Mencinta Tanpa Batas

Mencinta Tanpa Batas
Anak Lo Aman


__ADS_3

Sepeninggal Isna Gea termenung sendirian.Jujur dari hati yang terdalam ia merasa kesepian.Tiada anak apalagi suaminya kini entah dimana.


Dalam sepinya rumah yang tiada penghuni lain selain dirinya sendiri Gea memikirkan langkah apa yang akan ia ambil selanjutnya.Dari hati yang terdalam sungguh ia tak ingin ada perpisahan antara ia dan Teo.Karena menurutnya,masalah yang ada datangnya dari orang ketiga.Ia dan Teo hanya sama sama terbakar emosi saja.


Pada akhirnya Gea justru memutuskan untuk menemui Reihan,biang dari permasalahannya dan Teo.Ia sungguh tak menyangka seorang teman yang ia anggap baik sampai tega berbuat sejauh itu.Demi apa?.Mungkinkah demi memisahkan ia dan suaminya?.Bukankah di pertemuan terakhir bersama suaminya dulu temannya itu juga mengatakan akan melupakan Gea,lalu apa arti dari semua yang saat ini terjadi?.Hanya sekadar prank ataukah memang sudah terencanakan?.


"Semoga ini menjadi jalan terbaik bagiku dan Kak Teo"gumam Gea.


Mengingat nama suaminya,sungguh hatinya masih terasa perih.Namun ia mencoba menekan perasaannya.Bisa jadi suaminya juga jauh lebih perih saat melihat foto itu.Tapi benar kata Isna,masih ada Silvi yang harus ia pikirkan.Ia tak ingin Silvi menjalani hidup sebagai anak yang kurang kasih sayang seperti yang ia rasakan dulu.


...----------------...


Sementara di ruko.


Teo masih terus saja menatapi foto Gea yang ia simpan di dompetnya dengan airmata yang masih membasahi pipi.Biarlah ia dikatakan sebagai pria cengeng ia tak peduli.Hakikatnya ia juga tetaplah manusia yang punya hati dan perasaan.Gea adalah wanita yang telah berhasil merubah hidupnya.Gea adalah rumahnya tempat ia kembali meski kesalahan berulang kali ia lakukan.Gea juga yang telah mengajarkannya arti berjuang hidup hingga ia merasa lebih berguna menjalani hidupnya.


Tapi kini ia disini,di tempat ini sendiri.


Tempat yang seharusnya menjadi sumber kebahagiaan istrinya nyatanya malah menjadi tempat pengungsian bagi dirinya sendiri.


Di tempat ini,harusnya ia masuk bersama senyum dan tawa indah sang istri,namun nyatanya ia masuk sendirian bersimbah airmata.


Tempat ini harusnya menjadi bagian terindah kisah hidupnya bersama Gea,namun nyatanya menjadi awal perpisahannya dengan Gea.


"Aku harus segera nyari kontrakan lagi.Aku berjanji hanya sebentar saja disini.Apa aku bisa kembali lagi ke kontrakan yang dulu?"gumam Teo.


"Nanti saja aku hubungi ibu kontrakan yang dulu.Sekarang yang lebih penting adalah bagaimana caranya aku mempertahankan pernikahan ini.Aku tak kan pernah membiarkan Gea lepas dari pelukanku,apalagi hanya karena seorang Reihan"


Pusing memikirkan keadaan rumah tangganya tanpa sadar Teo tertidur di lantai ruko hanya beralaskan tikar.Hingga bunyi ketukan pintu yang semakin kencang membuatnya terbangun karena kaget.

__ADS_1


"Siapa sih bertamu ga tepat waktu gini"umpat Teo.


Teo berdecak malas sesaat setelah membuka pintu ruko.Dua wajah yang tak ingin ia jumpai saat ini justru sudah ada di depan matanya.Ya,saat ini Isna dan Dika yang sedang bertamu atau lebih tepatnya pasti akan menghakiminya.Ia tahu bagaimana kerasnya kedua orang itu jika itu berkaitan dengan Gea.Namun wajahnya berubah berbinar saat melihat bayi di gendongan Isna.


"Assalamualaikum"kata Dika.


"Waalaikumsalam"kata Teo lalu mempersilahkan keduanya masuk lalu ia meminta putrinya dari gendongan Isna.


Isna yang berjalan di belakang suaminya mengamati sekeliling ruko itu.Tidak terlalu besar,namun melihat tata ruangnya,tempat ini begitu indah.Dan pasti butuh dana yang tidak sedikit untuk bisa memiliki tempat ini.


