Mencinta Tanpa Batas

Mencinta Tanpa Batas
Hama Penganggu


__ADS_3

Pagi ini Teo kembali berkutat di dapur untuk menyiapkan sarapan.Tadinya Gea yang akan memasak namun ia melarangnya.Ia tak ingin kondisi Gea memburuk pasca melahirkan.Selagi Teo mampu melakukannya sendiri ia melarang Gea melakukannya.Sungguh perubahan yang sangat luar biasa.


Tak butuh waktu lama masakannya telah siap.Ia mengambil piring lalu mengisinya dengan nasi beserta sayur dan lauknya.Tak lupa ia juga membuat segelas susu untuk Gea.Setelah siap ia membawanya ke kamar.Ia memang melarang Gea banyak bergerak agar pemulihannya lebih cepat.


Setibanya di kamar ia melihat Gea keluar dari kamar mandi dengan wajah meringis.


"Kamu kenapa Ge?"tanya setelah meletakkan makanan di meja dan menghampiri istrinya.


"Aku tadi kepleset di kamar mandi Kak"cicit Gea.


Helaan nafas terdengar dari mulut Teo.Ia lalu membopong Gea dan membawanya ke ranjang mereka.Ia melakukannya dengan hati hati seakan takut menyakiti istrinya.


"Apanya yang sakit?"tanya Teo.


"Ga ada Kak,cuma bekas jahitannya kemarin sedikit ngilu aja.Nanti juga ilang sendiri"terang Gea.


Kini Teo mendudukkan dirinya di belakang istrinya.Ia melepas handuk yang membungkus kepala Gea dan mengeringkan rambut istrinya dengan lembut.


"Biar aku sendiri Kak"tolak Gea dengan lembut.


"Udah diem jangan bawel"


Setelah dirasa cukup kering Teo menyisir rambut Gea.Ia juga memakaikan jepit.


"Cantik"ujarnya membuat Gea tersipu malu.


"Makasih Kak"


Kini gantian sepiring nasi yang ada di tangan Teo.Ia pindah duduk di hadapan istrinya dan menyuapi Gea.


"Kak aku bisa sendiri"


"Oke,habis sarapan jangan lupa minum obat ya"kata Teo membuat Gea mengangguk patuh.


Sementara Gea makan Teo menghampiri putrinya.Ternyata putrinya juga sudah bangun dari tidurnya.Ia lalu menyiapkan pakaian putrinya sebelum memandikannya.Kemaren ia sudah di ajari cara memandikan putrinya oleh Mba Santi hingga ia kini bisa melakukannya.


Tak lama putri cantiknya itu sudah cantik dan wangi.Teo menggendong purrinya mendekat pada Gea yang sudah selesai sarapan.


"Udah minum obatnya?"tanya Teo.


"Udah Kak"


Teo menyerahkan Silvi ke dalam gendongan Gea karena memang sudah waktunya putrinya itu mengAsi.Lalu ia kembali duduk di belakang istrinya.Ia memeluk dua wanita kesayangannya itu.Bahkan ia harus menelan salivanya saat Gea mengeluarkan gundukan kenyalnya untuk menyusui putrinya.Putih mulus dan semakin montok membuat hasratnya terpancing seketika.Tapi ia masih harus menahannya hingga sebulan ke depan.


"Jangan dihabisin dek,sisain buat ayah"katanya.

__ADS_1


Gea terkekeh mendengarnya."Pengen ya?"godanya.


"Boleh ga sih yang sebelahnya buat aku?"tanya Teo.Tanpa menunggu jawaban Gea ia sudah mengeluarkan gundukan istrinya yang menganggur dari wadahnya dan meremasnya dengan lembut.


"Kak,nanti kamu on gimana?"tanya Gea.


"Udah on dari tadi sayang"lirih Teo.Bahkan kini ia sudah menduselkan wajahnya di leher Gea dan menciumi hingga menimbulkan rasa geli bagi Gea.Tapi Gea tak bisa menghindarinya karena sebelah tangan Teo juga memeluknya dengan begitu posesif.Gea meringis saat merasakan lehernya dihisap dengan kuat berulang kali.Pasti akan meninggalkan bekas.


"Kak,udah ya"kata Gea.


"Kamu nolak aku?"tanya Teo sedikit kesal.


"Bukan nolak Kak,tapi kan emang belum boleh buat sebulan ke depan.Aku ga mau kamu tersiksa dengan menahannya nanti"terang Gea.


