Mencinta Tanpa Batas

Mencinta Tanpa Batas
Melihatnya Selingkuh


__ADS_3

Jam dinding yang slalu setia berdetak telah menunjukkan pukul tujuh malam.


Gea menghela nafas lelah saat tak ada tanda tanda Teo pulang.


"Kemana lagi kamu Kak?Apa kamu kembali berulah lagi"pikir Gea.


Tak salah kan kalau Gea berfikir seperti itu,karena memang sikap Teo masih sering berubah.Kadang begitu manis dan perhatian tapi juga bisa menjadi sangat cuek dan menyebalkan.Membuat Gea semakin beranggapan bahwa Teo memang benar benar masih seperti yang dulu.


Deru motor yang berhenti di depan rumah membuat Gea tersenyum.Ia beranjak menuju pintu dengan harapan suaminya yang datang.


Tapi saat itu juga senyumannya memudar saat ia melihat Isna lengkap dengan wajah yang terlihat habis menangis.


"Na,kamu kenapa?"tanya Gea seraya membawa Isna masuk.


Tanpa menjawab Isna justru memeluk Gea membuat Gea semakin bingung.


"Duduk dulu deh,aku ambilin minum"kata Gea seraya melepas pelukannya.Ia lalu berjalan menuju dapur.Melihat Gea berjalan dengan perut yang sudah membesar Isna terlihat sendu.Dan tatapannya begitu sulit diartikan.


"Nih minum dulu biar tenang"kata Gea menyodorkan segelas teh hangat.


"Bukan aku yang harus tenang Ge,tapi kamu"batin Isna.


"Ada masalah apa?"tanya Gea setelah Isna terlihat lebih tenang.Tapi Isna hanya menggelengkan kepalanya.


"Kamu dirumah sendiri?"tanya Isna.


"Engga,sama nenek"jawab Gea."Tuh nenek lagi dikamar"


"Aku lihat nenek dulu ya"kata Isna.


Tanpa menunggu Gea menjawab Isna langsung menuju kamar nenek.Ia sudah hafal dengan seluk beluk rumah Gea jadi tak akan kesasar tanpa Gea.


Namun sebenarnya ia tak menuju kamar nenek.Ia berhenti di depan dapur dan berbalik menatap Gea.Ia melihat wajah khawatir Gea.


"Apa kamu masih berharap suamimu benar benar berubah Ge,sementara tadi aku melihatnya bersama wanita lain"lirih Isna.


Flashback


Isna berjalan bergandengan tangan dengan Dika.Keduanya habis berbelanja keperluan bulanan.Setelahnya keduanya mampir untuk makan di tempat favorit Isna dan Gea.Tempat yang kini juga menjadi langganan Dika karena selain nyaman dan makanannya enak harganya masih lumayan murah bagi mereka.


"Mau makan apa A?"tanya Isna.


"Pengen ayam bakar kayanya enak,tambah ati ampela ya"kata Dika.


"Minumnya es teh apa jeruk"


"Jeruk anget aja"


Isna melangkah untuk memesan makanan.Ia lalu kembali menuju tempatnya dan Dika.

__ADS_1


"Besok libur ga A?"tanya Isna.


"Kayanya libur,tapi nanti malem aku ada janji sama temen buat bahas masalah ruko"kata Dika.


"Main ke rumah Gea ya A,aku kangen"katanya manja.


"Orang lain aja dikangenin,suami dianggurin"balas Dika.


"Di anggurin apanya sih A,tiap malem main gitu masih aja bilang dianggurin"sungut Isna.


Dika cengengesan mendengarnya."Biar cepet jadi kecebongnya sayang.Emang kamu ga pengen hamil kaya Gea apa?"


"Pengen,tapi ga tiap malem juga aku digempur.Capek tau ga"kesal Isna.


"Bilangnya capek,tapi kamu juga ah eh kalo lagi begitu,udah gitu minta nambah lagi"ledek Dika.


"A ngomongya ih,malu tau"sungut Isna.Tapi ia membenarkan ucapan suaminya itu.Ia memang tak bisa lepas dari kehangatan seorang Dika,meskipun suaminya itu amat posesif.


Wajah Isna yang merona adalah kebahagiaan tersendiri bagi Dika.Bagaimana tidak,perjuangannya untuk mendapatkan Isna memang tidak mudah.Setelah hampir dua tahun hubungannya dengan Isna ditentang orangtuanya,kini ia bisa memiliki Isna seutuhnya.Hingga ia tak rela ada sedikitpun kesedihan menghampiri istrinya itu.


Keduanya menyudahi acara saling menggoda saat makanannya datang.Mereka lalu makan dalam diam meski sesekali saling bicara.


"Habis ini kemana lagi?"tanya Dika setelah makanan keduanya tandas.


