Mencinta Tanpa Batas

Mencinta Tanpa Batas
Terpuruk


__ADS_3

Gea masih terjaga meski ini sudah tengah malam.Ia susah bergerak karena Teo tetap memeluknya meski tertidur pulas.Padahal ia sudah tak nyaman dengan posisinya.


Dengan perlahan ia melepaskan pelukan suaminya.Namun saat akan beranjak Teo kembali memeluknya seolah tak membiarkannya kemanapun.


"Kak,tolong lepas dulu,aku mau ke kamar mandi"


Teo membuka mata perlahan dan menatap Gea lalu melepas pelukannya.


Gea segera beranjak ke kamar mandi sementara Teo kembali memejamkan matanya.


Kelip ponsel di atas meja menarik perhatian Gea saat ia keluar dari kamar mandi.Ia mengambilnya dan membawanya ke tempat tidur.


"Jaga suami lo sebelum gue bikin lebih hancur"


Sebuah pesan masuk dari nomor Anton.Dahinya berkerut.Yang ia tahu Anton adalah sahabat suaminya,tapi kenapa ia mengirim pesan seperti itu seolah sedang mengancamnya?.Jemari Gea tergerak untuk mengirim pesan balasan.


"Ada masalah apa ya?"


Dari pesan yang diterimanya Gea tahu kalau suaminya pasti sedang berseteru dengan sahabatnya.Tapi apa masalahnya?Setahunya,suaminya bukan orang yang suka mencari masalah sekalipun penampilannaya terbilang berandalan.


"Dia selingkuh sama Riri,pacar gue.Tolong jaga suami lo itu sebelum gue bertindak lebih jauh dari tadi"


Mata Gea membulat membaca pesan balasan dari Anton.Sungguh di luar dugaannya kabar yang ia terima kali ini.


"Jadi benar kamu udah sejauh itu Kak?Apa kamu benar benar masih mengharapkannya?Apa benar begitu sulit kamu melepasnya meski kamu dan aku masih terikat?"batin Gea.


Mata Gea memanas dan akhirnya airmatanyapun luruh juga.

__ADS_1


Sakit dan pedih kembali melukai perasaannya.


Rasanya ia tak percaya dengan apa yang disampaikan oleh sahabat suaminya itu?.Dan kalau memang Riri adalah kekasih Anton,apa suaminya itu tahu?Apa semudah itu juga ia dibodohi oleh seorang mantan?.


Atau mungkinkah Anton yang tengah membohonginya?Tapi rasanya tak mungkin juga.Untuk apa Anton melakukannya jika memang ia tak ada hubungannya dengan Riri.


Ingin rasanya Gea menyerah dengan masalahnya yang satu ini.Kenapa dari dulu selalu Riri yang mengusik hubungannya dengan suaminya?.


Tanpa sadar airmata Gea kembali menetes.Ia mengusapnya kasar namun kembali mengalir tanpa diminta.


Sungguh pedih Kak sakit yang harus ku tanggung dengan mencintaimu.Lepaskanlah jika memang harus terlepas daripada harus terus saling menyakiti.


Gea berusaha mengontrol pikiran dan perasaannya.Ia tak ingin karena terlalu membebani pikirannnya ia harus mengalami kontraksi palsu seperti kemaren.Bagaimanapun kondisinya harus tetap terjaga agar saat persalinan nanti semuanya berjalan dengan lancar.


"Maafin bunda ya dek,selalu ngajak kamu buat ngerasain apa yang bunda rasa.Tetaplah kuat,biar bunda punya kekuatan untuk bertahan.Kamu satu satunya alasan yang bunda punya saat ini"kata Gea lirih.


Diusapnya perlahan perutnya yang bulat.Sebisanya ia mencurahkan apa yang ia rasa dan berharap agar anaknya mengerti keadaannya meskipun belum terlahir ke dunia ini.


Saat ini Gea merasa ada di titik terlemahnya.Segala yang berkaitan dengan Teo memang membuatnya tak berdaya.Ia mampu menahan segala rasa yang menimpanya dengan mudah,bahkan saat ia ditinggalkan orang tuanya dulu.Tapi tidak kali ini,sungguh ia merasa benar benar tak mampu menahannya.


Cinta memang seperti itu.Terkadang mampu mengubah seseorang walau harus melewati batas kemampuannya.Menjadikannya lebih lemah atau bahkan lebih kuat dari sebelumnya.


