Mencinta Tanpa Batas

Mencinta Tanpa Batas
Melahirkan


__ADS_3

"Isna!!"teriak Teo.


Ia tak peduli lagi pandangan orang yang menatapnya curiga karena ia meneriaki seorang wanita.


"Dimana Gea?"tanyanya dengan nafas memburu saat ia sampai di hadapan Isna.


"Penting buat lo?"sarkas Isna.


"Penting ga penting bukan urusan lo,gue cuma mau tau dimana Gea"balas Teo tak kalah pedas.


"Kali ini gue pastiin Gea benar benar hilang dari hidup lo"tegas Isna.


Teo tersenyum miring mendengarnya."Dan gue pastiin juga anak istri gue tetap dalam dekapan gue,karena sampai kapanpun gue ga akan lepasin wanita yang gue cintai dan darah daging gue pergi dari hidup gue"


Setelahnya Teo berlalu meninggalkan Isna dengan menahan amarahnya.Biarlah Isna tetap bungkam,toh ia masih bisa mencari tau keadaan Gea dengan cara lain.


Dan Isna masih berdiri dengan terheran heran.


"Harusnya gue yang marah marah bukannya dia.Kan dia yang selingkuh saat Gea mau lahiran,gimana sih"kesalnya.


Sementara Teo melajukan motornya dengan full speed,tak lagi ia peduli dengan makian pengendara lain yang kaget karena ulahnya.Baginya saat ini yang terpenting adalah menyusul Gea.


"Gea tadi masih di rumah saat aq pergi.Mba Santi pasti tau kalau ada apa apa sama Gea"gumamnya.


Sejenak ia menepikan motornya.Di ambilnya ponselnya dan menekan nomor Mba Santi setelahnya.


"Halo Assalamualaikum"


Terdengar suara perempuan dari seberang dan Teo yakin itu Mba Santi.


"Waalaikumsalam,Mba Santi keadaan Gea gimana ya?"panik Teo.


"Oh ini Teo ya.Itu tadi Gea kesakitan kaya mau lahiran trus sama temennya dibawa ke klinik katanya"


"Klinik mana ya mba?"tanya Teo.


"Katanya Klinik Medika Sari"


"Oh,ya udah makasih ya mba.Teo kesana dulu.Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam".


Teo kembali melaju dengan kencang seakan ingin memburu waktu.


"Ya Allah,tolong lindungi dan selamatkan istri dan calon anak hamba"

__ADS_1


Doa senantiasa ia sematkan di setiap tarikan nafasnya hingga ia sampai tempat tujuannya.


Setelah bertanya pada resepsionis,ia menghampiri istrinya yang sudah dibawa ke ruang persalinan.


"Dika,dimana Gea?"tanya Teo pada sosok Dika.


"Di dalem masih ditangani dokter.Lo masuk aja"jawab Dika.


Dengan tangan gemetar ia membuka pintu ruangan dimana Gea berada.Sesaat ia tercekat.Jantungnya seakan berhenti berdetak melihat gadis kesayangannya merintih kesakitan.


"Maaf anda siapa?"tanya dokter.


"Maaf dok,saya suaminya Gea.Apa boleh saya menemani istri saya?"


"Oh silahkan pak,tolong istrinya dikasih semangat".


Teo segera menghampiri Gea.Diraihnya tangan Gea dan di kecupnya kening Gea yang berkeringat.


"Sayang,maaf ya aku terlambat"bisik Teo di telinga Gea.


"Kak,sakit banget"rintih Gea.


"Dok,apa masih lama?"tanya Teo pada dokter yang menangani istrinya.Sungguh ia tak sanggup melihat istrinya kesakitan seperti ini.


Teo tertegun mendengar penjelasan dokter.Istrinya sudah kesakitan hingga sedemikian rupanya,tapi masih kurang kuat juga?.Sungguh perjuangan yang memang bertaruh nyawa.


"Kak,aku haus"lirih Gea.


Teo mengambil teh hangat di atas nakas dan mendekatkannya ke mulut istrinya.Berharap bisa sedikit memberi tenaga pada Gea agar lebih kuat.Meskipun sebenarnya ia sendiri juga dilanda ketakutan.


