
Sementara di tempat kerja Gea
Kabar jika Gea mengundurkan diri tersebar dengan begitu cepatnya.Avika bahkan sampai masuk ke ruangan Gea untuk memastikan.
"Maaf Pak Yuli kalo saya lancang,apa benar Gea mengundurkan diri?"tanya Avika
"Iya Ka,baru saja Gea mengajukan surat pengunduran diri"jawab Pak Yuli.
"Sungguh disayangkan kami harus kehilangan rekan kerja seprofesional Gea"kata Avika
"Saya juga menyayangkannya,tapi Gea tetap pada keputusannya.Saya bahkan tidak tahu apa alasannya"tutur Pak Yuli.
"Gea tidak mengatakan alasannya?"heran Avika yang diangguki oleh Pak Yuli.
"Saya sempat mengira suaminya yang meminta Gea untuk resign tapi ternyata suaminya juga baru tahu tadi kalo Gea mengundurkan diri.Coba kamu tanya Gea atau suaminya kenapa Gea mengundurkan diri"
"Apa kata suami Gea pak?"tanya Avika.Ekor matanya menangkap gelagat Reihan yang nampak gelisah.
"Suaminya hanya bilang kalo Gea yang berhak mengatakan apa alasannya"kata Pak Yuli."Apa kamu tahu alasannya?"
"Meskipun saya tahu saya juga tidak berhak mengatakannya Pak.Suaminya saja tidak berani apalagi saya"kata Avika.
"Yang saya heran kenapa suaminya mengatakan kalo Gea merasa tidak nyaman disini.Padahal Gea juga sudah lama disini dan selama ini baik baik saja"ungkap Pak Yuli.
"Jika saya ada di posisi Gea mungkin saya sudah melarikan diri Pak.Tapi saya salut sama Gea,di posisinya yang sulit saat ini dia tetap memikirkan kenyamanan semua orang"kata Gea
"Sebenarnya ada apa?"cecar Pak Yuli.
"Maaf Pak,saya tak bisa mengatakannya karena itu hak Gea.Kalo begitu saya permisi Pak"kata Avika seraya undur diri.
"Saya rasa ada yang aneh disini"kata Pak Yuli."Apa kamu tahu sesuatu Rei?"
Sementara Reihan terlihat gugup mendapat pertanyaan Pak Yuli.
"Saya juga tidak tahu Pak.Nanti saya akan coba bicara sama Gea"kata Reihan.
"Bicaralah,jujur saya berat melepas Gea"titah Pak Yuli.Namun ia sendiri merasa tak yakin melihat Reihan yang mencoba menyembunyikan kegelisahannya.Raut wajah dan bahasa tubuhnya tak bisa berbohong." batinnya.
...****************...
Gea menghabiskan semangkuk mie ayam hingga kini perutnya terasa kenyang.Ia lalu meneguk es jeruk miliknya untuk melegakan tenggorokannya.
__ADS_1
"Mau nambah?"tanya Teo
"Enggak Kak,udah kenyang"jawab Gea.
Namun Teo justru menyodorkan sebutir bakso dari mangkoknya ke mulut Gea.Mau tak mau Gea membuka mulutnya dan menerima suapan suaminya membuat Teo tersenyum begitu manisnya.
"Habis ini langsung ke kantor apa gimana?"tanya Teo setelah menghabiskan makanannya.
Gea menggeleng dan menghela nafas berat."Aku mau rehat dulu Kak di ruko"
"Mau beli camilan dulu ga soalnya di ruko ga ada makanan"
Mendapat persetujuan dari istrinya Teo beranjak dan menggandeng Gea.Ia membayar dulu makanannya sebelum kembali melajukan motornya menuju ruko.
Sebelum sampai di ruko Teo mampir lebih dulu di sebuah minimarket.Ia mengajak Gea masuk dan membiarkan wanitanya itu memilih makanan dan minuman apapun yang disukainya.
Dan akhirnya mereka tiba di ruko dengan dua kantong kresek berisi makan dan minuman.
Teo mengambil alih barang bawaannya dari tangan Gea dan membawanya ke dalam ruko lalu meletakkan di atas tikar tempatnya tidur semalam.Gea yang melihatnya tersenyum dan merasa bahwa Teo kini menjadi lebih peka padanya.
"Istirahatlah"kata Teo seraya melepas kemejanya hingga kini hanya menyisakan kaos yang tipis membalut tubuhnya.Meski tak begitu berotot layaknya binaragawan tapi dada itu yang selalu menjadi tempat ternyaman untuk Gea bersandar.
