Mencinta Tanpa Batas

Mencinta Tanpa Batas
Terimakasih Sudah Mencintai Putriku


__ADS_3

"Kak apa aku boleh ikut kelas baking?"tanya Gea saat keduanya tengah bersantai di ruang tengah rumah mereka.


"Kapan?"


"Belum tau Kak,lihat sikon dulu aja gimana nanti.Lagian toko juga baru buka kemaren hari kan"kata Gea.


"Ya terserah kamu aja,atur aja gimana baiknya selagi itu bermanfaat buat kamu"kata Teo.


"Ga kerasa ya Kak,kita bisa sampai di titik ini"kata Gea.


"Karena kita berusaha,dan itu semua juga karena kamu"


"Makasih ya Kak"


"Sama sama,maaf kalo baru seperti ini yang bisa aku kasih buat kamu sama adek"


"Ini lebih dari cukup Kak,Kak Teo dan Silvi itu kebahagiaan terindah dalam hidupku"lirih Gea.


Senyum ceria yang semula menghiasi wajah Teo perlahan memudar saat ia melihat wajah Gea menjadi sendu.Ia tahu,masih ada beban yang berusaha disembunyikan istrinya.


"Ada apa?"tanya Teo lembut.


Gea tersenyum untuk menyembunyikan perasaannya,tapi itu tak berlaku buat suaminya.Teo bisa melihat dengan jelas apa yang Gea rasakan.


"Jangan mencoba menyembunyikan sesuatu dariku atau aku akan memaksamu dengan cara yang gila"tegas Teo.


Gea meneguk salivanya.Ternyata ia salah.Suaminya bahkan mampu menebak apa yang ia rasa.


Teo meraih anaknya untuk berpindah ke pangkuannya sementara sebelah tangannya meraih Gea dalam pelukannya.


"Apa aku orang lain bagimu hingga kamu tak ingin membaginya padaku?"tanya Teo


Gea semakin dalam membenamkan wajahnya di dada suaminya.


"Aku takut membebanimu Kak"kata Gea


"Katakanlah,atau aku akan memaksamu"titah Teo.


Gea masih terdiam.Teo tahu,pasti hal ini berat bagi istrinya hingga ia memberi Gea waktu untuk berpikir.


Gea mengangkat wajahnya lalu menatap suaminya.Ia tersenyum meski dengan sisa airmata di pipinya.


"Aku hanya merindukan orangtuaku Kak.Ga tau kenapa akhir akhir ini aku sering kepikiran mereka"ungkap Gea.


Deg!.


Hati Teo berdetak cepat.Terasa ada yang menyesakkan dadanya.Ingatannya kembali pada kejadian satu minggu yang lalu.


Flashback


Teo duduk di atas jok motornya di depan kedai makan langganannya.Ia baru pulang kerja dan mampir membeli makanan karena Gea yang memintanya.Istrinya itu mengeluh tak enak badan melalui pesan yang dikirimkannya tadi.


Usai memainkan ponselnya Teo memasukkannya ke kantong celananya.Ia ingin beranjak masuk ke dalam kedai namun matanya menangkap sosok seseorang yang tak asing baginya.


"Permisi"kata Teo.


Wanita yang sedang mengais botol bekas itupun menoleh dan menatap ke arah Teo.


"Ada apa ya?"tanya wanita itu.Terlihat raut sedikit takut di wajahnya.


"Maaf,apa anda bernama ibu Rika?"tanya Teo.

__ADS_1


Wanita itu nampak terkejut melihat laki laki asing di depannya yang mengetahui namanya.


"Anda siapa?"tanya wanita itu sedikit ketakutan.


"Maaf kalo saya membuat anda takut,tapi saya tidak berniat buruk.Kenalkan nama saya Teo"kata Teo seraya mengulurkan tangannya namun wanita itu tak membalasnya.


"Apa saya bisa minta waktunya untuk bicara sebentar saja?"tanya Teo.


"Tapi.."


"Saya janji ga akan lama,dan saya tidak berniat buruk pada anda bu"pinta Teo sedikit memaksa.


Wanita itu mengangguk meski dengan keraguan yang menyertainya.Teo pun bernafas lega dan membawa wanita itu masuk ke dalam kedai setelah sebelumnya menitipkan karung botol bekasnya pada tukang parkir.


Di dalam kedai,Teo mencari tempat duduk yang sedikit menjauh agar pembicaraannya dengan wanita itu lebih leluasa dan tidak mengganggu pengunjung yang lain.


"Silahkan di minum dulu bu"kata Teo seraya menyodorkan minuman ke hadapan wanita itu.


"Sebenarnya siapa kamu dan darimana kamu tahu nama saya?"tanya wanita itu.


"Jadi benar nama ibu Rika?"


Bukannya menjawab Teo malah balik bertanya.


"Darimana kamu tahu?"selidik wanita itu.


"Dari wanita yang sangat saya cintai bu"jawab Teo.


"Siapa?"


"Gea"singkat Teo.


"Gea.."lirihnya.


"Ya,apa ibu mengenalnya?"tanya Teo.


Wanita itu tersenyum kecut.Nampak ada penyesalan dan kesedihan di sorot matanya.


"Dia putriku satu satunya,tapi aku tak tahu apa dia masih menganggapku ibunya atau tidak"katanya dengan mata yang mulai berkaca kaca.


"Kenapa begitu bu?" tanya Teo.Ia ingin mendengar dari mulit wanita itu kenapa ia tega meninggalkan putrinya sendiri.


