Mencinta Tanpa Batas

Mencinta Tanpa Batas
Dengan Sahabat


__ADS_3

Teo kelabakan saat terbangun karena tak mendapati Gea disampingnya.Masih ingat jelas semalam ia tidur sambil memeluk istrinya tapi kenapa saat bangun istrinya menghilang entah kemana.


"Aku tahu aku banyak salah Ge,tapi please jangan tinggalin aku"lirih Teo.


Dadanya terasa sesak.Bayangan Gea yang meninggalkannya seakan menghentikan denyut nadinya.Lemas sudah seluruh raganya.


Seluruh penjuru rumah sudah ia jelajahi,namun tak jua menemukan keberadaan Gea.Teo berniat keluar rumah untuk mencari istrinya meskipun jam dinding masih menunjukkan angka 6.Tapi mungkinkah Gea pergi sepagi itu?.


Klek klek klek.


Mata Teo membulat sesaat kemudian.Ia lalu menatap gagang pintu yang susah ia tarik.Terlihat kunci pintu masih ada disana.


Saking takutnya Gea pergi ia melupakan hal sepele itu.Pintu rumahnya masih terkunci dari dalam.Itu artinya Gea belum keluar rumah.Lalu dimana istrinya?.


"Alhamdulillah,semoga kamu tetap di rumah Ge"kata Teo.


Ia pun segera kembali ke kamar.Masih berusaha mencari keberadaan Gea.Dan sebuah ingatan tiba tiba melintas di kepalanya.


"Bodoh,kenapa aku ga ingat tempat itu"umpatnya.


Dengan cepat Teo menuju tempat sholat.Tempat yang akan ditempati Gea jika sedang ingin menyendiri.Karena semenjak menikah dengannya Gea memang lebih suka sholat di kamar daripada di tempat itu.


Senyum Teo mengembang manakala ia mendapati istrinya tidur meringkuk dengan tubuh masih berbalut mukena.


"Ternyata benar kamu disini"kata Teo.


Dilepaskannya mukena istrinya dengan perlahan agar tak membangunkan istrinya.Namun sudut hatinya menjadi perih manakala melihat mata Gea yang membengkak.Ia yakin istrinya pastilah menangis semalaman.


Diangkatnya tubuh Gea dan dibawanya ke kamar.Dibaringkannya Gea dengan senyaman mungkin dan diselimutinya.Kecupan lembut dan dalam pun ia berikan di kening dan kedua mata istrinya yang masih terpejam.Lalu pindah ke perut Gea.


"Tolong ajari aku untuk bisa sepertimu yang mencintaiku tanpa syarat.Aku juga ingin bisa seperti itu padamu,mencintaimu hingga batas waktu memisahkan kita dalam alam yang berbeda.Aku ingin ada di sisimu tanpa menyakitimu"


Waktu yang semakin siang mengharuskan Teo beranjak dari sisi istrinya.Rasanya berat meninggalkan gadis kesayangannya itu.Tapi cuti yang ia ajukan adalah mulai besok.Jika hari ini ia nekat bolos kerja maka saat Gea lahiran nanti ia tak bisa menemaninya lama lama.


Pagi ini Teo menyiapkan semua keperluannya sendiri.Meski kebingungan ia tak mau membangunkan Gea hanya untuk melayaninya.Bahkan ia malah mencoba untuk membuatkan sarapan untuk istrinya.Berharap Gea mau memakannya meski ia tak yakin akan hal itu.

__ADS_1


Sebuah memo pun ia tulis untuk istrinya.


Buat kesayanganku


Maaf untuk semua sakit yang telah kuberi padamu.Tak ada yang ingin kupinta darimu selain kebesaran hatimu untuk mengajariku agar aku bisa merawat setitik cinta yang mulai tumbuh ini hingga aku bisa mencintaimu sepertimu mencintaiku.


Jangan lupa sarapan sama minum susu ya.Langsung kabari aku jika terjadi sesuatu.Besok aku udah mulai cuti.


Kemudian ia letakkan disamping sarapan yang sudah ia siapkan di atas meja.


Sebelum berangkat ia menghampiri istrinya sekali lagi.Kembali dikecupnya kening Gea,lalu beralih ke bibirnya.Dilumatnya perlahan benda kenyal yang selalu manis padanya itu.


"Aku rindu kamu Ge,aku rindu kebersamaan kita.Jangan pernah berhenti mencintaiku.Jangan pernah lelah disampingku.Kamu wanitaku yang hebat"bisik Teo tepat di telinga Gea."Aku tau mungkin ini sudah terlambat,tapi jujur hatiku mulai terpaut padamu"


Dengan berat hati Teo beranjak meninggalkan istrinya.Hari sudah semakin siang,bisa bisa ia terlambat jika lebih lama lagi di rumah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari ini Teo bekerja dengan pikiran yang bercabang.Selain khawatir dengan keadaan Gea ia juga masih bingung dengan perkataan Anton kemaren.Apa benar jika Riri adalah pacar Anton?.


