
Pagi ini Gea sudah bisa beraktivitas di dapur.Seminggu setelah melahirkan ia merasa lebih baik.Tak tahan rasanya kalau hanya berbaring dan duduk saja.Meskipun ia juga mengurus putrinya tapi ia memang tak terbiasa berleha leha.Kurang gerak rasanya badannya menjadi kaku dan pegal pegal.
"Sayang ngapain pagi pagi udah di dapur"tanya Teo yang tiba tiba datang dan memeluk pinggangnya dari samping.
"Masak Kak,aku bosen rebahan terus"sahut Gea.
"Biar aku aja ya,kamu balik ke kamar istirahat"titah Teo.
Gea cemberut karenanya."Aku udah pulih Kak,aku ga sakit kronis"
"Yang bilang kamu sakit siapa?Aku cuma nyuruh kamu istirahat sayang"kekeh Teo.
Gea mendengus kesal.Ia menghentikan aktivitasnya memotong wortel lalu berbalik menghadap suaminya dengan pinggang yang masih ditahan suaminya.Sungguh menjengkelkan.Setelah semalam membuat kacau pikirannya kini suaminya juga melarangnya beraktivitas.
"Nyebelin"sungutnya.
Teo tertawa kecil mendengar gerutuan istrinya.Sungguh ia senang melihat istrinya seperti ini.Bagaimanapun ia sudah bertekad untuk mengembalikan kebahagiaan istrinya.
"Mau masak apa emangnya?"tanya Teo lembut.Sungguh,memperjuangkan cinta istrinya membuatnya menjadi sosok yang penuh kelembutan.Tapi itu hanya akan terjadi dihadapan Gea.Di luaran sana ia tetaplah menjadi Teo yang kaku dan tertutup.
"Pengen sop ayam,kayanya seger"
"Aku masakin aja ya"bujuk Teo.
Gea langsung berdecak kesal mendengarnya."Aku tu bosen Kak rebahan terus"
"Yang nyuruh kamu rebahan siapa?"tanya Teo.
Mata Gea mendelik mendengarnya."Amnesia?Trus yang tadi bilang kamu balik ke kamar aja siapa?"
"Ya udah,kamu temenin aku masak aja"
Tak mau ada penawaran lagi Teo membopong Gea dan mendudukkannya di meja dapur.Kini kedua tangannya mengurung tubuh istrinya.
"Tapi bagi semangatnya dulu"kata Teo.Ia menatap wajah istrinya dengan tatapan penuh cinta.
"Semangat apa?"bingung Gea.Sungguh ia tak paham dengan ucapan suaminya.
Teo menatap mata Gea,lalu beralih ke bibir ranum istrinya.Meski ragu kini ia mendekatkan bibirnya ke bibir Gea hingga menempel dengan sempurna.
Merasa tak ada penolakan dari istrinya tangan kanannya tergerak untuk menahan tengkuk Gea hingga ciuman keduanya semakin dalam.Teo terus menelusuri setiap sudut mulut istrinya seolah meluapkan segenap kerinduannya.Sedikitpun tak ada yang ia lewatkan.Sementara Gea memejamkan kedua matanya menikmati sentuhan bibir suaminya yang begitu lembut dan manis ia rasakan.
Teo melepas tautan bibirnya saat keduanya kehabisan nafas.
"Manis"puji Teo yang membuat Gea tersipu malu.
__ADS_1
Kini Teo dengan semangatnya melanjutkan masaknya dengan Gea yang memperhatikannya.Ia melihat kelihaian suaminya dalam memasak.Hidup lama di perantauan memang mengharuskan Teo untuk bisa memasak agar lebih menghemat biaya hidupnya.Kini terbukti dengan masakan Teo yang memang selalu lebih enak daripada masakannya Gea.
Disela menunggu sop nya matang Teo mengambil sebuah gelas.Ia menyeduh susu untuk kesayangannya lalu menyerahkannya pada Gea.
"Segelas susu penuh cinta buat Geaku yang manis"
Senyum Gea merekah mendengarnya.Kekesalannya sedikit demi sedikit meluntur seiring sikap romantis yang diberikan suaminya.Meskipun masih takut untuk kembali menyerahkan hatinya.
"Gombal"
"Engga tuh"balas Teo.
"Trus?"
"Hmm apa ya?"
"Apa?"tuntut Gea.
"Tau ah"kata Teo.
"Idiiih"
"Tapi kamu suka kan?"tanya Teo dengan alis yang naik turun.
"Udah ah,aku mau mandi"kata Gea seraya turun dari meja.Ingatkan posisinya memang masih duduk di atas meja dapur.