"Tarik nafas sayang,buang pelan pelan.Bismillah,yakin kamu kuat sayang,Demi anak kita.Kamu pasti bisa"bisik Teo lembut di telinga istrinya.


Dengan tetap menggenggam tangan istrinya,Teo kini juga mendekap tubuh Gea.Saat dokter memberi aba aba pada Gea untuk mengejan ia juga dengan sigap menopang tubuh Gea.Hingga pada akhirnya bayinya bisa lahir setelah Gea mengejan dengan kuatnya.


Bayi berjenis kelamin perempuan itu terlihat mungil dan manis.


"Alhamdulillah pak,bayinya perempuan.Lahir dengan selamat tanpa ada kekurangan".kata dokter.


"Alhamdulillah"lirih Teo.


Tanpa terasa airmata Teo pun mengalir.Ia menatap wajah lelah Gea dengan penuh kasih.Dikecupnya kening Gea dengan dalam.


"Terimakasih sudah menjadi kuat dan berjuang untuk malaikat kecil kita"bisik Teo.


Gea tersenyum mendengarnya.Rasa sakit yang tadi menderanya kini telah berganti bahagia.Kehadiran Teo disampingnya menjadi suplai semangat terbaik baginya.Tadinya ia pikir ia akan berjuang sendirian.Namun ternyata sang buah hati masih menunggu ayahnya menyambut kelahirannya di dunia ini.

__ADS_1


"Terimakasih sudah datang tepat waktu"balas Gea.


Meski wajahnya masih terlihat pucat namun sorot matanya penuh kebahagiaan.


Setelah di bersihkan,bayi mungil itu diberikan pada Teo untuk di adzankan.Lalu beralih pada Gea untuk dilakukan IMD.Gea pun juga sudah dibersihkan dan mendapat sedikit jahitan.Kini mereka ada di ruang perawatan.


Airmata Gea kembali menetes saat bayi lucu itu dalam dekapannya.Ia cium bayinya itu dengan penuh kasih.Wajah dan alis matanya begitu mirip dengan suaminya.


"Siapa namanya Kak?"tanya Gea.


"Kamu pengennya dikasih nama siapa?"


Bukannya menjawab Teo malah balik bertanya,membuat Gea menatapnya kesal.


"Kakak aja yang kasih nama"balas Gea.


Teo nampak berfikir sejenak."Gimana kalau namanya Silvia Anggraini,kamu setuju ga?"tanya Teo.


"Bagus kak,tambahin nama kamu ya belakangnya".imbuh Gea.


"Jadinya Silvi Anggraini Maradika?"


Gea mengangguk antusias.


"Kenapa harus ditambah namaku?"tanya Teo.


"Sebagai pengingat aja kalau dia tanggungjawab kamu Kak.Tapi kalau Kak Teo keberatan ga usah gapapa kok"ujar Gea.


"Engga kok,aku seneng"tutur Teo."Semoga anak kita menjadi anak sholihah dan berhati lembut seperti kamu".


"Aamiin".


"Terimakasih atas semua perjuanganmu sayang.Ini sungguh luar biasa.Semoga kehadiran Silvi menjadi penguat antara kita"


Gea tersenyum mendengarnya."Terimakasih juga atas semuanya Kak.Dan tolong jangan lagi kecewakan aku"pinta Gea.


Teo mendekat dan mencium kening Gea dalam.Tak lupa ia pun mengecup pipi mungil anaknya.


"Kalian sangat berharga bagiku.Bila aku salah tolong jangan pernah lelah mengingatkanku.Aku bukanlah orang baik.Tapi aku akan berusaha memantaskan diriku untuk tetap bisa bersamamu selamanya.Dan untuk itu aku butuh kamu sayang"tutur Teo.


Gea tersenyum mendengarnya.Sungguh ia begitu bahagia hari ini.Dan ia tak ingin merusak moment ini dengan memikirkan hal hal tak menyenangkan lainnya.Ia hanya ingin menikmati saat saat ini.Saat dimana ia merasa begitu berharga bagi suaminya.


Ia menatap putri cantiknya.Putri yang begitu diterima oleh ayahnya.


"Welcome in the world Silvi Anggraini Maradika.Semoga hadirmu mampu berubah ayahmu menjadi pribadi yang lebih baik lagi"batin Gea.

__ADS_1


__ADS_2