
Karena Gea hanya miliknya.
Dan tak boleh ada yang merenggutnya.
Motor yang mereka tumpangi berhenti tepat di depan sebuah cafe.
Teo mematikan mesin motornya lalu melepaskan helm.Lalu beralih pada Gea untuk melepaskan helm nya juga.
"Kok kesini kak?"bingung Gea.
"Emang kenapa?"
"Kalo ditanya itu jawab bukan malah balik tanya"sungut Gea.
Teo terkekeh karenanya.Ia menjawil pelan pipi istrinya karena gemas.
"Boleh kan sekali kali ngajak bidadari cantik ini makan disini"
Tanpa menunggu jawaban istrinya Teo menggenggam lembut jemari Gea dan menariknya masuk ke dalam cafe Bintang.
Teo mengajak Gea untuk duduk di sebuah kursi dengan meja yang agak besar.
"Kak,disana aja yuk"pinta Gea seraya menunjuk sebuah meja dipojokan cafe yang hanya bisa untuk berdua.
"Sini aja,disana mejanya kecil.Aku mau pesen makan yang banyak buat kamu"
"Dih,emang aku tong sampah"
"Takut gemuk ya"goda Teo.
Gea menjadi manyun."Bukan takut lagi,emang udah gendut,gara gara kamu"
Teo tertawa kecil mendengarnya."Besok aku tambah lagi ya,biar makin montok"
"Ga ada tambah tambahan,enak aja"sewot Gea.
"Yakin ga mau nambah?"
Gea memalingkan wajahnya yang sudah merah seperti kepiting rebus.Sungguh suaminya ga ada akhlak.
Bukannya berhenti,Teo kini menarik dagu Gea agar kembali menatapnya.
"Suami kamu disini,ngapain madep sana"
"Nyari pemandangan,siapa tau ada yang bening"jawab Gea asal.
Mata Teo berkilat tajam menatap istrinya.Ada rasa tak rela saat Gea mengatakannya meski ia tahu istrinya hanya bergurau saja.
"Berani?"tanya Teo.Matanya tak jua lepas dari wajah cantik istrinya.
"Berani dong"balas Gea.
__ADS_1
Baru saja Teo ingin memajukan wajahnya untuk menghukum Gea,pelayan cafe datang membawakan pesanannya
"Kak,ini banyak banget.Siapa yang mau ngabisin"keluh Gea.Ada lebih dari lima jenis makanan yang dipesan Teo di meja mereka.
"Kamu lah"
"Ogah"
"Cobain ini deh"kata Teo seraya menyodorkan sepotong udang goreng tepung.
Gea menerima suapan dari suaminya.Lidahnya menyecap rasa yang masuk ke mulutnya.
"Gimana rasanya?"tanya Teo.
"Enak,gurihnya kebangetan"
"Habiskan"titah Teo seraya mendorong sepiring udang goreng ke hadapan Gea.
Mata Gea menelisik meja dan berhenti pada jamur goreng krispi.Ia tahu suaminya tak menyukai udang dan lebih menyukai jamur.Ia mengambilnya dan gantian menyuapkan ke mulut suaminya.
"Enak udangnya apa jamurnya?"tanya Gea.
"Ya jamurnya lah,aku kan ga suka udang"
Gea tersenyum mendengarnya.Tangannya terus menyuapi suaminya hingga sebuah suara mengusiknya.
"Wah,makin romantis aja nih berdua"
Gea menatap Teo dengan tajam seakan meminta penjelasan.Tapi Teo hanya menggenggam tangannya.
"Udah lama?"tanya Anton seraya duduk di sebelah Teo,sementara seseorang yang mengikutinya duduk disamping Gea.
"Lumayan"jawab Teo.
"Trus itu kenapa mukanya kusut amat"
"Gara gara lo datang ga tepat waktu banget,gagal deh moment uwu gue"balas Teo.
"Sory Ge kalo gue ganggu"kata Anton.
Gea memutar bola matanya jengah.Alibi banget sih.
"Maaf ditolak"balas Gea.
"Yah,galak amat Ge"
"Biarin"sewot Gea.
"Pantes aja lakinya kabur"timpal orang disamping Gea.
Gea hanya tersenyum mendengar ucapannya.Bagaimanapun Gea tak boleh tersulut emosi.Ia harus bisa menunjukkan bahwa sebagai istri sah dari Teo Maradika ia jauh lebih berkualitas daripada seorang pelakor.
