Mencinta Tanpa Batas

Mencinta Tanpa Batas
Cinta Tanpa Batas


__ADS_3

Teo tersenyum pada ibu mertuanya itu.


"Harusnya aku yang terimakasih pada ibu karena sudah melahirkan wanita sebaik dan sehebat istriku.Tanpanya aku bukanlah apa apa.Aku bisa seperti ini juga karena dukungannya"kata Teo.


"Dimana ibu tinggal sekarang?"tanya Teo.


"Di kontakan belakang pasar"


Teo menatap tak percaya pada ibu istrinya itu.Bagaimana tidak,setahunya kontrakan di belakang pasar itu merupakan salah satu kontrakan padat penduduk di daerah ini.


"Lalu dimana ibu bekerja?"tanya Teo lagi.


"Seperti yang kamu lihat,ibu menjadi pemulung untuk menyambung hidup"kata Bu Rika.


"Kenapa bu?"


Rika hanya menghela nafas pelan."Mungkin ini karma untukku.Aku kehilangan semua barang berhargaku saat aku keluar dari kontrakan untuk mencari makan.Saat pulang aku mendapati kontrakan sudah berantakan dan semuanya hilang"


Kini Teo yang menghela nafas pelan.Bagaimanapun wanita ini ibu kandung istrinya.Tak pantas rasanya jika ia membiarkan ibu mertuanya itu kesusahan.


Teo langsung mengambil ponsel dan menghubungi Adi.Ia menanyakan pada Adi apakah masih ada kontrakan yang kosong.Setelah mendapati apa yang ia inginkan ia kembali menatap ibu mertuanya itu.


"Maukah ibu pindah kontrakan?"tanya Teo.


"Buat apa?Biar ibu tetap disana saja.Aku tak ingin menyusahkan kalian"


"Tolong jangan menolak bu.Aku sedang menyiapkan sebuah kejutan untuk Gea,dan aku harap ibu bersedia hadir saat nanti".


"Ibu malu nak,dan ibu tak ingin menyusahkan kalian nanti"


"Tak ada ibu yang menyusahkan anaknya bu,tolong jangan menolaknya"


Dengan paksaan dari Teo akhirnya Ibu Rika mau menuruti kemauan menantunya itu.Ia bisa melihat menantunya itu begitu mencintai putrinya hingga ia ingin membantunya memberi kejutan untuk istrinya.


Keluar dari kedai itu,Teo mengantarkan ibu ke kontrakannya untuk mengemasi barangnya.Setelah pamit pada pemilik kontrakan Teo membawa ibu mertuanya ke kontrakan Adi dimana Adi telah menunggunya disana.


"Siapa bro?"tanya Adi setelah Teo sampai.


"Menurut lo?"balas Teo yang membuat Adi berdecih.


"Awas aja kalo lo macem macem lagi sama Gea"ancam Adi.

__ADS_1


Teo menoyor kepala Adi


"Otak lo perlu dirukyah biar ga nething terus sama gue.Kenalin,ini mertua gue,ibunya Gea"terang Teo.


"Hah,serius lo,bukannya ibunya Gea.."


Adi tak melanjutkan ucapannya lantaran ada ibunya Gea.Otaknya terlalu terkejut hingga ia hampir saja membicarakan keburukan orang tepat di depan orangnya sendiri.


"Tak apa nak,ibu paham.Kesalahan yang ibu lakukan memang terlalu besar"kata Bu Rika seraya tersenyum


"Bukan begitu maksud saya bu,saya hanya kaget.Selama ini kan taunya ibu pergi ga tau kemana kok sekarang disini sama mantu ibu ini"terang Adi dengan sungkan.


"Ibu juga baru saja ketemu sama nak Teo ini terus di ajak kemari"


Lalu Adi menatap heran pada sahabatnya."Kenapa ga langsung dibawa ke rumah saja?"


Teo menatap kesal pada sahabatnya itu.


"Gea lagi sibuk sama persiapan pembukaan toko kue,kalo gue bawa ibu sekarang gue yakin Gea ga akan fokus lagi.Makanya gue bawa ibu ketemu Gea selesai acara aja,sekarang biar disini dulu sementara"terang Teo.


Adi hanya beroh ria saja,sementara ibu Rika menatap heran pada menantunya itu.Apa benar putri semata wayangnya akan membuka toko kue?.


