MEMILIKIMU ADALAH TAKDIRKU

MEMILIKIMU ADALAH TAKDIRKU
The Best Papi


__ADS_3

Sebuah sedan sport berwarna hitam, memasuki mansion keluarga Almond di Manchaster. Saat mobil berhenti di depan lobby mansion, sang sopir pun turun dan membukakan pintu bagian belakang.


Christensen Haireo Almond, lelaki tampan berusia 31 tahun turun sambil melepaskan kacamata hitamnya. Jika dilihat dari penampilannya, nampaknya ia baru saja pulang kerja. Jas yang masih lengkap dengan dasinya.


Seorang pelayan membukakan pintu bagi Reo.


"Papi.....!" Seorang bayi berusia 3 tahun, berlari menuruni tangga saat melihat siapa yang datang.


"Oh my boy!" Reo menunduk dan langsung membawa putranya itu ke dalam pelukannya. Ia mencium Leonardo Arhaan Almond (artinya Lelaki kuat yang penuh cinta kasih) dengan perasaan rindu yang sangat dalam setelah tiga hari harus berpisah karena harus mengikuti turnamen di Barcelona.


"Papi, i miss you so much."


"Miss you too my Leon."


"Kita jadi pergi ke tempat mami kan?"


"Iya. Tapi nanti besok saja, ya? Sekarang sudah hampir malam."


"Apakah mami tak akan bisa melihatku jika hari sudah malam?"


"Pasti jika mami bisa berbicara, maka mami akan bilang, Leon, jangan main di luar jika malam hari. Nanti kamu batuk."


"Apakah mami orangnya seperti itu?"


Reo mengangguk. "Papi saja kalau mandi malam selalu dimarahi oleh mami."


Leon pun turun dari gendongan papinya. "Kalau begitu sekarang papi cepat mandi. Soalnya sudah mau malam."


Reo tersenyum sambil mengusap kepala putranya. Ada rasa bahagia dalam dirinya karena kehadiran Leon memberikan dia kekuatan untuk menghadapi kesepian dalam dirinya semenjak peristiwa itu.


Tak terasa 3 tahun sudah berlalu. Leon lahir dalam keadaan prematur. Ia bahkan sempat koma selama 17 hari. Namun akhirnya Leon bisa melewati masa kritisnya. Meskipun selama hampir 3 bulan harus ada dalam inkubator, namun putranya itu bisa survive dan kembali ke dalam pelukannya.


Setiap kali Reo menatap mata putranya, ia akan mengingat mata Edewina. Wajah Leon memang hampir 70% mirip dengan Edewina. Hanya hidung dan rambutnya saja yang mirip dengan Reo.


"Nak....!"


Reo yang akan naik tangga untuk menuju ke kamarnya, menghentikan langkahnya. Ia menoleh ke arah sang daddy.


"Hi, dad!"


"Baru pulang?"


Reo mengangguk.


Jack tersenyum ke arah anaknya. " Mandilah dan kita akan makan malam bersama."

__ADS_1


"Baik, dad!" Reo pun meneruskan langkahnya menaiki tangga dan akhirnya sampai ke kamarnya. Saat ia membuka pintu, perasaanya terasa hampa. Tak ada sapaan lembut Edewina yang akan membuat lelahnya hilang.


Di pandanginya foto pernikahan mereka. Tanpa terasa air mata Reo mengalir. "I miss you, honey. Do you miss me too?"


Reo menghapus air matanya dengan cepat. Ia kemudian membuka bajunya dan segera ke kamar mandi.


Tak sampai 30 menit, Reo sudah turun kembali ke lantai dasar. Ia tersenyum melihat papi Edmond ada di ruang tamu. Semenjak kedua adik Edewina kuliah di Inggris, papi Edmond memang lebih banyak menghabiskan waktunya di sini. Ia memang sesekali masih pulang ke Indonesia untuk mengurus perusahaannya.


"Selamat atas kemenangan mu, ya?" ujar papi Edmond saat memeluk Reo.


"Terima kasih, papi."


"Opa....!" panggil Leon lalu berlari dan mendapati opa dan papinya. Adeline ada di belakangnya. Mengejar lelaki kecil itu yang memang tak pernah berhenti bergerak.


Ya, semenjak peristiwa itu, keluarga Almond memaafkan Adeline. Mereka tahu kalau Adeline melakukan semua itu karena anaknya ada di dalam ancaman Cecilia CS. Perempuan itu juga berlutut minta ampun pada Jack Almond dan akhirnya ia diijinkan kerja kembali setelah melihat kegigihannya dalam menyatakan permohonan maafnya.


