Mencinta Tanpa Batas

Mencinta Tanpa Batas
Rencana Teo


__ADS_3

Di tempat kerja.


Teo sedang duduk bersama Anton setelah menghabiskan makan siangnya.Satu teko es teh dan sebungkus rokok selalu menjadi teman setia keduanya disaat santai seperti ini.


"Gimana hubungan lo sama istri lo?"tanya Anton.


"Alhamdulillah lebih baik.Gea udah ga cuek lagi sama gue"jawab Teo dengan santai.Tapi tak lama setelahnya terdengar hembusan nafas kasar dari mulut Teo.


"Trus kenapa masih bete gitu?"tanya Anton lagi.


"Masalah Riri,dia masih sering telpon ke nomor gue.Gue sampai kasih ponsel gue ke Gea karena gue ga mau ada salah paham lagi nantinya"terang Teo."Lo udah putus sama dia?"tanya balik Teo.


Anton hanya tersenyum getir mendengarnya.


"Gue juga ga tahu.Lanjut engga putus juga engga.Dia jarang hubungi gue sekarang.Gue rasa dia masih terobsesi sama lo".


"Maafin gue Ton.Ga seharusnya gue jadi bego kaya gini.Gue udah nyakitin lo"sesal Teo.


"Tak apa,slow aja.Yang penting sekarang lo udah sadar"


"Lo masih cinta sama dia?"tanya Teo dengan hati hati.


Anton menghela nafas perlahan.Ada kesedihan mendalam yang Teo lihat dimatanya.


"Banget.Gue cinta banget sama dia.Dari awal gue kenal Riri gue udah jatuh hati.Tapi saat itu gue ga berani maju karena dia baru putus sama lo.Baru beberapa bulan yang lalu saat dia deketin gue,gue berani nyatain perasaan gue.Ga taunya dia cuma manfaatin gue buat tahu semua tentang lo"papar Anton panjang lebar.Membuat Teo semakin didera rasa bersalah pada sahabatnya itu.


"Apa lo ga mau perjuangin cinta lo lagi?"tanya Teo.


"Apalagi yang bisa gue perjuangin Te,sementara dia masih saja ngejar lo.Asal lo tahu,gue bahkan udah bilang ke nyokap kalo dia wanita istimewa buat gue.Dan nyokap gue udah kasih restu.Bahkan udah mulai nyiapin pernak pernik buat lamaran.Gue ga tahu harus bilang apa sama nyokap gue"


Teo tertegun mendengarnya.Ternyata ia tak hanya menyakiti istrinya,tapi juga sahabatnya.Dan itu membuat rasa sesal yang semakin dalam di dirinya.


"Sekali lagi maaf.Kali ini gue bakal bantu lo buat pernuangin cinta lo"kata Teo yang membuat Anton tersenyum padanya.


"Ga perlu Te,yang ada ntar lo berantem lagi sama Gea"tolak Anton.


"Tapi ini ga adil buat lo.Hubungan lo kaya gini juga karena gue.Dan gue ga bisa lihat lo terluka sementara gue bahagia sama Gea".


"Yakin?Ntar lo berantem lagi.Baru juga baikan kan?"


"Gua akan jelasin baik baik sama Gea biar ga salah paham.Dia itu wanita cerdas.Dia pasti juga bisa ngerti gimana keadaan yang sebenarnya.Dia pasti mau bantu nanti"terang Teo.


"Terserah lo aja Te,yang penting perbaiki dulu hubungan lo sama Gea.Masalah gue itu gampang,kan masih pacaran belom nikah kaya lo sama Gea.Kalau emang dia jodoh gue pasti juga bakal balik lagi sama gue".


Teo tersenyum mendengarnya.Tak salah,Anton memang sahabat yang selalu mengerti keadaannya.Meskipun ada Viko dan Adi juga dalam lingkaran persahabatan mereka,tapi persahabatan keduanya memang lebih dekat.


Disela obrolan keduanya yang kini ngalor ngidul ga jelas,Anton merasakan ponselnya bergetar.Ia lantas mengambil dari kantongnya.


Setelah melihat siapa yang menghubunginya ia lantas mengodorkan ponselnya pada Teo."Istri lo"


Yeo menerimanya dan segera menjawab panggilan dari istrinya.

__ADS_1


"Kenapa Ge?"tanyanya setelah menjawab salam.


"Kak,nanti pulangnya nitip obat pereda nyeri ya"kata Gea dari seberang.


"Kamu sakit"tanya Teo dengan cemasnya.


"Engga Kak,cuma rasanya masih nyeri aja.Obat aku udah habis"


"Oh ya udah nanti aku beliin"kata Teo.


"Makasih Kak"balas Gea lalu mengakhiri panggilannya secara sepihak.


"Gea sakit?"tanya Anton saat Teo menyerahkan kembali ponselnya.


"Engga,cuma nitip obat aja.Obat yang kemaren udah habis"terang Teo sedang Anton hanya beroh saja.


"Ton,kalau kita ketemuan berempat menurut lo gimana?"tanya Teo setelah keduanya terdiam cukup lama.


