
Tepat pukul empat sore Gea sudah menyelesaikan pekerjaannya.Ia pun segera mematikan laptop dan membereskan perangkat kerjanya.Semua ia lakukan dengan gerak cepat seperti sedang mengikuti maraton saja.
Namun disaat ia sedang buru buru ponselnya bergetar tanda ada pesan yang masuk.
"Sayang udah pulang belum?"
Gea menghela nafas pelan,sungguh tajam ingatan suaminya itu.
"Ini baru siap siap mau pulang"balas Gea via pesannya.
Tak lama pesan baru muncul lagi.
"Oke sayang,hati hati di jalan.Aku menunggumu"
Tak lupa dengan tanda emoticon love di akhir kalimat membuat bibir Gea tersenyum manis dengan hati yang berbunga layaknya musim semi di negeri dongeng.
Namun itu hanya sesaat.
Karena detik berikutnya sosok yang tak ingin ia jumpai masuk dengan santainya bahkan tatapannya terkesan menyelidik.Manik matanya menelisik setiap gerak Gea yang sudah selesai beberes.
Menghindari suasana canggung Gea segera mengambil ponselnya yang bergetar dan bicara seolah ia menerima panggilan masuk,padahal yang masuk adalah pesan dari suami tercintanya.
"Iya sayang kenapa,aku baru mau jalan"kata Gea dengan mimik wajah yang ia buat seserius mungkin.Padahal dalam hati ia mengumpat keras.Sungguh demi memenuhi paksaan suaminya dan demi menghindari orang ga penting ini ia sampai melakukan hal konyol seperti ini.
"Iya tunggu sebentar ya,aku langsung otewe"kata Gea.Ia lalu mengambil tas nya dengan tergesa.
"Pak maaf saya duluan ya soalnya udah ditunggu suami.Permisi"pamitnya yang dengan segera berlalu tanpa menunggu jawaban dari orang yang ia pamiti.
Sementara Reihan hanya memperhatikan dalam diam.Bahkan ia tak menjawab saat Gea pamit padanya.
"Hari ini kamu bisa lepas Gea,tapi tidak untuk selanjutnya"lirihnya.Ia lalu membuka ponselnya dan mencari sesuatu yang ia simpan disana dan mengelusnya dengan perlahan."Kamu selalu cantik"batinnya lagi.
__ADS_1
"Tak akan lama lagi kita akan bersama.Dan tak akan ada yang bisa memisahkan kita"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Gea memarkirkan motornya di depan rumah.Ia melepas helm lalu mendekat pada sang suami yang sudah menunggunya bersama putri cantiknya.
"Wah,anak bunda udah cantik aja.Siapa yang mandiin nih?"kata Gea.Tangannya ingin menyentuh pipi putrinya tapi perkataan suaminya lebih dulu mencegahnya.
"Cuci tangan dulu bun.Bunda kan habis dari luar"kata Teo.
Tanpa menjawab ucapan suaminya Gea berlalu begitu saja masuk ke dalam rumah.Dibelakangnya ada suaminya yang mengekor.
Setelah meletakkan tas kerjanya Gea langsung menyambar handuk dan masuk ke dalam kamar mandi.Lima belas menit kemudian ia keluar dengan handuk melilit tubuhnya dan rambut basah yang tergerai.Setelah berganti pakaian ia mendekat pada suaminya yang tengah duduk dengan Silvi di pangkuannya.
"Adek mau di ajak Kak?"tanya Gea.
"Engga,kasian nanti kemaleman kalo adek dibawa"jawab Teo.
"Jam tujuhan,jadi nanti kita berangkat habis maghrib aja"terang Teo.
"Ooohh,tapi pulangnya jangan malem malem ya Kak,kasian Mba Santi direpotin terus sama adek"kata Gea.
"Iya,aku udah bilang Mba Santi tadi pas jemput adek.Katanya biar bobok sana aja sekalian"balas Teo.
Gea mencebik mendengarnya."Enak kamu dong menang banyak"sengit Gea.
Teo beranjak untuk menidurkan putrinya di box bayi.Setelahnya ia kembali mendekat pada istrinya yang sedang mencari baju di lemarinya.
"Apa salahnya kita mengulang masa pacaran dulu,setidaknya untuk malam ini saja.Aku merindukannya"kata Teo yang sudah memeluk Gea dari belakang membuat Gea kesulitan mencari baju yang ingin dipakainya.
"Merindukan apa?"tanya Gea seolah tak paham maksud suaminya.
__ADS_1
"Merindukan saat saat indah bersamamu.Apa hanya aku saja yang merindukannya?"
Gea meletakkan kembali baju yang baru saja diraihnya di tumpukan paling atas.Ia menyentuh tangan Teo yang melingkar dipinggangnya lalu berbalik menghadap suaminya.
"Jangan pernah lagi bertanya tentang sesuatu yang kamu sudah tau pasti apa jawabannya.Aku tak ingin mengulangnya terus menerus.Aku takut kamu akan bosan mendengarnya"balas Gea.
Teo tersenyum manis mendengarnya."Aku tak akan pernah bosan mendengarnya sayang jika itu ungkapan cinta darimu.Aku bahkan selalu menantikannya"ungkap Teo.
Gea membalas senyum tampan suaminya dengan senyuman yang lebih manis.Saat saat saling mengungkapkan perasaan seperti ini adalah moment terbaik baginya.Dimana ia dan suaminya bisa lebih saling memahami dan mendalami hati pasangannya.Tak ada yang lebih indah selain kebersamaan dalam cinta yang semakin dalam dan membara.
Keduanya lalu menghabiskan waktu dengan saling bicara dari hati ke hati sebelum maghrib tiba.Saling menjabarkan apa keinginannya lalu bersama merancang rencana hidup ke depannya.Mengokohkan benteng pertahan rumah tangganya agar esok tetap kuat meskipun ada badai yang kembali datang menghantam karena sesungguhnya kekuatan cinta itu di uji saat mereka ingin kembali berdiri dari keterpurukan.
.
.
.
.
.
.
Haaaaiiii para readers yang budiman dan baik hati,makasih banyak ya udah mau ngikutin karya aku sampai sejauh ini.Aku sendiri ga nyangka bisa sampai sejauh ini karena awal mula nulis aku ga yakin bisa sampai banyak episodenya.Semua tak lepas dari dukungan para readers semua...
Sooooo
Makasih buaaanyaaak buat semuanya.Jangan lupa ya kasih like sama dukungannya biar aku makin semangat lagi,,
Hadiahnya juga dinanti loohh,,
__ADS_1
thank u,,,,