Mencinta Tanpa Batas

Mencinta Tanpa Batas
Butuh Kawalan?


__ADS_3

Reihan menatap Gea dengan raut wajah penuh penyesalan.Obsesi dan obrolan tak jelas telah membutakan matanya.Kini hanya tinggal penyesalan karena ia tak mungkin lagi bisa berkawan dengan Gea seperti dulu.


Ya,penyesalan memang selalu di akhir cerita.


"Apa yang bisa aku lakukan untuk bisa menebus kesalahanku?"tanya Reihan.


Gea menatap iba atasannya itu.Bagaimanapun ia tak akan bisa memusuhi kawannya sendiri.


"Untuk apa?Sementara hati dan pikiranmu yang picik tak akan merubah apapun"


"Sebegitu bencikah kamu padaku?"tanya Reihan.


"Aku tak pernah ingin menyimpan benci karna hanya akan memberi penyakit,tapi jangan tanya bagaimana kecewanya aku padamu"ungkap Gea.


"Bagaimana caranya membuatmu memaafkanku?"tanya Reihan.


Seolah memaksa,ia tak ingin tak mendapatkan maaf dari wanita pujaannya.


"Temui suamiku"kata Gea.


"Hah?"


Reihan terkejut mendengar ucapan Gea.Bagaimana mungkin Gea menyuruhnya untuk menemui suaminya?.Bisa jadi nanti dirinya akan di hajar habisan oleh suami Gea.


"Kenapa harus suamimu?"


"Karena dia yang paling terluka atas apa yang telah kau lakukan.Dia merancang sebuah impian yang telah lama aku inginkan.Tapi kau mengacaukan semuanya.Semua kerja kerasnya seolah sia sia karena pertengkaran kami"


"Maafkan aku.Aku akan menemui suamimu jika itu bisa membuatmu memaafkanku"kata Reihan.


Ya,apapun yang terjadi ia akan bertanggung jawab atas apa yang sudah di perbuatnya.Meski apapun resikonya.


"Gea,bisakah kamu tetap bekerja disini?.Tolong,demi Pak Yuli"pinta Reihan.


"Semua terserah suamiku.Aku tak lagi punya hak untuk memutuskan setelah semua yang terjadi"


"Kenapa begitu?"tanya Reihan penasaran.


"Dia yang menanggung semua atasku bahkan semua dosaku.Bersentuhan denganmu adalah dosa bagiku dan dia yang tak tahu apa apa harus menanggungnya.Surgaku ada pada kerelaannya.Seburuk apapun dia adalah imamku.Aku tak ingin menentang ridho nya hanya demi dunia yang sementara"


Reihan tersentak mendengar ucapan Gea.Ia bahkan tak berpikir sampai sejauh itu.Padahal ia berpendidikan lebih tinggi dari Gea.Nyatanya pemikirannya tak sebanding dengan Gea yang tak pernah mengecap bangku kuliah.


"Baiklah,aku akan menemui suamimu secepatnya"kata Reihan.


Setelahnya ia berlalu meninggalkan Gea untuk menyelesaikan pekerjaannya.


Sementara itu Gea masih termenung sendiri.Apapun hasilnya nanti antara Reihan dan suaminya ia harap itulah yang terbaik.


Bukan ia ingin mengadu domba antara Teo dan Reihan.Tapi ia ingin keduanya saling belajar untuk tidak mengedepankan keegoisan masing masing.Terlebih pada suaminya,ia ingin Teo paham bahwa apapun yang terjadi ia tetap menjaga dirinya sebagai seorang istri dari Teo Maradika.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Teo menyerngit heran menatap ponsel yang ia genggam.Sebuah pesan masuk yang membuatnya merasa aneh.Bagaimana tidak,tanpa basa basi sang pengirim pesan mengajaknya bertemu bahkan tanpa menyebutkan namanya.


"Maaf ini siapa"


Teo yang penasaran terus menggenggam ponselnya sampai Adi yang melihatnya hanya geleng geleng kepala saja.


"Kalo udah bucin ya gini,ponsel dipantengin terus ga pakai kedip"seloroh Adi


"Ga usah nunggu chat di bales,samperin aja langsung"timpal Anton yang ikut mengompori.


"Mau nyamperin siapa?dimana?Tau orangnya juga enggak"balas Teo.


"Wah parah lo,baru juga baikan ma Gea udah main lagi lo"kata Adi


"Biarin aja kalo main lagi,ntar kalo berantem trus galau di depan kita tinggal kita pergi aja,ga usah di urusin"sambung Anton


Plak..


Plak..


"Aduuuhh"


Teo menggeplak jidat kedua temannya itu sampai mengaduh saking geregetannya.Mentang mentang dia pernah berkelakuan begitu seenaknya saja kedua temannya itu menuduhnya.Padahal yang ia maksudkan bukan itu.


