
Satu bulan berlalu
Gea masih sibuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk acara pembukaan toko kuenya.Ya kini ia sibuk dengan toko kue yang menjadi impiannya selama ini setelah ia benar benar resign dari pekerjaannya dua minggu yang lalu.Meski sebenarnya Pak Yuli enggan untuk melepaskannya tapi kejujuran Reihan telah mempermudahnya.
Ya,Reihan mengakui perbuatannya pada Pak Yuli.Dan ia menolak jika Gea resign hanya karena perbuatan Reihan.Tapi setelah mempertimbangkan apa yang menjadi alasan Gea untuk resign dengan berat hati Pak Yuli menyetujuinya.
Maka jadilah kini Gea ada disini,di ruko pemberian sang suami.
Terlalu sibuk dengan pekerjaannya Gea tak menyadari jika suaminya sudah menunggunya untuk makan siang sedari tadi.Sepuluh menit menunggu Gea belum juga menoleh padanya hingga Teo berdecak kesal karenanya.Ia lalu naik ke lantai atas dan menutup pintu kamar dengan kencang.
Gea berjengkit kaget karena dentuman pintu yang keras.Matanya membeliak saat melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 12.30.Ia pun segera naik ke atas dengan pikiran yang sedikit takut.
Setelah membuka pintu kamar Gea mendapati suaminya berdiri menghadap jendela kamar di ruko itu.Ia segera menghampiri suaminya dengan harapan suaminya tak marah padanya.
"Kak Teo sudah dari tadi?"tanya Gea dengan awas.Ia berdiri disisi suaminya dan mendapati wajah suaminya yang terlihat menahan kesal.
Teo hanya diam saja tanpa menoleh ataupun melirik pada istrinya hingga Gea beralih ke hadapannya dan memberanikan diri untuk memeluk suaminya itu.
"Maaf,tapi aku tak bermaksud mengabaikanmu.Aku hanya terlalu fokus pada pekerjaanku"lirih Gea.
Teo beralih menatap wajah istrinya.Mata yang sudah mengembun membuatnya menghembuskan nafas dengan sedikit kasar.
"Bisa ga lebih peduli pada diri kamu sendiri.Aku tahu,ini dunia yang kamu sukai dunia yang kamu impikan.Tapi bukan berarti kamu abai sama diri sendiri.Waktunya makan ya makan,istirahat dulu.Kalo kamu sakit gimana,kamu itu punya asam lambung"cecar Teo dengan panjang lebar.
"Maaf"lirih Gea dengan memeluk tubuh Teo.
"Pasti belum makan"tebak Teo yang di angguki istrinya.
Teo berdecak sebal.Ia melerai pelukan Gea lalu mendudukkannya di tepi tempat tidur kemudian berlalu keluar kamar begitu saja.
Tak lama ia kembali dengan dua kotak bekal serta satu botol besar air putih.Ia lalu duduk di bawah Gea dan membuka satu kotak bekal lalu menyodorkannya pada Gea.
Gea menerimanya dengan bibir tersenyum tipis setelah sebelumnya ikut duduk lesehan di lantai bersama suaminya.Inikah pria yang dulu mengabaikan perasaannya?Kini menjelma menjadi pria paling peduli dan penuh kasih yang pernah Gea temui di dunia ini.
Teo menyelesaikan makannya lebih dulu dari Gea.Ia lalu menyimpan kotak bekal di atas meja dan mengambil sebatang rokok lalu
membakarnya.
Gea menatap nanar pada suaminya.Ada apa dengan Teo?.Tak biasanya ia merokok saat bersama istrinya.Apa ia berbuat kesalahan hingga membuat suaminya marah?.
__ADS_1
Tak ingin menyimpan penasaran lebih lama lagi,usai makan Gea mendekati suaminya lalu duduk di sebelahnya.Ia menatap intens pada wajah suaminya.
"Kenapa?"tanya Teo saat menyadari tatapan Gea padanya.
"Apa aku berbuat kesalahan Kak?"tanya Gea.
"Kenapa?"
Bukannya menjawab Teo malah balik bertanya.
"Karena ga biasanya Kak Teo merokok saat bersamaku.Maaf jika aku berbuat salah lagi"tutur Gea dwngan mata yang sudah mengembun.
Melihat istrinya yang hampir menitikkan airmata Teo segera meraih Gea dalam pelukannya.Satu kelemahannya kini,ia tak bisa melihat kesayangannya itu menitikkan airmata apalagi karena dirinya.
