
Gea menyelesaikan pekerjaannya lebih cepat dari biasanya.Sore ini dia berencana untuk ke ruko.Dia ingin memulai apa yang dia rencanakan lebih awal.Dia tidak ingin mengecewakan suaminya yang telah berjuang sejauh ini untuk keluarga kecilnya.
Setibanya di ruko Gea segera menyingsingkan lengan bajunya.Ia membersihkan dan mengatur ruangan agar bisa berfungsi dengan maksimal dan lebih mempermudah pekerjaannya nanti.Terlalu asyik dengan pekerjaannya ia tak menyadari jika hari sudah berganti malam.Ia bahkan lupa bahwa sore ini Isna akan datang mengantarkan Silvi.
Gea masih mencuci peralatan membuat kue saat sebuah tangan memeluk pinggangnya.
"Aauw,sakit!"
Gea terbelalak kaget saat memutar tubuhnya.Ternyata yang tadi di sikut adalah suaminya sendiri yang kini meringis kesakitan memegangi perutnya.
"Aduh Kak,maaf aku reflek tadi.Aku kira bukan Kakak"kata Gea.
"Meluk istri sendiri aja sakitnya begini,gimana meluk istri orang"sungut Teo yang masih bisa di dengar Gea.
"Boleh kalo mau meluk istri orang"ketus Gea dengan tangan yang sudah terlipat di dadanya.
"Eh.."
Teo yang tersadar dengan ucapannya tadi langsung menatap istrinya.Ia mendekati Gea lalu memeluk pinggangnya.
"Bercanda sayang,ga mungkin juga aku meluk istri orang"kata Teo.
Gea masih saja menampakkan wajah masamnya,tapi Teo tak kehabisan akal.Dengan cepat diciumnya bibir Gea dengan penuh kelembutan hingga Gea menurunkan kedua tangannya lalu memeluknya juga.
"Jangan marah sayang,semua milikmu dan hanya untukmu"kata Teo usai melepas ciumannya.
Gea menatap suaminya lalu mengangguk.
"Kenapa kesini ga bilang bilang?"tanya Teo.
"Maaf"cicit Gea.Ia merasa bersalah telah membuat suaminya khawatir.
"Bisa kita pulang sekarang?Kasian adek sama Mba Santi"kata Teo.
"Astagfirullah,aku lupa Kak"kata Gea seraya menepuk jidatnya sendiri."Aku beresin ini dulu sebentar"
Teo hanya bisa mendengus kesal saat Gea berbalik dengan cepat dan segera menyelesaikan pekerjaannya.Ia juga berbalik dan menunggu istrinya di depan.Pandangannya menyapu seluruh ruangan ruko yang sudah tertata lebih rapi dari sebelumnya.Bibirnya kembali mengukir senyum melihat istrinya yang ternyata sudah mulai merapikan ruko.
"Apa Gea akan segera membuka toko?"batinnya.
Tak lama Gea menghampiri Teo.
__ADS_1
"Ayo Kak kita pulang,aku kangen banget sama adek"kata Gea.
Mata Teo memicing mendengar ucapan istrinya.
"Jadi kangennya sama adek doang,sama aku ga kangen?"kata Teo.
"Enggak,kan tiap hari ketemu"kata Gea.
Tanpa disadari ucapan Gea membuat raut wajah Teo berubah masam.Ia bahkan berlalu begitu saja tanpa menunggu istrinya.
Gea yang melihat keanehan suaminya segera menyusul Teo setelah sebelumnya mengunci pintu ruko.
"Kak Teo kenapa?"tanya Gea yang hanya dibalas dengan lirikan mata oleh suaminya.
Tak mendapat jawaban Gea langsung naik ke belakang Teo begitu suaminya menyalakan motornya.Ia mendekap erat suaminya dan berbisik di telinganya.
"Jangan ngambek,ga ada yang lain selain kamu.Cintaku ini tanpa batas hingga tak perlu bertanya lagi,aku merinduimu setiap saat"
Mendengar bisikan istrinya Teo tetap diam,namun sebelah tangannya meraih tangan Gea dan menggenggamnya.Sebelum sampai rumah Teo menghentikan laju motornya untuk membeli makanan dan kembali melajukannya saat pesanannya telah ia bayar.
Setibanya di rumah Gea langsung melempar tas nya begitu saja ke tempat tidur dan ingin berlalu namun Teo lebih cepat menahannya.
"Mau kemana?"tanya Teo.
Teo menghela nafas sejenak mendengar jawaban istrinya.
