
...
...
Karena salah sambungan itu, akhirnya yang datang bukan Arkan, melainkan Langit. Gadis itu bagaimana sih? Sedang genting begini malah salah sambung. Langit sengaja tak memberitahu Arkan, agar ia bisa leluasa menolong Seseynya.
Langit pun kaget ketika melihat toko bunda Gina rusak parah. Ia segera menelpon Falah. Ya, Falah adalah anak dari kepala kepolisian. Maka dari itu, ia bisa membantu Langit untuk melacak siapa orang yang pernah menerornya dulu, ingat?
"Kamu tenang, Falah sebentar lagi datang."
Senja mengangguk.
Risa mendengar itu. Kamu? Sejak kapan Langit memanggil Senja dengan sebutan itu? Apa yang sebenarnya terjadi? Risa hanya pasrah dan diam. Benaknya terus bertanya, namun apapun yang terjadi, ia hanya akan hening. Berusaha untuk tidak peduli.
Tak lama Falah datang dengan papanya yang katanya kepala kepolisian. Benar, Falah sangat berbeda dengan papanya. Papanya memiliki karisma, sedangkan Falah hanya jomblo terkesima. Haha.
"Kami akan melakukan penyidikan. Semoga saja ada tanda-tanda dari pencuri itu."
"Tapi.. mereka gak ambil apapun, dan hanya menghancurkan," balas Bundanya.
"Apa ibu punya musuh? Atau orang yang tidak menyukai ibu atau anak-anak ibu?"
Pikiran ibundanya mengarah pada mantan suaminya dan ayah dari Senja. Ada kemungkinan itu beliau. Namun bunda Gina hanya menggeleng. Ia tak ingin menuduh siapapun dulu. Biar kepolisian yang mengusut semuanya.
Senja sebenarnya tak enak hati, ia kan gadis yang di benci banyak orang. Mungkinkah itu salah satu perbuatan orang yang tidak menyukainya?
Risa, ia hanya diam karena tak memiliki musuh.
"Baiklah..."
Sementara menunggu hasil, mereka memikirkan bagaimana caranya agar semuanya kembali membaik. Senja, Risa dan bundanya menatap sendu ruangan yang biasanya ramai pengunjung, yang biasanya cerah karena jingga dan biru yang terpasang indah di dinding kini hilang bagai ditelan kenyataan.
Langit, ia sudah menghubungi Arkan. Kebetulan hari ini adalah hari minggu, Arkan sedang belajar dirumah dan tidak sibuk. Falah masih disana untuk menemani Langit, seperti yang kalian tahu, bahwa Arkan sudah dihubungi, ia takut jika Arkan berpikir kenapa Langit sudah disana?
"Lang?" Arkan menyapa Langit terlebih dahulu kemudian melihat Senja, Risa dan bundanya sedang membereskan barang-barang yang kiranya masih bisa digunakan.
Arkan berdecak. Ia kemudian menyuruh bunda Gina, Risa dan Senja untuk berhenti melakukan kegiatan itu.
"Udah lapor polisi?" tanya Arkan kepada Senja.
Senja mengangguk. Tenang saja, Arkan pasti akan sangat membantu. Ini yang disuka Langit dari Arkan, ini juga yang menjadi alasan Langit tak memberitahu Arkan dulu. Takut ia tak kebagian berpikir.
Arkan sangat dewasa, ia pasti akan mengurus semuanya dengan baik.
Arkan sudah menghubungi papanya. Beliau akan menghadirkan beberapa staf kantornya untuk membantu membersihkan kekacauan yang ada. Arkan bahkan memanggil tukang untuk membenarkan keadaan jendela yang pecah.
"Kamu tenang aja, semuanya pasti kembali seperti semula," ucap Arkan kepada Senja.
Dan benar, apa yang dikatakan Arkan memang membuahkan hasil. Ia bahkan tak pernah gagal dalam berpikir.
Senja mengukir kembali apa yang pernah terpasang di dinding toko kue itu. Jingga dan biru kembali terpampang, itu bisa membuat suasana ruangan itu menjadi sejuk dan hangat kembali.
Ia tak sendiri, melainkan dibantu oleh Arkan dan Langit. Bukan hanya itu, Lia bahkan datang dengan Arif untuk membantu membereskan semuanya. Risa membantu ibundanya membereskan barang-barang yang baru saja dibeli Arkan.
Seperti hanya tinggal melentikan jari, maka semua yang dikatakan Arkan menjadi kenyataan. Mungkin itu suatu tanda, bahwa hancur akan diganti baru. Mereka hanya perlu paham, bahwa semua yang hancur bisa kembali sempurna.
Layaknya kisah mereka. Hancur dan kini keadaan membawa mereka kepada nol lagi.
"Makasih kak, Lang," ujar Senja pada Arkan dan Langit yang tengah membantunya mengukir senja dan langit.
"Hm."
Semuanya sudah diatur sedemikian rupa, okelah tinggal menunggu hasil dari penyelidikan kepolisian. Papa dari Falah ini adalah orang paling pintar, ia bahkan bisa mengusut kriminalitas dalam beberapa jam. Tak butuh waktu lama, sore harinya mereka semua ditempatkan pada kenyataan yang pahit. Siapa orang itu?
"Arlan?" Langit terkejut ketika Arlan yang ada dibalik semua ini?
Itu artinya semua ini terjadi karena Langit?
