Mencinta Tanpa Batas

Mencinta Tanpa Batas
Menemui Riri


__ADS_3

Selepas Teo pergi Gea masih termenung di depan televisi.Ia duduk tenang tapi angannya melayang kemana mana,memikirkan suaminya yang tengah pergi menemui sang mantan.


"Apa kamu bisa sepenuhnya melupakannya setelah ini?Atau semua akan kembali terulang?"


"Jujur aku takut kembali tersakiti Kak,tapi aku mencoba memberimu kesempatan.Seperti janjiku,jika dalam satu bulan ini kamu tak berubah maka maaf jika aku benar benar pergi darimu".


"Sungguh ini juga pilihan berat bagiku.Tapi aku tak punya pilihan lain.Aku mencintaimu dengan segenap hatiku,tapi hatimu masih bersama yang lain"


Saat angannya masih berkelana,Gea merasakan sakit pada perutnya.Awalnya ia mengacuhkannya,menganggapnya hanya kontraksi palsu seperti sebelumnya.Namun ternyata sakitnya semakin terasa dan datang dengan waktu yang lebih teratur.


"Apa ini beneran mau lahiran"gumamnya pelan.


Ia mencoba bangkit untuk berjalan jalan,mencoba mengalihkan rasa sakit yang dideranya.Awalnya memang terasa lebih baik,namun selanjutnya terasa lebih menyakitkan.Nyeri yang dirasakannya semakin hebat.


Gea bermaksud untuk menghubungi suaminya.Namun saat tengah berjalan untuk mengambil ponselnya,tubuhnya tak lagi kuat menahan sakit di perutnya hingga tubuhnya merosot dengan posisi bersandar di dinding ruang tamu.


"Kak Teo,tolong aku"lirihnya.Airmatanya sudah mengalir.Ketakutan akan terjadi sesuatu yang buruk pada kandungannya kembali menyergapnya.


"Aakhhh"rintih Gea tertahan.Ingin rasanya berteriak meminta pertolongan,namun suaranya kalah oleh rasa nyeri yang menyerangnya.


"Ya Allah tolong hamba,kuatkan hamba.Selamatkanlah anak hamba"tangisnya.


Gea menarik nafas dalam lalu membuangnya perlahan.Berulangkali ia melakukannya,menuruti petuah dokter kandungannya dan ternyata lumayan bisa mengurangi rasa sakitnya.


"Aku harus kuat.Aku pasti bisa"tekadnya dalam hati.


Dengan sekuat tenaga Gea berusaha untuk bangkit meskipun harus merambat di dinding.Perlahan ia bisa berjalan hingga beberapa langkah di depan pintu rumah.Tapi lagi lagi rasa sakit yang datang membuatnya kembali luruh ke lantai.


"Assalamualaikum"


Suara salam terdengar di balik pintu rumah.Gea berharap itu adalah suaminya.


"Waalaikumsalam,Kak Teo"serunya dengan suara tertahan.Tapi pintu tak kunjung terbuka.


"Kak Teo kenapa lama"lirihnya.Airmatanya kembali mengalir saat ia tak lagi mampu menahan rasa sakit.


Dan pintu terbuka bersamaan dengan teriakan sakitnya.

__ADS_1


"Gea!!!"


Suara terkejut terdengar begitu pintu terbuka.Dan pemiliknya segera menghampiri Gea.


"Gea,kamu kenapa busa begini?"paniknya.


"A' Dika,tolong aku.Rasanya sakit sekali"rintih Gea.


"Sebentar ya aku cari bantuan dulu"kata Dika seraya berlari keluar rumah.Ya yang baru saja datang adalah Dika,suami dari sahabatnya.Tak lama Dika kembali datang bersama beberapa orang tetangga.Mereka membawa Gea ke dalam mobil Dika untuk dilarikan ke klinik terdekat.


Dika mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.Bagaimanapun Gea adalah salah satu orang kesayangan istrinya.Jika terjadi apa apa pada Gea,istrinya juga pasti akan bersedih.


Hanya dalam lima belas menit Dika sampai di depan klinik.Memang tidak sebagus di rumah sakit,tapi keadaan Gea yang tidak memungkinkah untuk membawanya ke rumah sakit karena jaraknya yang lumayan jauh.Ia takut akan terjadi apa apa pada sababat istrinya itu.


Setelah memastikan Gea mendapatkan perawatan iapun menghubungi istrinya.


Sementara di lain tempat...


Tampak Teo sudah duduk berhadapan dengan Riri.Ia menarik nafas untuk menenangkan diri.Sungguh ia ingin segera mengakhiri semuanya.Sejak meninggalkan Gea sendirian di rumah ia sudah merasa tak tenang.Ia ingin segera pulang menemani istrinya,namun nyatanya Riri membuatnya menunggu hampir satu jam dari waktu yang dijanjikan.