Benar kata orang,cinta memang buta.


Gea kembali menangis kembali mengingat perjalanan rumah tangganya.


Berawal dari perkenalan singkat,hingga terjadi lamaran yang memang tak lama setelah keduanya berkenalan.Hanya dalam selang waktu dua bulan setelah saling mengenal Teo langsung mengikatnya.

__ADS_1


Meski singkat,saat itu yang Gea yakini bahwa ini adalah jalan yang terbaik.Meski ada yang menentang keinginannya termasuk sahabatnya sendiri,Gea tetap yakin untuk membina rumah tangga.Penampilan Teo yang memang berbeda menjadi tolak ukur bahwa Gea tak pantas bersama orang seperti itu.Hanya nenek yang saat itu berkata jika sudah yakin maka lanjutkanlah.Hanya ditambah dengan sedikit nasehat agar tidak mudah menanggapi masalah yang datang karena menyatukan dua raga dua pikiran dengan latar belakang yang berbeda jauh lebih membutuhkan kesabaran.Agar tak menurutkan emosi sesaat saja.


Berbekal keyakinan dan restu dari nenek ia yakin bisa melewati apapun masalah yang terjadi dalam rumah tangganya.Hingga ia resmi menjadi istri seorang Teo Maradika.


Lalu kini menyesalkah ia?.


Tidak.Gea tak pernah menyerah jika itu tentang belahan jiwanya.Ia yakin Allah selalu mendengar doa doanya.Dan ia yakin suatu saat nanti Teo nya akan bisa lebih baik lagi.


Masalah yang menimpa rumah tangganya kini adalah bumbu dalam kehidupannya.Yang menjadikan cerita hidupnya penuh warna tidak monoton seperti sebelumnya.


Gea melihat jam dinding kamarnya.Sudah hampir pukul dua tetapi ia belum bisa tidur barang sejenak.Ia memutuskan untuk sholat malam,meminta petunjuk pada Sang Pemberi Hidup.Memasrahkan setiap jengkal hidupnya pada Sang Kuasa.


Usai sholat Gea menadahkan kedua tangannya,memohon pada Sang Pemilik Hati setiap manusia.


"Ya Allah,Dzat Yang Maha Pengasih,padaMu aku memohon lembutkanlah hati suami hamba.Engkaulah yang membolak balikkan hati umatMu karenanya hamba memohon tetapkanlah hati suami hamba pada kebaikan.Berikanlah hidayah agar suami hamba menjadi imam yang baik bagi kami hingga ke surga kelak.Berikanlah hamba petunjuk.Jika memang bukan suami hamba yang terbaik bagi hamba,tolong kuatkan hamba untuk ikhlas menerima semuanya.Hamba yakin pilihanMu adalah yang terbaik bagi hamba.Hamba mohon kuatkan suami hamba dan berkahilah selalu dengan kebahagian,keselamatan dan umur panjang"


Saat ini Gea ingin menjadi egois.Ia ingin suaminya tetap menjadi miliknya selamanya.Ia sungguh sangat mencintainya dan tak ingin kehilangan.Ia tak rela suaminya berpaling pada wanita selain dirinya.Ia ingin menjadi satu satunya wanita dalam sejarah pernikahan Teo.Tanpa ada wanita yang lain lagi.


Tapi sisi lembutnya mengatakan bahwa takdir Tuhan pasti yang terbaik.Tak ada yang tahu selain hanya Tuhan.Setiap kisah hidup yang terukir semua sudah pada jalan yang digariskan Tuhan.Dan jalan hidupnya sudah seperti ini.


Ataukah hanya perasaan Gea saja yang selalu melow jika berkaitan dengan asamaranya bersama Teo?.


Entahlah...


Gea akan menjalaninya saja sesuai dengan apa yang digariskan Tuhan padanya.Tak ingin memaksa karena ia tahu apa yang terjadi dalam hidupnya pasti Tuhan lebih tau segala baik buruknya.


Lelah memikirnya hidupnya membuat rasa kantuk menghampirinya hingga ia tertidur di tempat sholatnya.Lelap dalam damai yang menyisakan mata bengkak karena terlalu lama menangis.

__ADS_1


Hingga ada yang kaget karena tak menemukan keberadaannya saat bangun dari tidurnya.


__ADS_2