Mencinta Tanpa Batas

Mencinta Tanpa Batas
Butuh Ketenangan


__ADS_3

Usai kepergian Gea,Anton mendekati Teo yang masih diam tak bergeming.Saat Teo ingin meraih botol anggur merahnya lagi,Anton dengan segera merampasnya.


Sementara Adi mengambil ponsel Teo yang berantakan dan mencoba merangkainya kembali.Berharap bisa kembali menyala dan mengetahui apa yang sebenarnya.


"Ga gini caranya ngadepin masalah Te,lo udah dewasa,udah bapak bapak.Harusnya lo bisa ngadepinya dengan kepala dingin"kata Anton.


"Hati gue hancur Ton"lirih Teo.


Sementara Adi hanya mendengus kesal saat ponsel Teo berhasil menyala.Ia sudah melihat apa yang menjadi akar permasalahan sahabatnya itu.


"Jadi ini yang bikin lo marah besar?"tanya Adi seraya menunjukkan foto di ponsel Teo.Anton yang penasaran pun meraih ponsel Teo hingga akhirnya ponsel itu berpindah dari tangan satu ke tangan lainnya.


"Ini pasti ulah Reihan"kata Avika saat ia juga melihat ponsel Teo."Ga mungkin kalo Gea sampai kaya gini,sementara dia selalu menghindar saat Reihan mendekatinya"


"Lo yakin?"tanya Adi


"Gue percaya sama Gea.Gue bahkan lihat sama mata gue sendiri,Gea sampai ngebuang makanan yang dikasih sama Reihan biar tu orang ga deketin Gea lagi.Ini pasti jebakan buat Gea.Gue bakal minta orang kantor buat bantu selidikin"


"Kenapa lo bisa yakin kalo ini jebakan?"tanya Viko.


"Ya lo liat aja fotonya.Jelas banget kalo itu jebakan"kata Avika.

__ADS_1


Riri yang penasaran mengambil ponsel Teo dari tangan Anton.Ia lalu menatap Teo dengan tatapan remeh.


"Gue kira lo bener bener berubah dan percaya sama Gea Te,nyatanya lo masih aja bodoh.Sekali lihat harusnya lo tahu kalo Gea dijebak.Kalo Gea dengan sadar ngelakuin ini,harusnya dia ga merem dan tersenyum bersama Reihan.Tapi lo lihat disini,Gea bahkan menutup mata seakan tak sadarkan diri.Sayangnya lo lebih mudah dikuasai emosi daripada memakai logika"kata Riri.


"Gue cemburu"lirih Teo dengan mata yang memerah.Hati dan perasaannya terasa hancur dan tercabik cabik.


Anton mendekati Teo dan merangkulnya."Sebaiknya lo segera susul Gea dan selesaikan dengan kepala dingin semua kesalahpahaman ini"


Namun Teo hanya menggeleng."Gue butuh waktu"


"Asal lo ga nyesel nantinya.Gue yakin saat lo pulang lo ga akan ketemu Gea"kata Avika.


"Kenapa gitu?"heran Riri.


"Te,sebaiknya lo pulang.Meskipun ga saling bicara setidaknya tetap satu rumah.Jangan biarkan Gea sendirian,apalagi anak lo juga masih bayi"kata Adi.


"Iya,kita slalu ada buat lo.Kalo lo butuh bantuan hubungi kita aja.Kita juga bakal bantu ungkap kebenarannya"


Teo menghela nafas."Thanks ya,lagi lagi gue nyusahin kalian.Gue pergi dulu"katanya seraya beranjak.


...****************...

__ADS_1


Teo membuka pintu ruko dengan kunci di tangannya.Dengan helaan nafas yang terdengar berat ia kembali menutup pintu.Matanya menyusuri setiap sudut ruko yang masih penuh dengan hiasan.


"Harusnya malam ini menjadi malam yang membahagiakan bagi kita"lirih Teo.


"Kenapa badai selalu datang disaat aku mencoba percaya pada cinta kita.Aku tak menyangka semua menjadi seperti ini"


Ya,harusnya malam ini Teo memberikan kebahagiaan untuk Gea.Ruko ini menjadi hadiah yang telah lama ia persiapkan untuk Gea.Tapi sayangnya,prahara itu datang sebelum ia sempat memberikan hadiahnya pada Gea.Padahal awalnya ia ingin Gea membuka usaha di ruko ini agar Gea tak lagi bertemu Reihan.


"Reihan.Harusnya aku lebih waspada sejak awal padamu hingga semua tak seperti ini.Kau telah menjadi duri bagiku dan Gea"


"Gea,aku percaya kau tak akan pernah melakukan semua ini.Tapi cemburuku telah membakar amarah dan mengalahkan logika hingga kita harus bertengkar seperti ini.Maaf untuk malam ini.Harusnya aku sadar,bahwa istriku tak seburuk itu.Hatimu terlalu teguh,bahkan saat aku yang bersalah pun kamu tetap bertahan meski itu menyakitimu berulang kali.Maafkan aku yang terlalu bodoh ini Gea"


Hingga akhirnya Teo melewati malam ini dengan penuh ratapan dan penyesalan.Terasa begitu lambat dan sunyi tanpa Gea di sisinya.Hingga akhirnya tepat pukul tiga dini hari ia memutuskan untuk pulang karena tak sanggup sendiri tanpa istrinya.


Sedangkan Gea sendiri usai meninggalkan Teo dengan rasa kecewa di hatinya langsung menuju rumah Mba Santi untuk menjemput putrinya.Setelahnya ia menenangkan dirinya sejenak ia lalu berkemas dan memesan taksi online.Malam ini ia memutuskan menjauh sejenak dari suaminya untuk menenangkan diri.Ia tahu permasalahan yang di hadapinya tidaklah mudah.Ia butuh ketenangan dan pemikiran yang sehat sebelum mengambil keputusan terbaiknya.Ia tak ingin salah langkah apalagi jika menyangkut masa depan rumah tangga dan putrinya.


"Sayang,maafkan bunda terpaksa membawamu menjauh dari ayahmu.Bunda hanya ingin menenangkan diri sementara waktu.Hati bunda begitu sakit dengan apa yang dituduhkan ayah.Sedangkan selama ini menjaga semuanya hanya untuk ayah"


Tepat pukul sebelas malam taksi yang dipesan Gea datang.Ia mengunci rumah lalu meninggalkan kuncinya di tempat ia biasa menyimpannya agar saat Teo pulang tak kesulitan mencari kuncinya.


"Maafkan aku Kak,semoga kita bisa saling menenangkan diri dan mendapat jalan yang terbaik bagi rumah tangga kita"

__ADS_1


Dengan berlinang airmata Gea meninggalkan rumah.Berharap ada kebaikan yang datang saat ia kembali lagi ke rumahnya.Saat ini ia hanya ingin menenangkan diri.


__ADS_2