"Mandi dulu sayang.Kita habis dari luar dan kamu juga habis bersih bersih tadi,ga baik kalo langsung deket deket adek"tutur Teo.
Gea menepuk jidatnya pelan."Lupa Kak,habisnya kangen banget sama adek"
Teo tersenyum mendengarnya.Ia mendekati istrinya dan tanpa aba aba langsung menggendong Gea menuju kamar mandi.Gea yang terkejut justru tertawa menerima perlakuan suaminya hingga akhirnya keduanya mandi bersama diselingi canda dan tawa.
Sementara Gea menyusul putrinya Teo menyibukkan diri di dapur.Ia terlihat membuka makanan yang tadi di belinya lalu menatanya di atas meja makan.Tak lupa ia juga membuat secangkir kopi untuknya dan segelas susu untuk istrinya.
"Assalamualaikum ayah"kata Gea yang datang dengan menggendong Silvi.
"Waalaikumsalam cantiknya ayah"balas Teo.Ia mendekati putrinya dan mencium kedua pipinya yang terlihat gembul.Tak lupa ia mencuri kecupan singkat di bibir istrinya.
"Sini gendong ayah,biar bunda makan dulu"kata Teo mengambil alih Silvi dari gendongan Gea.
"Emang Kak Teo udah makan?"tanya Gea.
__ADS_1
"Belum,kamu dulu aja mumpung adek anteng sama ayah"kata Teo.
Gea langsung mengambil piring makannya setelah putrinya berpindah gendongan.Tak lupa ia juga menyiapkan makanan untuk suaminya.
Selama makan,mata Gea tak lepas dari suami dan putrinya.Ia terharu sekaligus begitu bahagia melihat suaminya yang kini begitu menyayangi ia dan putri mereka.Sungguh perubahan yang membawa banyak kebahagiaan.
Setelah makan Gea beranjak untuk mencuci piring bekas makannya namun Teo melarang karena Silvi terlihat kehausan.
Kini mereka bertukar posisi.Teo makan sementara Gea menyusui putrinya.
Teo menelan makanannya dengan susah payah saat melihat dada istrinya yang mulus.Ingin rasanya ia menjelma menjadi kecil seperti putrinya agar bisa menyesapnya juga.Tapi bukankah tanpa menjelma pun ia bisa melakukannya?.Gea adalah istrinya dan ia berhak atas Gea.
Gea yang menyadari arah tatapan mata suaminya memutar tubuhnya membelakangi Teo membuat Teo beedecak kesal karenanya.
"Awas aja nanti malam,ga akan ku biarkan menganggur"batin Teo.
Usai makan Teo mengajak Gea masuk ke kamar namun Gea malah mengajaknya ke ruang tengah.
"Kenapa?"tanya Teo yang sudah duduk disamping Gea.Ia merasa ada yang ingin dibicarakan oleh istrinya.
"Aku ingin membuka toko kue di ruko,apa Kak Teo mengijinkannya?"tanya Gea seraya menyandarkan kepalanya di bahu Teo dan Silvi tetap dalam dekapannya.
"Lalu bagaimana dengan pekerjaanmu?"tanya Teo.
"Sementara ini aku akan membereskan ruko sambil mencoba beberapa resep yang aku punya.Setelah resign aku baru membukanya"terang Gea.
"Itu terserah padamu,apapun keputusanmu aku akan mendukungmu asalkan keluarga tetap prioritas utama.Aku tak ingin kamu terlalu sibuk"balas Teo.
"Aku akan berusaha membagi waktu sebaik mungkin Kak,asal Kakak tetap disampingku"
Teo mendekap erat duo kesayangannya itu.
"Apapun itu aku akan melakukan yang terbaik untuk kalian.Terimakasih sudah hadir dan menemaniku hingga saat ini.Tanpamu aku bukanlah apa apa"
Gea mengangkat wajahnya untuk menatap suaminya."Terimakasih sudah berubah untukku.Aku bahagia bersamamu"
Teo menatap istrinya dengan penuh kasih."Terimakasih juga sudah mencintaiku dengan hebatnya.Aku bahagia memiliki wanita setangguh dirimu.Tak ada yang bisa menggantikanmu dihatiku.Kamu telah merampas dan memenangkan seluruh hatiku"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Haaiiiiiii maafkan author ya baru bisa up lagi,,kemaren hapenya rusak ga bisa buat buka aplikasi sama sekali,,akhirnya harus nunggu punya gambar pahlawan bangsa yang banyak buat lembiru hape,,maaf yaaa,,
__ADS_1
Dan jangan lupa sukungannya ya biar tambah semangat,,love u all,,