"Iya deh"kata Teo seraya menutup kembali gundukan


yang tadi dimainkannya."Peluk aja boleh ya buat ngademinnya"pintanya yang langsung di iyakan oleh istrinya.


"Kamu tambah seksi aja sih Ge"kata Teo.


"Masa sih Kak,bukannya tambah melar ya"balas Gea.


"Ga melar kok,tapi tambah montok.Bikin aku ga tahan"


"Icip lagi ya"


Gea menggeplak lengan Teo yang masih memeluknya dengan kesal.


"Canda Gea,segitunya sih sama suami sendiri juga"


"Habisnya kamu juga gitu"kesal Gea.


"Gitu gimana sayang,kan aku bilang apa adanya.Habis melahirkan kamu itu tambah montok dan seksi,buat aku jadi pengen cepet cepet makan kamu"


"Ngomong gitu lagi aku tonjok nih"ancam Gea.


Teo terkekeh melihat kekesalan Gea.Bibir Gea yang manyun membuatnya tak tahan untuk mengecupnya.


"Jangan memancingku sayang,bisa bisa nanti aku benar benar memakanmu".


.


.


.

__ADS_1


Gea menidurkan putrinya di box bayi setelah kenyang menyusu.


Ia bermaksud mencari suaminya keluar kamar namun dering ponsel suaminya terdengar nyaring.Dan wajahnya berubah masam saat tahu siapa yang menghubungi suaminya.


Belum sempat ia menjawab panggilan itu sudah berhenti dan berganti dengan pesan masuk.


"Teo aku ga terima kamu putusin aku.Aku bakal dapetin kamu lagi"


Rasanya Gea ingin membanting ponsel suaminya saat itu juga.


"Gatel banget sih,ga capek apa jadi pelakor,Gangguin suami orang mulu"sungutnya.


"Kenapa sih marah marah?"tanya Teo yang tiba tiba sudah masuk ke kamar.


"Itu pacar kamu telpon lagi"sewot Gea.


Teo mendekati istrinya dengan bibir tersenyum.Ia mencium aroma cemburu dari kesayangannya itu.


"Pacar aku itu kamu sayang"kata Teo seraya menampilkan senyum manisnya.


"Ga usah senyum senyum,seneng banget ya dapet telpon dari mantan"sengit Gea.Ia bahkan melempar ponsel Teo dengan marahnya hingga menimbulkan bunti yang nyaring.


Melihat kesayangannya sudah mode naik level Teo pun segera siaga.Ia menarik tangan Gea yang akan berlalu hingga berbalik menempel di dadanya lalu menahan pinggangnya dengan kuat.


"Udah marah marahnya?"tanya Teo selembut mungkin.Tapi Ge hanya melengos tak mau menatapnya.


"Aku bahagia kalau kamu cemburu kaya gini.Tapi aku juga ga suka kalau kamu marah marah.Kan aku udah bilang kalau aku ga mau mikirin dia lagi.Dia udah berlalu dari hidup aku.Sekarang cuma ada kamu sama putri kita"


Gea menunduk mendengarnya.Ia sadar ia sudah salah tempat untuk marah marah.


"Maaf,tapi ga tau kenapa aku selalu kesel saat dia masih ganggu kamu"cicit Gea.


"Gapapa Gea.Aku sadar kesalahan aku memang bukan hal mudah untuk dilupakan".


Gea menatap suaminya dengan penuh rasa bersalah.Ia merasa sudah berlebihan meluapkan amarahnya.


"Kakak mau temuin dia lagi?Selesein semuanya segera kak,biar ga kaya gini terus"kata Gea.


"Kamu tahu kan giman reaksinya.Dia sendiri yang mau berakhir.Aku sudah menganggapnya berlalu tapi dia ga terima".


"Trus gimana sekarang?"tanya Gea.


"Aku mau temui dia,tapi sama kamu ya.Besok kalau kamu sudah pulih kita temui bareng bareng.Biar dia tahu kalau dia juga harus mengakhiri semua ini.Aku ga mau kita salah paham terus hanya karena masalah ini"


Gea mengangguk sebagai jawaban.Mungkin ia harus menahan sedikit egonya juga untuk menyelamatkan rumah tangganya dari hama uget uget pengganggu yang tak lelah meneror suaminya.

__ADS_1


__ADS_2