Mencinta Tanpa Batas

Mencinta Tanpa Batas
Bertemu Ibu


__ADS_3

Usai menidurkan putrinya di box bayi Gea melangkah keluat kamar.Netranya menyusuri setiap sudut rumah dan menemukan suaminya duduk termenung di depan tv.Sepertinya raganya disana namun pikirannya entah dimana.


Gea melangkah mendekat pada suaminya.Bibirnya lirih menyebut nama suaminya namun yang punya nama hanya diam.Lebih tepatnya tak mendengar karena angannya kini entah memikirkan apa.


"Kak"seru Gea seraya menyentuh tangan suaminya.


Seketika Teo menoleh dan menatap pada istrinya.


"Apa marah?"tanya Gea selembut mungkin.


"Marah kenapa?"balas Teo datar.Nada bicaranya semakin meyakinkan Gea bahwa ada kata katanya yang melukai perasaan sang suami.


"Maafkan aku"lirih Gea dengan suara tertahan.


"Tak ada yang salah,kenapa minta maaf"balas Teo.Ia menarik nafas sejenak sebelum melanjutkan.


"Masa laluku yang buruk tak mungkin bisa menghapus pandangan orang terhadapku meski aku tak lagi seperti dulu"


Gea tercenung mendengar penuturan Teo.Benar dugaannya,perkataannya tadi mengusik perasaan suaminya.Ia segera duduk disamping suaminya dan memeluknya erat.Meski Teo hanya diam tanpa membalas pelukannya,Gea tak sedikitpun mengendurkannya.


"Apa kau juga menyesal memilih bersamaku,hidup denganku yang begitu penuh keburukan dan kehinaan.Aku memang tak menjanjikan keindahan dan kemewahan,apalagi kebahagiaan"


"Aku hanya manusia biasa yang cuma bisa membuatmu kecewa dan menderita"


Ucapan terakhir Teo mampu membuat jantung Gea terasa tertusuk.Meski Teo berucap dengan pelan namun tersirat luka yang begitu besar.Sudut matanya bahkan sudah membasah.


Cukup lama Gea menunggu suaminya melanjutkan ungkapan hatinya namun hanya ada keheningan.Ia pun melepas pelukannya dan meluruh dihadapan suaminya dengan kepalanya yang ia jatuhkan di pangkuan suaminya.


"Maaf kalo perkataanku menyakiti perasaanmu.Sedikitpun aku tak bermaksud seperti itu.Jujur aku hanya takut untuk kehilangan.Aku takut Kak Teo meninggalkanku demi yang lain,hanya itulah yang paling aku takuti saat ini"


"Setelah semua yang kita lewati bersama,aku semakin menyayangi dan membutuhkanmu.Kau yang begitu sempurna,apalagi sekarang mulai mapan membuatku merasa rendah diri.Bisa saja suatu saat nanti kau pergi dariku dan mencari yang lebih sempurna dariku.Jika itu terjadi lalu bagaimana denganku dan anakku.Sungguh hanya itu yang selalu menghantuiku jika ada yang kau sembunyikan di belakangku"


Merasa tak ada respon dari suaminya Gea mengangkat kepalanya untuk melihat suaminya.Kini pandangan keduanya beradu karena Teo juga tengah menatapnya.Lewat mata mereka seolah saling bicara apa yang mereka rasakan.


Perlahan Teo menghapus airmata yang mengalir di pipi istrinya.Ia membawa Gea duduk didepannya dan mendekapnya.


"Bisakah untuk tak berfikir buruk lagi tentangku?Buanglah bayang bayang masa lalu itu.Bagiku tak ada lagi yang harus aku perjuangkan dan aku bahagiakan selain istri dan anakku.Kebahagiaan kalianlah yang kini jadi prioritasku.Tolong pahami itu"ujar Teo.


"Maafkan aku Kak"balas Gea lirih.


"Percayalah,aku hanya sedang memperjuangkam kebahagiaanmu"kata Teo.


"Tapi.."

__ADS_1


Meski Teo telah menjelaskannya secara gamblang perasaan Gea masih saja menggantung.Pasalnya matanya melihat pesan dari Adi secara langsung.


Belum sempat Teo membalas perkataan istrinya ponselnya berdering kencang.Panggilan masuk dari Adi.


"Halo"kata Teo.


Entah apa yang dimatakan Adi,raut wajah Teo seketika itu juga berubah.Ada kekhawatiran yang terlihat membuat Gea semakin takut.


Usai panggilan berakhir Teo menatap istrinya yang melihatnya dengan tatapan penuh tanya juga rasa curiga.


"Ganti pakaianmu dan bersiaplah sekarang jika kau ingin jawaban dari semua kecurigaanmu.Jika kali ini masih tak mau pergi,jangan salahkan aku bila kau kecewa lagi nantinya"titah Teo.


