
Setibanya di rumah Teo langsung menuju kamar mandi.Ia menyalakan water heater agar air hangat mengalir ke dalam bak.
"Kamu buruan mandi ini udah malem.Air angetnya udah ngalir"titah Teo pada Gea sekeluarnya ia dari kamar mandi.
"Iya Kak"balas Gea lalu menyambar handuk yang tergantung di samping lemari.
Saat melewati suaminya sekelebat bayangan melintas di otak Gea.
"Mau mandi sekalian ga Kak?"tanya Gea dengan nada yang menggoda
"Yakin ngajakin aku mandi bareng?"tanya Teo seraya menautkan kedua alisnya.
"Engga juga sih,soalnya kalo mandi bareng tu sukanya kebablasan"kata Gea dengan kekehannya yang membuat Teo gemes bukan main.
Alhasil saat Gea ingin menghindarinya dengan cepat Teo menahan pinggangnya.Dan dengan sekali hentakan ia berhasil menggendong Gea untuk menuju kamar mandi.
"Kak,turunin ih"kata Gea kaget bercampur kesal.
Sudah bisa di pastikan acara mandinya butuh waktu yang lama.
"Yang tadi nantangin siapa hem?"kata Teo.
Sesampainya kamar mandi Teo menurunkan Gea tanpa melepas pelukan di pinggangnya.Dengan santai ia melucuti satu per satu pakaian Gea hingga hanya tersisa dalaman berwarna hitam saja.Begitu kontras dengan kulit Gea yang tidak seputih susu.
Wajah Gea yang cemberut semakin membuat Teo bersemangat untuk menggoda istrinya.
"Wow,so seksi"puji Teo.
Namun pujian dan tatapan penuh cinta juga hasrat itu tak mampu mendatarkan bibir Gea yang terlanjur mengerucut itu.
Teo menarik pinggang Gea hingga menempel padanya.Di kecupnya bibir manyun yang semakin menggoda itu sementara tangan beraksi untuk melepas kaitan bra Gea.
Kemudian tanpa banyak kata ia menyiramkan air hangat dengan perlahan pada tubuh istrinya.Membasuhnya dengan sabun dan menggosok lembut meski pada bagian tertentu ia juga meremasnya hingga Gea mendelik padanya.
Dirasa sudah bersih Teo membilas tubuh Gea hingga tak ada lagi busa sabun yang menempel.Ia lalu mengambil handuk dan mengelap tubuh Gea.Sedikitpun ia tak memberi kesempatan pada Gea untuk menyentuh tubuhnya sendiri.
"Bersamamu aku memang mesum,apalagi disuguhi pemandangan indah seperti ini.Tapi aku juga tahu diri,aku ga mau kamu kecapean karena gempuranku.Masih ada banyak waktu untuk kita menikmati kemesraan kita"kata Teo saat melihat Gea menatapnya dengan sendu.
Kembali dalam satu hentakan ia membawa Gea keluar dari kamar mandi.Kali ini dengan tangan Gea yang mengalung di lehernya,bahkan mengecupi pipinya dengan lembut.Membuat bibir Teo mengukir senyum terbaiknya.
Teo mendudukkan Gea di tepian tempat tidur lalu mengambil pakaian untuk istrinya.
"Ada maunya ga nih"kata Gea saat menerima pakaian yang di ambilkan suaminya.
__ADS_1
"Engga,tapi kalo mau dikasih sesuatu juga ga nolak"kata Teo seraya berlalu ke kamar mandi.
Sepeninggal suaminya Gea tersenyum sendiri.Ternyata keputusannya untuk memaafkan suaminya tidaklah salah.Suaminya bahkan memperlakukannya lebih istimewa dari sebelumnya.Benar kata orang,pertengkaran kecil bisa membuat hubungan menjadi lebih mesra.
Gea lalu ke luar kamar menuju dapur.Meracik kopi kesukaan suaminya dan membawanya ke ruang tengah.Sembari menunggu sang suami ia menyalakan televisi.Tak ada putrinya membuatnya bingung harus melakukan apa.
"Jangan bengong sayang"kata Teo membuyarkan lamunan Gea.Dengan tangan yang masih menggosok rambutnya yang basah ia duduk di samping Gea.Dia bahkan hanya mengenakan celana jeans pendek sedangkan bagian atas topless membuat pikiran liar Gea menggelitik otaknya.
"Bingung Kak mau ngapain ga ada adek"kata Gea.
Teo menghentikan tangannya yang menggosok rambutnya dan beralih menatap istrinya.
"Sabar,besok kita jemput adek.Sekarang anggap aja waktunya buat kita pacaran"kata Teo.