"Berempat?"bingung Anton.


"Iya,gue sama Gea dan lo sama Riri"kata Teo yang malah membuat Anton menatapnya curiga."Gue ga ada maksud lain selain buat bantu lo"terangnya kemudian demi melihat tatapan mata Anton.


"Ntar dulu aja.Untuk saat ini gue rasa suasananya masih belum tepat.Kita cari waktu yang pas dulu aja biar sama sama enak"saran Anton.


"Okelah,gue ngikut waktunya"balas Teo."Gue harap secepatnya lo juga bahagia sama orang yang lo cinta"


"Aamiin"


"Kepo"decih Teo.


"Ck,gitu amat ya kalo sama gue"keluh Adi.


"Salah sendiri ngilang mulu"sambar Anton.


"Emang darimana sih lo?"kini ganti Teo yang bertanya.


"Habis dari beli pakan burung,kemaren pas pulang gue lupa soalnya"


Mendengar Adi yang mengatakan soal pakan burung Teo jadi ingat akan niatnya.


"Ton,temen lo yang jualan bibit ayam itu masih jualan ga?"tanya Teo.


"Masih,kenapa emang?"


"Jangan bilang lo beneran mau piara ayam"tebak Adi dan ternyata benar adanya.


"Iya,gue pengen bikin usaha sampingan ternak ayam"jujur Teo.


"Tapi kalo saran gue mending ayam kampung aja Te,jangan ayam bangkok kaya temen gue.Disini ayam kampung pasarannya lebih menjanjikan"


"Bener tu kata Anton.Kalau ayam bangkok kan kebanyakan cuma buat aduan sama koleksi,ga semua orang butuh.Tapi kalau ayam kampung kan banyak konsumennya,tiap hari banyak yang makan ayam"kali ini pendapat Adi yang menyapa.

__ADS_1


"Iya deh,nanti gue pertimbangin dulu"putus Teo.


"Tempatnya udah ada?"tanya Adi.


"Belum.Tadinya gue mau pake belakang rumah Gea,masih ada lahan kosong dikit tapi ga tau boleh ga sama Gea"terang Teo.


"Pasti boleh,gue yakin itu"kata Anton.


"Kalau ga boleh lo bisa pake lahan gue dulu yang ada di belakang SD Te.Daripada nganggur itu"kata Adi.


Jangan salah,meski masih muda Adi memang suka berinvestasi.Wajar kalo sekarang ia sudah bisa membeli beberapa lahan kosong.Dan itu hasil dari keringatnya sendiri.


"Iya,gampang ntar.Makasih ya,kalian slalu ada saat gue butuh"kata Teo tulus.


"Kapan mau mulai?"tanya Anton.


"Bentar lah,gue masih perhitungkan modalnya dulu.Tabungan gue juga udah berkurang banyak buat lahiran Gea kemaren"jawab Teo.


"Trus lapak yang lo sewa kemaren gimana"tanya Adi yang tiba tiba menutup mulutnya melihat tatapan mata Teo yang tajam.


"Lapak apaan?"tanya Anton curiga.Pasalnya cuma ia yang tak tahu kalo Teo menyewa lapak.


"Ember lo"maki Teo pada Adi.


"Ya maaf Te,gue lupa"sahut Adi yang menggaruk kepalanya.


"Ada yang lo umpetin"cecar Anton.


"Gue nyewa lapak.Rencananya mau buat warung makan apa cafe.Kalo ada rejeki pengen gue beli juga lapaknya nanti"terang Teo.


"Sejak kapan lo tertarik sama bisnis warung makam"tanya Anton heran.


"Dia mau ngasih kejutan buat Gea.Katanya Gea punya impian pengen punya cafe dan Teo pengen ngewujudin apa yang Gea pengen"


Bukan Teo yang menjawab melainkan Adi hingga Teo melemparnya dengan bungkus rokok saking kesalnya.


"Mulai bucin lo"ledek Anton.


"Sialan lo berdua"sungut Teo menahan malu.


Membuat kedua sahabatnya tertawa dengan santainya.


"Tapi gue salut sama lo.Sekalinya bucin lo langsung peka sama semua tentang Gea.Ga nyangka gue,lo yang dulunya ga tau arah sekarang malah udah punya tujuan hidup yang pasti"kata Adi.


"Lebih ga nyangka kalo berandalan satu ini takluknya cuma sama Gea yang kalem"imbuh Anton.


"Tapi kalo diperhatiin Gea itu cantik banget loh,manis lagi.Sayangnya cantiknya itu selalu diumpetin"kata Adi.Ia sudah tak peduli dengan wajah Teo yang berubah masam.


"Bener itu,kok bisa ya Gea mau kaya laki modelan berandalan gini"tambah Anton.


Benar benar ya mereka.

__ADS_1


Wajah Teo sudah merah menahan rasa cemburu karena kedua sahabatnya terus memuji istrinya.Tapi Anton dan Adi tak berhenti menggodanya karena baru kali ini juga mereka melihat seorang Teo Maradika benar benar berubah hanya demi seorang Gea.


__ADS_2