__ADS_1
"Emang kamu kabur kemana Kak?"tanya Gea pada suaminya.
"Ga kemana mana sayang.Aku disini dan akan tetap disini sama kamu"balas Teo.
"Ada yang bilang kamu kabur tuh"
"Biarin aja.Kalau kabur palingan juga kabur ke hati kamu"
Alis Gea terangkat mendengar ucapan suaminya.Bisa gitu bercanda?.
"Trus yang kemaren kita lakuin itu apa?"sewot Riri.
Ya Allah,ni orang ga tau malu apa ga punya urat malu?batin Gea.
Teo terlihat menarik nafas sejenak dan menatap Anton yang kemudian dibalas dengan anggukan kepalanya.
"Itu yang mau gue jelasin,mumpung disini ada Anton sama istri gue juga.Sebelumnya gue minta maaf atas apa yang gue lakuin selama ini.Gue sadar yang kemarin gue lakuin sama Riri itu sebuah kesalahan.Kesalahan yang mungkin berat buat dimaafin karena selain menyakiti sahabat gue juga udah nyakitin istri gue sendiri.Karenanya gue mengakhiri semua yang salah itu.Dan gue mohon juga sama lo Ri,tolong berhenti jangan lagi mengusik rumah tangga gue.Jalan lo masih panjang.Lo pasti bisa bahagia,apalagi ada Anton yang juga sayang sama lo".tutur Teo.
"Tapi gue cinta sama lo"kata Riri
"Lo ga pernah cinta sama gue.Yang lo rasain itu obsesi"
"Enak banget lo setelah sama gue lo ngebuang gue gitu aja"
"Bukan gue,tapi lo yang udah ngebuang gue kaya sampah.Dan bodohnya gue masih aja tertipu.Lo lupa dulu lo bilang lo ga akan pernah bahagia sama cowo miskin kaya gue.Apa lo juga lupa gimana dulu ortu lo hina gue hanya karena gue miskin.Lalu apa lagi yang lo harap dari laki laki miskin kaya gue?"tukas Teo.
Gea melihat ada kemarahan disorot mata suaminya.Ia meraih jemari Teo dan menggenggamnya berusaha menyalurkan ketenangan.
"Sakit.Sangat sakit apa yang aku rasakan atas penghinaan keluargamu saat itu.Dan bodoh namanya jika aku masih mengulang kesalahan yang sama.Tapi aku bersyukur dan berterimakasih atas semua itu.Karena setelahnya aku menemukan wanita yang benar benar tulus dan menerimaku apa adanya tanpa peduli dengan keadaan materiku.Wanita yang rela menemaniku dari aku yang tak ada apa apanya.Dan aku berjanji aku tak akan lagi pernah menyiakan dan menyakitinya".
"Cewe cupu gitu aja lo banggain"
Rupanya Riri masih belum menyerah.
"Tak apa.Biar saja orang lain mengatakan istriku cupu atau bahkan ada yang mengatakan ia tak pantas untukku.Yang aku tahu hanya Gea yang pantas disampingku.Cantik wajah bisa ditipu dengan bedak,tapi cantik hati tak bisa dibeli.Biar saja mata orang lain memandangnya berwajah jelek,karena yang kutahu istriku hanya memberikan kecantikannya hanya untukku disaat kami berdua saja".
"Kenapa sih lo bela dia banget sekarang.Kemaren kemaren juga lo ga peduli sama dia"kata Riri seraya menunjuk wajah Gea.
"Itulah kesalahan gue.Kemaren gue buta.Gue ga bisa melihat mana yang sebenarnya permata dalam hidup gue.Karenanya mulai dari sekarang gue ga pengen lagi mengulang kesalahan yang sama.Menyiakan permata yang begitu berharga dalam hidup gue"
"Tapi gue ga terima semua ini"
Teo hanya bisa menelan salivanya.Sungguh ia tak tahu lagi harus bicara apa agar cewe di depannya ini mau mengerti keadaannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Haaiii para readers yang budiman,,maaf yaa baru sempat update.Seminggu kemaren author KO,hanya bisa rebahan tanpa semangat...
Jangan lupa like coment and vote yaaa,,
Hadiahnya apalagi,,boleh banget,,
__ADS_1
See U later,,