
"Lalu siapa yang kau inginkan untuk tetap tinggal disini?"tanya Gea sekali lagi.
Kali ini ingin rasanya Gea menutup telinganya.Berat untuk mendengar jawaban yang akan terlontar dari mulut Teo.
Sebelum menjawab,Teo menatap mata Gea."Jika aku boleh serakah,aku ingin hanya namamu yang tinggal di hati ini.Tapi aku tak berani berharap.Aku tahu,begitu banyak luka yang telah kutoreh untukmu.Aku tak ingin melukaimu lebih dari ini karena aku sadar aku belum bisa menghapus masa laluku"
"Serakah itu jika yang kamu inginkan dia kak bukan aku.Karna bagaimanapun aku adalah milikmu"tutur Gea.
"Apa kamu tak ingin pergi meninggalakanku?"tanya Teo.
"Apa kau berharap seperti itu?Berharap aku meninggalkanmu dan kita bercerai?"sarkas Gea.
Lagi lagi Teo menggeleng membuat Gea mendengus kesal.
"Jadi laki tegas dikit kek,ngomong yang jelas ga bertele tele gini"batin Gea.
"Lalu apa kau ingin tetap bersamaku tanpa melepaskan selingkuhanmu itu?"
Teo terkejut mendengar ucapan Gea.Ini seperti bukan Gea nya yang lemah lembut.Bahkan kata katanya terdengar begitu pedas di telinganya membuat hati Teo menciut karenanya.
"Kenapa hanya diam?"suara Gea kembali terdengar setelah keduanya saling diam untuk beberapa saat.
"Aku tak tahu harus gimana Ge.Aku benar benar bingung"lirih Teo.
"Fine,kakak ga bisa tegas sama diri kakak sendiri.Biar aku yang ambil keputusan kalo gitu.Ceraikan aku"kata Gea tegas.
"Ga,sampae kapan pun aku ga akan ceraikan kamu.Ga akan Gea"balas Teo cepat.
"Trus kamu mau nyiksa aku kaya gini terus?"
Teo kembali bersimpuh di hadapan Gea.
__ADS_1
"Kamu boleh balas semua yang udah aku lakuin ke kamu Gea,tapi please jangan pernah minta cerai dari aku.Aku ga akan sanggup melakukannya.Kamu boleh pukul aku atau tampar aku semau kamu Gea"
Plak!!!
Sebuah tamparan mendarat di pipi Teo.Begitu keras hingga wajah Teo menoleh karenanya.Bahkan ada bekas jari Gea memerah di wajahnya.
Teo menerimanya dengan ikhlas.Ia memang pantas mendapatkannya.Ini belum seberapa dibanding luka yang pernah ia beri pada gadis kesayangannya itu.
Seberapa kuat Gea bertahan dalam lukanya,ia pastinya juga akan menyerah perlahan jika Teo tetap egois seperti itu.Bukan salah Gea juga bila akhirnya ia ingin bercerai darinya karena ia sendiri yang memberi peluang untuk Gea pergi darinya.
Dalam membina rumah tangga pondasi terkuatnya adalah keterbukaan dan saling percaya.Gea telah mempertahankan rumah tangganya dengan memiliki kedua pondasi itu.Sayangnya rumah tangganya berat sebelah karena Teo tak mengimbanginya,membuatnya mudah roboh ketika sedikit saja badai menerpa.
Sekuat apapun Gea,kenyataannya ia merasa lelah berjuang sendirian.
"Aku terima semuanya Ge,aku memang pantas mendapatkannya.Tapi tolong jangan pergi dari sisiku"kata Teo.
"Apa kau ingin membunuhku dengan cara halus?Apa salahku padamu?Kenapa kau lakukan ini padaku?"isak Gea.
"Sekalipun kau mengaku salah,tak akan memperbaiki keadaan"
"Memang iya.Tapi kamu juga pernah berjanji padaku,kamu ga akan ninggalin aku apapun keadaannya.Dan sekarang aku mohon,tepati janjimu Gea,aku butuh wanita hebat sepertimu"
Dengan merendahkan egonya,Teo berusaha membujuk Gea.Hal yang sebelumnya tak pernah ia lakukan.
"Apa yang harus aku lakukan untukmu tetap bertahan bersamaku Ge?Katakanlah"pinta Teo.Kali ini kedua matanya bahkan berair.
