
Sementara itu di rumah.
"Maksud lo apa sih nyati suami gue terus?"
Emosi Gea memuncak hingga ia menggunakan kata lo gue yang selama ini tak pernah keluar dari mulutnya.Kali ini ucapan Riri benar benar mengganggunya meskipun hanya lewat panggilan suara.
"Gue mau ngomong sama Teo.Lo budek apa gimana sih?".Suara Riri di seberang terdengar sewot.
Bahkan Gea sampai menghela nafas dan mengucap istighfar berulang kali untuk meredam emosinya.
"Denger baik baik ya.Di jam segini itu Teo kerja.Dia ga mau bawa jape karena ga mau lo gangguin terus.Kalo lo masih ga percaya sama omongan gue,lo telpon aja pacar lo Anton.Lo tanya sama dia dimana Teo.Itupun kalo lo masih punya harga diri buat nanyain suami orang sama pacar lo"
Puas mengeluarkan uneg unegnya,Gea langsung mengakhiri panggilannya secara sepihak dan langsung menonaktivkan ponsel suaminya.
Ia geram dengan wanita bernama Riri itu.
"Kok ada ya cewek setega itu.Ga punya hati banget"umpatnya.
Tapi bukannya mereda,Riri malah kembali menghubunginya.Kali ini ke nomor Gea membuat Gea merutukinya.
Merasa wanita itu akan terus mengganggunya,Gea memutuskan untuk kembali menjawab panggilan itu.
"Apalagi?"tanya Gea malas.
"Please gue pengen ngomong sama Teo"
"Telfon aja Anton kalo mau ngomong sama Teo sekarang"
"Gue ga akan berenti telpon sampai lo ngebiarin gue ngomong sama Teo"
Bener bener gila!pikir Gea.
"Ya silahkan kalo lo ga punya kerjaan.Gue sih tinggal silent hapenya trus masukin aja ke laci.Palingan ntar maghrib Teo juga baru pulang.Lakuin aja kalo lo ga capek"balas Gea.
"Pokoknya gue mau nunggu sampe bisa ngomong sama Teo.Sampai maghrib gapapa gue tungguin"
"Serah lo"
Gea benar benar lelah diteror terus terusan.Ia tak lagi peduli jikw memang Teo akan kembali pada kisah lamanya meski ada rasa tak rela dihatinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Lagi lagi Teo harus bersabar kala menghadapi istrinya yang kini berubah emosian.
Sejak pulang kerja tadi Teo mendapati istrinya terus saja mengomel.Bahkan Silvi yang masih bayi pun terkena omelannya.
Teo hanya berdiri dengan tubuh bersender di lemari pakaiannya.Matanya terus memperhatikan Gea yang berjalan seperti setrikaan dengan mulut yang tak berhenti mencerocos.
Saat Gea melintas di hadapannya Teo segera menarik tangannya hingga jatuh ke dadanya.Secepat kilat ia melabuhkan bibir di bibir ranum Gea.Ia ********** dengan lembut.
__ADS_1
Gea memukuli dada suaminya saat bibir keduanya terlepas.
"Iihh,main sosor aja"sungut Gea.
"Suka suka lah,ini bibir kan punyaku"sahut Teo santai .
Gea mencibir mendengarnya.
"Kenapa sih ini bibir ngomel terus dari tadi.Ada apa?"tanya Teo dengan lembutnya.
Gea menghela nafas kesal"Ga papa kok"katanya seraya menundukkan kepalanya.
"Kenapa ga mau cerita sama aku?"tanya Teo.
"Cuma masalah kecil kok,nanti juga hilang sendiri"balas Gea.
"Sekecil apapun masalahnya,ayo kita bicara dan saling terbuka.Jangan biarkan masalah menjadi celah antara kita"
Baru saja Gea ingin membuka suara untuk membalas ucapan suaminya namun dering ponsel menghentikannya.
Dengan segera ia melepas pelukan Teo dan mengambil ponselnya.
Helaan nafas berat terdengar dari mulutnya.Iapun kembali menghampiri suaminya.
Tangannya terulur memberikan ponselnya membuat Teo berkerut dahinya.
"Ada yang pengen ngomong sama kamu"ketus Gea
"Lihat aja sendiri"
Dengan sedikit kasar Gea meletakkan hapenya di tangan suaminya.Namun lagi lagi Teo menariknya ke dalam pelukannya.
"Siapa yang sudah mengusikmu?"tanya Teo.Suaranya kini berubah serius.
Dering ponsel yang tadi berhenti kini terdengar lagi.Teo tersenyum masam.Kini ia tahu apa yang membuat istrinya uring uringan dari tadi.
