
Di tempat kerja Teo.
Teo baru saja bergabung dengan teman temannya yang sudah lebih dulu berkumpul sejak masuk jam istirahat tadi.Hal yang biasa mereka lakukan saat melepas lelah.Tak lupa seteko es teh selalu menjadi minuman favorit karena kini mereka sudah jarang menyentuh alkohol.
"Udah makan Te?"tanya Anton saat Teo duduk di sampingnya.
"Udah barusan"singkat Teo."Kalian udah belom?"
"Belom,masih nunggu gofood datang"jawab Adi.
"Tau gitu bareng sekalian"kata Teo.
"Emang ga dibawain bekal sama nyonya?"tanya Adi heran.
"Dibawain sih,tapi kan makan bareng bareng lebih enak"jawab Teo.
"Teo kok ga bawa bekal.Ga lihat apa nyonya nya aja super perhatian.Tuh keliatan sekarang lebih terawat"kata Anton.
Teo terkekeh mendengarnya.Dan ia juga mengakuinya.Semenjak bersama Gea ia memang lebih terawat.
"Makanya buruan nikah biar ada yang ngurusin"kata Teo.
"Belom ada yang mau tu sama Adi"kelakar Anton.
Mereka tertawa mendengarnya.Sementara Adi mencibir karenanya.
"Otewe dulu lah nyari calon istri"kata Adi.
"Dari dulu oete terus,kapan sampainya?"
"Lebaran kucing kali baru nyampai.Otewe baru tiga hari,paling lama seminggu juga udah balik jomblo lagi"ledek Teo.
"Sialan lo.Cariin napa jangan bisanya cuma pada ngledek"sungut Adi.
"Baru tau gue seorang playboy minta dicariin bini"kata Anton.
Maka terjadilah ledek meledek pada Adi yang menjadi bulian teman seprofesinya itu.
Tak lama Anton mengeluarkan sebuah kartu dari dalam tasnya.
"Ini buat kalian.Jangan lupa datang"kata Anton
__ADS_1
"Secepat ini?"tanya Teo saat tau itu adalah undangan pernikahan Anton dan Riri.
"Yah,kalah cepat dong gue"seru Adi.
"Niat baik kan ga boleh ditunda tunda.Kemaren pas mama sama papa gue ke rumah Riri orang tua Riri minta secepatnya.Jadi sekalian aja ditentukan tanggalnya sama ortu gue juga"terang Anton.
"Hahaha,kaget dong"sela Adi.
Anton hanya mengangguk."Riri yang ngasih tau juga sih.Dia denger sendiri kalau orang tuanya maunya langsung cepet.Katanya biar gue ga jadi nikah sama Riri"
"Ternyata masih belum berubah"ujar Teo.
"Trus ortu lo gimana reaksinya?"tanya Adi.
"Ya gue ceritain aja semuanya biar mereka juga ga nyalahin Riri.Sampai akhirnya mereka juga langsung mau nentuin tanggal.Mereka juga bilang habis nikah gue harus ngajak Riri tinggal dirumah biar ga ditekan terus sama ortunya"terang Anton.
"Lebih baik emang gitu.Ntar kalo masih tinggal sama ortunya Riri pasti akan ada banyak masalah selagi mereka masih kaya gitu"kata Adi.
"Tapi..sori ya...Riri udah ga ganggu lo sama Gea kan Te?"tanya Adi ragu
Teo tersenyum mendengarnya.
"Alhamdulillah udah engga.Pawangnya aja hebat kaya gini,mana bisa gangguin gue sama Gea lagi"kata Teo seraya menepuk bahu Anton.
"Engga lah.Buat gue itu pengalaman masa lalu aja.Ke depannya ada Gea sama Silvi yang harus gue perjuangkan"
"Lagian Riri juga udah berubah.Selama balik sama gue Riri ga pernah lagi tu nyinggung soal itu.Bahkan sekarang malah semakin bergantung sama gue"tambah Anton.
