
...
...
Di kantin, sepasang kekasih tengah memperjuangkan nasib hubungan mereka ke depannya. Lia dan Arif, dua sejoli ini sedang membela diri masing-masing. Arif nampak tak bisa mentoleransi jika Lia memutuskan hubungan sepihak.
Arif memandang Lia yang duduk dihadapannya. Dirinya tak yakin jika Lia dapat mendengarkan penjelasannya.
"Aku sama Oliv bener-bener udah gak ada hubungan. Kita berdua udah putus, mungkin aja Oliv masih sayang sama aku dan dia berusaha rusak hubungan kita.."
Lia loading ...
"Tapi foto itu diambil sewaktu kita pacaran Rif!"
Arif kalut, pernyataan Lia ini semakin membuat dirinya bingung. "Oke, aku minta maaf soal itu, maaf karena aku gak izin main sama dia. Tapi tenang aja, ada Falah dan Eri kok waktu itu," ujar Arif berbohong.
Lia membuang muka, bisa-bisanya Arif main dengan mantannya. "Tetep aja, aku cemburu." Bibir Lia yang cemberut itu mengundang Arif untuk mencolek dagu Lia. "Ish Arif apaan sih."
"Udahan dong marahnya, nanti cantiknya ilang."
"Enggak, kamu jahat!" Lia memalingkan wajah.
"Lia, hey!"
"Yakin gak nyesel nanti kalau marah sama orang seganteng aku?" tanya Arif menggoda Lia.
"Enggak!"
"Yakin?" Arif mendekatkan wajahnya ke hadapan Lia
__ADS_1
Lia pun menatap dan sedikit memundurkan kepalanya, namun Arif tetap mendekatkan diri. Matanya kini beralih pada bibir Lia yang manis.
Beberapa detik...
"Rif!" panggil teman-temannya, siapa lagi kalau bukan Falah dan Eri? Mereka berdua menggeleng-gelengkan kepala.
Hampir lepas nafsu Arif tersebut. Tenang guys, gak jadi kok wkwk.
"Ganggu aja aelah," batin Arif.
****
"Alkohol? Oh ini. Kapas? Ah dimana kapas?" gumamnya sampai dua tiga barang lain jatuh.
Ia berbalik badan. Kapasnya berdiri dihadapannya. "Ah ini!" Dengan nada antusias ia meraih kapas yang di pegang. "Langit.. lo kok tahu kapas dimana, hehe?"
"Pake mata, bukan mulut!" ujar Langit menggurui.
"Gak perlu!" kata Langit, "Setelah apa yang lo lakuin ke gue selama ini?" Pertanyaan Senja ini membuat Langit terpaku.
"Udah diem!"
Dengan telaten Senja mengobati Langit. Meski si empunya selalu meringis kesakitan. "Ssss..t."
Senja melihat sudut bibir Langit yang mengeluarkan darah, setiap Langit terlihat kesakitan, ia memalingkan wajahnya untuk melirik luas wajah Langit. "Lo ada masalah apa sama anak baru itu?"
"Bawel!" Jawabannya itu tak ada sangkut pautnya dengan pertanyaan Senja.
Senja pun menekan luka Langit hingga ia meringis kesakitan. "Sssss...t!" Senja terlonjak. "Eh maaf-maaf!"
__ADS_1
Senja refleks memegang pipi Langit, begitu pun Langit yang spontan memegang tangan Senja.
Saling tatap ...
Beberapa detik ...
"Lang!" panggil Falah dan Eri.
Ah si Kunyuk ini. Mengapa mereka selalu mengganggu? Setelah puas mengganggu kegiatan Arif dan Lia, akhirnya mereka pun mengganggu kegiatan Langit dan Senja.
"Ehem.. ehem.." goda keempatnya.
Keduanya nampak malu-malu. Pipi Senja terlihat merah, sedangkan Langit hanya tersenyum melihat Senja yang dalam mode shy-shy cat.
...****...
...Hhe pendek ya? Tunggu kelanjutannya di part selanjutnya yaa😁...
...Jangan lupa untuk dukung terus cerita ini dan kalau kalian suka, tolong like dan share ke teman-teman kalian....
...aku juga butuh kritik dan saran dari kalian untuk aku belajar menjadi penulis yang lebih baik....
...Terima kasih yang udah mau baca, semoga kalian suka sama ceritanya....
Salam,
Hani Aprilliani
...****...
__ADS_1
...🔱...