"Lo berdua lama lama ngomong ga ngotak"dengus Teo.


"Lagian lo berdua main tuding seenaknya aja"balas Teo.


"Lah emang bener kan,kita bilang ke lo buat nyamperin langsung bini lo,lha lo malah bilang ga tau siapa sama dimana.Salah kalo kita kita ngira lo ada main lagi?"sewot Adi


Laki pun kalo udah saling sewot ga kalah sama wadon.


"Lo aja mikirnya kejauhan.Mana mungkin gue main lagi.Baikin Gea juga susah"


"Trus lo tadi ngomongin siapa?"tanya Anton.Sedikitnya ia mulai paham dengan situasi yang kini mereka alami.


"Ada yang chat gue minta ketemuan,tapi gue juga ga tau siapa orangnya.Kenal nomernya juga enggak"jawab Teo.


"Trus lo ga nanya?"tanya Adi yang masih setengah sewot.


Teo menoyor kepala Adi saking jengkelnya pada temannya yang satu itu.


"Ga usah lo suruh gue juga udah nanya,tapi belum dijawab dari tadi"kata Teo.


"Oooo"


Melihat tampang Adi yang sedikit bego membuat Teo dan Anton mendengus kesal.Tak mereka pungkiri jika sahabat mereka yang satu ini memang unik.Terkadang ia sangat cerdas,tapi di lain waktu juga bisa menjadi oleng seperti saat ini.

__ADS_1


Teo membuka ponselnya kembali saat ada notif pesan masuk.Dahinya berkerut heran setelah membaca pesannya.


"Siapa?"tanya Anton.


"Ternyata Reihan"jawab Teo dengan raut wajah yang entah.


Anton dan Adi saling pandang.Mereka juga sama herannya dengan Teo.


"Dia yang ngajak ketemuan?"tanya Anton yang di balas anggukan oleh Teo.


"Iya"


"Ga salah tu orang ngajak lo ketemuan?Apa udah insyaf?"kata Adi.


"Ga tau juga.Mungkin Gea yang nyuruh"balas Teo.


"Kok Gea"selidik Adi.


"Biar gue juga belajar buat lebih bisa ngontrol emosi mungkin"


"The best itu,salut gue sama Gea"kata Adi


"Ga salah lo buat bertahan sama Gea"timpal Anton


"Emang Gea bilang sama lo?"tanya Anton.


"Enggak sih.tebakan gue aja.Ga mungkin kan seorang Reihan mau ketemu gue tanpa ada alasan di belakangnya.Padahal sebelumnya dia jebak Gea biar pisah sama gue"kata Teo.


"Iya sih,tumben otak lo encer"kata Adi.


"Harus di galakin dulu sama Gea baru ngotak dia"seloroh Anton.


Seketika Adi dan Anton tertawa,merasa puas bisa mengatai Teo sesuka hati.Sementara orang yang dikatai hanya menampilkan raut wajah masam.


"Kapan lo ketemu Reihan?"tanya Anton usai tertawa.


"Dia ngajaknya nanti habis maghrib"kata Teo.


"Perlu kita kawal?"


"Lebay,kaya orang penting aja"


"Secara kita ga percaya kalo lo bakalan ga emosi,apalagi ini urusan ada kaitannya sama istri lo.Lo labil kalo soal Gea"ledek Adi


"Sialan lo"desis Teo


"Kita ga usah ngikut dia Di,kita datang lebih awal kalo ga lebih telat dari dia,yang penting kita jaga jaga aja,jangan sampe ni orang ngacak acak tu tempat"kata Anton yang langsung di beri dua jempol oleh Adi


"Bener,ga yakin gue kalo dia ga bakalan emosi.Secara orang kaku kaya dia lebih nyeremin kalo marah,lebih parah dari kita kita,ya kan"kata Adi

__ADS_1


"Serah lo berdua"kata Teo.


Mau di cegah dengan model apapun dan bagaimanapun duo sahabatnya ini bakalan tetep ngelakuin apa yang mereka rencanain entah itu bagaimana caranya.Toh memang benar juga apa yang mereka katakan.Belum tentu juga ia bisa menahan emosi menghadapi Reihan nanti,apalagi ini soal Gea.Kesayangannya yang selama ini ia perjuangkan dengan segenap cinta dan kasihnya.Tak akan ia biarkan ada kesempatan sedikitpun untuk orang lain mengambil Gea dari sisinya termasuk Reihan.Teman sekaligus atasan dari istri tercintanya,Gea Anastyana.Gea hanya miliknya.Hari ini esok dan seterusnya.


__ADS_2