Mencinta Tanpa Batas

Mencinta Tanpa Batas
Kesempatan Dari Istri


__ADS_3

Teo melepas pelukan Gea yang terasa begitu hangat baginya.Diraihnya jemari Gea dalam genggamannya dan dikecupnya.


"Sekali lagi maaf Ge untuk semua luka yang kamu rasakan.Ijinkan aku mengobatinya dan menggantinya dengan kebahagiaan"pinta Teo.Bagaimanapun caranya ia tak akan melepas Gea dari sisi hidupnya.


*Aku tak yakin dengan semua janjimu Kak"


Lihatlah,bahkan istrinya sendiri sudah meragukan janjinya.Pertanda bahwa hati Gea benar benar terluka olehnya.


"Beri aku kesempatan untuk memperbaiki hubungan kita Gea.Tolong,sekali lagi.Jika pada akhirnya aku kembali kalah,aku tak akan menahanmu lagi"


Berat...


Begitu berat bagi Teo mengucapkannya.Tapi akhirnya ia harus berkata seperti itu demi tetap bersama gadis kesayangannya.


Gea menarik nafas dalam.Ditatapnya suaminya dengan sorot mata penuh keraguan.Sungguh,ia tak ingin terluka lagi di kemudian hari.Karena bukan hanya sekali suaminya itu berjanji lalu mengingkarinya.Menoreh luka yang berlapis lapis di hatinya.


"Satu kesempatan lagi Kak,dan jika kau mengingkarinya lagi maka bersiaplah untuk pergi dari sini"kata Gea pelan.


Teo tersenyum bahagia mendengar ucapan Gea.Rasanya tak ada yang bisa menggambarkan perasaannya saat ini.


"Satu bulan.Satu bulan ini mari jalani hari dengan saling terbuka.Dan dalam satu bulan itu aku minta semua urusanmu dengan wanita itu berakhir juga.Jika dalam satu bulan itu aku tahu semua tentang wanita itu masih bersamamu maka kau harus meninggalkan rumah ini dengan menandatangani surat perceraian kita"kata Gea tegas.


"Apa ini ancaman buatku?"tanya Teo.


Gea tersenyum miris dan menggeleng.


"Bukan ancaman,lebih tepatnya komitmen.Kau sendiri yang dulu berjanji akan mengakhiri semua tentang wanita itu.Tapi nyatanya slalu kau ingkari janjimu dan membawa wanita itu dalam lingkaran rumahtangga kita.Akupun hanya ingin menjaga hatiku agar aku tak terluka lebih dalam lagi jika memang aku benar benar kenilanganmu nantinya.Apa kau keberatan dengan komitmen ini?"tanya Gea.


Teo menggeleng dengan tatapan mata yang tak teralih dari wajah istrinya.


*Aku akan menerimanya Gea.Ini semua sudah menjadi konsekuensi yang harus aku terima.Terima kasih atas semua kesempatan yang kamu beri untukku.Jangan pernah lelah mengingatkanku yang bodoh ini"ujar Teo.


"Dan jangan pernah menyiakannya karena setelah ini tak akan ada kesempatan lagi"tambah Gea.


Teo mengangguk."Terimakasih atas semua cinta tulusmu.Aku yang bodoh dan hina begitu beruntung memiliki wanita hebat sepertimu".


Teo menarik dagu Gea dengan lembut.Dibawanya Gea untuk menatapnya.Ditangkupnya wajah Gea dengan kedua tangannya lalu dikecupnya setiap inchi wajah istrinya.Berakhir dengan sebuah kecupan lembut di bibir Gea dan membawanya dalam pelukannya.


Keduanya hening dalam pelukan.Hanya ingin merasakan pelukan yang selama ini hilang antara keduanya.Mencoba menyalurkan kasih sayang yang terlewatkan dengan sia sia.

__ADS_1


Teo yang bahagia dengan penerimaan Gea.Tak ada yang bisa menggambarkan hatinya kini.Rasa syukur yang membuncah membuat senyumnya terlihat begitu manis.Dan ia bertekad tak akan lagi memberi celah bagi orang asing untuk mengusik kehidupannya bersama Gea dan anaknya nanti.Ia berjanji pada diri sendiri untuk menghapus luka yang selama ini ia beri pada istrinya dan menggantinya dengan seluruh nafas kehidupannya.


Berbeda dengan Teo,Gea seakan masih bimbang dengan keputusannya.Ia memang masih mencintai suaminya,tapi ia pun juga takut kembali terluka.Tapi ia berharap jesempatan yang ia beri kali ini akan membawa hasil yang berbeda.Bukan lagi penghianatan melainkan kebahagiaann.Semoga Teonya tak lagi berulah.Mari jalani satu bulan ini dengan saling terbuka agar tak ada lagi yang namanya pertengkaran karena hadirnya orang ketiga.