"Apa yang mau kamu omongin Te?"tanya Riri.Ia berusaha meraih tangan Teo namun berhasil dihindari oleh Teo,membuatnya tersenyum sinis.


"Ya emang Te,seharusnya dari dulu kamu itu emang sama aku.Bukan sama wanita buruk itu"potong Riri.


Sungguh,hati Teo menjadi panas mendengarnya.Ia tak rela gadis kesayangannya dicela seperti itu meski oleh Riri sekalipun.


"Ya,seharusnya emang dari dulu aku mengakhiri hubungan kita.Ini bukan sesuatu yang pantas untuk kita lakukan".kata Teo masih berusaha tetap tenang.


"What!!?"pekik Riri.


Sungguh ia mengira Teo akan memintanya untuk kembali seperti dulu lagi.


"Ya,maaf.Tapi aku ga mau melukai hati istriku lebih banyak lagi.Maaf kita harus mengakhiri semuanya"putus Teo.


"Engga!.Aku ga mau kita putus.Aku cinta kamu Teo.Dan aku juga yakin kalo kamu juga masih sayang aku"sela Riri."Kamu pasti dipaksa sama Gea kan?"


"Engga Ri,semua ini bukan atas paksaan Gea.Ini murni keinginanku sendiri".

__ADS_1


"Kamu masih cinta kan sama aku?"desak Riri.Sungguh ia tak terima di putus oleh Teo.Bagaimanapun ia harus bisa menjerat Teo untuk kembali padanya.


Teo menghela nafas perlahan mendengarnya.


"Jujur rasa sayang itu masih ada.Tapi semua ini memang tak seharusnya terjadi.Karenanya aku minta sam..."


Byuuurrrr!!!


Tiba tiba saja segelas es teh yang ada di hadapan Teo sudah membasahi wajahnya.Dan sang pelaku lalu meletakkan gelasnya dengan begitu kasar.


"Isna"seru Teo.


"Jadi gini kelakuan lo di belakang sahabat gue.Lo enak enakan disini sama cewek murahan ini sementara Gea berjuang sendirian di rumah sakit.Manusia macam apa sih lo!"teriak Isna dengan begitu marahnya.Wajahnya yang memerah menunjukkan betapa dalam ia memendam amarahnya.Mungkin jika yang dihadapinya saat ini bukanlah suami yang dicintai sahabatnya ia pasti sudah menghabisinya dengan jurus taekwondo yang dimilikinya.


"Gea?Gea kenapa?"tanya Teo.Jantungnya sudah berdetak lebih kencang mendengar ucapan Isna tentang istrinya.


"Apa peduli lo sama Gea?.Kalo sampai terjadi apa apa sama Gea,gue pastiin lo orang pertama yang bakal gue habisin"ancam Isna.


Dan kini tatapannya beralih pada Riri.


"Dan buat lo,lo emang cantik.Tapi sayangnya lo murah.Dan gue yakin,cewek murah kaya lo sampe kapanpun ga bakalan dapet cinta yang tulus selagi kelakuan lo masih murahan.Dan kalo lo masih ngincer suami orang,lo ambil dia karena gue yakin Gea bisa dapet yang lebih baik daripada orang berkelakuan murah kaya kalian"


Sungguh pedas kalimat yang terucap dari mulut Isna.Bahkan ia mengancam Riri juga."Dan inget,kalo sampai terjadi sesuatu sama Gea,gue bakal habisi kalian dengan tangan gue sendiri".


Setelahnya ia berlalu begitu saja dengan amarah yang masih membuncah di dadanya.Ia memang wanita,tapi ketika orang orang tersayangnya disakiti,ia akan pasang badan dengan kemampuan taekwondo yang ia miliki.


Berlalunya Isna membuat Teo tersadar bahwa sesuatu telah terjadi pada istrinya hingga ia meraih kunci motornya dengan tergesa dan meninggalkan Riri begitu saja.Ia mengejar Isna dengan cepat.Membuat Riri yang melihatnya kesal dan mengepalkan tangannya.


"Bagaimanapun caranya aku harus mendapatkanmu kembali Teo".


Ia tak sadar bahwa cintanya telah berubah menjadi obsesi.Ia menginginkan sesuatu yang bukan haknya.Dan ia menyakiti begitu banyak hati di sekelilingnya.Obsesinya menutup akal sehatnya dan membutakan mata hatinya.Dan pada akhirnya ia sendiri yang harus terluka dengan keadaan gang tak pernah sesuai dengan apa yang ia harapkan dari o sesinya itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai hai semuanyaaaaa,,,,maafkan othor yaaa,,kemaren agak agak puyeng jadi up nya agak lama,,


Jangan lupa like and comment yaa,,biar makin seruuu,,seru nulisnya seru juga bacanya,,hehe,,

__ADS_1


Jempolmu semangatkuuh,,


__ADS_2