Mencinta Tanpa Batas

Mencinta Tanpa Batas
Hanya Hadiah Kecil


__ADS_3

Tak perlu waktu lama untuk mereka sampai di ruko.Gea turun dari motor dan langsung melepas helm yang dipakainya.Ia menatap ruko yang kini telah menjadi miliknya.


"Alamatnya benar seperti yang ada di berkas dan ini cukup besar"batin Gea.


Selagi Gea sibuk dengan pemikirannya Teo meraih jemari tangannya dan menuntunnya masuk ke ruko.


"Selamat datang di ruko sayang"kata Teo saat keduanya sudah di dalam.


Gea mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut tempat itu.Semua sudah tertata rapi.Lalu tatapannya tertumbuk pada tikar yang terhampar di lantai lengkap dengan bantal dan selimut.Hatinya terasa tercubit.Ia tidur di tempat tidur yang nyaman sementara suaminya tidur hanya beralaskan tikar saja.


"Maaf kalo hanya sesederhana ini yang bisa kuberikan"kata Teo yang tiba tiba sudah memeluk Gea dari belakang.


"Seperti ini pun pasti sudah menghabiskan banyak uang.Apa kamu berhutang?"tanya Gea


"Aku menghabiskan semua tabunganku.Tadinya hanya cukup untuk membeli rukonya saja lalu Anton dan Adi memaksaku untuk menerima uang mereka untuk melengkapi perabotnya juga.Katanya aku bisa mengembalikannya nanti jika usahaku sudah berhasil"terang Teo.


Gea berbalik menatap wajah suaminya.Ia tak bodoh.Ia tahu berapa gaji suaminya.Dan harga jual ruko ini sangat jauh dengan gaji suaminya.Mungkinkah?.


"Aku tahu berapa gaji kamu.Dikurangi uang yang kamu berikan ke aku sisanya ga begitu banyak"kata Gea.


Teo tersenyum manis,dikecupnya pelan bibir wanitanya itu.Ia tahu apa yang difikirkan istrinya itu.


"Gajiku memang kecil.Dikurangi jatah bulanan kamu sisanya memang tak seberapa.Dan kamu yang membuat sisa yang sedikit itu berubah menjadi banyak"kata Teo


"Maksudnya?"bingung Gea.


Teo menghela nafas sejenak.Ditatapnya wajah ayu istrinya tanpa melepas pelukannya di pinggang istrinya.


"Dulu kamu pernah bilang,daripada aku beli minuman laknat mending aku nabung buat masa depan kita.Pikirin kalo ntar punya anak,mau dikemanakan masa depan anak kita.Dari situ aku mikir gimana caranya buat menghasilkan uang tambahan.Iseng iseng aku ikut trading dan ternyata hasilnya lumayan.Hampir dua tahun memainkannya aku sudah bisa menikmati hasilnya"papar Teo.


Gea menatap tak percaya sama suaminya sampai akhirnya Teo membuka ponsel dan menunjukkan aktivitas tradingnya pada sang istri.


"Ini..."kata Gea tak percaya.Bagaimana tidak,ia melihat saldo sekian puluh juta di ponsel suaminya.


"Itu sisanya sayang.Tadinya mau aku pake buat ngembaliin modal dari Anton sama Adi,tapi mereka ga mau.Katanya buat jaga jaga dulu kalo ada kekurangan modal ruko"jelas Teo.

__ADS_1


Gea menatap dalam wajah suaminya.Sungguh ia tak menyangka begitu jauh perubahan suaminya.Ia kira selama ini suaminya hanya diam tanpa peduli harapannya.Tapi dalam diam ternyata Teo berusaha jauh melebihi ekspektasinya.Dan semua hanya demi dirinya.


Teo mengambil ponselnya dari tangan Gea lalu mengotak atiknya sebentar.Tak lama terdengar suara notif di ponsel Gea.


Gea terbelalak saat membuka ponselnya.Teo telah mentransfer sekian puluh juta ke rekeningnya.


"Kak ini.."


"Buat jajan kamu.Maaf hanya sedikit.Kalo ada perabot ruko yang kurang kamu bilang aja nanti aku tambahin lagi"


"Ini terlalu banyak Kak"kata Gea


"Tidak banyak jika dibanding dengan apa yang sudah beri dalam hidupku.Kamu memberiku banyak cinta dan bahagia,tapi aku selalu menoreh luka di hatimu"lirih Teo.


