
Melihat Teo adem ayem saja bersama Reihan,Anton dan Adi yang menjelma menjadi penguntit tentu saja merasa heran.Ada apakah gerangan?Apakah Reihan menggunakan sejenis aji pengasihan hingga Teo tak jadi marah dan malah merasa iba?Rasa penasaran keduanya membesar melebihi besarnya gunung merbabu,menuntun mereka untuk mendekati sang sahabat.
"Wuih,anteng bro"kata Adi yang tiba tiba sudah menarik kursi dan bergabung di meja Teo.
"Engga juga,nih ada yang datang datang ngajakin ribut"balas Teo.
"Siapa?"tanya Adi pura pura bego.
"Ga usah sok polos,ngapain lo berdua disini?"kata Teo seraya mentoyor jidat Adi.
"Minta traktir lah"sahut Anton.
"Nah bener tu,lo aja yang ga peka sama kita kita"timpal Adi.
Teo hanya geleng geleng melihat kelakuan kedua sahabatnya."Udah ketahuan masih aja ngeles"batinnya.
"Anggap aja syukuran"kata Anton.
Tanpa menunggu komando dari Teo,Anton bahkan sudah memesan makanan untuk mereka berempat.Meja yang tadinya hanya berisi dua gelas minuman kini penuh dengan makanan untuk mereka berempat.Teo yang melihat banyaknya makanan yang dipesan Anton pun hanya tersenyum.
"Serius makanan segini banyaknya bakalan habis?"tanya Teo pada Anton.Pertanyaannya seolah mewakili Reihan yang menampakkan raut wajah herannya.
*Dimana mana yang namanya syukuran itu ya banyak makanan,kalo sedikit namanya beli nasi kucing"balas Anton.
"Trus ini Teo semua gitu yang bayar?"tanya Reihan yang tak mampu menahan rasa ingin tahunya.
"Menurut lo?"kata Adi yang malah balik bertanya.
"Kasihan kan kalo bayarin semuanya,ini banyak lho"kata Reihan yang malah membuat Adi dan Anton tertawa,sementara Teo hanya tersenyum saja.
"Kayanya lo ngeremehin best friend kita satu ini"kata Adi seraya menepuk pundak Teo.
"Aku ga bermaksud meremehkan,tapi kalo Teo yang nanggung sendiri kan kasihan"sanggah Reihan.
"Udah makan aja ga usah berisik,gue yang bayar"kata Teo seraya menyantap makanan yang ada di hadapannya.Ia melirik ponselnya yang menunjukkan angka setengah sembilan.Cukup lama juga ia meninggalkan istrinya sendirian di rumah karenanya ia segera menyantap makanannya.
"The best"kata Adi seraya mengacungkan jempol kirinya.Jangan tanya kenapa jempol kiri karena tangan kanannya juga sudah sibuk dengan makanannya.
"Jangan menilai Teo dari penampilannya,lo akan tertipu.Dia memang terlihat urakan,tapi dalamnya dia itu pejuang sejati.Penampilannya tak pernah klimis,tapi dompetnya juga tak pernah tipis"jelas Anton.
Reihan yang mendengarnya hanya mengangguk lalu menatap Teo yang asyik melahap makanannya.Dari penampilannya Teo memang terkesan biasa saja,namun ternyata suami temannya itu menyimpan banyak cerita yang tentunya ia tak pernah tahu.
__ADS_1
Selanjutnya,merekapun makan dengan diselingi obrolan ringan.Melihat keterbukaan Anton dan Adi,Reihan pun bisa lebih enjoy menikmati makanannya.Bahkan kini ia bisa bebas bercerita bersama mereka.
"Pada mau nambah ga?"tanya Teo yang terlihat sudah menghabiskan makanannya.
"Lo mau balik?"
Bukannya menjawab Anton malah ganti bertanya.
"Iya,Gea sendirian di rumah,kasian kalo kelamaan di tinggal"kata Teo.
Adi hanya mencibir mendengarnya."Bilang aja lo ga mau kehilangan kesempatan buat berduaan sama Gea"
"Nah itu pinter"kata Teo yang seolah menyetujui ucapan Adi.
"Emang gemoy belum dijemput?"tanya Anton.
"Rencana sih mau dijemput tadi sore,tapi ga boleh sama Dika.Katanya besok sore aja mau di antar ke rumah"terang Teo.
"Suruh bikin gemoy sendiri biar ga minjam gemoy lagi"kata Adi.
