Mencinta Tanpa Batas

Mencinta Tanpa Batas
Prahara


__ADS_3

Malam semakin beranjak tanpa disadari baik oleh para pria maupun wanita.Obrolan tanpa kejelasan masih juga terus berlangsung.Memanfaatkan waktu sebaik mungkin karena belum tentu bisa berkumpul lagi dalam waktu dekat dengan formasi lengkap seperti ini.


"Jadi ngasih kejutan malam ini Te?"tanya Anton.Sedang yang ditanya hanya menganggukkan kepala saja.


"Kejutan apa?"tanya Viko yang sudah


penasaran.


"Hadiah istimewa buat orang yang spesial"kata Adi


Anton menepuk pundak Teo perlahan."Semoga sukses bro dan ke depannya tak ada lagi yang mengusik rumah tangga kalian"


"Aamiin"yang lainnya serempak mengaminkan ucapan Anton.


"Mau bubar sekarang?"tanya Adi


"Bentar lagi lah,jarang jarang kan kita ngumpul gini"kata Viko.


Canda tawa kembali tercipta antara mereka hingga ponsel Teo yang berdering nyaring menghentikannya.


Satu nomor tak dikenal memanggil namun belum sempat Teo menjawabnya sudah berakhir lebih dulu berganti dengan sebuah pesan yang masuk.


Teo membuka pesan itu dengan santai.Ia pikir itu adalah pesan ga penting dari operator seluler.Perlahan ia membukanya.Seketika itu juga air mukanya berubah.Rahangnya terlihat mengeras dengan tangan yang menggenggam ponselnya kuat kuat.


"Brengsek!"umpatnya dengan penuh amarah.


"Kenapa Te?"tanya Anton.Ia yakin sesuatu telah mengusik sahabatnya itu.Tapi yang ditanya hanya diam dengan wajah semakin merah padam.


Tanpa kata Teo bangkit dari duduknya lalu mendekati pelayan kafe.Lalu kembali duduk menyendiri jauh dari kawan kawannya.Sesaat kemudian pelayan datang membawa sebotol anggur merah yang langsung ditenggak oleh Teo.Kawan kawannya yang melihatnya segera menghampiri.


"Te,apa apaan ini?"sergah Anton yang berusaha mengambil botol minuman itu dari tangan Teo.Namun diluar dugaannya Teo mendorongnya dengan keras hingga ia terjerembab ke belakang.Beruntung Adi dengan cepat menangkapnya hingga tak sampai terjatuh di lantai.

__ADS_1


"Te,lo kenapa sih?Kalo ada masalah bilang sama kita"kata Viko.


Teo tak menggubrisnya.Ia masih saja menenggak anggur merahnya tanpa peduli pada kepanikan sahabatnya.


Sementara di sisi para wanita.


"Ge,itu suami kamu kenapa"kata Avika seraya menunjuk ke arah para pria mereka.


Gea menatap ke arah suaminya.Matanya membeliak seketika saat melihat suaminya menenggak anggur merah langsung dari botolnya.


"Kak Teo"desisnya.


Gea segera bangkit dan menghampiri suaminya.Ia menerobos para pria yang berdiri di belakang suaminya.


"Kak Teo"serunya seraya meraih tangan suaminya Namun di luar dugaannya Teo tak menanggapinya.Gea berusaha meraih botol yang dipegang suaminya namun Teo justru mendorongnya dengan keras hingga ia terjatuh.Semua yang melihatnya pun begitu terkejut.Ada apa dengan Teo?.


"Apa ini bukti janjimu padaku Kak?Kau sendiri yang berjanji untuk tak menyentuh minuman itu lagi,tapi kau juga mengingkarinya"kata Gea seraya berdiri dan mendekati suaminya.Ketegangan yang terjadi membuat Riri dan Avika juga ikut mendekat.


"Janji?Jangan pernah mengungkit janji jika nyatanya kau sendiri tak bisa menjaga janjimu"sarkas Teo.


Dahi Gea berkerut mendengar ucapan Teo.


"Janji mana yang tak bisa ku jaga?Kau sendiri tahu semua tentangku"balas Gea.


"Munafik.Apa kau pikir aku akan mengatakannya jika aku tak mengetahuinya?"balas Teo tak kalah keras dan membuat Gea ikut terbawa emosi.Bagaimana tidak,suaminya sendiri seakan tak percaya padanya sedangkan selama ini ia selalu mengatakan apapun tentangnya pada suaminya.


