MASA LALU DAN TAKDIRKU

MASA LALU DAN TAKDIRKU
Bagian Akhir : Spesial Falah & Luna


__ADS_3

Falah menunggu seseorang di taman dekat rumah Senja. Seorang gadis telah memintanya untuk datang menemuinya. Namun hingga sekarang gadis itu tidak muncul ke hadapannya. Falah sampai kepanasan dan bosan menunggu di tempat itu.


Hingga bunga mawar yang dipegangnya layu. Falah berpikir jika ia akan menyatakan perasaannya pada gadis itu. Makanya ia menyiapkan diri untuk menunjukkan perasaannya hari ini. Kenapa gadis itu lama sekali? Falah celingukan karena gadis itu tidak kunjung datang ke taman itu.


"Luna mana, sih?" tanya Falah. Ia melihat ponselnya. "Ini udah hampir 2 jam, tapi dia belum datang juga."


Falah berencana untuk menghapus gelar jomblonya dengan mengajak Luna berpacaran. Apalagi sebentar lagi teman-temannya itu hendak menikah, jadi mau tidak mau Falah harus mencari pendamping agar ada partner nantinya.


Falah menerka bahwa Luna tidak akan datang, akhirnya ia memilih untuk beranjak pergi dan mengurungkan niatnya. "Eh, Falah!" panggilnya.


Ia menoleh dan menemukan sosok gadis yang ditunggunya. "Luna?" Falah berbinar ketika melihat sosok itu.


"Iya! Lo mau kemana?" tanya Luna.

__ADS_1


"G-gue pikir lo gak datang, makanya gue mau pulang."


"Oh maaf, ya?" Luna merasa bersalah. "Gue ngajak lo ketemuan cuma buat ucapin selamat tinggal."


Bahu cowok itu lantas merosok, mengingat perkataan Luna yang tiba-tiba itu. "Lho, emangnya lo mau kemana?"


"Gue dan nyokap gue mau pindah ke Bandung. Kalau pun lo mau ketemuan sama gue, lo harus datang ke sana."


Falah merasa sangat sial kali ini. Gelar jomblonya harus tetap berlanjut kalau Luna pindah ke Bandung. Karena otomatis ia dan Luna tidak akan bisa melakukan hubungan jarak jauh. "Gak apa-apa. Kita masih bisa ketemu, kok. Lo hati-hati, ya?"


Luna mengangguk. "Oh, iya. Gue juga titip ini buat Langit sama Senja. Tolong sampaiin ke mereka, semoga mereka bahagia."


Falah menerima surat itu, ternyata gadis itu masih menyukai Langit. Meskipun ia harus terima kenyataan bahwa Langit merupakan calon dari Senja.

__ADS_1


"Hm, gue akan sampaiin ini. Yang penting lo sampai di sana dengan selamat, ya! Jangan lupa kirim alamat lo yang baru."


"Iya, makasih ya Falah?"


"Eh, iya. Ini buat lo!" Falah memberikan setangkai bunga mawar yang dipegangnya kepada Luna.


Luna menerimanya meskipun bunga itu layu. "Makasih. Ya udah kalau gitu, gue udah ditungguin nyokap. Bye!"


Luna pun berlalu dengan lambaian tangan. Falah bisa merasakan dadanya nyeri dan sakit. Kenapa cintanya harus berakhir tragis terus menerus? Dan kenapa hanya nasibnya yang sangat buruk diantara teman-temannya?


"Selamat tinggal, Lunaaa.."


...~🔱~...

__ADS_1


__ADS_2