"Kenapa? Kenapa lo lakuin itu ke Sesey?" Langit meraih kerah Arlan.
Senja memisahkan Langit dari Arlan. Arkan hanya menatap bingung, "Sesey? Siapa dia?" batin Arkan bertanya-tanya. Senja refleks menoleh kepada Arkan yang tengah termenung.
Senja sepertinya salah.
"Tapi Lang, gue cuma di suruh."
"Siapa? Siapa yang nyuruh lo?" tanya Langit.
"Kak Oppi Herlina."
__ADS_1
Oh tidak. Itu artinya ini juga salah Arkan. Apalagi dalangnya adalah sahabat kecilnya. Kenapa gadis itu sangat jahat? Padahal Arkan selalu memberikan akses untuk gadis itu menjadi sahabatnya.
"Pak, tolong datang saja ke alamat ini!" Arkan menyuruh polisi itu datang ke alamat yang dituliskan Arkan di secarik kertas.
"Tapi kak..." Senja tak mungkin mengambil tindakan untuk Arlan dan Oppi, apalagi mereka masih anak sekolah.
"Senja, ini gak bisa dibiarin. Dia udah keterlaluan."
Ya, benar itu sudah keterlaluan. Seketika ia ingat bagaimana bundanya menangis didepan toko kue yang hancur.
****
Malam harinya, karena toko itu sudah kembali cantik dan sudah ada banyak kue yang hangat, akhirnya bunda Gina berani membuka kembali toko kue itu. Bahkan toko kue itu menjadi lebih ramai karena akan ada pertunjukkan dance.
Siapa lagi kalau bukan STB?
Mereka akan menampilkan pertunjukkan untuk menarik pengunjung membeli kue bunda Gina.
Sangat ramai yang datang. Lia masih disana untuk menemani Arif. Sedangkan Falah dan Eri memburu kue enak buatan bunda Gina.
"Dek, masih ada gak? Ini rasa susu?" tanya Falah pada Risa.
Risa tertawa. Falah, dimulutnya saja masih penuh, ditambah ia meminta kue lagi. "Masih ada kak. Sebentar." Oh, jadi Falah sedang modus.
"Dek, yang rasa cinta ada gak?" teriak Eri.
"Eh, diem! Risa punya gue," kata Falah.
"Enak aja, masih free dia tuh. Lagian dia imut kek gue," ujar Eri.
Sedangkan Arkan, Langit, Arif, Irfan dan Rizky tengah mempersiapkan diri untuk dance. Mereka menggunakan pakaian apa saja yang penting lagu yang mereka gunakan bisa mengundang warga Jakarta.
"Kak Arkan?"
"Langit?"
"Kalian gak mau minum dan makan dulu?" tanya Senja.
"Setelah ini kita makan," kata Arkan sembari tersenyum.
"Lagu ini aja Ar!" kata Irfan.
"Hm, Oke."
Lagu diputar, ada sebagian dari mereka yang mengenal lagu tersebut.
Arkan berdiri ditengah-tengah dan mereka mulai melakukan dance.
Lagu itu menurut Irfan sangat pas untuk mereka yang sedang kasmaran. Contohnya Arkan. Langit? Ia kan sudah menemukan Sesey, baginya Senja sudah berada dihati yang tepat. Yang penting Sesey bersamanya saat ini.
...
...
(🎶BTS - FOR YOU🎶)
[Arkan] Kimi no kaori ga suru
Kono michi o tadotte iku
Iyahon sashikomu kono kodouni
Tashikana omoi ga sono sakini aru
[Rizky] Baby why you far away?
Narenai kimi ga I nai to nankane
Nani ga tarinai kisuru
Zutto isshoni futari itai dakenanoni
Kidzukeba kimi wa kono sumaho no nakadake de
Shika aenai me no maeni arawarete
Isshoni irenai sabishisa kyoumo kamishime
Omoi to urahara jikandake sugi teku
__ADS_1
Fuan na kimochi ni nattemo
Kyori yori mo kokoro hanarenaide to
Shinjite todokeru kaze no sakini ha
Itsumo ore ga iru onaji sora no shita my baby
[Arkan] Subete for you
Kotae nante
Nakute ii subete wa
Kimi no egao nakani aru
Truth
Hanarete itemo
Kokoro to kokoro wa tsunagate iru
Forever kimi to
Hira hira mau
Hanabira no shawa
Kira kira mau
Taiyou no naka
Boku wa dakishimete iru
Mune no nakade kimi wo zutto
[Langit] Subete for you
Kotae nante
Nakute ii subete wa
Kimi no egao no nakani aru
Truth
Hanarete itemo
Kokoro to kokoro wa tsunagate iru
Forever kimi to
Hira hira mau
Hanabira no shawa
Kira kira mau
Taiyou no naka
Boku wa dakishimete iru
Mune no nakade kimi wo zutto
Hira hira mau
Hanabira no shawa
Kira kira mau
Taiyou no shita de zutto futari wa
Donna tokimo tsunagatte irukara daijoubu
Malam itu semakin ramai, diluar maupun di dalam toko bunda Gina sangatlah penuh. Setelah lagu itu selesai, akhirnya semua memberikan tepukan tangan.
Terlihat Senja menghampiri Arkan dan memberikan minum. Ada satu lagi botol minuman? Ada. Senja melempar botol minuman itu untuk Langit.
Langit tersenyum kepada Senja. Bukan, tapi kepada Seseynya.
__ADS_1
...****...
...🔱...