
Pagi harinya.
Teo terlihat panik sesaat setelah menerima panggilan dari Adi.
Gea yang melihat raut kecemasan di wajah suaminya mendekat.
"Ada apa Kak?Kenapa seperti cemas sekali?"tanya Gea.
Teo menatap manik mata istrinya dengan sorot mata yang menyiratkan keraguan.
"Bilang aja"kata Gea meyakinkan.
"Anton sama Adi ngajak ketemuan,katanya ada masalah penting"
"Pergi aja,aku gapapa kok"kata Gea.
"Kamu gapapa,akunya yang ga yakin"
"Kenapa?"
Teo menghela nafas kasar."Anton sama Riri"
"Trus apa masalahnya?"tanya Gea
"Aku takut kamu kembali ragu sama aku"
Gea hanya tersenyum mendengarnya."Kenapa harus takut?"
Teo menggelengkan kepalanya tapii matanya tak lepas menatap wajah istrinya.
"Aku gapapa kak,pergi saja jika ingin pergi"
"Dan aku ga akan pergi jika kamu mengatakan tidak"sahut Teo cepat.
Gea hanya menunduk mendengarnya"Jika bisa aku ingin menahanmu Kak,aku ga mau kamu berhubungan lagi dengannya meski apapun itu"batinnya.
Teo menyentuh dahu Gea hingga pandangan mereka beradu.
"Aku ga akan pergi sayang.Aku tahu akan ada hati yang kembali terluka jika aku tetap pergi"
Mata Gea berkaca kaca mendengarnya."Maaf aku egois"
"Tidak sayang.Aku bahagia karenanya.Aku merasa dicintai dengan seutuhnya.Hanya kamu yang membuatku merasa benar benar dianggap.Jadi jangan lagi bersedih"
"Tapi nanti bagaimana dengan teman temanmu Kak?"
"Mereka pasti ngerti.Nanti aku pake hape kamu buat ngabarin mereka ya"
Belum sempat Gea membalas ucapan suaminya sudah terdengar ponsel Teo berdering.
Gea menyerahkan ponsel suaminya saat tahu siapa yang menghubunginya.
Sementara Teo menerima panggilan Gea bergegas untuk memandikan putrinya.
"Uluh uluh,anak bunda mau mandi ya biar tambah cantik"
Gea selalu mengajak putrinya berinteraksi meskipun ia tahu putrinya belum mengerti apa ucapannya.
__ADS_1
Teo yang telah selesai menerima panggilan hanya memperhatikan dua wanita yang berharga dalam hidupnya itu.Sungguh ia tak akan membiarkan mereka pergi dari sisinya.Tak akan pernah.
Lama ia berdiri untuk memperhatikan duo kesayangannya hingga akhirnya mendekat saat Gea akan memakaikan baju ganti putrinya.
"Biar aku yang gantiin bajunya"kata Teo.
Gea hanya terdiam tapi ia menyingkir juga dari sisi putrinya.
"Bunda juga mandi sana biar tambah cantik"seru Teo.
"Males ah masih pagi juga"balas Gea.
"Ih ga malu ya sama dedek"
"Biarin,emangnya mau mandiin aku?"
"Yakin nih minta di mandiin sama ayah?"goda Teo seraya menaik turunkan alisnya.
Melihat Teo yang tersenyum mesum padanya Gea langsung melarikan diri ke kamar mandi setelah sebelumnya menyambar handuk.
"Takut bunda dek"ujar Teo.
Kini Silvi sudah cantik dan wangi.Teo menggendong putrinya sementara menunggu Gea selesai mandi.
"Anak ayah udah cantik banget.Tapi nanti sama budhe sebentar ya"lirih Teo.Dengan gemas dikecupinya wajah mungil putrinya itu hingga mengeliat dan akhirnya menangis.
"Ayah nakal ya dek"seru Gea yang baru keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang melilit dadanya.
Teo memicingkan mata melihat apa yang dikenakan Gea.
"Kamu sengaja mancing mancing aku?"gusar Teo.
Ia mengambil Silvi dari gendongan Teo lalu naik ke atas ranjang.Lalu membuka sebelah handuk yang menutupi dadanya untuk menyusui putrinya.
Sementara Teo hanya bisa menelan saliva melihat pemandangan indah di depan matanya.Dada dan paha mulus milik istrinya sungguh menggoda.Memantik gairah yang lama terpendam.