"Kamu ga ada salah,aku ngerokok karena lagi pengen aja.Udah lama juga ga ngerokok kan,ini tadi dikasih sebungkus sama Adi"jelas Teo.
Gea mendongak untuk mencari kebohongan di mata suaminya namun nihil.Teo yang melihat wajah basah istrinya mengusapnya dengan lembut.
"Jangan menangis,apalagi karena aku.Itu sangat tak kusukai"kata Teo.
Gea tak menggubris ucapan suaminya,ia justru masuk semakin dalam ke pelukan Teo.Merasai kasih sayang suaminya yang kini seutuhnya hanya miliknya.
"Iya,aku milikmu selamanya.Maafkan aku yang pernah menyakitimu"
Keduanya larut dalam hangatnya pelukan.Hingga Teo melepaskan saat ekor matanya melirik jam di dinding yang menunjukkan waktu istirahatnya hampir habis.
"Kamu rehat dulu ya,aku mau balik kerja lagi"kata Teo.
Gea memberenggut karenanya hingga Teo mencubit bibirnya karena gemas.
"Jangan mancing mancing gini,akunya ga kuat"kata Teo.
"Habisnya lagi enak enak pelukan juga"sungut Gea.
Teo terkekeh mendengarnya."Nanti di rumah kan bisa peluk sepuasnya"
Gea malah mencibir suaminya."Sepuasnya apaan,paling juga kalah sama adek.Kamu kalo udah main sama adek lupa sama aku"
Teo tertawa melihat istrinya yang sedang mengungkapkan kecemburuannya.
__ADS_1
"Milih aku main sama adek apa sama yang lain?"goda Teo
Gea menatap tajam suaminya yang sedang menggodanya.
"Coba aja kalo berani"tantang Gea.
"Berani lah,kenapa enggak.Entar pulang kerja aku mampir dulu aja ya,ga langsung ke rumah"kata Teo.
Gea langsung kicep mendengar ucapan suaminya.Ia menganggapnya serius hingga tiba tiba ia berdiri dan ingin berlalu.Namun Teo yang melihat setiap pergerakannya lebih cepat meraihnya dalam dekapannya.
"Apa yang aku bilang tadi masih kurang jelas?.Aku milikmu seutuhnya dan selamanya.Apa sebegitu dalamnya dulu aku melukaimu hingga kamu masih ragu padaku?"bisik Teo lembut.
"Aku hanya masih takut kamu ninggalin aku Kak"lirih Gea.
"Ga akan sayang,kita satu selamanya"
"Jangan lirik lirik yang lain,apalagi dekat dekat.Aku bisa cemburu"ungkap Gea.
Mendengar penuturan istrinya Teo merasa bahagia.
"Iya sayang,ga akan ada yang lain,tenang ya"
Gea merwnggangkan pelukannya lalu menatap suaminya.Entah mengapa kini ia merasa dirinya terlalu takut kehilangan prianya.Ia merasa insecure dengan dirinya sendiri.Teo dengan segala kesempurnaannya dan ia dengan kesederhanaannya berbeda terlalu jauh.
Hingga kecupan lembut itu terasa hangat di kening dan bibirnya.
" Jangan mikir yang aneh aneh,sejauh apapun perbedaan kita,yakinlah kita akan terus bersama menghadapi setiap langkah hidup kita.Saling menguatkan dan berjanji untuk tidak saling meninggalkan" kata Teo menenangkan.
"Yang aku takutkan kamu yang sempurna yang akan ninggalin aku yang biasa saja"kata Gea.
"Jika aku sempurna,itu semua karena kamu yang slalu ada buatku dan slalu mendukungku.Tanpamu aku hanya manusia biasa dengan banyak kekurangan"
"Udah ya,buang semua pemikiran buruk kamu itu.Aku balik kerja dulu,udah mepet banget waktunya"kata Teo.
Gea mengangguk lalu mengambilkan tas suaminya.
"Biar disini aja tasnya.Nanti pulang kerja aku langsung kesini aja jemput kamu biar ga bolak balik"kata Teo.
Gea meraih tangan suaminya dan menciumnya takzim sebelum keluar ruangan.Teo membalasnya dengan mengecup kening Gea dan membisikkan kata keramat di telinga istrinya.
__ADS_1
"I love you.Nanti malam pake baju keramat ya"