
Teo menghela nafas berat.
Sungguh ini pertemuan yang benar benar menguras emosi.Apalagi perdebatan antara Riri dan Gea terasa begitu menyesakkan dadanya.Ingin rasanya ia mengakhiri pertemuan ini dan membawa istrinya segera pergi dari tempat ini.
"Apa kamu tak ingin bersamaku lagi Te?"tanya Riri.
"Seribu kali kamu bertanya jawabanku tetap sama,aku hanya ingin bersama istri dan putriku.Tolonglah mengerti.Kamu juga wanita.Kamu pastinya juga akan merasa sakit hati jika suatu saat nanti rumah tanggamu di usik orang ketiga"jawab Teo.
"Apa kamu yakin terus bersama wanita ini?"
Sungguh,kali ini ingin rasanya Teo mencaci mantan kekasihnya itu dengan kata kata yang entah sejak kapan berseliweran bebas di otaknya.Tapi sentuhan tangan Gea kembali mengingatkannya bahwa ia harus tetap tenang.
"Sangat yakin.Wanita ini yang sudah membuatku merasa dihargai,membuatku merasa berarti.Dan jika aku terus menyakitinya,bisa jadi esok putriku juga akan disakiti oleh prianya.Dan aku tak pernah ingin itu terjadi pada putriku.Karenanya,akupun juga harus bisa untuk tak lagi menyakiti istriku"
"Apa setelah semua berakhir kita masih bisa berteman?"tanya Riri lagi.
"Tidak"
Bukan Teo yang menjawab,tapi Gea.
Riri menatap sengit pada Gea."Kenapa?Takut Teo berpaling sama gue lagi?"
"Aku ga pernah takut kalo suamiku berpaling padamu lagi karena semua yang akan terjadi ke depannya itu tergantung padanya.Yang aku takutkan adalah setan yang hadir sebagai pihak ketiga dalam pertemanan berlawan jenis.Selagi aku mampu maka aku akan menjaga suamiku dari semua kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi.Itulah hakikat dalam sebuah pernikahan,saling melengkapi,saling mengingatkan dan juga saling membenahi".
"Jika kamu masih berpikir aku takut kehilangan suamiku maka kamu benar.Bagaimanapun aku juga manusia biasa yang punya ketakutan.Tapi aku percaya,Allah Maha Tahu akan hidupku.Sekuat apapun aku menahannya jika dia bukan jodohku dia akan tetap pergi dariku.Dan sebaliknya,sekuat apapun kamu merampasnya jika dia jodohku maka dia akan tetap kembali padaku.Aku menerimanya bukan hanya karena cinta,tapi karena Allah.Satu minggu petunjuk dariNya yang membuatku yakin untuk menjadikannya sebagai imamku.Jadi apapun yang terjadi saat ini,pasti ada kebaikan yang tersembunyi disebaliknya"
Kini Riri benar benar dibuat bungkam dengan jawaban Gea.Ia tak lagi bisa menuntut apa yang ia inginkan.
"Apa kamu juga ingin hubungan kita berakhir?"
__ADS_1
Kini berganti Anton yang menyela dengan pertanyaannya.
"Kenapa semua ini terasa tidak adil bagiku?"lirih Riri.
"Tak pernah ada yang terasa adil jika yang kita lakukan hanyalah sebuah kesalahan.Dan disini kamu memang salah.Kamu mendekatiku dan mengubah statusmu menjadi kekasihku tapi nyatanya kamu juga masih mengejar suami orang.Lalu kamu anggap aku apa selama ini?Apa hanya sebuah pelarian atau pelampiasan?.Dulu Teo pernah sangat berharap padamu,tapi kamu justru membuangnya.Lalu sekarang saat dia menemukan orang yang tepat kamu kembali mengusiknya.Bahkan disaat kamu masih berstatus sebagai kekasihku.Apa kamu pikir kami ini laki laki yang tak punya perasaan?.Kami juga sama seperti kalian kaum wanita yang juga bisa merasa sakit hati dan kecewa,mungkin hanya cara kami yang berbeda dengan kalian"ungkap Anton.
Kali ini Anton bicara dengan nada yang tak biasa,seakan ia meluapkan perasaannya dan mencurahkan kekecewaannya.Hingga Riri menatapnya dengan mata yang berkaca kaca.
"Dan asal kamu tahu,mamanya Anton sudah menyiapkan segalanya untuk melamarmu setelah Anton mengatakan bahwa kamu adalah wanita yang dicintainya.Lalu apa yang harus Anton katakan pada mamanya setelah semua ini?Bayangkanlah bagaimana kecewanya mamanya Anton"tambah Teo.
