Mencinta Tanpa Batas

Mencinta Tanpa Batas
The Best Women


__ADS_3

Teo sudah menunggu Reihan selama lima belas menit,tapi yang mengajaknya ketemu justru belum menampakkan batang hidungnya.Es kopi yang di pesannya pun sudah berkurang setengahnya hingga ia mendengus kesal karena lama menunggu.


"Laki tapi jam karet"dengus Teo.


Matanya tertuju ke arah pintu masuk namun yang terlihat justru duo sahabatnya yang masuk dengan cengengesan.Dan mereka bukannya menemani Teo yang sendirian tapi malah memilih tempat duduk yang cukup jauh dari Teo.Seolah mereka tak mengenal Teo sama sekali.


"Sory lama nunggunya,ada masalah sedikit tadi"kata Reihan yang tiba tiba sudah ada di depan Teo.


Teo berdecak kesal."Lo yang ngajak ketemuan tapi lo juga yang molor"


"Sory,tadi bener bener ada masalah yang penting"kata Reihan.


Teo hanya mengangguk meski hatinya merasa dongkol.Bahkan ia juga memesankan minuman untuk Reihan.Setidaknya ia bukan orang tak punya hati yang tega membiarkan lawan bicaranya merasakan tenggorokannya kekeringan.


"Ada apa?"tanya Teo setelah cukup lama membiarkan Reihan menikmati minumannya.


Reihan terlihat menghela nafas sebelum bicara.


"Aku minta maaf"


"Untuk?"


"Untuk semuanya yang telah terjadi.Aku yang udah jebak Gea"kata Reihan dengan bibir yang bergetar.Bagaimanapun mengakui kesalahan itu tidak mudah,butuh jiwa yang besar.


"Jadi lo udah nyentuh istri gue"kata Teo dengan rahang yang mengeras.Seburuk apapun dirinya ia tetap tak rela kesayangannya disentuh orang lain.


"Maaf,tapi aku hanya sebatas memeluknya tidak lebih"sanggah Reihan.


"Kau bahkan juga mencium wanitaku"sarkas Teo.Ia menekankan kata wanitaku seolah ingin menunjukkan kepemilikannya atas Gea.


"Maaf,sekali lagi maaf"kata Reihan dengan penuh penyesalan.


Teo menghempaskan nafas kasar.Sejenak ia ingin meluapkan amarah yang membara dalam dada tapi sekelebat bayangan Gea melintas.Bukan amarah yang Gea ingini.Istrinya hanya ingin ia menjadi pribadi yang lebih bisa mengontrol emosi.


"Untuk apa kau melakukannya?"tanya Teo setelah amarahnya mereda.

__ADS_1


Reihan yang mendengarnya seketika mendongak menatap Teo.Ia tak mengira Teo bertanya seperti itu.Ia pikir Teo akan marah marah padanya.


"Karena aku mencintai Gea"lirih Reihan.


Sungguh...


Jika suasana mengijinkan ingin rasanya Teo menghajar lelaki di depannya ini yang dengan tak tahu malunya mengatakan cinta kepada seorang istri di depan suaminya.


"Sejak kapan?"


Lagi lagi Reihan menatap heran pada pria di hadapannya itu.


"Sejak masih sekolah dulu.Tapi aku tak berani mengatakannya.Hingga aku pergi selama beberapa tahun dan aku kembali berharap Gea masih sendiri.Namun aku terlambat,Gea ternyata telah menikah denganmu"tutur Reihan.


"Apa gue sama Gea punya salah sama lo sampe lo setega itu?"


Reihan hanya menggeleng saja.


"Kamu sama Gea ga ada salah.Disini akulah yang salah.Aku mencintai Gea tanpa melihat kebenaran hingga akhirnya obsesi yang menguasaiku"


"Lalu mau lo sekarang apa?"tanya Teo.


"Kenapa harus ketemu gue?"


"Gea bilang yang paling tersakiti itu kamu.Katanya kamu udah menyiapkan sesuatu buat Gea tapi semua hancur berantakan karena ulahku"jelas Reihan.


Teo tersenyum masam mendengar ucapan Reihan.Bayangan kejadian di malam itu membayang kembali,dimana ia bertengkar hebat dengan istrinya.