"Jika begitu katakan padaku,hal mana yang membuatku menjadi munafik di matamu"tantang Gea.


Teo tersenyum sinis.Ia mengambil ponselnya dan melemparnya ke hadapan Gea.


"Buka matamu dan berhenti membohongiku"katanya.

__ADS_1


Gea menatap tak percaya pada suaminya itu.Sebisanya ia menahan airmata yang sudah menggenang di pelupuk matanya.Sakit.Hatinya kembali sakit oleh suaminya sendiri.


Gea membungkuk untuk mengambil ponsel Teo yang dilempar padanya tanpa melepas tatapan matanya dari wajah suaminya.Setelah ia menggenggam ponsel itu barulah ia mengalihkan pandangannya.Matanya seketika terbuka lebar saat melihat foto yang ada di ponsel suaminya.Nafasnya seakan berhenti seketika itu juga.Kini ia tahu apa penyebab kemarahan suaminya.Namun hatinya jauh lebih sakit setelah mengetahui penyebab kemarahan suaminya.


Tarikan nafas Gea terdengar berat.Sesaat ia menatap suaminya yang terlihat begitu marah lalu berjalan perlahan mendekatinya.Ia tak peduli jika keributan ia dan suaminya menjadi tontonan banyak orang.


"Jadi ini yang membuatmu marah dan menuduhku membohongimu?"tanya Gea.


"Itu bukan tuduhan melainkan kenyataan dengan bukti yang jelas.Foto itu membuktikan semuanya.Apa kau juga tidur dengannya di belakangku"sarkas Teo.


Plak!


Sebuah tamparan keras menyapu pipi Teo membuat semua yang melihatnya terkejut.Ada apa dengan Gea?Namun tak ada satu pun yang berani menghentikan amarah keduanya.


"Jadi kau lebih percaya foto ini daripada istrimu sendiri?"


Tak ada jawaban dari Teo.Tapi matanya yang menatap Gea masih menyiratkan amarah yang begitu besar.


Melihat suaminya hanya diam membuat Gea menarik nafas dalam dalam seolah ingin menetralisir perasaannya yang entah bagaimana rasanya.


"Baiklah jika kau lebih percaya foto murahan ini daripada istrimu.Tapi kali ini dengarkanlah orang yang kau anggap munafik ini bicara.Bagiku kesetiaan adalah harga mati dalam sebuah pernikahan.Aku tahu bagaimana sakitnya dikhianati hingga aku tak pernah sedikitpun ingin mengkhianatimu.Aku selalu membagi apa yang kurasa padamu apapun itu terlebih jika itu bisa menjadi celah untuk keretakan rumah tangga kita.Selama ini,apa yang tak pernah kau tahu tentangku.Semuanya bahkan kau tahu.Jika aku ingin bermain di belakangmu,itu sudah kulakukan sejak kau tak peduli padaku.Tapi nyatanya aku memilih bertahan denganmu meskipun berkali kali kau menyakitiku karena aku percaya kesetiaanku akan berbuah manis.Aku menerimamu tanpa syarat.Tapi nyatanya itu tak mampu membuka matamu untuk melihat kebenarannya.Kau lebih percaya pada foto murahan ini daripada aku istrimu"


"Jika begini,sia sia sudah semua yang ku pertahankan selama ini.Tak ada gunanya setia yang yang kuberikan.Tapi tunggulah,akan kubawa ke hadapanmu siapa yang telah berani mengusikku.Dan akan ku buktikan jika aku tak seperti tuduhanmu.Dan akan ku pastikan jika foto ini ada bukan karena aku yang mau"


Tanpa di duga,selesai mulutnya berkata Gea membanting ponsel suaminya hingga hancur.Ia lalu berbalik dengan airmata yang sudah mengalir di pipi.Ia menyambar tasnya lalu pergi begitu saja tanpa peduli pada siapapun.


Avika berbalik ingin menyusul Gea namun Adi menahannya.


"Biarkan Gea sendiri dulu.Ia butuh menenangkan diri"kata Adi.


Akhirnya semua hanya memandang kepergian Gea dengan diam.Membawa pemikiran masing masing tentang apa yang sebenarnya terjadi antara Gea dan Teo.Prahara apa ini?

__ADS_1


__ADS_2