"Ayah kangen dek"lirih Teo seraya menciumi putrinya berulang kali.


"Kangen anaknya apa kangen bundanya?"tanya Dika.


"Dua duanya lah,mereka begitu berharga dalam hidup gue"jawab Teo.


"Trus kenapa malah sekarang disini?"tanya Dika lagi.


"Kenapa ga coba bujuk Gea?"cecar Isna.


"Karena aku sadar diri.Aku bisa sampai di titik ini juga atas dukungan Gea.Tapi hanya karena terbawa emosi sesaat aku sampai mengatakan hal yang begitu buruk pada Gea.Wajar kalo Gea marah dan kecewa.Saat ini aku hanya memberinya waktu untuk menenangkan diri karena aku tahu pasti Gea juga sama sepertiku, tak akan pernah menginginkan perpisahan antara kami"tutur Teo panjang lebar.


"Seyakin itu?"tanya Dika.


"Ya,dan aku akan berjuang untuk tetap mempertahankan semuanya bagaimanapun caranya"tegas Teo.


"Saran gue sih mending lo pulang temani Gea,kasihan dia di rumah sendirian.Sementara biar Silvi sama gue ma istri gue"kata Dika


Tapi Teo justru menggeleng.

__ADS_1


"Aku sudah berjanji pada Gea kalo aku ga akan kembali ke rumah itu tanpa ijin Gea"


"What?!Jadi lo milih tetap disini?"tanya Isna


"Ya,hanya sementara waktu.Dan selama itu pula aku akan berusaha meyakinkan Gea"jawab Isna


"Gimana caranya lo meyakinkan Gea sementara lo disini dan Gea dirumah?"cecar Dika


"Meskipun gue disini tapi gue bakal tetep jagain Gea.Ga mungkin gue biarin wanita kesayangan gue sendirian tanpa pengawasan"


"Lo pikir lo siapa?Sultan yang punya pengawal?Apa cenayang?"sarkas Isna


Tapi ucapan Isna hanya di tanggapi senyuman oleh Teo."Tanpa lo ungkit siapa gue,gue akan selalu sadar diri.Orang kaya gue emang ga pantes bagi orang sebaik dan sesempurna Gea.Tapi gue juga akan terus berusaha memantaskan diri untuk tetap di sampingnya.Menjaganya dan memberinya segala kebahagiaan,meski hingga saat ini gue masih saja memberinya luka dan kecewa"kata Teo dengan nada yang lirih di akhir kalimatnya.


Dika menepuk pundak Teo.


"Gue tahu apa yang lo rasa.Laki laki manapun pasti akan terbakar amarah dan cemburu saat ada di posisi lo.Yang penting jangan menyerah dengan keadaan.Gue cuma bisa kasih saran selebihnya terserah lo yang ngejalanin.Yang penting jangan sakiti Gea.Bagaimanapun Gea sudah seperti sodara buat istri gue"kata Dika.


"Thanks,gue pasti lakuin yang terbaik buat Gea.Gue yang dulu emang brengsek,tapi sekarang Gea adalah prioritas dalam hidup gue"balas Teo.


"Trus gimana sama Reihan?"tanya Isna.


"Rencana gue mau nemuin tu orang bareng Gea.Gimana nantinya semua terserah Gea karena Gea yang di jebak.Tapi gue pastiin nantinya tu orang ga bakalan bisa ketemu sama Gea lagi"


"Ya udah terserah lo deh.Sini ponakan gue,sementara lo off dulu sama ponakan gue yang imut ini"


Dika hanya geleng geleng kepala saja dengan tingkah istrinya itu.Aneh dan galak,tapi ia cinta.


"Sabar ya dek,doain ayah biar kita bisa kumpul lagi"kata Teo seraya menyerahkan putrinya ke gendongan Isna meski hatinya terasa berat.

__ADS_1


"Ga usah kawatir.Anak lo aman sama gue.Kalo lo pengen cepet bisa gendong lagi segera urus masalah lo.Kita cuma ga mau lo berdua ga fokus ngurus Silvi karena suasana yang masih terbawa emosi"kata Dika.


"Iya gapapa,gue paham.Makasih buat semuanya.Makasih juga ga ada bogem yang mampir ke wajah gue buat kali ini"kata Teo yang malah dapat delikan dan genggaman tangan yang terkepal erat dari Isna sementara sang suami hanya diam dengan senyuman pepsodent nya.


__ADS_2