"Ya,apa yang udah lama gue rancang untuk Gea berantakan dalam sekejap mata.Harusnya itu menjadi hadiah yang selama ini Gea impikan"kata Teo dengan wajah yang sendu.


"Maaf,aku sadar yang sudah kulakukan banyak menyakitimu juga Gea.Apa yang harus aku lakukan untuk mendapatkan maaf kalian.Tolong aku tak ingin dibayangi perasaan bersalah"


"Ingin rasanya gue hajar lo saat itu juga.Tapi gue sadar itu tak akan merubah keadaan,justru keadaan akan lebih buruk lagi.Gue sama istri gue sama sama dibalut amarah hingga mengedepankan emosi yang memicu pertengkaran hebat malam itu"


Reihan semakin tertunduk dalam.Rasa rasanya akan sulit untuk mendapatkan maaf Gea dan suaminya.

__ADS_1


"Tapi gue makasih juga sama lo.Karna jebakan yang lo buat,gue sama Gea semakin menyadari kalo kita ga bisa berjauhan.Hingga akhirnya kami bisa menekan ego dan berusaha untuk lebih mengerti satu sama lain.Meski kecewa gue makasih banget sama lo"kata Teo panjang lebar.


Reihan menatap Teo dengan pandangan yang berbeda.Pria di hadapannya ini memang terlihat urakan,namun ia tak menyangka ternyata Teo punya pemikiran yang dalam.Ia tak melihat permasalahan hanya dari sudut pandangnya saja.Pantas saja jika Gea tak mau berjauhan dengannya.


"Pantas Gea ga mau jauh darimu"kata Reihan.


"Kenapa?"


"Cara berpikir kamu beda.Kalo orang lain yang ada di posisimu mungkin sudah menghajarku hingga babak belur tapi kamu bahkan tak menyentuhku sedikitpun.Jarang ada orang yang bisa menjaga diri sekuat itu"kata Reihan.


"Pengennya juga gitu,sekalian olahraga.Tapi itu ga akan merubah keadaan.Lagi pula seburuk apapun itu jika Tuhan menghendaki pasti akan terjadi meskipun kita menghalanginya dengan berbagai cara.Yang jelas gue makasih benget sama lo"kata Teo.


"Apa itu artinya kamu sama Gea maafin aku?"


Teo mengangguk dengan pelan.


"Asal ke depannya lo ga buat ulah lagi sama gue ma istri gue.Kata Gea lo itu orangnya pinter,sayang kalo kepinteran lo salah tempat.Gue aja pengen bisa pinter kaya lo,sayang gue ga punya kesempatan untuk itu"kata Teo.


Reihan menaikkan kedua alisnya mendengar penuturan Teo."Tapi kamu jauh lebih baik dariku"


Teo tersenyum kecut.


"Baik apanya,banyak yang bilang gue urakan,gue begajulan tukang mabok.Banyak predikat buruk yang orang kasih ke gue jadi kalo lo mikir gue baik lo salah"ujar Teo.


"Gea ga mungkin mau sama kamu kalo kamu bukan orang baik"sanggah Reihan.


"Itulah Gea.Bersamanya gue bisa jadi lebih baik dari sebelumnya.Dia ga pernah sedikitpun mengguruiku,tapi dia selalu menunjukkan mana yang lebih baik.Gea the best women in my life after my mother"


"Jalan kalian pasti ga mudah"


"Jangan tanya lagi.Masalah datang bertubi tubi,tapi gue komitmen sama Gea,sebesar apapun masalah yang ada ga boleh ada yang pergi.Marah boleh tapi ga boleh ada yang meninggalkan"


"Salut sama kalian.Sekali lagi maaf kalo aku pernah mengusik kalian.Semoga kalian selalu bahagia"kata Teo.


Akhirnya dengan berbesar hati Reihan berusaha ikhlas melepas cinta lamanya.Ia yakin Teo jauh lebih mampu membahagiakan Gea daripada dirinya.

__ADS_1


"Aamiin.Yang lalu biarkan saja.Anggap aja itu sebuah ujian buat gue ma Gea.Gue yakin suatu saat nanti lo pasti bisa dapatkan wanita yang jauh lebih baik dari Gea"kata Teo


Reihan hanya tersenyum mendengarnya.Semoga saja.Wanita yang baik itu segera hadir di hidupnya agar ia juga bisa merasakan nikmatnya cinta dalam ikatan yang suci.


__ADS_2