"Lihat kalian bahagia sama pasangan mupeng hue jadinya.Pengen buruan nikah juga"sedih Adi.
"Nyari calon lah.Diem aja mana bisa"sela Teo.
"Katanya dulu pengen deketin Avika buat dijadiin calon istri.Nyatanya baru digertak dikit aja udah melempem"ledek Anton.
"Avika siapa?"tanya Teo.
"Temennya bini lo"terang Anton.
"Yang temen kerja Gea itu?"tanya Teo memastikan dan Anton pun mengangguk.
"Minder gue ngedeketin Vika.Dia itu kalem kaya Gea,tapi lebih galak.Baru kenalan aja cueknya kaya gitu"keluh Adi.
__ADS_1
"Perjuangin lah,gitu aja nyerah.Menurut gue cocok tuh sama lo yang petakilan gini.Siapa tau aja ntar lo ketularan kalem"
Adi hanya memutar bola matanya malas mendengar bulian teman temannya.Mereka tak tahu saja gimana galaknya Avika saat ia mengajaknya berkenalan dulu.
Tapi mendengar ucapan teman temannya entah mengapa membuatnya justru merasa rindu pada Avika.Hingga tanpa sepengatahuan yang lain ia mengambil ponsel dan mengirim pesan pada Avika.
"Masalah ruko gimana Te?"tanya Anton
"Alhamdulillah udah beres.Makasih ya atas bantuan kalian"ucap Teo.
"Mau langsung dipake buat jualan?"tanya Adi.
"Rencana mau gue renovasi dulu baru buka buat jualan.Kalian tahu sendiri kan gimana keuangan gue.Ini aja gue masih hutang banyak sama kalian"kata Teo.
"Santai aja"kata Adi.
"Tapi gue salut sama lo.Sekarang lo bener bener berubah.Baru setahunan lo nikah sama Gea lo udah bisa beli ruko sendiri.Padahal pas bujang kerja bertahun tahun aja ga punya tabungan"
kata Anton.
Teo tersenyum mendengarnya.
"Gue cuma pengen ngasih apa yang di inginkan Gea.Dulu nenek pernah cerita kalau Gea pengen beli toko di area itu tapi tabungannya malah habis di bobol nyokapnya.Gea kecewa banget trus jadi pendiam dan tertutup.Makanya gue pengen ngasih itu buat Gea"terang Teo.
"Jadi buka warung makan?"tanya Adi.
"Itu terserah Gea mau gimana nantinya.Yang penting tempatnya gue siapin dulu.Paling kalo ga warung makan ya toko kue soalnya keinginan Gea antara itu"
"Emang Gea udah tahu?"tanya Anton.
Teo menggeleng."Gue pengen kasih kejutan buat Dia.Sekalian nambahin modal buat ngisi tokonya nanti.Kalian juga jangan kasih tau Gea dulu.Kalau bocor ke istri gue berarti kalian tersangkanya"
"Kemaren ditawari modalnya sekalian ga mau"kata Adi.
"Kalau gue ambil modal sekalian namanya gue ga berjuang.Ini aja kan minjem kalian udah 20 juta lebih"
"Ya terserah lo aja gimans baiknya.Kalau butuh bantuan tinggal bilang ke kita aja"kata Anton.
"Thanks ya kalian selalu bantuin gue.Gue ga tau harus makasih ke kalian dengan cara apa.Kalian orang orang berduit tapi masih mau bantu gue yang miskin,yang ga punya apa apa"
Anton menepuk bahu Teo pelan."Slow aja.Kita ini sodara.Semoga kita tetep sodara sampe nanti dimanapun kita berada"
__ADS_1
"Jangan lupa balikin modalnya ke gue"sela Adi yang langsung mendapat toyoran dari Teo dan Anton.Meski begitu tak ada yang marah antara mereka.Bahkan selanjutnya mereka masih terlibat pembicaraan yang terus berlanjut sampai waktu istirahat mereka habis dan harus kembali bekerja.