
Gea hanya diam dan mengikuti kemana langkah suaminya menuju.
Tanpa suara tapi bibirnya tersenyum dan hatinya penuh dengan bunga bunga cinta yang bermekaran.Ini adalah kali pertama ia melihat suaminya begitu cemburu dan posesif padanya.Tak apa kan ia bahagia.Bukankah ada yang mengatakan bahwa cemburu adalah tandanya cinta?.
Buukk
"Aaww"seru Gea seraya mengelus dahinya yang menubruk sesuatu yang keras.Dan itu ternyata adalah punggung suaminya yang berhenti dengan tiba tiba.
"Kenapa berhenti ga bilang sih Kak"sungut Gea.
Teo hanya memicing mendengar ucapan istrinya.Panasnya api cemburu yang membakar hatinya membuatnya enggan menjawab ucapan istrinya.Ia tetap diam dan menaiki motornya sambil menunggu istrinya untuk duduk di belakangnya.
Namun Gea justru menjadi kesal karenanya.Melihat suaminya yang tak mau bicara iapun ikut terbawa emosi.
"Sekarang aja cemburu akut,dulu kenapa ga mikirin perasaan aku pas situ selingkuh dengan tu cewe"batin Gea.
Makin kesal dengan sikap suaminya Gea dengan cepat berjalan ke tepi jalan raya.Nasib baik sedang berpihak padanya.Angkot yang sedang dicarinya datang.Ia mencegatnya dan segera masuk tanpa peduli pada suaminya yang menatapnya dengan bingung.
...****************...
Gea melempar tasnya ke atas meja dengan sembarangan.Setelahnya ia menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur.Ia memejamkan matanya mencoba meredam rasa kesal yang masih membuncah.
Tak lama terdengar suara motor Teo di depan rumah.
Ceklek.
Gea semakin terpejam saat terdengar suara pintu kamar yang terbuka.Ia enggan untuk bicara pada suaminya.
Sebuah tangan kekar kini memeluk perutnya dengan erat.Bahkan kini kecupan mesra mendarat tepat di tengkuknya.
"Maaf"ungkap Teo tepat di belakang telinga Gea membuat bulu kuduknya meremang.
"Maaf kalau aku terlalu cemburu.Aku hanya takut kamu akan meninggalkanku"lirih Teo.
Gea menghela nafas berat.Ia lalu membalikkan badan menghadap suaminya.Ditatapnya manik mata suaminya dengan dalam.
__ADS_1
"Bahkan disaat kamu melakukan kesalahanpun aku tak pernah berniat meninggalkanmu.Lalu apa aku akan meninggalkanmu ketika kamu tidak melakukan kesalahan sedikitpun?"cecar Gea
Teo masih terus menatap mata istrinya.Ada kilatan rasa bersalah yang terpancar di matanya.
"Maaf,harusnya aku ingat kalau kamu berbeda dengan wanita di luaran sana.Harusnya aku ingat bahwa kamu adalah kesayanganku yang istimewa"
"Kamu harus tau,setia itu prinsip hidupku.Dan aku paling benci ketika kesetiaanku diragukan"tutur Gea.
Teo semakin merasa bersalah karenanya.Sungguh ia terlalu terbakar api cemburu hingga tak melihat bagaimana karakter istrinya.
"Meskipun seribu kumbang yang datang menghampiri,percayalah aku hanya milikmu.Tak akan pernah sedikitpun aku ingin pergi atau menggantikanmu dengan pria lain.Aku sudah merasakan bagaimana perihnya luka karena penghiatan,dan aku tak ingin kembali merasakannya dalam hidupku sendiri".
Bibir Gea berkata,tapi matanya menerawang entah kemana,seolah ia tengah menggali cerita pahit yang telah dipendamnya.
"Jika memang hatimu sudah tak bisa lagi untuk percaya pada kesetiaanku maka lebih baik lepaskanlah.Aku memang bukanlah wanita sempurna yang tanpa cela,tapi setidaknya aku masih tau bagaimana seharusnya bersikap sebagai seorang istri".
Mendengar ungkapan terakhir istrinya Teo menggeleng cepat.Diraihnya Gea dalam dekapnya dengan begitu erat.
"Maaf.Maafkan aku sayang.Aku mohon jangan pernah berkata seperti itu lagi.Itu membuatku sangat sakit.Aku akan berusaha untuk tak lagi terbakar cemburu.Maafkan aku"
Bukan marah,tapi Gea hanya mencoba mengatakan apa yang ia rasakan dihatinya.