"Pulang aja A,katanya aa mau ketemu temen"kata Isna.


"Apa sih yang ga buat aa,doa terbaik pasti selalu buat suamiku ini"kata Isna dengan senyum manisnya."Emang rukonya mau dimana bikinnya"


"Rencana sih di Semarang kota,cuma katanya harga tanahnya mahal banget"terang Dika.


"Ya kalo menurut Aa menjanjikan ambil aja gapapa"


"Potensinya sih menjanjikan,deket sama pusat kota juga.Udah banyak yang ngincer itu lahan tapi alhamdulillah kita yang dapet lebih dulu"


Isna hanya manggut manggut mendengarnya.Namum sesaat kemudian wajahnya terlihat meradang dengan apa yang ia lihat.


"Kamu kenapa sayang?"tanya Dika yang melihat perubahan raut wajah Isna.


"Itu Teo kan A?"tanya Isna berusaha meyakinkan penglihatannya.Ia sungguh tak percaya.


Dika mengikuti arah pandang Isna,dan ia melihat Teo bersama seorang wanita yang menggandeng lengannya tapi bukan Gea.


"Iya itu Teo,tapi sama siapa?"tanya Dika.


"Brengsek,gede juga nyalinya.Masih mau mainin Gea"geram Isna.Ia bangkit untuk menghampiri Teo,namun Dika lebih cepat menahan tangannya.


"Mau kemana"tanya Dika.


"Aku mau nyamperin dia A,berani banget dia nyakitin sahabat aku"

__ADS_1


"Duduk"perintah Dika


"Tapi A,,,"


Tatapan tajam dari Dika membuat Isna tak berani berkutik.Iapun kembali duduk dan meneguk minumannya untuk menetralkan emosinya.


"Udah tenang?"tanya Dika dan Isna hanya mengangguk.


"Kenapa Aa ngelarang aku?"tanya Isna membuat Dika menghela nafas pelan.


"Karena ini bukan porsi kita.Aku tau kamu sayang sama Gea.Tapi ini udah masuk ranah pribadi Gea dan suaminya.Lagipula kita belum tau apa yang sebenarnya terjadi.Kita ga boleh gegabah dalam melangkah.Kita akan tetap ada di belakang Gea kalopun memang Teo selingkuh lagi sama wanita itu dan nyakitin Gea."jabar Dika.


"Makasih A udah ingetin aku"kata Isna.Benar apa kata suaminya.Ini bukan lingkupnya ikut campur,apalagi ini di tempat umum.


Dika hanya mengangguk dan mengajak istrinya itu untuk pulang karena ia sudah ditunggu rekanannya.


"A,aku ke rumah Gea sekarang ya"pinta Isna.


"Udah malem sayang"kata Dika.


"Bentaran aja a,nanti pulangnya Aa jemput sekalian habis ketemu temen Aa"


"Tapi aku ga bisa nganter sekarang"kata Dika.


"Gapapa A,tapi nanti pulangnya jemput ya"manja Isna.Dika hanya mengangguk pasrah dengan kemauan istrinya itu.


Flashback off


Hingga kini disinilah ia berada.Rumah Gea.Ingin sekali Isna mengatakan apa yang ia lihat tadi pada Gea.Namun nyatanya ia tak mampu.Wajah sendu Gea yang seakan menyiratkan kepiluan seakan membungkam mulutnya.Ya,ia lemah jika itu berhubungan dengan Gea.Baginya Gea lebih dari sekedar sahabat.Gea adalah saudaranya yang akan selalu mendukungnya dan akan dengan tegas menegurnya bila yang ia lakukan memang salah.Gea juga yang slalu ada untuknya saat ia terpuruk dulu.Hingga kini iapun tak terima jika sahabatnya itu kembali dikhianati oleh suaminya.


Tapi iapun tak bisa berbuat lebih jauh.Ini bukan ranahnya untuk ia ikut campur urusan pribadi Gea.


Yang ia yakini bahwa Gea punya alasan sendiri untuk memilih bertahan dengan rumah tangganya meski pernah diselingkuhi.


Yang ia tahu,Gea adalah orang yang kuat.


Dan ia berharap Gea akan selalu baik baik saja.


Tapi bisakah?


Sedangkan saat ini Gea tengah hamil dan membutuhkan sosok suami yang akan menjaga dan mendukungnya.


Lalu bagaimana jika Gea tahu suaminya kembali mengkhianatinya?


Akankah Gea tetap kuat ataukah kembali hancur?.


Hanya untaian doa yang bisa ia berikan untuk sahabat terbaiknya itu.


"Semoga kamu segera bertemu dengan kebahagiaan Ge"lirihnya.

__ADS_1


__ADS_2