"Ton"sapanya.


Anton menoleh dan menaikkan sebelah alisnya,seakan bertanya 'apa'.


"Bisa kita bicara?"tanya Teo.


"Soal apa?"kata Anton enggan.


Teo menghela nafasnya.Ia harus sabar menghadapi Anton karena disini ia memang bersalah.


"Soal kita dan juga soal.."


"Selingkuhan lo?"kata Anton sinis


"Maaf Ton,tapi gue bener bener ga tau kenyataannya kaya gini.Gue,,"

__ADS_1


"Kalopun Riri bukan pacar gue lo juga bakal tetep selingkuh kan sama dia?Ga ada bedanya buat gue Te"potong Anton cepat.


"Maafin gue Ton"


"Percuma lo minta maaf kalo kenyataannya lo ga berubah Te.Disini bukan cuma gue yang lo sakitin"tutur Anton.


Meski marah dan kecewa Anton mau berbesar hati untuk menerima keadaan.Bagaimanapun ia juga tak bisa memaksa Riri untuk mencintai dan menerimanya.Dan ia juga tak ingin sahabatnya melangkah lebih jauh dalam kesalahannya.Ia akan tetap berusaha mengingatkan Teo untuk kembali pada istrinya dan menyelamatkan rumah tangganya.Dan untuk kelanjutan hubungannya dengan Riri sendiri ia tak ingin mengambil keputusan dengan tergesa.


Melihat Teo yang hanya terdiam Anton tersenyum miring.


"Lo masih cinta sama Riri?"tanya Anton.


"Entahlah Ton,jujur gue bingung sama perasaan gue saat ini"ungkap Teo.


Anton tersenyum mendengar ungkapan Teo.Ia paham dengan karakter Teo yang memang lemah hati.Bukan dengan kata kata kasar atau pukulan membabi buta untuk membuat Teo menyadari keadaannya,tapi dengan kalimat yang menyentuh perasaannya.Itu justru lebih mengena hasilnya.


"Lo siap buat pisah sama istri lo?jujur sama gue"kata Anton telak.


Teo menggeleng sebagai jawaban."Gue nyaman sama Gea,tapi akhir akhir ini dia berubah.Gue ngerasa sekarang jauh sama Gea.Gue rasa Gea sengaja ngejauh dari gue Ton"


"Dan lo diem aja liat istri lo kaya gitu?"selidik Anton.


"Gue bingung Ton.Gea tetep nyiapin semua yang gue butuhin kaya biasanya.Cuma sikap dia lebih banyak diamnya kaya jaga jarak sama gue"


"Apa lo pengen balikan lagi sama Riri?"meski hatinya perih dan takut akan jawaban Teo tapi Anton tetap menanyakannya.Dan lagi lagi Teo hanya menggelengkan kepalanya.


"Lo pengen Gea kaya dulu lagi?"tanya Anton dan kali ini Teo mengangguk.Membuat senyum terukir dibibir Anton.Ia tahu kemana arah hati sahabatnya.Tapi memang Teo yang lemah hati tak akan semudah itu memahami perasaannya sendiri.Teo tak sadar bahwa ia mulai menerima Gea di hatinya dan takut kehilangannya.


"Gue ga bisa kasih solusi yang terbaik buat lo Te,karena semua keputusan ada pada lo sendiri.Gue cuma mau ngingetin aja jangan sampe lo nyesel sama semua sikap lo saat lo kehilangan nantinya.Pikirin semuanya matang matang sebelum lo melangkah lebih jauh.Status lo saat ini bukan lagi bujangan.Lo itu seorang suami dan sebentar lagi menjadi ayah.Akan ada dua hati yang akan tersakiti kalo lo salah langkah"


"Kalo lo pengen sama Gea,buang semua tentang masa lalumu itu.Jika lo bawa masa lalu dalam rumah tangga selamanya lo bakalan nyakitin istri ma anak lo.Tapi kalo lo pengen balik sama Riri,bicarain baik baik sama Gea.Jika memang itu yang terbaik,gue yakin Gea pasti bisa ngerti sama keadaan lo.Setau gue Gea bukan orang egois yang mentingin kebahagiaannya sendiri"


"Semuanya terserah lo sendiri Te,karena lo yang bakal ngejalanin semuanya.Tapi alangkah baiknya sebelum lo ambil keputusan lo sadari dulu apa yang sebenarnya kini lo rasa di hati lo.Jangan coba tutupin apa yang lo rasa karena pastinya akan ada sesal di kemudian hari saat lo salah langkah"


Setelahnya Anton juga ikut terdiam.Ia membiarkan Teo larut dalam pemikirannya.Bukan dengan kata kata bernada sarkas untuk membuat Teo mau berpikir jernih.Bukan pula dengan baku hantam seperti tempo hari.Cukup dengan kata yang menyentuh hati yang akan membuat seorang Teo Maradika tersentil nantinya.

__ADS_1


__ADS_2