Mencinta Tanpa Batas

Mencinta Tanpa Batas
Rencana


__ADS_3

Seminggu sudah Gea bekerja dengan Reihan sebagai atasannya kini.Pak Zain telah benar benar meninggalkan meja kerjanya.


Selama bekerja bersama Reihan Gea lebih sering merasa gusar meskipun ia mencoba tetap tenang.Tak jarang ia mendapati Reihan menatapnya lama.Sungguh benar benar tak lagi nyaman.


Seperti pagi ini.


Berulang kali Gea mendapati Reihan memperhatikannya dan ia hanya mencoba mengabaikannya.Hingga pada akhirnya Reihan mendekati meja kerjanya.


"Gea"seru Reihan.


"Ah,iya Pak,ada apa?"tanya Gea sopan.


Reihan mendengus kesal mendengarnya."Berapa kali aku harus bilang,jangan panggil Pak"


"Maaf,tapi ini lingkungan kerja dan anda adalah atasan saya.Saya hanya berusaha untuk profesional sebagaimana mestinya"balas Gea.


"Kenapa sih kamu keras kepala sekali"tanya Reihan."Kita ini teman Gea"


"Memang benar kita teman Pak,tapi alangkah tidak sopannya saya bila hanya memanggil anda hanya dengan nama saja.Mohon dimengerti"


Reihan mendengus kesal.Setelah menerima buku laporan dari Gea iapun berlalu begitu saja dengan hati yang terus mengumpat.


Sementara di tempat kerja Teo.


"Ton,nanti pulang kerja bantuin gue ya"pinta Teo.


"Bantuin apa?"tanya Anton


"Gue bingung penataan toko mau dibuat gimana"jawab Teo.


"Oh,kirain apa.Emang udah kelar rehapnya?"tanya Anton lagi.


"Udah,tinggal penataan aja"


"Jadi nih bikin kejutan buat Gea"


"Jadi lah,lagian Gea udah ngerasa ga nyaman kerja disana"


"Kenapa lagi?"


"Mandornya resign,penggantinya si Reihan"terang Teo.


"Hah?Reihan yang pas dicafe itu?"tanya Anton tak percaya.


"Iya"


"Gimana bisa Te?"

__ADS_1


Teo hanya menggendikkan bahu sebagai jawaban."Makanya renovasi toko gue percepat,biar Gea bisa segera resign juga"


"Loe takut?"


"Gue percaya Gea,tapi gue ga percaya sama tu orang.Dari cerita Gea selama seminggu ini kayanya tu orang masih ngincer istri gue"jelas Teo.


"Maksud lo gimana?"


"Dia masih suka sama Gea dan kayanya bakalan terus ngejar Gea"


"Lo yakin?"tanya Anton.


"Yakin lah.Gue takut aja dia manfaatin Gea yang terlalu baik"


"Wah parah tu orang,kirain ga bakal ketemu lagi setelah di cafe itu"kata Anton.


Teo hanya tersenyum kecut."Sekarang malah ga cuma ketemu Ton,tiap hari satu ruangan sama Gea malahan".


"Lo harus siap mental kayanya Te"


"Banget.Gea bilang dia sering ngeliatin Gea lama gitu kalo pas di ruangan"


"Samperin aja gimana?"tanya Anton.


Teo menggeleng."Percuma,orang kaya dia pasti bakal tutup mata sama status Gea,kayanya bakal jadi pebinor dia"


"Selagi ga macem macem biarin aja.Mending gue mikirin ruko biar Gea bisa cepet resign juga"kata Teo.


"Kalo dia macem macem sama Gea gimana?"


"Gue cincang kali"


"Baru kali ini lo segitunya sama wanita"kekeh Anton.


"Gea berarti banget buat gue Ton,cuma dia yang bisa ngerti dan nerima keadaan gue.Siapapun yang berani mengusiknya,ga akan ada ampun lagi"tegas Teo.


"Trus kenapa lo masih longgar aja sama si Reihan itu.Kan udah jelas dia ngincer bini lo"tanya Anton.


"Karena Gea masih menghargainya sebagai teman dan atasan.Jika bukan karena itu udah gue samperin dari kemaren"


"Okee,kalo butuh bantuan langsung bilang aja"kata Anton.


"Trus ntar sore bisa ga?"tanya Teo memastikan.


"Gue usahain bisa.Ntar gue ajak Adi sekalian"jawab Anton.


"Thanks ya Ton,kalian slalu dukung gue"

__ADS_1


"Santai aja,btw katanya minggu minggu ini Viko balik"kata Anton.


"Mau ngumpul ga?"tanya Teo.


"Pasti itu,ntar gue kabarin kalo Viko udah nyampe sini"


"Kayanya gue bawa bini ntar kalo ngumpul"kata Teo.


"Ya gapapa,kemungkinan Riri juga gue ajak kalo Gea ikut"


"Tapi jangan malem malem ya,kasian anak gue ntar"


"Gampang lah Te,lihat sikon aja nanti.Semoga aja Riri juga udah ga harus bedrest lagi"


"Emang istri lo kenapa sampe harus bedrest"heran Teo.


"Alhamdulillah udah ngisi"terang Anton.


"Alhamdulillah,tokcer juga lo bisa langsung cetak"seloroh Teo.


"Iya,tapi belum puas nikmati waktu berdua sebenarnya"


"Udah berapa usia kandungannya?"tanya Teo.


"Udah tiga minggu sih"jawab Anton.


"Sory ya pas syukuran itu gue ga bisa dateng"sesal Teo.


"Gapapa,yang penting bantu doanya"


Seperti biasanya Teo dan teman temannya menghabiskan waktu istirahatnya dengan bersantai sambil bercerita tentang banyak hal.Sesuatu yang sepele terkadang menjadi bahan candaan hingga penat yang terasa seperti terhempas begitu saja.


Saat jam kerja usai Teo segera membersihkan diri.Setelahnya ia meluncur ke sebuah ruko di ikuti Anton dan Adi di belakangnya.


Setibanya di tempat tujuan Teo membuka pintu yang tersegel gembok lalu mengajak Anton dan Adi untuk masuk.


"Luas juga ya rukonya"kata Adi.


"Ya lumayanlah kalo buat toko kue nantinya"balas Teo.


"Jadinya warung makan apa toko kue?"tanya Anton.


"Kemungkinan toko kue"jawab Teo.


"Peralatan gimana?"tanya Adi.


"Punya Gea masih bagus yang dirumah.Sementara itu dulu mungkin.Selebihnya nanti bisa menyesuaikan sama sikon"tutur Teo.

__ADS_1


Dengan bantuan kedua temannya,Teo menata tempat itu sesuai dengan tata letak yang sudah ia rancang.Tak butuh waktu lama,ruko itu sudah menjadi lebih cantik dari semula.Ia tersenyum bahagia saat menatap sekelilingnya.Semoga hadiah kecil yang ia siapkan untuk bidadarinya menjadi pelengkap kebahagiaan keluarga kecilnya.


__ADS_2