"Pacaran mulu"sengit Gea.
"Tapi seneng kan?"goda Teo.
Gea hanya melengos karena malu.Bisa bisanya suaminya ini terus menggodanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi harinya Gea masuk kerja seperti biasanya.Atas permintaan Pak Yuli Gea masih bersedia bekerja sampai ada pengganti untuk posisinya.Tentunya atas dukungan suaminya juga.
Gea mengerjakan pekerjaannya tanpa bicara sedikitpun meski di ruangan itu tak hanya ada dirinya.Di seberang mejanya sana juga ada Reihan yang sejak tadi menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan.Rasa marah dan kecewa masih bercokol di hati Gea hingga ia enggan menatap teman sekaligus atasannya itu.
"Gea,bisa kita bicara sebentar?"tanya Reihan yang entah sejak kapan sudah berdiri di depan meja Gea.
Gea mendongak sejenak lalu kembali menatap pekerjaannya.
"Silahkan"kata Gea dengan nada yang datar.Ia lalu membereskan beberapa berkas yang berserakan di mejanya.
Reihan menggeser kursi lalu duduk di hadapan Gea.Ia menatap Gea sejenak lalu menghembuskan nafas kasar.Sepertinya ia merasa berat untuk mulai bicara.
"Maaf"
Satu detik..
Dua detik..
Hingga satu menit kemudian hanya kata maaf yang meluncur dari bibir Reihan.Gea berusaha meyakinkan pendengarannya.
"Untuk apa?"tanya Gea setelah ia yakin Reihan tak akan lagi mengeluarkan kalimatnya.
__ADS_1
"Untuk semua kesalahanku"kata Reihan dengan menunduk.
"Kesalahan yang mana?"cecar Gea.Sungguh ia tak menyangka sekecil itu nyali atasannya setelah melakukan kesalahan besar.
"Maaf aku telah memfitnahmu hingga kamu dan suamimu bertengkar"lirih Reihan.
Gea berdecih."Bukan hanya bertengkar.Suamiku bahkan pergi meninggalkanku dan aku harus berjauhan dengan putriku"
Reihan mendongak karena kaget.Sungguh ia tak menyangka semua akan seperti ini.
"Maaf,aku benar benar minta maaf"
"Untuk apa kau melakukan semua ini?"tanya Gea.
"Karena aku masih mencintaimu Gea.Dan melihat suamimu seperti itu aku ingin kamu berpisah dan aku bisa mendekatimu"aku Reihan.
"Suamiku yang seperti apa?"tanya Gea
"Suamimu yang pemain wanita dan tak peduli padamu"kata Reihan dengan memalingkan wajahnya.Ia tak mampu melawan tatapan mata Gea yang terlihat begitu menusuk.
Gea tertawa seolah meremehkan jawaban Reihan.Bagaimana bisa orang seberpendidikan seperti Reihan punya pemikiran yang amat dangkal.
"Denger kabar dari siapa lo sampe punya asumsi seperti itu,sedangkan lo ga kenal sama suami gue"sarkas Gea
Gawat,mode lo gue nya Gea sudah keluar,pertanda batas kesabarannya menipis dan tak peduli lagi dengan rasa respect.
"Selesai tampil bareng kamu di kafe itu,aku ga sengaja denger temen kamu ngomongin suami kamu.Dan aku baru tahu ternyata suami kamu ga setia sama kamu.Awalnya aku berusaha ga peduli.Tapi sejak disini bareng kamu aku semakin ingin sama kamu"jelas Reihan.
"Setega itu lo sama gue"
"Maaf Ge,aku nyesel"
"Apa kata maaf bisa mengembalikan keadaan?"sarkas Gea.Sementara Reihan hanya tertunduk lemas melihat kemarahan Gea.
"Lo itu orang berpendidikan,tapi kenapa otak lo sesempit itu.Dimana kepintaran yang lo dapat selama ini?Sekadar gelar apa pajangan?Gue bahkan udah anggep lo teman terbaik tapi nyatanya lo jauh dari apa yang gue pikir"
Gea menarik nafas dalam dalam untuk mengusir segenap penat di dadanya.Amarah yang sejak kemarin berusaha ia tahan kini ia luapkan semuanya.Meski tak menggebu gebu setidaknya Gea tak lagi memendamnya.Semarah apapun ia,orang di depannya ini juga temannya bahkan atasannya.Jika tidak sudah dipastikan Gea akan mencabik cabik wajahnya untuk melampiaskan amarah dan kekecewaannya.
.
.
.
__ADS_1
Yuhuuuuu,,malming nih,,jangan lupa banyakin like vote and koment yah,,
Secangkir kopi buat temen melek juga boleh banget,,