"Bu,sementara ibu tinggal disini dulu aja.Disini aman,dan ibu ga usah mulung lagi.Jika Gea sudah lebih senggang aku akan menjemput ibu untuk ketemu Gea"kata Teo


"Kamu sudah melakukan lebih dari cukup untukku,aku tak ingin merepotkanmu lagi,jadi aku akan tetap melakukan pekerjaanku"kata Bu Rika.


"Aku yang akan menanggung semua kebutuhan ibu,jadi ibu ga perlu mulung lagi.Tolong pikirkan juga perasaan Gea jika aku tetap membiarkan ibunya jadi pemulung"pinta Teo.


"Gimana kalo ibu bantu bantu aku di bengkel,kebetulan yang biasanya bantu bantu lagi ijin dua minggu ke depan"sela Adi.


Teo tersenyum pada Adi lalu menatap pada ibu mertuanya seakan meminta jawaban.


"Apa ibu tidak merepotkan kalian?"sungkan Bu Rika.


"Tenang saja bu,Teo ini sahabat kami.Keluarganya keluarga kami juga"balas Adi.


Setelah sedikit basa basi pada Adi Teo pun pamit pulang.Tak lupa ia juga menyelipkan beberapa lembar berwarna merah itu untuk pegangan ibu mertuanya meski wanita itu menolaknya.Ia tak mungkin membiarkan ibu istrinya terlunta lunta sementara ia dan istrinya makan kenyang dan tidur nyaman.


"Lo hutang penjelasan sama gue"kata Adi saat Teo akan meninggalkan kontrakannya.


"Besok gue ceritain,sekarang gue balik dulu.Gea udah nanya terus dari tadi"kata Teo seraya menunjukkan ponselnya pada Adi dimana Gea sedang menelponnya.

__ADS_1


"Ok"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Kak,kok malah melamun"kata Gea dengan wajah sedikit kesal.


"Enggak,aku juga lagi inget ibu aja"kilah Teo hingga Gea kembali memeluknya.


"Seandainya ibu kamu pulang,apa kamu menerimanya?"tanya Teo


"Aku ga tau Kak,aku masih kecewa tapi aku juga merindukannya"balas Gea lirih.


"Jangan mendendam sayang,buang semua rasa sakit itu biar kamu lebih tenang"tutur Teo.


"Iya Kak,aku juga udah ikhlas atas semua yang terjadi.Mungkin ini takdir Allah yang harus aku jalani.Tapi aku ga tau harus gimana seandainya nanti aku ketemu lagi sama ayah dan ibu"kata Gea.


"Jalani aja ya,seandainya nanti ketemu semua pasti akan baik baik saja,semoga ada kebahagiaan setelahnya"kata Teo.


Gea semakin mengeratkan pelukannya,ia bahkan tak peduli jika suaminya juga masih menggendong putrinya.


"Makasih Kak,udah slalu ada buatku.Rasanya aku tak sanggup menjalani semua yang terjadi padaku jika tak ada kamu"lirih Gea.


"Setelah ini kebahagiaanmu akan lengkap sayang,meski aku baru bertemu ibumu saja.Akan kugantikan kesedihanmu yang lalu dengan bahagia bersamaku"batin Teo.


"Tak perlu berterimakasih,kita sama sama saling membutuhkan.Akupun begitu,tanpamu aku jga tàk akan sampai di titik ini.Semua yang kuraih saat ini adalah karena doa dan dukunganmu.Tetaplah jadi wanitaku yang lembut dan tangguh.Dan tetaplah disampingku hingga hanya maut yang bisa memisahkan kita"pinta Teo.


Keduanya larut dalam pemikiran masing masing setelah saling meluapkan perasaannya.


Tanpa mereka sadari,cinta yang awalnya hanya karena sebuah keterpaksaan kini menjadi ikatan kuat yang berbalut kasih tulus dan kesetiaan.Setiap liku kehidupan dan prahara yang datang menggiring mereka pada kuat dan kokohnya pondasi cinta dan rumah tangga mereka.


Yang dulu saling menyakiti kini saling menyayangi.


Yang dulu saling mengingkari kini justru tak mampu berjauhan lagi.


Yang dulu mementingkan ego sendiri kini saling melengkapi.


Benar jika cinta itu buta,namun nyatanya cinta tulus Gea mampu menjungkirbalikkan kehidupan Teo dan merubahnya menjadi pribadi yang lebih baik.


Benar jika cinta itu butuh harta,karena memang karena cinta Teo kini memiliki pundi keuangan Yang lebih dari cukup untuk menghidupi anak dan istrinya.


Keduanya terus menyatu dalam lautan cinta yang tanpa batas.

__ADS_1


__ADS_2