"Sudahlah Te,percuma juga dijelaskan.Mungkin memang harus berakhir seperti ini.Hubunganku sama Riri mungkin cukup sampai disini.Aku minta maaf juga sama kamu Te atas semua kesalahpahaman yang pernah terjadi antara kita.Dan buat kamu Ri,maaf atas semua salahku selama ini.Semoga kamu bahagia dengan apa yang kamu cari.Tapi tolong ke depannya jangan lagi mempermainkan perasaan pria,cukuplah aku saja"tutur Anton.
Setelahnya Anton mengambil ponselnya dan ingin beranjak pergi.
"Tunggu Ton,apa kamu yakin dengan keputusanmu?"tanya Gea.
"Untuk apa lagi aku bertahan Ge,sementara wanita yang kucintai masih juga mengharap cinta suamimu?.Aku tak bisa memaksakan hatinya untuk mencintaiku juga"jawab Anton.
Riri hanya terdiam dengan mata yang terus menatap pada Gea.
"Boleh aku bicara berdua dengan Riri?"tanya Gea pada Anton dan juga Teo.Namun sayangnya Teo menggelengkan kepalanya pertanda ia tak setuju.
"Tolong,percayalah.I'll be fine"pinta Gea pada suaminya.
Akhirnya dengan berat hati Teo menganggukkan kepalanya dan meninggalkan istrinya hanya berdua dengan Riri.
"Kenapa kamu menyuruh mereka pergi?Apa kamu ingin mencaciku tanpa mereka tahu?"cecar Riri.
"Apa dimatamu aku terlihat seperti itu?"balas Gea.
__ADS_1
"Lalu kenapa?"tanya Riri.
"Karena mungkin kita bisa lebih leluasa mengatakan apa yang kita rasa sebagai sesama wanita tanpa adanya mereka"jawab Gea.
"Kamu tak akan pernah mengerti dengan apa yang aku rasa"kata Riri.
"Apa kamu pernah mengatakan apa yang kamu rasa?"tanya Gea yang dibalas gelengan kepala oleh Riri."Lalu kenapa kamu bisa beranggapan seperti itu?"
"Kamu ga akan pernah ngerti gimana rasanya jadi aku.Aku selalu tertekan saat orang tuaku tahu aku punya kekasih.Mereka selalu memaksaku mencari pacar yang kaya.Dimata mereka harta yang utama.Dulu aku jatuh hati pada Teo dan mereka menentangnya saat tahu Teo berasal dari keluarga tak mampu.Hingga mereka berusaha menekanku untuk mengakhiri hubunganku dengan Teo.Saat itu aku hanya bisa menuruti kemauan orang tuaku walaupun hatiku ingin menentangnya"kata Riri.
"Lalu bagaimana bisa kamu mengenal Anton?"tanya Gea.
"Aku tak sengaja bertemu dengannya.Awal berteman aku merasa nyaman bersamanya hingga akhirnya menjadi kekasih.Saat itu aku tak tahu kalau Anton sahabatnya Teo hingga saat Anton bertemu dengan Teo dan Adi aku baru mengetahuinya.Saat itu rasaku pada Teo kembali muncul meski aku berusaha menolaknya".
"Apa kamu tak pernah ada rasa sedikitpun pada Anton?"tanya Gea.
"Aku menyayanginya,bahkan aku tak ingin kehilangannya.Tapi aku juga tak tahu kenapa aku masih ingin bersama Teo"jawab Riri.
"Tanyakanlah pada hatimu apa yang diinginkan hatimu saat ini"
"Aku tak tahu apa yang aku rasa"
"Pejamkanlah matamu dan ingatlah kembali semua yang pernah kamu lewati,baik bersama Anton ataupun suamiku.Pahami dan resapilah,maka kamu akan tahu mana yang akan membuatmu nyaman dan bahagia"kata Gea.
Riri mengusap wajahnya kasar.Begitu kentara kebimbangan yang tengah ia rasakan.Namun tak urung ia mengikuti apa yang dikatakan Gea.Ia menutup matanya sejenak dan terdiam larut dalam pemikirannya.Mencari secuil asa yang tertinggal di hatinya.Bertanya dengan pasti apa yang tengah ia cari.Apakah cinta atau hanya sekadar obsesi untuk memiliki.
...****************...
Haaiiii para readers yang budiman,mohon dukungannya ya biar terus semangat berkarya.Meski berat saat harus membagi waktu sebagai kuli pabrik dan ibu rumah tangga dengan 2 anak yang sedang sakit..
__ADS_1
Hehe,malah jadi curhat ya,,mohon maap,,
Makasih buat semua yang udah mampir ya,,wish u all the best,,