"Tidak.Jika ada yang harus dihukum maka itu aku.Jangan menyalahkan dirimu lagi"
Teo sedikit merenggangkan pelukannya agar ia bisa menatap wajah cantik istrinya.
"Maaf,aku tak bermaksud menyakitimu.Tadi aku memang sangat cemburu melihat ada pria lain yang mengatakan perasaannya padamu.Aku takut kamu bepaling dariku yang tak punya apa apa dan pergi bersamanya yang lebih segalanya dariku"
"Apa sejak kamu mengenalku aku terlihat seperti itu?Yang akan meninggalkan prianya hanya demi pria lain yang lebih berharta?"cecar Gea.
"Tidak Ge.Yang aku tahu kamu adalah wanita paling tulus,yang rela berjuang hidup bersamaku yang tak punya apa apa.Yang tetap mencintai dan mendukungku meskipun aku selalu melakukan banyak kesalahan.Dan aku bahagia bisa hidup bersamamu"ungkap Teo.
Gea menatap suaminya dengan dalam.Sepatah kata pun tak lagi terucap dari bibirnya.Hanya sorot matanya yang seakan menggambarkan betapa kecewanya ia dengan sikap suaminya.
Melihat istrinya hanya diam,Teo memaksa kedua tangan Gea untuk melingkar di lehernya hingga ia pun bisa lebih erat memeluk istrinya.Sebuah kecupan lembut pun menyapa bibir mungil Gea.
__ADS_1
"Maafkan aku,aku mohon"pinta Teo saat ia melepas kecupan dari bibir istrinya."Hukumlah aku"
Mata Gea memicing mendengar ucapan terakhir suaminya."Yakin?"tanyanya.
Teo mengangguk sebagai jawaban."Tapi jangan memintaku untuk pergi darimu juga putri kita"
"Baiklah,tidak perlu pergi menjauh.Tapi seminggu ini jangan menyentuhku.Itu hukumannya"kata Gea dengan rasa geli yang berusaha ia sembunyikan.
Teo menangkap senyum tipis di bibir istrinya.Entah mengapa ia merasa Gea ingin menjahilinya.
"Jadi seminggu ke depan aku tak boleh menyentuhmu?"tanyanya meyakinkan.
Melihat Gea mengangguk Teo pun tak kurang akal.Tangannya menyusuri punggung Gea dan semakin naik ke atas.Dengan gerakan cepat ia menurunkan resleting atasan istrinya.Dan kini tangannya sudah menyentuh punggung halus Gea."Jika seminggu ke depan aku tak boleh menyentuhmu,maka sekarang aku akan menyentuhmu.Aku tahu sayang,masa nifasmu sudah selesai dan kamu belum memakai kontrasepsi.Jadi ini adalah saat yang tepat untuk kita mencetak anak kedua kita"kata Teo.
Mata Gea membulat mendengar ucapan suaminya.Ia menarik tangannya dan mendorong suaminya menjauh tapi Teo justru mendekapnya semakin erat.Bahkan Gea merasakan tangan suaminya yang merayap bebas di punggungnya hingga kaitan bra nya pun sudah terlepas.
"Jangan,aku belum mau hamil lagi.Kasihan Silvi masih bayi"kata Gea.Ia yang tadinya ingin menggoda suaminya malah kini takut jika suaminya benar benar melakukannya.
Tapi kini Teo sudah menarik baju atasannya hingga terlepas.
"Aku akan tetap melakukannya,karena seminggu ke depan aku tak boleh menyentuhmu"kata Teo.Padahal ia tahu saat ini Gea tengah cemas.Tangannya kini sudah menyentuh bagian depan istrinya yang sudah tidak tertutup dengan benar.
"Jangan Kak,aku mohon"pinta Gea.Ia benar benar takut sekarang.
"Jangan takut sayang,ini hanya sebentar saja karena seminggu ke depan aku tak boleh menyentuhmu"
"Tidak,aku tarik hukumannya Kak"seru Gea saat bibir Teo sudah menyentuh puncak dadanya membuat Teo tersenyum penuh kemenangan.
"Benarkah hukumannya ditarik?"tanya Teo meyakinkan
"Iya"
Teo tersenyum cerah sementara Gea sedikit cemberut.Namun wajahnya kembali cerah saat Teo membenarkan kaitan branya dan memakaikan kembali baju atasannya.
"Cantik"kata Teo sebelum akhirnya menarik Gea dalam peluknya.Keduanya hanya diam hingga tanpa sadar hangatnya dekapan itu membawa mereka ke alam mimpi.
__ADS_1