Mencinta Tanpa Batas

Mencinta Tanpa Batas
Cemburu Penambah Keheningan


__ADS_3

Gea hanya menunduk mendengar ucapan bos besarnya itu.Tapi apa mau dikata,ini sudah menjadi keputusannya.


"Apa anda yang meminta Gea mengundurkan diri?Jika ya maka sangat saya sesalkan"kata Pak Yuli.


Teo yang mendengar perkataan setengah tuduhan dari bos istrinya itu hanya menghela nafas pelan.Meski marah ia mencoba tetap tenang.Apalagi saat melihat istrinya memalingkan wajahnya.Ia merasa sedang menjadi terdakwa saat ini.


"Sejujurnya saya memang ingin Gea berhenti dari pekerjaannya dan mengurus putri kami.."


"Jadi benar anda yang meminta Gea mengundurkan diri?Sungguh picik pemikiran anda"potong Reihan.


Teo yang belum menyelesaikan ucapannya hanya bisa sabar dan menatap Reihan dengan tenang.


"Kenapa anda meminta Gea resign?"tanya Pak Yuli.


Ah,sepertinya bos istrinya sudah termakan omongan sang mandor.Dan lihat,istrinya pun seakan mengacuhkannya.Baiklah jika begini,sekalian saja ia perjelas keadaannya.


"Tentu saja untuk mengurus putri kami.Tapi itu akan saya minta ketika saya sudah menyiapkan tempat terbaik untuk istri saya.Bahkan beberapa waktu lalu ketika Gea merasa tidak nyaman disini dan meminta ijin dari saya untuk resign saya masih melarangnya.Saya memintanya untuk tetap bertahan"kata Teo dengan tenang.


Ekor matanya melihat perubahan raut wajah Reihan yang semula tenang menjadi gelisah.


"Maksudnya anda tidak tahu kalo Gea mau mengundurkan diri?"tanya Pak Yuli memastikan.


"Ya begitulah Pak.Saya kesini karena Gea yang meminta saya untuk menjemputnya sebelum jam makan siang.Saya sendiri juga tidak tahu kalo Gea mengajukan SPD hari ini"kata Teo


"Sebenarnya ada apa Gea?"tanya Pak Yuli.


"Maaf Pak,bukannya saya ikut campur masalah intern karyawan disini.Setahu saya Gea ada sedikit masalah dengan salah satu karyawan disini dan bilang ke saya kalo merasa tidak nyaman lagi.Tapi untuk mengatakan apa masalahnya itu bukan hak saya.Mungkin di lain waktu Gea bisa menjelaskannya sendiri kepada Bapak"kata Teo menerangkan.


Pak Yuli menarik nafas sejenak untuk melepas kebingungannya.


"Baiklah jika memang kamu seserius itu ingin mengundurkan diri.Tapi saya minta kamu bertahan dulu sementara saya dan Reihan mencari pengganti kamu.Jujur saya belum bisa sepenuhnya melepas tanggung jawab kamu pada yang lain.Saya sudah nyaman dengan cara kerja kamu"kata Pak Yuli.


"Baik Pak.Terima kasih atas pengertiannya dan saya mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi karena saya"kata Gea

__ADS_1


"Trus ini kamu mau keluar?"tanya Pak Yuli lagi.


"Iya Pak,saya ada urusan sebentar.Tadi saya juga sudah bilang sama Pak Reihan"ujar Gea


Setelahnya Pak Yuli hanya manggut manggut dan Gea pun segera berpamitan bersama suaminya.Namun sebelum keluar dari pintu gerbang sebuah suara menghentikan langkah mereka.


"Kak Teo!"


Teo dan Gea menoleh bersamaan.Ternyata Avika yang memanggil membuat Gea mengerutkan keningnya pertanda heran.Ada apa Avika memanggil suaminya.


"Gimana Kak,udah clear masalahnya?"tanya Avika.


"Belum,masih digantung"jawab Teo.


"Oh iya,ini yang Kak Teo minta kemarin"kata Avika menyerahkan sebuah amplop kepada Teo.


Jangan tanya bagaimana herannya Gea melihat amplop itu kini sudah berada di tangan suaminya.Ingin ia bertanya pada Avika namun sayangnya Avika seolah mengabaikannya membuat Gea kesal karenanya.


