Mencinta Tanpa Batas

Mencinta Tanpa Batas
Terimakasih Cinta(Tamat)


__ADS_3

Semua orang yang ada di ruangan itu kini berbaur dengan santai setelah tadi melihat adegan yang cukup menguras airmata.Gea bahkan tak mau berjauhan dengan ibunya.Sementara Teo masih berbincang dengan kawannya.Ia memberi waktu pada istrinya untuk melepas rindu pada ibunya.


"Maafkan ibu Gea.Ibu sudah banyak membuatmu menderita"kata Ibu.


"Sudahlah bu,lupakanlah semuanya.Mari kita jalani hidup kita ke depannya dengan kebersamaan"balas Gea.


"Semoga kamu selalu bahagia nak"


"Semoga bu,apalagi sekarang ada suami dan anak.Ibu juga sudah kembali.Semoga kita bisa bersama terus meski tanpa ayah dan nenek"kata Gea sendu.


"Maafkan ibu yang sudah banyak memberi luka.Semoga besok kamu juga bisa bertemu dengan ayahmu.Tapi untuk bersama lagi mungkin ibu ga bisa"kata ibu.


"Tak apa bu,kita bisa bahagia meski tak bersama".


"Semoga rumah tanggamu baik baik saja.Jadikan apa yang ibu alami sebagai pengajaran agar kalian tetap bersama selamanya"


"Iya bu,apalagi Kak Teo juga sudah banyak berubah"


"Kamu beruntung mempunyai suami seperti dia.Ibu lihat dia tulus dan begitu sayang padamu"


"Iya bu.Dia lelaki dan ayah yang hebat bagi kami"


"Ibu tak sabar ingin bertemu dengan cucu ibu"kata ibu.


"Ibu ikut pulang sama kami ya"pinta Gea.


"Besok saja ya.Malam ini biar ibu beres beres dulu.Ibu ga enak sama nak Adi kalo langsung ikut kamu malam ini"kata ibu.


"Baiklah,besok pulang kerja Gea langsung jemput ibu dan ibu ga boleh nolak lagi"


"Apa suami kamu mengijinkan ibu tinggal bersama kalian?"tanya ibu.


"Pasti bu.Jika tidak ga mungkin Kak Teo melakukan sampai sejauh ini"ujar Gea.


Tepat pukul sebelas mereka semua membubarkan diri setelah Teo mengantarkan ibu mertuanya terlebih dahulu.Meski Gea dan Teo meminta ibu pulang bersama mereka,ibu tetap berkeras ingin ke kontrakan dulu.


"Bro,makasih ya buat bantuannya.Tanpa kalian rasanya ini ga mungkin terjadi"kata Teo sebelum mereka berpisah.


"Santai aja bro,kita ini satu keluarga.Sudah pasti kita saling tolong"kata Anton.


"Jangan lupa dua minggu lagi giliran gue yang minta tolong"kata Adi.


"Apaan?"tanya Anton.


"Angkatin meja buat ijab kabul gue"kata Adi.


"Kirain bantuin angkatin calon istri lo"balas Anton yang langsung mendapat jeweran dari Riri.

__ADS_1


"Mau nyari yang baru gitu?Inget ada kecebong lo disini"seru Riri seraya menunjuk perutnya yang sudah terlihat membuncit.


"Apaan sih sayang,jangan neting terus lah ma suami.Jelek begini juga aku setia sama kamu"kata Anton seraya menggenggam tangan Riri.Ia harus menekan egonya menghadapi istrinya yang gampang berubah perasaannya.Meski terlihat lebay ia tak malu pada temannya karena semua demi istri yang tengah mengandung buah hatinya.


"Udah pulang sana,udah malem.Besok ketemu lagi di tempat kerja"kata Teo membubarkan semuanya.


Tiga puluh menit kemudian Teo dan Gea tiba di rumah.Gea ingin langsung ke rumah Mba Santi namun Teo melarangnya karena sudah terlalu larut.


Di kamar Gea langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri sementara Teo mengambil buku catatan kerja dan membawanya ke ruang tengah.


"Kak,bersihkan diri dulu ini udah larut malem"kata Gea.


"Iya sebentar,tanggung"balas Teo tanpa menoleh.


Melihat suaminya yang hanya bilang iya tanpa beranjak Gea mendekat.Tanpa aba aba ia duduk begitu saja di pangkuan suaminya.


Teo menegakkan tubuhnya dan matanya memicing menatap istrinya yang bertingkah tak biasa.Namun Gea justru tak peduli.Ia malah melingkarkan kedua tangannya di leher suaminya.


"Maaf"kata Gea begitu lembut.


Teo mengangkat kedua alisnya mendengar permintaan maaf dari istrinya.


"Maaf jika aku menilaimu begitu buruk.Maafkan aku.Tolong tetaplah bersamaku dan ajari aku menjadi hebat sepertimu"tutur Gea.


Teo tak bergeming.Ia ingin tahu apalagi yang akan di ungkapkan istrinya.


Melihat suaminya hanya diam ia menunduk.Ia sudah siap jika suaminya marah padanya.


Teo maraih dagu Gea,membawa wajah yang menunduk itu untuk menatapnya.Ia lalu mencium dan ******* bibir istrinya dengan lembut dan penuh perasaan.


Saat ciumannya terlepas Teo manyatukan kening keduanya.Jemarinya menyusuri setiap sudut bibir istrinya.