"Mau bikin tiap hari tiap saat kalo emang belum dikasih mau apa?Mereka juga udah usaha berbagai cara,tapi emang belum rejeki"kata Teo.
"Kalo gitu lo aja yang bikin lagi,biar gemoy cepet punya adek"kata Adi tanpa di pikir.
"Oh iya Te,aku lupa.Apa boleh Gea terus bekerja.Trus terang aku ga enak sama Pak Yuli kalo Gea jadi resign"pinta Reihan
"Kalo soal itu gue ga bisa kasih jawaban.Nanti gue bicara dulu sama Gea"kata Teo menengahi.Bagaimanapu nanti keinginan Gea,Teo akan menerimanya.
"Ton,ntar lo yang bayar ya,udah gue transfer ke rekening lo"kata Teo dengan tangan yang masih sibuk memenceti ponselnya.Setelahnya ia menunjukkan layar ponselnya pada Anton.
"Iya gampang,lo mau balik sekarang?"tanya Anton.
"Ga take away gitu?"tanya Adi
"Engga.Gea ga mau dibawain,malah minta martabak"kata Teo.
"Gue duluan ya"pamit Teo pada ketiga orang di depannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setibanya di rumah Teo melihat istrinya tertidur di sofa ruang tengah dengan televisi yang masih menyala.Ia menghampiri kesayangannya itu lalu berjongkok di depannya.Ditatapnya wajah sederhana nan cantik itu.
__ADS_1
"Sederhana tapi cantik.Kamu selalu bisa membuatku bergairah meski saat kamu tidur"lirih Teo.
Di usapnya dengan lembut pipi mulus wanitanya itu lalu dikecupnya dengan dalam.
"I love you"bisik Teo mesra.
"Love you more"balas Gea yang tengah membuka mata dengan perlahan.
Teo menatap dalam wajah wanitanya itu dengan penuh cinta.Baginya,wajah bantal Gea tidaklah sedikitpun mengurangi rasa cintanya.
"Kenapa tidur disini?"tanya Teo.
Ia beringsut dari posisinya lalu duduk disisi Gea yang sudah bangun dari rebahannya.
"Tadinya pengen nungguin Kak Teo sambil nonton tv,tapi malah ketiduran"kata Gea.
"Maaf ya aku kelamaan perginya"sesal Teo.
"Gapapa Kak,ga terlalu lama juga kok"balas Gea menenangkan suaminya.
Teo lalu mengambil pesanan Gea tadi dan mengangsurkannya pada Gea.
"Kesukaan kamu"kata Teo.
Gea menerimanya dengan wajah berbinar.
"Makasih Kak"seru Gea.
Gea lalu membuka kotak martabak dan melahap isinya dengan penuh sukacita.Melihat istrinya sebahagia itu hati Teo menghangat,Membahagiakan Gea tak perlu harus mewah.Perhatian kecil justru membuat istrinya itu sangat bahagia.
Melihat suaminya menatapnya penuh cinta Gea lalu menyodorkan sepotong martabak pada suaminya.Teo yang melihatnya tidaklah langsung membuka mulutnya.Ia justru mengambil martabak itu dari tangan istrinya lalu menyuapkannya pada Gea.Saat martabak itu masih dalam gigitan istrinya ia pun memajukan mulutnya ikut menggigit martabak itu hingga kini bibir mereka saling bersentuhan dengan meninggalkan rasa coklat yang manis bercampur nikmat.
Teo menjauhkan wajahnya dengan kekehan kecil saat melihat kesayangannya itu mendelik padanya.Diusapnya bibir Gea yang masih belepotan dengan coklat.
"Manis banget"kata Teo yang langsung mendapatkan geplakan dari istrinya.
"Kesempatan banget"sungut Gea.
Teo tersenyum mendengarnya.Ia kini malah semakin menempel pada Gea dengan memeluk pinggang Gea.
"Iyalah,mumpung masih berdua aja.Besok dedek udah pulang,kalo gangguin kamu pasti kamunya langsung ngomel ngomel"kata Teo.
__ADS_1
Tangannya bahkan tak lagi diam hingga pada akhirnya pakaian Gea berjatuhan di sisi sofa.Babak panas percintaan di mulai setelah Teo mengunci pintu dan memadamkan semua lampu dan menyisakan lampu temaram di sudut ruangan.
Meski dengan mulut menggerutu karena ulah aneh suaminya,pada akhirnya Gea pun melenguh nikmat.Sentuhan dan permainan lembut Teo membuatnya melayang bersama kenikmatan.******* mesra saling bersahutan mengiringi permainan yang entah berapa kali berulang.