"Kapan kau akan selesaikan masalahmu dengan wanita itu Kak?"tanya Gea disela pelukannya.


"Kapanpun kamu mengijinkannya,aku akan segera menyelesaikan urusanku dengannya.Setelahnya aku ingin fokus menjagamu menghadapi masa kelahiran anak kita".jawab Teo.


*Selesaikanlah segera,aku tak ingin masih ada yang mengganjal hubungan kita"titah Gea.


"Apa kamu mengijinkan aku bertemu dengannya?"tanya Teo hati hati,tak ingin membuat istrinya kembali curiga."Aku tak akan pergi jika kamu tak mengijinkannya"


"Lalu bagaimana kau menyelesaikan urusanmu?"selidik Gea.


"Bisa lewat telepon kan"kata Teo.


Gea berfikir sejenak.


"Ini menyangkut urusan hati.Temui dia dan selesaikan semuanya secepatnya"final Gea sedikit mengalah.


"Kamu ikut ya"pinta Teo.Ia tak ingin istrinya kembali mencurigainya.Tapi Gea menolaknya.


"Iya,aku akan selalu mengingatnya karena aku tak ingin lagi kehilanganmu.Terimakasih atas kepercayaanmu padaku.Dan terimakasih tak menghakimiku seperti yang lainnya"ungkap Teo tulus.


"Lalu gimana dengan Anton Kak,apa kalian baik baik saja?"tanya Gea.


Gaya bicara Gea yang kembali lembut membuat Teo tersenyum bahagia.Geanya memang istimewa.Hatinya selalu penuh kelembutan.


"Saat ini memang agak jauh.Semoga nanti setelah urusanku dengan pacarnya selesai bisa baik lagi seperti dulu".jawab Teo.


"Jangan lupa pacarnya itu selingkuhanmu"dengus Gea.


Teo terkekeh mendengarnya.Ada nada cemburu dalam ucapan istrinya itu.


"Tapi pacar halalku ini lebih istimewa dari dia yang kamu bilang selingkuhanku.Dan aku bahagia karenanya"


Dahi Gea berkerut mendengar ucapan suaminya,membuat Teo mengusap dahinya pelan dan mengecupnya singkat.


"Aku bahagia kalau kamu cemburu kaya tadi.Aku ngerasa dicintai dan dihargai.Dan cuma kamu yang tulus sama aku"jujur Teo.

__ADS_1


Gea berdecak karenanya."Receh tau ga".


"Biarin,aku memang ga bisa romantis kan dari dulu"


"Iya,udah gitu kaku lagi kaya kanebo dijemur sebulan"sahut Gea.


"Gapapa,yang penting,,,"


Gea mengankat alisnya mendengar ucapan Teo yang menggantung.


"Yang penting apa?tanya Gea tak sabar.


"Yang penting...aku cinta kamu"


Gea menunduk mendengar kata kata Teo tapi bibirnya mengulum senyum.Jangan lupakan wajahnya yang sedikit memerah karena ia bahagia sekaligus malu mendengarnya.


Sedetik...


Dua detik...


Tiga detik...


Teo menikmati wajah istrinya yang merona.Hatinya bahagia bisa melihat istrinya kembali tersenyum.Dan ia tak lagi ingin kehilangan senyuman yang baginya teramat manis itu.


Jemarinya tergerak meraih dagu istrinya,membawa mata keduanya untuk saling bertatapan.Dibelainya wajah cantik istrinya dengan lembut.Wajah yang selalu memberinya ketenangan.Wajah yang hanya menampilkan kecantikannya pada dirinya seorang.Dan berakhir dengan ******* lembut di bibir kenyal nan manis milik Gea.


Cukup lama keduanya tenggelam dalam ciuman panjang.Bukan ciuman panas yang berbalut hasrat melainkan ciuman dalam yang menyalurkan cinta kasih keduanya.


"Maaf kalo aku lancang"ucap Teo setelah melepas ciuman keduanya.


"Ga ada yang salah karena Kakak memang masih berhak atasku"kata Gea.


"Dan akan aku buat hanya aku yang berhak atasmu"balas Teo."Karena aku tak ingin kehilanganmu dan membiarkan kamu pergi dari sisiku"lanjutnya.


Gea tersenyum manis mendengarnya."Semoga terwujud semua keinginanmu.Akan aku tunggu perjuanganmu untuk kembali mendapatkanku"


Teo tersenyum dan mengangguk dengan kata "pasti" yang keluar dari bibirnya.Kali ini ia tak akan mengulang kesalahan untuk yang kesekian kalinya.Ia tak akan membiarkan Gea nya berlalu dari sisinya dan menapaki hidupnya sendirian.


Tak akan lagi ia lepaskan cinta Gea dari genggamannya.Cinta tulus yang selama ini menguatkannya tanpa ia sadari.

__ADS_1


__ADS_2