"Aku meninggalkannya disaat dia masih kecil,bahkan tanpa memberinya kabar.Dan ku dengar ayahnya juga meninggalkannya setelah aku pergi.Mungkin dia membenciku sekarang"ungkap Rika.


"Kenapa ibu pergi?"tanya Teo.


"Karena aku tak sanggup lagi menghadapi sikap ayahnya yang selalu menyakitiku.Ayahnya berselingkuh di belakangku,bukan hanya dengan satu wanita saja.Ia selalu merampas uangku dan memakainya untuk bersenang senang dengan selingkuhannya.Tapi aku menutupi semua itu dari keluargaku karena aku tak ingin ibuku sakit"


"Apa Gea juga tahu masalah itu?"tanya Teo.


Wanita bernama Rika itu menggeleng."Aku bahkan menutupi semuanya dari seluruh keluargaku.Hingga aku tak sanggup lagi dan memutuskan untuk bercerai lalu pergi dari rumahku sendiri"


"Lalu kemana ayah Gea sekarang bu?"tanya Teo.


"Aku tak tahu.Terakhir aku mendengar kabarnya katanya ia menikah lagi dan tinggal di tempat istri barunya"


Geo terdiam mendengarnya.Sungguh ia tak bisa membayangkan bagaimana perasaan istrinya saat itu.Ditambah lagi ia yang juga dulu menyakiti istrinya.Wajar saja jika istrinya begitu membenci pengkhianatan karena luka yang dirasakannya tidaklah sedikit.


"Apa ibu tahu dimana ia tinggal?"tanya Teo.


"Aku tak tahu" jawab wanita itu."Kalo kamu mencarinya,mungkin kamu bisa bertanya pada teman kerjanya dulu"

__ADS_1


Teo hanya mengangguk saja menanggapinya.Secercah harapan terbersit di hatinya.


"Apa kamu temannya Gea?"tanya Rika


Teo tersenyum mendengarnya."Saya suaminya bu,itu artinya saya menantu ibu"jawab Teo


Ibu Rika menatap Teo dengan tatapan yang sulit di artikan,antara terkejut dan tak percaya.


"Benarkah?"tanyanya meyakinkan.


"Iya bu"jawab Teo.Ia lalu mengambil ponselnya dan menunjukkan foto pernikahannya pada wanita yang notabene ibu mertuanya itu.


Ibu Rika yang melihat foto pernikahan putrinya pun terlihat sendu.Ada guratan penyesalan yang tersirat di wajahnya.


"Kapan kalian menikah?"tanya Ibu Rika.


"Sudah hampir dua tahun bu"jawab Teo.


"Bagaimana kabar Gea?"lirih Bu Rika.


"Alhamdulillah Gea dan putri kami baik bu" kata Teo.


"Jadi kalian sudah memiliki anak?"


" Ya,putri kami lahir tak lama setelah kepergian nenek"terang Teo.


Bu Rika terkejut mendengar penuturan Teo.Raut penyesalan itu semakin terlihat jelas.Ternyata banyak hal yang terjadi setelah kepergiaannya.Dan itu menyisakan luka dan penyesalan yang dalam.


"Apa ibu tak merindukan Gea?"tanya Teo.


Mertuanya itu menatap Teo."Ibu mana yang tak merindukan anaknya.Aku sangat merindukannya.Ingin rasanya memeluknya seperti dulu.Tapi kesalahanku terlalu besar pada putriku.Dia pasti menolakku jika aku datang padanya meski kepergiannku karena akupun tak sanggup lagi bertahan dengan ayahnya".


"Kenapa ibu tak menemuinya?"tanya Teo.


"Gea pasti menolakku"lirihnya.


"Apa ibu pernah mendatanginya?"tanya Teo.


Ibu Rika hanya menggeleng saja.


"Jika .ibu tak penah mencoba menemuinya bagaimana bisa ibu mengatakan Gea menolaknya?.Tahukah ibu jika istriku juga merindukan ibu?"kata Teo.


"Benarkah Gea merindukanku?"tanya Bu Rika


"Meski mulutnya tak pernah berkata tapi aku tahu bu jika istriku memendam rasa rindu pada orang tuanya.Bagaimanapun juga ia seorang anak yang butuh kasih sayang orang tuanya" tutur Teo.


Ibu Rika seakan tak percaya dengan ucapan Teo.Tapi ia tak menemukan kebohongan sedikitpun dimatanya.


"Terimakasih telah mengatakannya padaku.Suatu saat nanti jika keadaanku lebih baik aku akan menemui putriku.Untuk saat ini ku titipkan putriku padamu"kata Bu Rika


"Aku akan selalu menjaganya bu"kata Teo.


"Tolong jaga dan jangan sakiti putriku"pinta Bu Rika.


Teo tersenyum mendengarnya."Aku justru pernah menyakitinya bu,tapi saat ini dan seterusnya akan kupastikan Gea bahagia bersamaku"aku Teo.


"Tak akan kubiarkan kesedihan menghampirinya lagi.Akan ku buat ia lupa bagaimana rasanya kesedihan itu".


Bu Rik terharu mendengar pengakuan laki laki di hadapannya itu.Meski ia tak tahu yang sebenarnya tapi ia melihat ketulusan di matanya.


"Terimakasih sudah mencintai dan menjaga putriku dengan begitu besarnya.Semoga kebahagiaan selalu menyertai rumah tangga kalian"

__ADS_1


__ADS_2