Mencinta Tanpa Batas

Mencinta Tanpa Batas
Memaksa


__ADS_3

Teo duduk terdiam dengan tangan yang terus membolak balikkan ponselnya.Raut wajahnya terlihat bimbang seakan sedang menimbang sesuatu yang begitu sulit ia tentukan.Alhasil tarikan nafas yang kuat menjadi akhir dari pelepasan otaknya.


Sementara Gea yang tengah menyusui putrinya hanya bisa menatap prianya dengan heran.Baru kali ini ia melihat suaminya segelisah itu.


"Ada apa dengan ayahmu dek?"lirih Gea pada putrinya.Saat ini Gea hanya ingin putrinya segera terlelap agar ia bisa mendekati suaminya.


Usapan lembut di pundak menyadarkan Teo dari kegelisahannya.Ia menoleh dan mendapati istrinya yang tersenyum manis padanya.


"Ada apa Kak?"tanya Gea lembut.


Teo hanya menggeleng.


"Yakin?"desak Gea.


Helaan nafas pun terdengar pelan.Teo menatap istrinya sesaat.


"Viko balik,anak anak pada ngajak reunian"terang Teo.


Gea mengangkat alisnya heran."Itu yang bikin Kak Teo gelisah dari tadi?"


"Masalahnya mereka ngajak ketemuannya malem Ge,dan aku ga mungkin ninggalin kalian malem malem cuma berdua.Apalagi ada Viko,pastilah nanti pada ngajakin teler"


Gea tersenyum manis mendengar ucapan suaminya."Aku gapapa kok ditinggal berdua sama adek.Kan ga lama juga.Yang penting kamu jaga diri baik baik,jangan berlebihan yang nantinya merusak diri sendiri.Emang kamu ga pengen kumpul bareng sama mereka,mumpung formasi komplit loh"


"Ya pengen sih,tapi kalo ketemu mereka udah pasti teler.Dan aku ga mau,bidadari cantikku ini nanti kecewa lagi sama kelakuanku.Kamu udah mau nerima aku apa adanya,sebisanya aku juga akan berusaha memantaskan diriku untuk tetap bersamamu"kata Teo yang membuat hati Gea meleleh karenanya.


"Jangan berubah karenaku,tapi berubahlah karena itu memang sudah waktunya memperbaiki diri.Emang kapan acaranya?"tanya Gea.


"Malam minggu besok.Apa kamu ikut aja ya"pinta Teo.


"Trus adek gimana?"tanya Gea.


"Biar sama Mba Santi lagi"kata Teo.


"Ga enak Kak kalo ngerepotin Mba Santi terus"kata Gea.


"Trus gimana,kalo sendiri udah pasti mereka juga ngajak teler bareng,kalo ditolak gitu aja pasti Viko kecewa.Kamu ikut ya,katanya Anton juga sama istrinya"desak Teo.


"Lah,trus nanti wanitanya mau pada ngapain Kak?"


"Mau ghibah juga boleh"kata Teo asal.


"Ck,ga banget deh"ketus Gea.

__ADS_1


"Please ikut yah,siapa tahu ntar Adi bisa ngajak Vika juga,kan tambah rame sayang"bujuk Teo.


Mata Gea memicing mendengar ucapan suaminya."Vika siapa nih?"


"Ya Vika temen kamu lah,emang Vika siapa lagi?"


"Avika?"


"Iya sayang"


"Kok bisa?"


"Emang kamu belum tau gitu,si Adi kan lagi pedekate sama Vika"jelas Teo.


"Sejak kapan?"tanya Gea.


"Ya belum begitu lama sih,makanya kamu ikut ya besok"


"Liat besok aja deh Kak,kalopun bisa juga ga mungkin bisa lama lama"kata Gea.


"Pokoknya ikut,ga ada bantahan"pungkas Teo.


"Dih,maksa"


"Katanya perempuan sukanya dipaksa"


"Aku"


Gea berdecak mendengar ucapan suaminya.Sungguh ingin rasanya menabok wajahnya yang sok polos itu.Kesal dengan tingkah suaminya,Gea pun beranjak dari sisi suaminya.Namun sebuah tarikan yang sedikit keras membuatnya kembali terduduk bahkan kini di pangkuan suaminya.


"Kak Teo!"pekik Gea.


"Apa sayang"balas Teo dengan kalemnya.


"Ga lucu tau ga"kesal Gea.


"Aku emang ga lagi ngelawak Ge,wajarlah kalo ga lucu"


Mendengar ucapan suaminya Gea pun menjadi gedegetan.Sontak ia menghadiahi suaminya dengan cubitan di pinggangnya.


"Aduh"rintih Teo.


"Rasain,makanya jangan iseng"sungut Gea.

__ADS_1


Teo memicing menatap istrinya,membuat Gea was was dengan sikap suaminya.


Dengan gerak cepat Teo mengunci kedua tangan Gea hingga ia tak bisa berkutik di pangkuan suaminya.


"Kak,lepasin"


"Nanti kalo udah dapat hukuman"kata Teo.


"Hukuman apaan,orang aku ga ngapa ngapain kok dapat hukuman"balas Gea.


"Yakin?"


Belum sempat Gea membuka mulutnya untuk menjawab Teo lebih dulu menariknya hingga kini tubuhnya menempel rapat dengan tubuh suaminya.Bahkan pipinya sudah menempel dengan hidung Teo.


Tanpa membuang waktu Teo menggesekkan dagunya di pipi istrinya.Bekas cukuran yang baru tumbuh di dagu Teo menimbulkan sensasi geli geli nikmat di tubuh Gea.


"Kak,geli"rintih Gea.


"Mendesahlah sayang,aku ingin mendengarnya"pinta Teo.


"Kak,udah"


"Tapi aku masih betah begini Gea sayang"


"Tapi ini geli Kak"kata Gea seraya berontak menjauhkan wajahnya dari dagu Teo.


Teo melepas kedua tangan Gea yang ia tahan lalu mengalungkannya di lehernya.Ditatapnya dengan lekat wajah istrinya yang terpampang nyata di depan wajahnya.


"Cantik"kata Teo.


"Baru nyadar?"balas Gea.


"Iya"singkat Teo."Jangan berbagi ya"


"Apanya?"


"Cantikmu ini.Pastikan hati dan tubuh indahmu ini hanya untukku dan milikku"


Gea menatap lekat suaminya hingga ia mendaratkan kecupan mesra di pipi suaminya.


"Tak pernah sedikitpun aku ingin membaginya.Dari awal suamiku ini mengucap akad,maka dari saat itu pula aku sepenuhnya milikmu.Sekuatnya aku menjaga apa yang menjadi milik suamiku"tutur Gea.


"Terimakasih sayang untuk cintamu yang tanpa batas.Aku bahagia memilikimu"kata Teo.

__ADS_1


Keduanya saling menatap lekat.Hanya mata keduanya yang berbicara dalam diam.Seolah mengatakan cinta keduanya tak akan lekang oleh cobaan yang datang menerpa.Badai ujian yang datang adalah jembatan bagi keduanya untuk semakin dekat dan saling melengkapi.


"Tunggulah sayang sebentar lagi.Aku pun akan memberikan apa yang selama ini menjadi impianmu.Akan aku ganti dukamu dengan kebahagiaan yang tiada henti.Kau adalah permata hidupku yang tak akan pernah tergantikan oleh siapapun"ungkap Teo dalam hati.


__ADS_2