"Bibir ini yang pernah berucap untuk tak saling meninggalkan saat kita ada masalah.Untuk saling menggenggam walau apapun yang terjadi.Lalu apa artinya semua itu jika bibir ini juga masih mengatakan apa yang dilihat oleh mata tanpa mau bertanya kebenarannya?"kata Teo.


"Aku memang pernah begitu buruk,tapi aku juga sudah meninggalkannya.Tolong jangan pernah lagi berfikir aku akan kembali berulah.Aku sudah begitu nyaman dan bahagia bersama kalian.Mendapatkanmu adalah anugerah terindah dalam hidupku"


Mendengar ucapan suaminya Gea semakin memeluknya erat.Ada penyesalan karena tak percaya pada suaminya sendiri padahal suaminya begitu keras berjuang untuk kebahagiaannya.


"Maaf,maafkan aku"lirih Gea mulai terisak.


"Lupakanlah"kata Teo


Namun Gea menggeleng di ceruk leher suaminya."Aku telah begitu menyakiti perasaanmu"lirihnya.


"Berjanjilah satu hal padaku"pinta Teo.


"Katakanlah apa yang kamu rasakan padaku meski itu terasa pahit.Aku bukanlah orang yang peka dengan perasaanmu,tapi jika kamu mengatakan apa yang kamu rasa,aku akan mencoba mengerti.Lengkapilah kekuranganku ini"

__ADS_1


Gea merenggangkan pelukannya.Ditatapnya wajah suaminya yang masih menyisakan raut kelelahan.


"Aku adalah wanita paling beruntung karena memilikimu.Kasihmu yang begitu besar hingga kamu mengorbankan segalanya demi bahagiaku.Terimakasih sudah hadir di hidupku dan menerima semua kekurangan yang ada padaku.Tanpamu aku belum tentu seberuntung ini.Tetaplah menjadi lentera di hidupku"


Teo tersenyum mendengar ucapan Gea.Dihapusnya pipi istrinya yang masih membasah.


"Aku bukanlah orang hebat,tapi aku akan berusaha menjadi yang terbaik untuk keluarga kecil kita.Jangan pernah lelah menemani setiap langkahku.Tetaplah bersamaku hingga hanya Tuhan yang memisahkan kita"kata Teo


"Pasti Kak,seperti janji kita untuk tak saling meninggalkan apapun masalah yang terjadi antara kita"balas Gea.


"Terimakasih juga sudah mempertemukanku dengan ibu,dan mau menerima keluargaku yang berantakan bahkan menjaga orang tuaku"lanjut Gea.


"Orangtuamu juga orangtuaku.Seburuk apapun mereka kita tak berhak menghakimi mereka.Biarkan itu menjadi urusan mereka dengan Tuhan.Tugas kita hanya berbakti pada mereka"


"Terimakasih.Pasti tidaklah mudah untukmu masuk dalam keluargaku yang berantakan ini"sendu Gea.


"Memang tak mudah,tapi disini ada kebahagiaan istri dan anakku yang harus aku perjuangkan.Apa kau tak ingin memberi sedikit hadiah atas perjuanganku ini?"tanya Teo penuh maksud.


"Kakak ingin hadiah apa dariku?"tanya Gea.


Teo tersenyum.Ia membisikkan sebuah kalimat yang membuat Gea mendelik karenanya.


"Aku rindu bertempur dengan si merah yang menggoda"


Wajah Gea terasa panas.Apalagi ia merasakan sesuatu yang mengeras di bawah sana.


"Tapi tadi siang kan udah kak"cicit Gea.


"Aku hanya mencoba keberuntunganku,siapa tahu aku mendapatkan hadiah yang ku inginkan itu.Lagipula dari ujung kakimu hingga ujung rambutmu semuanya adalah milikku"kata Teo santai.Ia justru begitu menikmati wajah istrinya yang memerah karena malu.


"Baiklah,aku akan memakainya"pasrah Gea seraya menunduk.


Ia lalu beranjak dari pangkuan suaminya.Namun belum sempat ia berdiri tegak Teo sudah kembali menariknya dan berbisik mesra di telinganya.


"I love you my wife.Thanks for everthing.You're the best women in my life after my mother"


Gea tertegun.Inilah kebahagiaan terindah dalam hidupnya.Suaminya membisikkan kata cinta yang begitu tulus.Ia pun berbalik dan masuk dalam dekapan suaminya lebih dalam untuk merasai ketulusan cinta sang suami.


Jika suaminya hanya meminta si merah sebagai hadiah maka Gea justru akan memberikan seluruh cinta di hatinya hanya untuk Teo.Menemani dan membersamainya dalam setiap langkah seumur hidupnya.Memupuk dan merawat cinta dalam bahtera rumah tangga yang kian hangat dan romantis.Meski sederhana namun nyatanya memberi kebahagiaan tiada tara karena cinta mereka yang tanpa batas.


Meski Gea tak pernah meminta namun Teo akan memberikan semua yang ia miliki hanya untuk Gea karena kini Gea adalah poros hidupnya.Kemanapun ia melangkah pada akhirnya ia akan kembali pada rumah yang sesungguhnya yaitu istrinya,Gea Anastyana.


T A M A T


...****************...


Hai semuanyaaaaa,,makasih ya udah ngikutin sampai sejauh ini.Maaf seluas samudra kalo karya othor masih belum memuaskan.Semoga di karya selanjutnya lebih baik lagi.Makasih atas dukungannya yaaaa,,,,

__ADS_1


See u all,,


__ADS_2