"Ga ada yang perlu kamu lakukan Kak,cukup talak aku"
Kini Gea berkata dengan wajah datar tanpa ekspresi,membuat Teo semakin terisak.Bahkan ia menjatuhkan dirinya untuk bersimpuh di kaki Gea,mencium kaki Gea hingga membuat Gea terkejut karenanya.
"Kak,bangunlah"seru Gea namun Teo masih memeluk erat kaki istrinya itu.
__ADS_1
Dengan sedikit paksaan Gea berhasil membawa Teo kembali duduk disampingnya.
"Kamu ga pantas melakukan itu Kak"kata Gea.Bagaimanapun Teo adalah suaminya dan pantang baginya merendahkan suaminya sendiri sekalipun Teo bersalah padanya.
"Lebih tak pantas apa yang udah aku lakukan padamu Ge.Hukumlah aku,aku akan terima apapun itu asal jangan meninggalkanku"
Gea menghela nafas lalu menatap suaminya sejenak.Mencoba berfikir dengan logika yang waras.
"Boleh aku tanya kak?"
"Tanyakan apapun yang kamu mau"
"Kenapa kakak tak ingin aku pergi" .
"Aku ga tau apa yang aku rasa Ge,tapi jujur aku udah nyaman sama kamu.Aku ngerasa aku butuh kamu.Saat kamu acuh padaku seperti kemaren aku merasa ada yang hilang dalam diriku.Aku ga punya semangat untuk ngejalanin hari aku kaya biasanya.Bahkan saat kamu jauh aku merasa adanya Riri pun ga bisa gantiin kamu".
"Bohong bila aku ga bahagia sama kamu.Nyatanya kamu yang paling bisa ngertiin keadaan aku.Tapi aku sadar,egoku sendiri yang udah bikin kita jauh kaya gini.Karenanya kumohon padamu Ge,jangan tinggalin aku.Bantu aku lepas dari semua ini.Jujur aku lelah dengan hati ini.Berulangkali aku tersakiti tanpa ada yang tau perasaanku.Akupun juga sama sepertimu Gea,aku juga ingin bahagia dengan pernikahan kita.Aku juga ingin menikah hanya sekali seumur hidupku"
Gea tertegun mendengar curahan hati suaminya.Hatinya tersentil dengan keadaan suaminya.Selama ini ia terlalu sibuk dengan perasaannya sendiri hingga tak sadar hati suaminya jauh lebih terluka.Diamnya Teo juga urakannya mungkin hanya untuk menutupi luka hatinya.Jauh akan kasih sayang orang tua dan juga pengkhianatan dan penghinaan para mantan pastinya meninggalkan goresan luka di hatinya.Bahkan mungkin juga mengikis rasa percaya dirinya.
Gea lebih mendekat pada suaminya.Dengan lembut direngkuhnya Teo untuk saling berbagi pelukan.
"Menangislah Kak,keluarkanlah semua keluhmu.Jangan pernah menahan semua yang membuat hatimu sesak.Ada aku disini"kata Gea di sela pelukannya.
Teo memeluk istrinya lebih erat.Tak lupa ia menyisihkan sedikit ruang agar perut Gea tak terhimpit.
"Aku bodoh Ge,aku hina.Banyak yang mengatakan aku tak pantas bahagia.Akupun sama seperti mereka.Aku juga ingin punya keluarga yang bahagia.Apa karena aku miskin aku tak punya hak untuk bahagia?"
Hati Gea semakin pilu mendengarnya.Ia tahu suaminya memang lemah hati.Suaminya tak mudah mengatakan apa yang dirasakannya.Bahkan lebih sering menyembunyikan semua yang dirasakannya,menutupinya dengan senyuman.Bahkan penampilannya yang dikatakan urakan oleh banyak orang adalah caranya untuk mengalihkan rasa kecewa yang menderanya.
Banyak yang mengatakan jika lelaki menangis itu berarti luka yang dirasakannya sudah terlalu dalam.Bukan karena cengeng.Bukankah laki laki juga manusia yang juga punya hati dan perasaan?.Ia juga bisa mengungkapkan apa yang ia rasa dengan tangis bila memang itu begitu menyakitinya.
__ADS_1