Saat ia berlalu disamping Teo,tangan besar suaminya meraih pinggangnya.
"Makasih cantikku,i love you"bisiknya lembut di telinga Gea.Ia lalu melepas Gea dan kembali memasak seolah tak pernah terjadi apa apa.Padahal ia sudah membuat jantung Gea bekerja lebih cepat.Entah mengapa perlakuan manis Teo selalu membuatnya berdebar debar.
......................
Usai bersiap untuk berangkat kerja Teo menghampiri dua wanitanya yang sudah sama sama cantik dan wangi.
"Jadi malas berangkat kerja kalau gini"keluh Teo yang masih memeluk dua bidadarinya itu.
"Kenapa?"tanya Gea heran.
"Ga rela ninggalin wanitaku yang makin cantik ini"
Gea tertawa kecil mendengarnya."Jadi kemaren kemaren aku ga cantik gitu?"
"Cantik sayang,tapi aku kan belum sadar.Dan sekarang kamu makin cantik juga seksi"tutur Teo.Ia semakin erat memeluk istrinya,padahal sudah waktunya berangkat kerja.
"Oh iya Kak,ini"kata Gea seraya menyerahkan ponsel milik Teo.
__ADS_1
"Kamu aja yang pegang.Kalau ada apa apa kabari aja lewat Anton"tolak Teo.
"Tapi dia ngechat terus"kata Gea.
"Aku ga bisa buat dia berhenti ganggu aku sayang,karenanya aku memilih ga pegang hape.Aku sedang memperjuangkanmu dan aku ga mau membuat celah antara kita semakin besar.Kamu mau ngomong apa aja sama dia terserah.Aku percaya kamu wanita cerdas yang baik dan jauh lebih bijak dalam menghadapi masalah ini"tutur Teo.
"Aku berangkat ya,kamu jangan lupa sarapan ya.Udah aku siapin semuanya di meja tadi"kata Teo.
"Anak ayah jangan rewel ya sama bunda.Ayah kerja dulu,jagain bunda ya"katanya seraya mencium pipi gembul putrinya itu.Selanjutnya bibir dan kening Gea yang menjadi pelabuhan terakhir ciumannya.
Sepeninggal suaminya Gea menidurkan putrinya di box bayi.Ia meninggalkannya sebentar untuk sarapan.Kali ini masakan suaminya benar benar menggugah seleranya.Ada sop ayam sesuai permintaannya tadi.Ditambah dengan tahu tempe goreng dan sambal terasi.Ada juga kerupuk sebagai pelengkapnya.Sungguh sangat pengertian suaminya kali ini.
Usai sarapan Gea kembali ke kamar.Dan lagi lagi ia mendapati ponsel suaminya berdering.Masih juga dari nomor yang sama.
"Halo Assalamualaikum"sapanya setelah menggeser tombol berwarna hijau.
"Teo nya mana?"
Gea menghela nafas mendengar suara dari seberang.Bukannya menjawab salam malah nanyain suami orang.
"Kak Teo kerja"balas Gea.Meski merasa kesal ia mencoba tetap tenang.
"Bohong!Sengaja kan lo biar gue ga bisa ngomong sama Teo,makanya lo bawa hapenya Teo"
Gea tersenyum miring mendengarnya.
"Engga tuh.Teo sendiri yang ga mau bawa hapenya.Dia bilang males digangguin mulu sama orang ga jelas jadi hapenya dikasih ke istrinya"sanggah Gea.
"Halah,mana mau lo ngaku.Harusnya lo tu sadar diri.Teo itu ga cinta sama lo"
Amarah Gea tersulut dengan perkataan dari seberang,dari seorang Riri.
"Yang harusnya sadar diri tu lo.Lo itu pelakor.Lo yang gangguin suami gue.Kalo lo ngerasa suami gue masih cinta sama lo,lo tanya aja sama orangnya.Masih cinta ga dia sama lo.Oh ya satu lagi,jadi wanita itu jangan murahan.Jaga harga diri lo"sarkas Gea.Ia lalu mematikan sambungan telepon dan melempar ponsel suaminya ke sembarang arah.
Gea marah kesal dan sakit hati.Menghadapi masalah dengan tema pelakor memang sungguh menguras emosi.Membuat amarahnya mendidih beulangkali.
"Rasanya tu cewe ga bisa dibilangin baik baik"kesalnya.
Pelakor oh pelakor.
Ingin rasanya Gea memberikan secangkir kopi beecampur sianida pada tu cewe biar sekalian hilang dari muka bumi ini,bukan hanya dari hidup suaminya.
Tapi Gea takut dosa.
Kalau ga dosa pasti sudah dilakukannya dari dulu.
__ADS_1