Dengan nafas sedikit memburu ia mendekati istrinya dan duduk di belakangnya.
"Dedek terus yang dikasih,akunya kapan?"tanya Teo tertahan.Ia mengusap rambut basah istrinya yang justru membuat Gea terlihat makin menggairahkan.
"Masih lama lah,kan belum ada 40 hari"jawab Gea.
"Lalu ini apa?Mau pamer atau sengaja godain aku?"tanya Teo lirih di telinga Gea tapi dengan tangan yang mengusap lembut paha istrinya.
Gea hanya bisa tertegun.Sungguh ia melupakan jika dikamarnya pun ada suaminya yang kini menjelma menjadi mesum.
"K-kak,maaf aku.."kata Gea terbata.
Ia tak bisa melanjutkan ucapannya karena kini Teo sudah memutar tubuhnya hingga mereka berhadapan dan langsung membungkam bibirnya dengan ciuman yang lembut dan menuntut.Padahal Silvi juga masih ada di antara keduanya.
Sejenak Teo melepas ciuman untuk mengambil nafas.Namun detik berikutnya ia kembali ******* bibir istrinya saat melihat Gea ingin bicara.
"Mau protes boleh,tapi akan ada ciuman sebagai gantinya"ujar Teo.
Gea mendelik sebal mendengarnya.
"Bibir ini candu buatku,jadi jangan harap aku akan berhenti **********"kata Teo.
__ADS_1
Lalu ia melabuhkan kecupan lembut di setiap inci wajah istrinya dan beranjak ke kamar mandi setelahnya.
Lima belas menit kemudian Teo keluar dari kamar mandi.Ia melihat Gea sedang merias diri dan putrinya sudah tidur di box bayi.
Ia menghampiri istrinya yang duduk di meja rias.
"Cantik"pujinya.
Gea hanya tersenyum mendengarnya.Ia masih terus memakai serum di wajahnya hingga Teo membungkuk dan berbisik di telinganya.
"Mau ngedate ga?"
Gea menatap suaminya lewat pantulan cermin lalu mengangguk.
"Dandan yang cantik ya"kata Teo.
"Silvi diajak?"tanya Gea pada suaminya yang sudah berlalu ke lemari pakaian.
"Engga usah,biar sama Mba Santi dulu bisa ga?Paling bentaran doang"kata Teo.
"Ya habis ini aku ke Mba Santi dulu"
Usai bersiap,Gea ke rumah Mba Santi untuk menitipkan anaknya.Sementara Teo mengeluarkan motor yang akan dipakainya.
"Berangkat sekarang Kak?"tanya Gea.
Teo yang masih sibuk dengan motornya menoleh.Matanya tak berkedip menatap wajah ayu istrinya yang hari ini nampak berbeda.
Gea memoles wajahnya dengan make up yang natural.Ia nampak begitu cantik dan menawan.Apalagi dengan balutan setelan casual yang elegan.Hijab yang melambai menambah nilai tersendiri bagi kesempurnaan yang kini tersaji indah di depannya.
"Sempurna"puji Teo.
"Apanya?"bingung Gea.
"Ga jadi pergi aja deh"rajuk Teo.
"Kak gimana sih"sungut Gea.
"Habisnya kamu cantik banget.Ga rela aku kalo harus bagi bagi sama orang lain"
"Kan tadi kamu sendiri yang nyuruh aku dandan"
"Iya sayang maaf.Mana kunci rumahnya?"tanya Teo.
Gea memberikan kunci rumah pada suaminya lalu menunggu Teo di luar.
"Keperluan adek ga ada yang ketinggalan kan?"tanya Teo memastikan.
"Engga,udah semua kok sama Mba Santi"jawab Gea.
Teo memakaikan helm pada Gea.Ia lalu menyalakan motornya dan menyuruh istrinya itu naik.
Sungguh,ini pertama kalinya Teo mengajak istrinya kencan meskipun mereka menikah sudah setahun lebih.Dan di moment ini ia hanya ingin menunjukkan pada gadis kesayangannya bahwa ia benar benar tak ingin kehilangan.
Sedikitpun ia tak akan membuat celah yang akan membuat Gea pergi dari sisinya.
Karena Gea hanya miliknya.
__ADS_1
Dan tak boleh ada yang merenggutnya.