Justin telah menerima hukuman 18 tahun penjara. Sedangkan Ken, atas permohonan ayah angkatnya, dibebaskan dari segala keterlibatannya dengan peristiwa itu. Reo berterima kasih kepada ayah angkat Ken karena beliaulah yang memberitahukan tempat di mana Ken menyembunyikan Edewina.


Ken dideportasi dari Inggris dan tak boleh datang ke Inggris sampai ada ijin dari keluarga Almond. Dan hal yang luar biasa terjadi antara Ken dan Indira. Saat perempuan itu sakit perut di gudang, Ken lah yang menolong dia saat melahirkan. Dan pria itu langsung menangis saat ia memeluk anaknya sendiri untuk yang pertama kalinya.


Bayi laki-laki itu di bawah ke Seoul saat berusia 1 bulan. Orang tua Ken sangat senang. Awalnya Indira ikut hanya karena ingin memberikan ASI eksklusif untuk anaknya. Namun akhirnya, entah bagaimana caranya 6 bulan yang lalu, Ken dan Indira akhirnya menikah. Dan kabarnya, Indira sekarang sedang hamil anak ke-2. Indira akhirnya menikahi pria yang lebih muda 4 tahun darinya.


"Opa, Leon mau kue yang tadi." ujar Leon.


"Kue yang mana, nak?" tanya Edmond.


Reo tersenyum melihat dua wanita yang sangat dicintainya itu. Saat ledakan terjadi di rumah itu, Riani dan Mahira sedang berada di ruang bawah tanah. Riani sedang menunjukan tempat penyimpanan anggur. Mansion keluarga Almond itu memang rumah tua yang diperbaharui oleh Jack. Dulunya ruang itu dijadikan tempat persembunyian saat terjadi perang.


Ketika ledakan terjadi, Mahira dan Riani terkurung di dalam ruangan itu karena jalan masuknya sudah tertutup oleh reruntuhan tembok. Keduanya aman walaupun Riani sempat sesak napas karena mereka berhasil dibebaskan saat Jack dan tim penyelamat tak menemukan mayat Riani dan Mahira diantara mayat lain yang ditemukan di dalam reruntuhan rumah itu.


8 jam terkurung barulah Jack ingat akan ruangan itu dan berhasil menemukan Riani dan Mahira yang dalam keadaan selamat.


Jack langsung memeluk istrinya, demikian juga dengan Edmond yang langsung memegang tangan Mahira yang duduk di sampingnya.


"Ada apa, nak?" tanya Riani.


"Aku bangga melihat kalian saling menyayangi sampai di usia tua." ujar Reo dengan mata yang berkaca-kaca.


"Sabar nak!" kata Mahira sambil mengusap punggung menantunya.


"Terima kasih kalian selalu ada untukku. Leon tak akan pernah kekurangan kasih sayang seorang mama karena ia memiliki 2 Oma yang sangat luar biasa." ujar Reo.


"Dan Leon punya papi yang sangat luar biasa. Papi terbaik. Love you, papi." kata Leon sambil memeluk Papinya.


"Love you too my son!"

__ADS_1


Riani mengigit bibirnya, menahan tangis dalam hatinya melihat penderitaan anaknya. Namun ia juga percaya kalau Reo menjadi kuat karena ada Leon. Jika Leon tak selamat, Reo pasti sudah hancur.


Setelah puas berbincang, Reo pun membawa anaknya ke kamar mereka. Leon memang tak tidur di kamarnya. Ia lebih suka tidur dengan Reo. Jika Reo tak ada, maka Leon akan tidur dengan opa dan omanya.


"Papi, besok kita akan mengunjungi mami kan?" tanya Leon.


"Iya sayang."


"Apakah kita akan membawa bunga?"


"Iya, sayang."


"Bunga apa yang mami suka?"


"Mawar putih."


"Memangnya papi yakin bunga itu?"


"Iya sayang."


Leon membalikan badannya sehingga berhadapan dengan papinya. "Papi, apakah kamu merindukan mami?"


"Selalu."


"Apakah mami sangat cantik?"


"Sangat cantik."


"Seperti di foto?"


"Lebih cantik dari foto, sayang."


Leon memegang pipinya. "Papi, terima kasih selalu ada untuk Leon."


Reo mengangguk. "Iya sayang. Terima kasih juga sudah hadir bagi papi."


Keduanya pun saling berpelukan sambil tersenyum. Reo mendekap anaknya dengan penuh kasih. Dekapan rindu yang juga ia rasakan untuk Edewina.


I miss you, Win


******************


Hallo semua


maaf terlibat up hari ini.

__ADS_1


See you next part


__ADS_2