
Suasana terlihat semakin ramai saat Gea kembali dari toilet.Formasi komplit pasukan suaminya sudah datang semua.Anton bersama Riri dan Adi terlihat menggandeng Avika teman seprofesi Gea.
"Kenapa lama sekali?"tanya Teo saat Gea sudah kembali duduk disampingnya.
Gea hanya menaikkan kedua alisnya lalu menatap jam yang menempel rapi di dinding ruangan.
"Perasaan ga ada sepuluh menit deh,lama darimananya"kata Gea.
Teo menatap tajam ke arah Gea sementara yang ditatap mengacuhkannya saja membuat wajah Teo memerah menahan kesal.
"Ga usah jutek gitu,istri lo cuma ke toilet bukan ke arab"kata Viko dengan nada meledek.
"Emang kenapa sih?"tanya Adi.
"Tau nih orang kesambet apa"jawab Viko.
Sementara yang jadi topik pembicaraan hanya diam.Wajahnya semakin tertekuk saat melihat Gea ditarik oleh Avika untuk berkumpul bersama para perempuan.
"Perubahan yang luar biasa kan"kata Anton.
"Apanya?"timpal Adi.
"Nih sohib kita yang satu ini.Sekarang udah beda jauh ma yang dulu"kata Anton.
"He em.Dulu cueknya ampun sekarang jadi bucin akut"
"Baguslah berubah jadi lebih baik lagi.Udah punya buntut juga masa masih mau dugem mulu"kata Viko.
"Ga nyangka banget kan,seorang Gea yang cuma cewe sederhana dan polos gitu bisa ngerubah seorang Teo Maradika"kata Adi.
"Apa sih yang istimewa dari Gea?"tanya Viko pada Teo.
"Kenapa emang,mau nikung?"sarkas Teo.
__ADS_1
"Njiiirr,ni orang ya kalo ngomong.Gue masih waras buat jadi pebinor"kesal Viko.
"Ga usah ngomongin Gea,yang ada ntar lo babak belur kaya gue"kata Anton dengan nada setengah meledek.
"Emang kenapa,kepo gue"kata Viko.
"Temen lo ini langsung mode senggol bacok kalo soal istrinya"terang Adi.
"Ga caya gue"kata Viko.
"Nih korbannya masih hidup,di depan lo lagi"kata Adi seraya menunjuk Anton.
"Maksudnya Anton mau nikung lo gitu"tanya Viko seakan tak percaya.
"Bukan nikung,mau tukeran bini"ceplos Adi asal yang langsung mendapat toyoran dari Anton dan Teo.
Dan perkataannya sukses membuat Viko melongo dan kehabisan kata kata.
"Kayanya gue ketinggalan jauh ya selama di Kalimantan"kata Viko."Ada berita apalagi nih"
"Ya karena ngomongin lo sama Gea tu ga akan afa habisnya"balas Adi.
"Padahal kata Riri dulu lo ga pernah sekalipun kaya gini"imbuh Anton.
Teo hanya tersenyum mendengarnya.
"Gue juga ga tau kenapa gue bisa kaya gini sama Gea.Gue takut banget buat kehilangan dia.Apalagi setelah melahirkan malah aura keibuannya semakin kuat terlihat"tutur Teo dengan mata yang menatap ke arah istrinya.Terlihat jelas di matanya pancaran cinta yang begitu besar.
"Emang ada yang mau nikung gitu?Kan Anton juga udah nikah"kata Viko.
Anton yang mendengarnya hanya mendelik kesal."Jangan salah,kalem kalem gitu yang naksir Gea ga tanggung tanggung.Cowo cakep pinter udah mapan lagi.Makanya temen lo satu ini takut di tinggal ma istrinya"terang Anton.
"Wow,berat dong saingannya"kata Viko.
__ADS_1
"Sekarang malah satu kerjaan lagi sama Gea.Tambah cembomur ga tuh"ledek Adi.
"Gimana ceritanya?"kata Viko.Sungguh lelaki satu ini berjiwa perempuan yang suka dengan gosip terbaru.
"Iya lah,lha wong sekarang malah jadi atasannya Gea"
Seketika meledaklah tawa Viko.Beruntung mereka ada di pojokan hingga tawa Viko tak mengusik pengunjung yang lain.
"Gue yakin ni orang pasti tiap jam chat istrinya"
Teo hanya tersenyum kecut mendengar tawa sahabatnya.Ia tak marah karena memang seperti itu adanya.
"Tapi sohib kita satu ini hebat juga.Dia masih baik baik saja saat rival terberatnya satu ruangan sama istrinya setiap hari.Kalo gue pasti idah gue samperin trus gue bikin perkedel"timpal Anton.
"Sebenarnya gue juga sempet ga bisa nahan diri.Tapi gue sadar gue belum bisa ngasih nafkah yang layak buat anak ma istri gue.Makanya gue ngalah dulu sama keadaan.Gue biarin Gea tetep kerja disana sampai semuanya siap"terang Teo.
"Lagian gue percaya sama Gea.Gue yakin dia ga akan bermain di belakang gue karena setau gue dia bukan wanita seperti itu.Kesetiaan itu prinsipnya dalam sebuah ikatan pernikahan.Dia tahu rasanya dikhianati hingga dia ga mungkin ngelakuin hal bodoh kaya gitu"tambah Teo.
"Tapi ada baiknya juga lo waspada.Gea juga terlalu baik orangnya.Bisa jadi ada yang memanfaatkan kebaikannya juga"timpal Viko.
"Bener kata Viko Te.Lo juga perlu waspada.Lo bisa percaya pada Gea,tapi lo juga ga boleh abai sama keadaan.Terkadang orang yang menyakiti kita adalah orang terdekat kita"imbuh Anton.
"Nah,bener tuh.Jangan sampai lo kecolongan.Bukannya kita nakut nakutin tapi waspada juga perlu.Si Vika pernah cerita ke gue sih,katanya dia pernah lihat atasan Gea itu mandangin Gea sampe ga kedip gitu.Ga tau juga kan kalo dia kerja disitu dengan maksud lain juga"kata Adi.
Teo menghela nafas berat.
"Gea juga sering cerita kalo si Reihan sering banget mandangin dia sampe lama gitu.Gea juga ngerasa ga nyaman.Sebenarnya Gea juga pengen resign,tapi gue yang minta dia buat bertahan dulu sebentar lagi.Ini juga berat buat gue.Tapi dengan keadaan Gea yang kaya gitu gue percaya kalo Gea ga mungkin macem macem dibelakang gue"
Yah,mau bagaimanapun ini tetaplah berat untuk Teo.Membiarkan istrinya dekat dengan seseorang yang sewaktu waktu bisa saja mengancam rumah tangganya.Saat ini ia hanya bisa mencoba percaya pada istrinya hingga waktu yang dinantikannya tiba dan ia bisa menjauhkan istri tercintanya dari perkara yang sudah membuat istrinya merasa tak nyaman lagi.
Percayalah...
Dan tunggulah...
__ADS_1
Waktu itu tak akan lama lagi.Bertahanlah sebentar lagi meski ini semua terasa begitu menyakiti hati dan perasaan.