
Gea menidurkan putrinya di box bayi.Tanpa ia tahu ternyata Teo sudah menyiapkan semua kebutuhan anaknya.Selama ini ia mengira Teo cuek dengan akan adanya buah hatinya tapi ternyata kenyataannya jauh dari dugaannya.Suaminya itu lebih antusias menyambut kehadiran buah hatinya.Buktinya kamarnya kini sudah disulap penuh dengan semua kebutuhan anaknya.Bahkan banyak juga mainan yang sudah disiapkan oleh ayahnya itu.
Sungguh hal yang sangat membahagiakan dirinya.
"Ngelamunin apa sih?"tanya Teo yang tiba tiba sudah memeluknya dari belakang.
"Ga ngelamun kok,cuma lagi ngeliatin dedek aja"kata Gea.
"Emang dedek kenapa?Dia cantik kok kaya kamu"
"Ga cantik dong kalau kaya aku,aku kan jelek"sela Gea.
"Siapa bilang kamu jelek hmm,kamu itu cantik Gea sayang"
"Masa sih"
"Iya sayang.Maaf kalau selama ini aku belum menyadarinya.Dan aku bahagia karena kamu ngasih kecantikan kamu cuma buat aku"bisik Teo di telinga Gea.
"Hmmm,mulai deh gombalnya"
"Aku ga gombal Ge.Aku hanya mengatakan apa yang aku rasa.Kamu juga tahu kan gimana aku yang kaku ini"
"Iya iya.Maaf.Makasih juga kakak udah mau berubah.Makasih juga atas hadiah istimewanya"
Dahi Teo berkerut mendengar ucapan istrinya."Hadiah apa?"
"Itu!"kata Gea.Ia menunjuk pada pernak pernik bayi yang ada di kamarnya.
"Kamu sudah berjuang untuk melahirkannya ke dunia ini sayang.Dan yang aku persiapkan untuk anak kita itu tidak sebanding dengan pengorbananmu selama ini.Maaf kalau aku baru bisa memberi seperti ini.Ini pasti mengecewakanmu"
Gea berbalik menghadap suaminya.Ditatapnya wajah Teo yang menyiratkan kesedihannya.Sungguh Gea tak ingin melihat wajah suaminya seperti itu.
"Apa aku pernah meminta lebih?"tanya Gea.
__ADS_1
Teo mengangkat wajahnya dan menatap istrinya.Kepalanya hanya menggeleng sebagai jawaban.
"Jangan merasa rendah diri Kak.Aku menerima semua yang kamu beri dengan hati yang lapang.Aku tahu kamu sudah berusaha.Diturutkan pun hati tak akan pernah merasa cukup jika kita tidak bisa mengendalikan diri.Bahagiaku bukan karena seberapa besar kamu memberiku harta,tapi sebagaimana besar caramu mencintai aku dan putrimu.Harta bisa dicari tapi yang kutahu hatimu tak bisa dibeli.Aku berharap di hati ini hanya aku yang akan jadi penghuninya"kata Gea seraya mengusap lembut dada Teo.
Teo memejamkan mata sesaat,menikmati setiap kata dan sentuhan lembut istrinya yang terasa begitu menenangkan.
..."Aku sedang berusaha untuk itu sayang.Meski tak mudah bagiku tapi akan aku berusaha semampuku.Dan jika di perjalanannya nanti aku masih tersesat,tariklah tanganku dan jangan pernah lepaskan.Aku butuh kamu untuk tetap disampingku"...
Gea tersenyum mendengarnya.Ucapan Teo laksana selimut yang mampu menghangatkan hatinya.
"Aku akan menunggu hingga hati ini menjadi milikku sepenuhnya"
"Terimakasih untuk semua kesabaran dan cinta tulusmu"
"Lalu bagaimana dengan cewek itu Kak?Apa kamu sudah menyelesaikannya?"tanya Gea.
"Aku sudah mengatakan padanya untuk mengakhirinya,tapi dia menolaknya.Aku sudah berusaha menjelaskan padanya biar semua ini benar benar berakhir,tapi sahabatmu itu malah mengacaukan semuanya"jelas Teo.
"Isna?Memangnya dia kenapa kak?"tanya Gea.Ia sudah tahu kebenarannya,tapi ia ingin tahu juga bagaimana penjelasan dari suaminya.
Gea terkekeh mendengarnya."Maafin temen aku ya.aku udah bilang ke Isna kok yang sebenarnya jadi dia ga akan nuduh kamu lagi"
"Jadi dia udah cerita ke kamu?"tanya Teo yang dibalas anggukan oleh Gea.