"Apa ini yang membuatmu marah marah?"tanya Teo dengan nada yang kembali melembut.
Vea berpaling tak mau menatap wajah suaminya "Dia pengen ngomong sama kamu"
"Kenapa ga kamu yang jawab?Kan aku udah bilang kamu boleh ngomong apa aja sama dia"balas Teo.
"Aku udah bilang kalo kamu ga mau ngomong lagi sama dia.Aku juga udah bilang kalo mau ngomong sama kamu telpon Anton aja tapi dia ga mau percaya.Dikira aq sabotase ponsel kamu.Aku sebel sampai hape kamu aku matiin,tapi dia malah neror ke nomor aku"terang Gea.
"Aku capek digangguin mulu sampe aku bilang telpon aja habis maghrib kalo mau ngomong sama kamu"
Teo menghela nafas panjang.Bagaimanapun ia tak bisa menyalahkan istrinya.
"Kamu mau aku ngomong sama dia?"tanya Teo.
__ADS_1
"Trus aku harus gimana kak?Kalo ditanya aku ga rela.Aku ini istrimu.Aku juga cemburu kalo ada yang mengusikmu.Tapi aku bisa apa?.Aku juga capek diteror terus kaya gini"jelas Gea.Matanya sudah kembali berkaca kaca.
Teo merengkuh Gea semakin dalam.Ia tahu istrinya pasti kecewa.Tapi ia juga harus bisa mengakhiri apa yang mengusik rumah tangganya.
"Kita hadapi sama sama ya"kata Teo.
"Kakak aja yang ngomong sama dia".
Gea berusaha melepas pelukannya saat ponsel Teo kembali berdering untuk ke sekian kalinya.Namun Teo membalikkan badannya hingga ia memeluk istrinya dati belakang.
Ia menjawab panggilan lalu menyalakan loudspeaker hingga Gea juga bisa mendengarnya.
"Halo Assalamualaikum"kata Teo.
"Teo akhirnya kamu menjawab telponku.Kenapa susah dihubungi sih?Apa istri jelekmu itu menyita ponselmu?"cerocos dari seberang.
Airmuka Teo seketika berubah mendengarnya.Sungguh ia tak terima ada yang mengolok istrinya
"Bukan Gea yang menyita ponselku,tapi aku yang memberikan ponselku padanya"
"Kenapa?Kamu diancam?"
Suara dari seberang masih saja terdengar seperti suara kereta api,panjang dan berisik.
"Apapun alasannya lo ga perlu tahu.Sekali lagi gue tegasin,jangan lagi ganggu rumah tangga gue,jangan ganggu istri gue.Kisah kita sudah selesai.Dan maaf atas semua yang telah terjadi"kata Teo.
"Lo berubah Teo.Apa karena wanita itu?Ingat Teo,dia itu ga pantes buat lo!"
Teo meradang mendengar apa yang diucapkan Riri.
"Lebih ga pantes kalo gue masih aja nanggepin lo.Dan asal lo tahu,wanita yang lo bilang ga pantes itu istri sah gue.Dia yang selalu ada saat gue jatuh dan terpuruk.Dia juga yang mau nerima gue tulus apa adanya.Dan dia adalah ibu dari anak gue".
"Jadi jangan pernah lo nilai istri gue dengan mata lo yang ga pernah tahu apa yang sebenarnya.Apa lo lupa kalo dulu lo juga yang ninggalin gue?Lo sama orang tua lo sendiri yang bilang gue ga akan bisa ngebahagiain lo karena gue cuma orang kampung yang miskin.Lalu apa yang sekarang lo lakuin?"
"Lo nyari nyari gue seakan akan gue ga bisa move on dari lo.Nyatanya gue bahagia disini.Gue punya istri yang selalu tulus dan terima gue apa adanya.Dan itu belum tentu gue dapet dari lo.Jadi tolong berhenti usik gue karena apapun yang terjadi gue ga akan ninggalin ataupun berpaling dari wanita gue"
Panjang lebar Teo mengatakan apa yang ia rasa lalu ia mematikan sambungan telponnya.
"Cobalah untuk percaya padaku.Sebanyak apapun dan seindah apapun godaan diluar sana aku hanya ingin selalu bersamamu sampai kita menua bersama"lirih Teo ditelinga Gea.
Sebuah kecupan lembut penuh cinta menjadi pelebur amarah yang melanda di jiwa.
Bukan rumah tangga namanya bila tak ada ujian dan cobaan.
Namun cinta yang kuat akan membuatnya tak hancur di dera uji dan coba.
...****************...
Haiii para reader,author lagi oleng nih,bantu dengan like dan komen ya biar semangat lagi.
__ADS_1
See u next episode and thank you,,,