"Bisa aja Kak Teo"kata Avika dengan senyum manis.


Dan Gea semakin kesal saja dibuatnya.


"Nanti jangan lupa telfon lagi ya Kak,aku tunggu"kata Avika.


"Iya nanti aku telfon,bilangin makasih ju.."


Ucapan Teo berhenti seketika saat dengan tiba tiba Gea melewatinya dengan gerakan kasar hingga amplop yang ditangannya terlempar begitu saja.Ia berlalu keluar gerbang tanpa peduli lagi pada suaminya.


Avika yang melihatnya hanya bisa menahan tawa.


"Cembokur tuh,buruan susulin"kata Avika.


"Iya,makasih ya.kita duluan"kata Teo setelah mengambil amplop yang terlempar.

__ADS_1


Sesampainya di luar gerbang Teo melihat istrinya sedang memainkan ponselnya.Ia lalu menghampiri motornya dan membawa helm pada Gea.


"Pake dulu helm nya"kata Teo lembut.Sedikitnya ia tahu istrinya masih dalam mode kesal dan marah.


"Aku naik ojek online aja"kata Gea tanpa mengalihkan tatapannya dari ponsel.


Teo meradang mendengarnya hingga dengan cepat ia mengambil ponsel istrinya lalu memasukkan ke kantong belakang celana jeansnya.


"Balikin"sewot Gea.


Bagaimana ia tak marah bila api cemburu mulai membakar hatinya.


"Ambil aja sendiri"kata Teo dengan santainya.


Gea yang masih kesal maju untuk mengambil ponselnya.Ia mengulurkan tangannya ke belakang tubuh suaminya namun tanpa ia duga Teo menariknya hingga ia jatuh ke pelukan suaminya.Pelukan hangat nan erat pun kembali ia rasakan setelah semalam ia tidur tanpa pelukan suaminya.


"Aku rindu pelukan hangat ini"lirih Teo tepat ditelinga Gea membuat Gea merinding.Gea pun tak memungkiri jika ia juga rindu pelukan ini namun amarah masih menguasai.


Teo melepas pelukannya saat ia rasa cukup mengobati kerinduannya.Ia tak ingin membuat istrinya semakin marah.Ia lalu memakaikan helm di kepala istrinya.


"Cukup aku yang jadi ojek buat kamu,jangan yang lain"kata Teo.Ia lalu menyerahkan ponsel istrinya."Cancel ojek onlinenya"titahnya tanpa ingin dibantah dan langsung dituruti oleh Gea.Sudut bibirnya terangkat,ternyata istrinya itu masih patuh padanya meski masih dalam mode marahan.


"Mau kemana?"tanya Teo sebelum melajukan motornya.


"Aku ingi ke ruko"kata Gea dengan menunduk tak berani menatap suaminya.


Mengetahui kemana harus pergi Teo segera melajukan motornya Ia menarik tangan Gea untuk melingkar di perutnya.Ada rasa bahagia ketika istrinya bilang ingin ke ruko,tempat yang telah lama ia janjikan pada istrinya itu.


Biarlah untuk saat ini bahagianya hanya berteman keheningan.Esok tawa bahagia itu pasti kembali hadir dan ia yakin akan hal itu.


Bukankah bahagia itu dihadirkan bukan dipaksakan?.Ia tak akan memaksa Gea bahagia bersamanya namun ia akan menciptakan hal hal indah yang mampu membuat kesayangannya itu tertawa.Ia tak akan memaksa Gea menerima apa yang ia beri namun ia akan membuat Gea juga merasa memiliki akan apa yang ia punyai.Ia dan Gea memang berbeda.Dan perbedaan itu memang diciptakan untuk saling melengkapi.Bukan untuk saling menghujat dan menghakimi.


Jika kini hanya ada keheningan maka esok pasti ada keramaian.Dimana sesuatu yang berbanding terbalik memang ada untuk saling melengkapi.Seperti langit dan bumi yang juga memiliki siang dan malam.Maka seperti itu pula Gea dan dirinya.Perbedaan yang membawa kebahagiaan yang tak mungkin merwka dapati di tempat lain.

__ADS_1


__ADS_2