
Seminggu berlalu.
Gea sudah memutuskan untuk tetap menolak tawaran Pak Zain yang berulang kali selalu di ungkapkannya.Hingga kini akhirnya Pak Zain memutuskan untuk mencari pengganti lain.
Hari ini Pak Yuli akan mengenalkan langsung pengganti Pak Zain itu.
Tepat jam sepuluh terdengar deru mobil masuk gerbang.Beberapa saat kemudian suara Pak Yuli menyapa pendengaran Gea bersama Pak Zain.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Gea membalas salam dari Pak Yuli lalu mempersilahkannya untuk masuk.
"Gimana kabarnya Ge?"tanya Pak Yuli.
"Alhamdulillah baik Pak"balas Gea ramah.
"O ya Ge,saya sudah menemukan pengganti Pak Zain"
"Alhamdulillah kalau begitu Pak.Semoga beliau bisa bekerja dengan nyaman disini"balas Gea.
"Tenang saja Ge.Dia masih muda bahkan masih lajang.Sepertinya juga seusia kamu,jadi bisa lebih mudah menyesuaikan diri"seloroh Pak Yuli.
Gea hanya tersenyum menanggapinya."Mau lajang ataupun duda ga ada pengaruhnya buat saya Pak"batinnya.
Setelah berbasa basi sejenak Gea segera menyerahkan laporan bulanan yang kemaren belum sempat di tanda tangani oleh Pak Yuli.
"Keuangan bulan ini lumayan bagus Gea,tetap tingkatkan kinerjamu ya.Dan mulai bulan depan stok vitamin dan obat obatan tolong ditambah 10% lagi ya"pesan Pak Yuli
"Baik Pak"kata Gea.
"Assalamualaikum"
Salam kembali terdengar saat Gea masih sibuk membereskan laporan bulanan yang baru saja ditandatangani oleh Pak Yuli.Merasa itu adalah suara Pak Zain Gea terus saja melanjutkan pekerjaannya hingga ia tak tahu bahwa Pak Zain tidak sendirian datangnya.
__ADS_1
"Bagaimana Rei,apa bersedia disini?"tanya Pak Yuli.
"Insyaallah bersedia Pak,semoga saya bisa bekerja dengan baik disini"jawab laki laki pengganti Pak Zain.
"Alhamdulillah"ucap Pak Zain dan Pak Yuli bersamaan.
"Gea,kenalkan ini pengganti saya besok"seru Pak Zain.
Gea segera beranjak untuk menemui pengganti mandornya itu.Namun ketika ia berbalik badan seketika itu juga tubuhnya terasa membeku menatap laki laki itu.
"Gea"
"Reihan"
Keduanya berkata dengan bersamaan.
"Kalian sudah saling kenal?"tanya Pak Zain yang heran dengan sikap keduanya.
"Ah,iya Pak.Reihan ini teman sekolah saya dulu"jawab Gea dengan terbata.
Sementara Reihan mengangguk sambil tersenyum mendengar ucapan Gea.Jujur hatinya kini menjadi seperti gendang yang ditabuh dengan kerasnya
"Semoga kalian juga bisa bekerja sama dengan baik untuk ke depannya"tambah Pak Zain.
Kini keempat orang itu terlihat pembicaraan yang cukup serius tentang serah terima jabatan yang akan dilaksanakan dua hari lagi.Namun demikian pikiran Gea tidaklah begitu tenang.Berulangkali ia menghela nafas pelan untuk menetralisir perasaannya.Bagaimana ia akan mengatakan pada suaminya nanti tentang siapa pengganti Pak Zain.Lalu bolehkah ia masih terus bekerja setelahnya?.Sedangkan beberapa waktu lalu suaminya begitu cemburu dengan laki laki bernama Reihan itu.
Usai beramah tamah Pak Yuli meninggalkan kantor sedangkan Reihan masih bersama Pak Zain untuk mempelajari seluk beluk tanggung jawabnya nanti.Saat ini mereka masih duduk berhadapan di meja Pak Zain.
"Kenapa mau resign Pak?"tanya Rrihan pada Pak Zain.
"Sebenarnya saya juga masih belum ingin resign,tapi istri saya sudah kewalahan mengurus toko sendirian jadi mau tidak mau saya hatus resign"jawab Pak Zain.
"Oh,saya kira mau pindah tempat lain Pak"tutur Reihan.
"Engga.Udah nyaman saya disini,apalagi partner saya itu orangnya cerdas"kata Pak Zain seraya melirik ke arah Gea.
__ADS_1
Sementara Reihan yang mendengarnya tersenyum penuh makna."Bukan hanya cerda,tapi dia itu seperti permata"batinnya.
"Sejak sekolah dulu dia memang cerdas Pak"timpal Reihan.
"Kalian dulu satu jurusan?"tanya Pak Zain.
"Engga sih Pak,tapi masih satu grub band dulu"timpal Reihan.
Sementara orang yang sejak tadi mereka bicarakan hanya cuek cuek saja.Gea seakan menulikan telinganya pada pembicaraan kedua orang itu.Hatinya saat ini sedang tidak baik baik saja.Orangnya disini tapi pikirannya entah dimana.
Pikirannya saat ini bingung.Entah bagaimana nanti ia akan menjelaskan pada suaminya tentang siapa pengganti Pak Zain.Pastinya ini menjadi tak akan mudah mengingat kecemburuan suaminya pada teman sekolahnya itu.
"Kenapa bisa dia?Bagaimana nanti tanggapan Kak Teo?.Pasti akan ada war lagi nantinya"keluhnya dalam hati.
Tanpa sadar Gea menghela nafas kasar,membuat Pak Zain dan Reihan menoleh bersamaan.
"Kenapa Ge?"tanya Pak Zain.
"Eh,engga papa Pak"jawab Gea dengan senyum kikuk.
"Kamu jadi keluar?"tanya Pak Zain lagi.
Gea menggeleng."Kak Teo ada bongkaran baru Pak,jadi ga bisa keluar sekarang.Insyaallah nanti saja pulang kerja sekalian"terang Gea.
"Emang ada acara kemana Ge?"kini ganti Reihan yang bertanya.
"Cuma ke tempat temannya Kak Teo,katanya ada acra syukuran"jawab Gea.
"Hmm,bilang ada mau pacaran mumpung belum nyampai rumah"timpal Pak Zain.
Gea terkekeh mendengarnya."Hehe,tau aja sih Pak,pengalaman ya"kata Gea seraya menaik turunkan alisnya.Entah kenapa dia senang sekali kalau menggoda mandornya itu.
"Nanti saya bilang ke ibu deh Pak,ibuu bapaknya kangen pengen pacaran berdua.Katanya udah lama ga dapet jatah"lanjut Gea.
Pak Zain sampai tertawa dengan tingkah Gea.Dia akan merindukan saat saat bercanda dengan asistennya itu suatu saat nanti.
__ADS_1
Sementara Reihan tersenyum melihatnya.Hatinya kembali terpaut pada gadis pujaannya itu.Sejak dulu ia memang menyukai Gea,tapi tak berani mengungkapkannya.
Dan kini ia satu pekerjaan dengan Gea,bahkan akan satu ruangan.Senyum tipis kembali terukir disudut bibirnya.Satu pemikiran bahkan melintas di otaknya yang telah lama dipenuhi dengan nama Gea.