"Kak.."


Teo menarik Gea dan memeluknya erat.Cukup lama hingga Gea dapat merasakan suaminya terisak di pelukannya.


"Maafkan aku Ge,aku terlalu egois dan cemburu.Aku begitu takut kehilanganmu hingga tanpa sadar aku justru menyakitimu.Kamu begitu berarti buatku Gea Aku mohon jangan pergi dariku,aku butuh kamu"kata Teo ditengah isaknya.


Ditengah keterpakuannya Gea dibuat lebih terkejut lagi saat Teo meluruhkan badannya hingga kini menjadi berlutut di hadapan istrinya.Dengan isak yang masih terdengar jelas ia menggenggam kedua tangan Gea.


"Aku sadar diriku banyak kekurangan Gea.Diri ini hanya bisa menyakiti dan melukaimu.Aku menyesal,sungguh menyesal dengan apa yang sudah aku lakukan padamu.Maafkan aku,aku mohon meski diri ini tak pantas untukmu.Tolong jangan tinggalkan aku"pinta Teo.


Tanpa terasa airmata Gea ikut mengalir dengan sendirinya.Hatinya ikut perih dengan apa yang dirasakan suaminya.Sejujurnya ia pun tak sanggup tanpa suaminya.Hingga akhirnya ia pun ikut meluruh dan memeluk suaminya.


"Kamu jahat Kak"lirihnya di tengah pelukan.


"Iya aku memang jahat,aku tak bisa melihat ketulusanmu.Mataku tertutup dengan amarah dan cemburu"balas Teo.


"Aku sudah bilang kan,hati ini hanya untukmu"kata Teo.


"Iya sayang,maafkan aku.Aku hanya takut kehilanganmu karena dia yang mengharapkanmu lebih segalanya dariku"


Gea memukul mukul pelan dada Teo."Dia tak ada artinya bagiku Kak.Hanya ada namamu di hati ini"

__ADS_1


Teo tersenyum dengan sudut mata yang masih berair.Hatinya begitu bahagia.Ia menangkap tangan Gea yang masih memukulinya lalu mengecup punggung tangannya lembut."Iya sayang"


Lama mereka saling mencurahkan rasa lewat hangatnya pelukan.Semalam tanpa saling memeluk rasanya kerinduan itu menyiksa jiwa dan raga.Makan dan tidur pun tak lagi nyaman.


Teo merenggangkan pelukannya lalu manangkup wajah Gea dengan kedua tangannya.Ia lalu mencium dan ******* lembut bibir istrinya.Melalui ciuman ia ingin meluapkan segenap rasa cintanya.


"Maafkan aku"kata Teo setelah melepas pagutannya.


Gea menatap mata suaminya,mencoba mencari kesungguhan lewat sorot mata suaminya hingga akhirnya ia mengangguk dengan mantap.


Teo tersenyum bahagia lalu kembali memeluk erat kesayangannya."Terimakasih sayang,aku semakin mencintaimu.Jangan pernah berhenti mencintaiku dengan cintamu yang tanpa batas"kata Teo.Dikecupnya puncak kepala Gea berulangkali.


Kruukk...kruuukk...


Tanpa diduga perut Gea berbunyi dengan nyaringnya,membuat Teo melepas pelukannya.Padahal ia masih ingin memeluk Gea dan melimpahinya dengan segenap kasih sayang yang ia miliki.


"Lapar ya"kata Teo


Gea hanya menunduk karena malu.Sungguh perutnya tak bisa di ajak kompromi.Merusak suasana saja disaat ia masih ingin merasakan pelukan suaminya yang selalu membuatnya merasa nyaman.


"Mau makan apa?"tanya Teo dengan lembutnya.


"Aku pengen mie ayam"kata Gea.


"Mau nyari apa pesen?"tanya Teo


"Nyari aja boleh ga?"pinta Gea


"Apa sih yang ga buat kesayangan aku.Ayo kita cari apa yang kamu mau"kata Teo seraya meraih tangan Gea.


Gea menahan tangan suaminya."Kak aku pengen di tempat biasanya,bolehkah?"tanya Gea


"Iya sayang,ayo keburu sakit perut kamu"


Gea tersenyum bahagia mendengarnya.Teo nya telah kembali.Ia berharap hari harinya akan penuh warna lagi.

__ADS_1


__ADS_2