Gea yang kaget memundurkan langkahnya untuk menjauhi Teo namun suaminya terus melangkah maju mendekatinya hingga akhirnya punggung Gea menyentuh dinding ruko dan ia tak dapat lagi berkutik.Apalagi kini Teo menempelkan tangannya di dinding untuk mencegahnya pergi.
Gea memalingkan wajah malu saat Teo terus saja menatapnya.Mungkin kini wajahnya sudah semerah tomat rebus.
Teo menarik dagu Gea dan memalingkan wajah itu agar menatapnya.Kini ia dapat menatap wajah sederhana nan cantik itu tepat di depan matanya.Ia memajukan wajahnya hingga dapat mencium bibir Gea tanpa mengalihkan tatapan matanya.
Teo mengurai ciumannya saat Gea mulai terlihat sesak untuk bernafas.Diusapnya bibir Gea dengan jemarinya,bibir yang sudah seperti magnet baginya.
"Maaf"
Satu kata yang keluar dari mulut Teo membuat Gea mendongak dan menatap mata suaminya.Terlihat pancaran penuh harap disana.
"Maaf untuk semua luka yang tercipta.Caci dan hukumlah aku sesukamu tapi tolong jangan tinggalkan aku.Aku lemah tanpamu"kata Teo.
"Masih adakah kesempatan untukku?"Teo kembali bertanya.
Gea yang melihat harapan besar dari suaminya hanya bisa mengangguk tanpa bisa berkata kata.Biarlah ia di bilang bodoh atau apa,namun kenyataannya ia memanglah terlihat bodoh.Berulangkali Teo menyakitinya ia masih saja mau memaafkannya.
Teo tersenyum dengan begitu bahagianya.Direngkuhnya tubuh Gea dalam pelukannya.
__ADS_1
"Makasih sayang,aku bahagia"kata Teo di tengah pelukannya.
Gea membalas pelukan Teo sama eratnya.Ia menikmati pelukan yang selalu hangat ini.
Teo melepas pelukannya dan kembali menatap Gea."Makasih"katanya.
"Mau berapa kali bilang makasihnya"kata Gea.
"Sampai kamu bosan mungkin"balas Teo.
Gea mencibir mendengar ucapan suaminya tanpa ingin menjawabnya.
"Istirahatlah,kamu pasti capek"kata Teo seraya mengusap kepala istrinya.Saat ia ingin berbalik Gea justru menahan tangannya.
"Temani aku"pinta Gea
Teo tersenyum mendengar permintaan istrinya. Di bawanya Gea untuk beristirahat.Ia menggandeng Gea menuju lantai atas.Betapa herannya Gea saat memasuki sebuah ruangan yang sudah lengkap dengan tempat tidur .Teo membersihkan terlebih dulu tempat tidurnya baru membawa Gea naik ke atasnya.
"Sudah,istirahatlah"kata Teo usai membersihkan tempat tidurnya.
Gea mendekati Teo lalu memeluknya tanpa aba aba hingga Teo sedikit terhuyung karenanya.Namun tak urung ia membalas memeluk Gea.
"Aku ingin tidur di tempat ternyamanku"lirih Gea.
"Mau tidur dimana sayang"balas Teo.
"Disini"kata Gea seraya menunjuk dada Teo.
Tanpa aba aba Teo langsung menggendong tubuh Gea dan membawanya ke tempat tidur.Ia memposisikan dirinya senyaman mungkin agar Gea bisa tidur di dadanya.
"Tidurlah sayang,aku akan menemanimu"kata Teo
Bukannya tidur Gea malah menelusupkan sebelah tangannya ke dalam kaos tipis Teo.Ia mengusap dada suaminya dengan lembut hingga Teo mendesah karena terpancing hasratnya.
"Sayang,jangan menggodaku"kata Teo dengan suara tertahan.Baru sentuhan saja sudah membuat nafsunya naik ke ubun ubun.
Bukannya berhenti Gea justru semakin gencar memancing hasrat suaminya.Tangannya bahkan beralih mengusap perut bawah Teo hingga Teo terdengar mengerang nikmat.
Teo menangkap tangan Gea yang bergerilya di tubuhnya.Ia menarik tubuh Gea hingga kini Gea berada di atas tubuhnya.Teo menahan pinggang istrinya dengan erat agar tak terjatuh.
"Kamu yang memancingnya maka kamu juga yang harus menuntaskannya"
__ADS_1