Mencinta Tanpa Batas

Mencinta Tanpa Batas
Mulai Bekerja


__ADS_3

Pagi pagi sekali Gea sudah mengantarkan putrinya yang masih bayi ke rumah Mba Santi.Hari ini ia mulai masuk kerja lagi.Dan dengan posesifnya suaminya melarangnya untuk membawa motor sendiri.Alhasil ia harus bersiap lebih pagi agar suaminya juga tidak terlambat bekerja.


"Sayang,ini masih pagi ha usah mancing mancing gitu"tutur Teo.


"Mancing apaan sih Kak,ini mau berangkat kerja bukan mau mancing"ketus Gea.


"Lha itu,bibirnya manyun gitu kaya lagi ngode minta dicium"


Gea mencebik mendengar ucapan suaminya."Bilang aja kamu pengen nyosor"


"Kok tahu sih sayang,sini aku sosor"kata Teo sambil menarik pinggang istrinya untuk mendekat padanya.


"Kak Teo!"pekik Gea kaget.


Sementara Teo hanya cengengesan dengan ulahnya.


"Kelon aja yuk,ga usah kerja"celetuknya hingga berakhir dengan tas Gea yang mendarat di bahunya.


"Apaan?Yang tadi nyuruh buruan siap siap siapa?Yang nyepet nyepetin buat berangkat kerja siapa?Enak aja ga jadi berangkat"sewot Gea.


"Iya deh,ya udah ayo berangkat"kata Teo.Digandengnya tangan Gea dengan mesra menuju motornya dan dipakaikannya helm ke kepala istrinya itu.


"Berasa jadi tukang ojek nih"sindir Teo saat Gea tak mau berpegangan padanya.Tapi Gea justru cuek cuek aja sampai Teo menarik kedua tangannya untuk melingkari perutnya.


"Nah,ini baru namanya boncengin istri tersayang"


"Modus"balas Gea."Buruan jalan"


Tak sampai tiga puluh menit Teo sudah menghentikan motornya di depan sebuah gerbang besar tempat Gea bekerja.Ia mematikan motornya dan beralih melepas helm yang Gea pakai.


"Nanti kabari aja pulang jam berapa biar aku bisa langsung jemput"kata Teo.


"Iya"kata Gea.Ia merogoh ke dalam tas nya lalu menyerahkan ponsel suaminya.


"Kamu aja yang bawa"titah Teo.

__ADS_1


"Terus nanti aku ngabarinya gimana Kak?"tanya Gea.


"Biasa,ke Anton aja"jawab Teo enteng.


Gea menghela nafas mendengarnya."Jangan suka nyusahin orang Kak,kan ada ponsel sendiri"kata Gea seraya meletakkan ponsel itu di tangan suaminya.


"Bukan maksud nyusahin,tapi lebih menjaga aja.Aku ga mau lagi istri cantikku ini terluka perasaannya"balas Teo.


Gea tersenyum mendengarnya.Ada rasa yang menghangatkan hatinya manakala ia tahu Teo lebih menjaga perasaannya.


"Aku percaya kamu ga akan mau masuk lagi ke lubang yang sama.Paling paling nanti kan ga bisa ketemu aku sama Silvi kalau di ulangi lagi"


Teo menatap tajam mendengar ucapan istrinya.


"Akan aku pastikan hanya kamu yang akan selalu ada di sampingku hingga kamu dan anak kita tak akan pernah bisa pergi dariku"


"Iya,aku tahu Ayah Teo pasti yang terbaik.Aku masuk dulu ya"kata Gea seraya mengulurkan tangan untuk salim.


"Hati hati,jangan lupa kasih kabar"balas Teo.


"Gea,ada yang ketinggalan"


"Apa Kak?"tanya Gea mendekati suaminya.


Teo menarik istrinya itu lebih dekat lalu mencium keningnya.Dan dengan gerakan cepat ia juga mengecup bibir manis Gea yang sudah menjadi favoritnya.


"Biar tambah semangat kerjanya"kata Teo saat melihat mata Gea menatapnya sebal.


Dan ia baru meninggalkan tempat itu setelah istrinya masuk dan menghilang di balik gerbang besar itu.


...****************...


Gea kembali duduk di belakang meja kerjanya yang sudah ia tinggalkan selama tiga bulan ini setelah acara serah terima jabatan selesai.


Ia kembali meneliti semua data yang ia terima dan memastikannya sudah benar semua.Sedikit saja ada kesalahan maka esok ia yang harus bertanggung jawab atas kelalaiannya.Dan sebelum ia melanjutkan semua data yang ia terima ia harus menyerahkannya terlebih dahulu pada Pak Zain untuk ditandatangani lagi.

__ADS_1


"Pak ini semua data yang telah selesai serah terima tadi.Tolong di koreksi lagi"kata Gea.


Pak Zain menerima berkas yang diberikan Gea dan meneliti lagi.


"Oke,sudah sesuai semua Ge.Kamu bisa lanjutkan data yang masuk hari ini"kata Pak Zain setelah Gea menunggu cukup lama.


"Siap Pak"kata Gea.


"Gimana anak kamu Ge?"tanya Pak Zain "Maaf belum bisa menengok ya"


"Alhamdulillah sehat Pak,yang penting doanya saja"jawab Gea.


"Terus kalo kamu kerja gini ikut siapa anakmu?"tanya Pak Zain lagi.


"Diasuh tetangga Pak,itu yang sebelah rumah"jawab Gea.


"Kamu juga sekalian belajar ngatur semuanya ya Ge jadi sewaktu waktu saya keluar kamu bisa handel semuanya"


"Emang Pak Zain mau kemana?"tanya Gea.


"Insyaallah saya mau resign,dan saya sudah mengajukan kamu sebagai pengganti saya"jawab Pak Zain.


"Wah,saya malah sudah nyaman dengan posisi ini Pak.Tapi kenapa mau resign Pak?"


"Istri saya sudah kewalahan menangani toko sendirian jadi saya diminta resign buat bantu ngurus toko"jelas Pak Zain


"Oh,kalau begitu cari pengganti lain saja Pak,saya sudah nyaman dengan pekerjaan ini"


"Padahal saya yakin kamu bisa lo Ge,skill kamu bagus.Kamu juga sudah menguasainya,tinggal praktek di lapangan aja biar tambah menguasai"


Gea tersenyum mendengarnya."Maaf Pak kalau saya menolak.Tapi untuk saat ini biar seperti ini dulu.Lagipula saya juga masih menyesuaikan diri dengan status saya sebagai seorang ibu"


"Ya sudah gapapa.Nanti saya bicara lagi sama Pak Yuli.Semoga beliau juga berkenan mencari pengganti lain".


Gea mengamini perkataan mandornya itu.Dan ia berharap pengganti Pak Zain juga akan bisa bekerja sama dengannya meski sebenarnya berat karena ia sudah sangat nyaman bekerja dengan mandornya itu .Meski terkadang sedikit menyebalkan tapi ia profesional dalam bekerja.

__ADS_1


__ADS_2