,,ppp


Ucapan Teo memang pelan tapi penuh dengan nada perintah membuat Gea langsung beranjak ke kamarnya.


Tanpa banyak suara Teo membawa Gea pergi setelah menitipkan Silvi pada Mba Santi karena tak mungkin membawa putrinya keluar malam malam.


Teo menghentikan motornya di depan sebuah cafe.Di depan pintu masuk terlihat Adi sudah menunggunya.


Teo menggenggam tangan Gea dan membawanya memasuki kafe.Meski Gea sedikit enggan ia tetap menariknya.


"Te,sori semua diluar dugaan gue.Gue ga tau kalo tante.."


"Gapapa,bukan salah lo.Gue yang makasih banget lo udah mau jagain beliau,seseorang yang berharga"kata Teo.


Gea yang mendengarnya semakin nelangsa.Ia melepaskan genggaman tangannya namun Teo tak melepaskannya.Bahkan sudut matanya sudah membasah.


"Masuklah Te,tante menunggu di ruang paling ujung"kata Adi seraya berlalu ke dalam kafe.


Luruhlah sudah airmata Gea mendengarnya.Bahkan otaknya sudah mengira jika suaminya bermain dengan seorang tante tante.Isakannya terdengar ditelinga Teo meski begitu lirih.


"Tahanlah airmata dan amarahmu sampai kau melihat yang sebenarnya dengan matamu sendiri.Setelahnya aku tak akan lagi menghalangi apapun yang kamu mau"kata Teo begitu datar dan dingin.


"Mudah bagimu mengatakannya tapi tak mudah bagiku merasakannya"balas Gea


"Mudah juga bagimu menilai tanpa mau tau apa yang sedang kuperjuangkan untukmu"sengit Teo.


Lalu dengan sedikit kasar ia menarik tangan Gea untuk masuk ke dalam kafe.


Sesampainya di dalam terlihat ada Adi dan Avika.Bahkan juga ada Anton dan istrinya.Mereka terlihat mengelilingi seseorang yang wajahnya tak nampak oleh Gea.


"Te,bicaralah.Tante ga mau bicara dari tadi.Beliau ga mau pulang kalo lo ga dateng"kata Anton.

__ADS_1


Mereka semua mundur memberi ruang pada Teo untuk maju.


"Kak,tolong lepaskan"pinta Gea saat Teo menariknya lebih maju lagi.


Teo berhenti dan berbalik menatap istrinya.


"Kau yakin ingin pergi dari sini?"tanya Teo.


Gea hanya mengangguk pasrah.Hatinya merasa tak sanggup lagi untuk melihat apa yang akan terjadi di depannya kini.


"Pergilah,tapi ingatlah satu hal setelah ini.Jangan menuntutku berlaku baik jika usahaku selalu kau pandang buruk.Aku bukan malaikat yang selalu benar"


Semua terdiam.Bertanya tanya apa yang sebenarnya terjadi.Gea yang terlanjur buta hati karena kecurigaannya berbalik dan melangkah keluar.


"Gea!"


Deg!!!


Sebuah suara yang sekian lama tak terdengar menghentikan langkah Gea seketika itu juga.Tubuhnya seakan membeku.Ia tak yakin benarkah itu suara yang selama ini dirinduinya.


Melihat istrinya hanya terdiam Teo berjalan menghampirinya.Ia berdiri tepat di hadapan gadis kesayangannya.Ditatapnya wanita yang sedang dilanda ketakutan itu.


Diraihnya bahu istrinya.Perlahan dibawanya tubuh Gea untuk berbalik.Bahkan Teo tak menjauhkan tubuhnya dari tubuh istrinya karena itu tahu wanitanya masih sangat terkejut.


Netra Gea mengembun.Di hadapannya terpampang nyata sosok yang sekian lama ia rindukan.Sosok yang telah meninggalkannya sejak ia kecil hingga ia hanya hidup berdua dengan sang nenek.


"Ibu"


Suara Gea begitu lirih namun Teo masih bisa mendengarnya.


Didekapnya tubuh Gea untuk menyalurkan ketenangan.


"Ya,beliau ibu yang kamu rindukan sayang.Beliau juga merindukanmu"kata Teo tepat di telinga istrinya.


Gea berbalik untuk menatap suaminya.Ada penyesalan yang tersirat di matanya.


"Lupakanlah yang telah berlalu dan maafkan semuanya.Aku yakin kamu wanita hebat yang mampu mengatasi setiap keadaan"kata Teo.


Sekali lagi dibawanya Gea berbalik.Terlihat Ibu Rika juga menangis.Berharap putrinya mau memaafkan semua kesalahannya.


Perlahan Gea melepas pelukan suaminya dan berjalan menghampiri ibunya.Ibu yang sekian lama menghilang dari pandangannya.


Kini keduanya saling berhadapan dengan binar mata yang penuh kerinduan.

__ADS_1


__ADS_2