lia.

__ADS_1


Tentu Lia berdesir malu dan tak menolak permintaan mamanya Arif, yang mungkin akan menjadi mama mertuanya. Eaaa.


"Iya, mau kapan Rif?"


"Eum, masalahnya gini ya.."


Lia menyela dialog Arif. "Masalahnya.. apa?" tanya Lia yang penasaran.


"Eum.. gimana ya ngomongnya..?"


"Kenapa sih Rif? Kamu kok kaya tegang gitu?" tanya Lia sembari terkekeh kikuk.


"Masalahnya.. makan malem kali ini, Mama mau keluarga kamu juga ada."


Lia tertegun. Apa Lia sudah mendapat restu dari keluarga Arif? Lia mengerti. Mungkin Arif juga ingin mendapat restu dari orang tuanya. Lia mengangguk, dan kini mereka tengah membicarakan kapan acara makan malam dua keluarga itu akan dilaksanakan.


****


Sekarang giliran Senja dan kakak beradik tiri itu. Senja kembali mengenalkan sosok Langit kepada Arkan. Dengan sangat hati-hati Senja mencoba memberitahu perihal hubungan antara dirinya dan Langit.


Meski Senja takut jika Arkan akan merasa tak enak hati atau mungkin ia akan kecewa dan marah. Tapi Senja coba menjelaskan, karena lambat laun kekasihnya itu harus tahu.


Senja berdiri ditengah lelaki-lelaki tampan itu. "Kak... eum.. kenalin, di.. dia Elang."


Arkan terkejut, apa maksud Senja? Ia menyerngitkan dahinya. Sedangkan Langit hanya manggut-manggut pelan. "Elang?" ulangnya, sembari terkekeh kaku.


Senja menatap Arkan dalam. "Iya Kak.. jadi, ternyata Langit adalah sahabat kecil yang pernah aku tinggalin."


Arkan semakin ambruk. Karena dia pernah bilang kalau dialah yang menemukan Senja duluan. Tapi ternyata, Langitlah yang bertahun-tahun lalu sudah mengenal gadis itu.


Kini Arkan mengangguk paham dan mencoba mencerna semuanya. "Selamat, buat kalian." Lalu tersenyum hambar.


"Kak, mulai sekarang aku mau kakak terima Langit sebagai sahabat aku..."


Kini giliran Langit yang bicara. "Gue juga akan terima lo dan papa mulai detik ini."


Senja dan Langit mengangguk. "Buat apa..."


"Jadi kakak gak terima izin kita?"


"Eum, kakak belum selesai bicara." Rupanya Senja memotong dialog Arkan.


"Oh, ma.. maaf." Langit dan Arkan tertawa melihat itu. Sedangkan Senja menahan malu.


Arkan membelai kepala Senja dihadapan Langit. "Buat apa kalian izin? Kalian bebas kok kalau memang harus dekat."


"Tapi.."


Kini Langit juga ikut-ikutan menyela Arkan. "Tapi apa?" tanya keduanya.


Arkan tersenyum malu untuk mengatakan itu. "Eum.. tapi.. kalian sekalian latihan sebagai ipar, ya?"


Senja menganga tak percaya. Sedangkan Langit menghela nafas panjang. Benar juga. Senja menatap Langit. "Aku harap kamu bisa terima, ya Lang?" tanya Senja kepada Langit.


Arkan berdesir perih. Entahlah, Senja pasti menyayangi Langit sebagai sahabatnya.


"Hm, asal jaga Sesey baik-baik. Buat dia bahagia." Kini Langit yang bergantian memberi senyum kepada Senja lalu Arkan.


Senja memegang tangan Arkan dan Langit. "Hm, pasti Lang," kata Arkan.


"Kita sama-sama jaga Senja."


Arkan dan Langit tersenyum. Senja bahagia ketika orang yang ia sayang bahagia. Meski Langit tak mendapatkan Senja, setidaknya dirinya sudah bertemu dengan Sesey lagi, gadis yang mampu merubah Langit.


"Kalau gitu, gue ada lagu untuk kalian." kata Arkan.


Kemudian semuanya berkumpul di toko bunda Gina. Rizky dengan Irfan. Falah dan Eri dengan Risa. Arif dengan Lia. Senja dengan Langit. Sedangkan Arkan duduk dan bersiap untuk bernyanyi sembari memegang gitar.

__ADS_1


Suara gitar yang merdu terpetik indah melalui gesekan jari Arkan kepada senar.


...{🎶JUNGKOOK ~PAPER HEART cv.🎶}...


...Yang gak tau lagunya, putar aja diatas🤗...


Remember the way you made me feel


Such young love but


Something in me knew that it was real


Frozen in my head


Pictures I'm living through for now


Trying to remember all the good times


Our life was cutting through so loud


Memories are playing in my dull mind


I hate this part paper hearts


And I'II hold a piece of yours


Don't think I would just forget about it.


Hoping that you won't forget about it.


Everything is gray under these skies


Wear mascara


Hiding every cloud under a smile


When there's cameras


And I just can't reach out to tell you


That I always wonder what you're up to


I live through pictures as if I was right there by your side


But you'll be good without me and if I could just give it some time


I'II be alright.


Semuanya bersorak, Senja dan Langit tersenyum. Begitu mengayun suara dari Arkan. Mereka semua terbawa ke arus masa lalu. Rasanya sedih jika mengingat hari-hari yang telah berlalu.


Jika tadi Senja di samping Langit, kini harusnya ia berdiri disamping Arkan yang sedang menyanyi. Senja berjalan menghampiri Arkan, Arkan tersenyum sambil menyanyi karena kini Senja ada disampingnya.


...Hoping that you wont forget..🎶...


Lagu itu sangat pantas untuk mewakili perasaan Langit.


Penonton semuanya bertepuk tangan, terdengar suitan yang tujuannya menggoda kedua sejoli yang ada di depan.


Langit hanya menatap sendu ke arah Senja dan Arkan. Ia bertepuk tangan meski hatinya sakit. Senja dan Arkan memang pasangan yang serasi. Lia dan Arif merupakan pasangan yang paling setia. Falah dan Eri mereka pasti sportif untuk mendapatkan hati Risa. Dan Langit...


Ia harus sendirian.


Karena bahagia itu, ketika melihat yang tersayang tertawa bahagia.


...****...


...THE END...

__ADS_1


__ADS_2