"Rese tu anak.Tahu gitu aku balas siram pake teh tadi"sungut Teo.
"Emang berani?Ntar kalo dia keluarin jurusnya gimana?"
"Paling juga babak belur.Lagian ngeselin banget main siram aja"sungut Teo.
Gea tersenyum manis."Anggap aja itu hadiah karena kakak udah berani pegangan tangan sama wanita lain".
Teo melotot mendengarnya."Aku ga pengangan tangan sayang.Dia yang mau megang tangan aku,tapi aku menolaknya".
__ADS_1
Kini gantian Gea yang mencibirnya.
"Gea sayang,kamu percaya kan sama aku".
Melihat wajah Teo yang memelas membuat Gea tak tega.Ia menganggukkan kepalanya.
"Tapi kalau dia masih mengusikku gimana?.Sepertinya dia tidak terima dengan aku yang lebih memilihmu"cemas Teo.
"Lalu apa kamu masih akan menerimanya?"Gea malah balik tanya.
"Tentu saja tidak.Aku ingin memulai semuanya denganmu tanpa ada yang lain lagi.Hanya ada kita dan anak anak kita dalam kehidupan kita nanti".
"Lalu untuk apa mencemaskan kehadiran orang lain?.Cukup yakinkan dan lindungi hati ini.Aku percaya,kamu bisa untuk itu.Dan jika kamu masih saja mengabaikanku ingatlah bahwa waktu kita hanya satu bulan.Akan bagaimana ke depannya kamu lah penentunya"
"Dan akan aku pastikan hanya ada kamu yang menjadi penghuni hatiku.Bukan hanya untuk bulan ini tapi juga bulan bulan berikutnya hingga hanya kematian yang bisa memisahkan kita.Tetaplah menjadi bintang hatiku yang slalu bisa menerima dan mengerti aku yang serba kekurangan ini".tutur Teo.Matanya menatap dalam ke manik mata Gea.Hingga pada akhirnya bibirnya juga ikut berlabuh di bibir Gea.Ia menyesap dan ********** dengan penuh cinta.
Dengan segenap rasa yang ia miliki Teo ingin mengungkapkannya pada Gea bahwa ia hanya ingin selamanya bersama gadis kesayangannya.Ia akan berusaha sekuatnya untuk mempertahankan penikahannya.Pernikahan yang ia awali dengan keyakinan bahwa ia mampu mencintai Gea meski saat itu hatinya masih menyimpan nama wanita lain.Dan kini ia sedang berusaha mewujudkannya.
Ia tahu dirinya pernah membuat kesalahan berulang kali.Ia paham bahwa ia sendiri yang membuat Gea ingin pergi dari hidupnya.Wanita mana yang mau disakiti terus menerus dengan berbagi hati dengan wanita lain.Pastinya tak akan ada yang mau.Meskipun bergelimang harta pasti juga tak akan mau.Apalagi dirinya yang tak punya apa apa.
Untuk membuat Gea kembali percaya padanya pasti tak akan mudah.Tapi tekadnya sudah bulat.Ia akan berjuang mendapatkan hati Gea kembali.Mengganti segala luka yang pernah ia beri dengan segenap cinta kasihnya.Apalagi sekarang ada Silvi,buah hatinya bersama Gea.Mungkin ia bisa menggunakan Silvi sebagai senjata untuk tetap membuat Gea tetap ada disisinya.Jahat bukan?.Tapi ia sungguh tak ingin putrinya merasakan hidup dengan kasih sayang yang tak lengkap dari orang tuanya nanti.
"Jangan pergi dariku"bisik Teo saat ia masih memeluk Gea dengan begitu eratnya seakan takut kehilangan.Ia ingin Gea bisa merasakan apa yang ia rasa lewat dekapannya.Gea yang membalas pelukannya dengan begitu erat sedikit menenangkan hatinya.Setidaknya cinta Gea yang tulus akan memudahkan jalannya.
"Never.Kecuali kamu yang memintaku untuk pergi aku tak akan bisa pergi darimu.Hati ini sudah terikat padamu".
Ungkapan Gea menambah semangat dalam diri Teo.Semangat untuk kembali berjuang meriah cinta sang pemilik hatinya.Yeah,Gea is the sweet heart owner.
...****************...
Haaiiiiii semuanyaaa,,,,
Kembali lagi ya sama pejuang receh yang satu ini.Jangan lupa like comment and vote nya yaah,,apalagi hadiahnya,,boleeehhh bangeeett,,biar makin semangat buat update yaa,,makasih juga buat semua dukungannya,,
__ADS_1
Jempolmu semangatkuuhh,,,
See you next,,