
''Oh ya Sal, kenalin aku dong sama suami kamu itu..'' ujar Izma pada Salma dengan senyuman yang Salma tahu bahwa kini Izma sedang menggodanya.
''Sebelum itu harusnya kamu dong yang kenalin suami kamu lebih dulu.'' balas Salma kemudian menunduk kembali karena sedang mengajak main Akmal yang masih ada dipangkuannya.
''Gimana kalau gini aja, kamu ajak suami kamu dan aku juga mengajak suamiku terus kita ketemuan jadi sekalian aja kenalin bareng.'' ucap Izma.
''Emm.. iya juga, tapi aku harus tanyakan dulu padanya takutnya dia lagi sibuk dengan kerjaannya.'' balas Salma yang diangguki Izma karena dia juga harus bertanya dulu pada suaminya. Salma dan Izma terus berbincang dan bernostalgia masa - masa ketika mereka kuliah dulu, tapi tiba - tiba...
''Astaghfirullaa Hal'azhiim, Izma aku sampai lupa kalau aku kesini sama karyawan aku tadi, pasti mereka sekarang nungguin aku dari tadi.'' seru Salma, ia sangat senang dan terlalu asik ternyata sehingga melupakan karyawannya yang mungkin saat ini sedang khawatir mencarinya.
''Maaf ya Iz, kayaknya aku harus permisi sekarang. Kapan - kapan kita ketemu lagi ya.. Assalamu'alaikum'' imbuh Salma.
''Iya.. Wa'alaikumsalam Warahmatullah hati - hati Sal.'' sahut Izma.
Salma berlalu sesudah ia berpamitan pada Akmal juga pengasuhnya, tidak lupa Salma pun sudah bertukar nomor telpon dulu dengan Izma.
🌟🌟🌟🌟
Hari sudah malam Salma baru saja selesai memasak makan malam, setelah seharian ia lelah dengan pekerjaannya Salma masih menyempatkan diri memasak untuk suaminya. Mereka pun akhirnya makan malam dengan hidmat, dan seperti biasa Taufik yang selalu kaku dan tak banyak bicara.
Salma sudah berada di kamar dengan mengenakan pakaian tidurnya juga telah menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya. Tak berselang lama Taufik masuk ke kamar dan tiba - tiba mendekat dan berbicara pada Salma.
__ADS_1
''Salma, em.. besok saya akan pergi keluar kota untuk perjalanan bisnis, apakah tidak apa kamu saya tinggal?'' tanya Taufik ketika jaraknya dengan Salma sudah tidak terlalu jauh.
''Tentu tidak Mas, Mas pergi juga kan karena tuntutan pekerjaan Mas. Tentu Salma tidak keberatan, berapa hari Mas pergi? Biar Salma siapkan kopernya sekarang.'' sahut Salma.
Taufik belum menyahut dia masih menatapi Salma dalam diamnya, seperti enggan rasanya meninggalkan Salma sendiri. Tapi mau bagaimana lagi, ini memang harus dilakukannya. Dan mungkin tidak hanya kali ini saja, tapi kedepannya Taufik pasti akan lebih sering keluar meninggalkan rumah, karena sekarang ia sedang menjalani proyek besar impiannya yang dimana hari ini adalah hari yang sangat ia nanti - nanti sejak lama. Kurang lebih satu tahun kedepan mungkin proyeknya akan segera selesai.
''Sekitar lima hari.'' jawabnya singkat.
''Ya sudah aku siapkan dulu ya.. Mas, Mas istirahat saja.'' tanggap Salma.
Salma kemudian berlalu ke ruang ganti untuk merapihkan beberapa pakaian Taufik ke dalam koper yang besok akan Taufik bawa. Sedangkan Taufik mengganti pakaiannya dengan piyama yang sudah Salma siapkan tadi di kamar mandi, setelahnya ia merebahkan diri diatas ranjang ia akan tidur lebih awal karena besok ia harus berangkat pagi - pagi sekali. Tak berselang lama Salma pun selesai, keluar dari ruang ganti Salma menyusul Taufik ikut merebahkan dirinya disamping Taufik. Melihat Taufik yang sudah memejamkan matanya dan tertidur Salma kemudian berucap
Tapi setelah beberapa waktu berlalu dan Salma sudah benar - benar terlelap, Taufik membuka matanya. Ternyata tadi ia belum benar tertidur dan mendengar semua yang diucapkan oleh Salma, Taufik tersenyum kali ini dengan senyuman lebar terindahnya. Ia bahagia benar - benar bahagia sampai tidak bisa lagi mengambarkan kebahagiaannya.
''Apa aku tadi tidak salah dengar, Salma menyayangiku? Dia sungguh mengatakan itu, apa aku bermimpi?
Ya.. Allah apa ini benar?'' gumam Taufik pelan.
Tanpa aba - aba lagi Taufik pun memeluk dan menciumi Salma yang sudah bergelung dengan mimpinya, untuk pertama kalinya akhirnya Taufik memeluk Salma meski Salma dalam keadaan tidak sadar.
''Terima kasih, terima kasih Salma aku juga sangat menyayangimu.'' bisik Taufik tepat disamping telinga Salma.
__ADS_1
Malam ini adalah malam yang paling membahagiakan bagi Taufik, ia seperti tidak ingin kehilangan dan melewatkan moment seperti ini apalagi besok ia harus pergi jauh meninggalkan Salma selama beberapa hari, jelas nanti ia akan sangat merindukan Salma. Taufik terus memeluk Salma hingga secara perlahan ia pun tertidur dengan tangan masih melingkar diatas pinggang Salma.
Malam yang hangat dan sangat indah itu pun terus bergulir hingga tak terasa kini waktu menunjukan pukul tiga dini hari dimana Salma akan bangun untuk menunaikan sholat malamnya. Salma mengerjap - ngerjapkan matanya berusaha untuk menggeliat namun apa ini? Salam membuka matanya dan nampaklah sebuah tangan kekar melingar ditubuhnya, meski sempat kaget tapi kemudian Salma tersadar dan segera menoleh kearah samping. Tersenyum memandang suaminya yang masih terlelap.
''Kamu ya Mas, depan aku aja cueknya minta ampun. Tapi apa ini? Ck, Mas.. mas.. ada - ada saja.'' ucap Salma ketika melihat Taufik memeluknya dengan erat seperti seorang anak yang tidak ingin kehilangan ibunya.
Kemudian secara perlahan Salma memindahkan tangan suaminya dan beranjak pergi menuju kamar mandi. Seperti biasa Salma akan melakukan kegiatan sholat malam dan tahajudnya, tak lupa ia mendo'akan kesehatan, keselamatan dan kelancaran pekerjaan Taufik agar terhindar dari segara hal buruk dan kemadharatan yang bisa menimpanya. Salma juga berdo'a untuk keharmonisan rumah tangganya dengan Taufik agar kedepannya hubungan ia dan Taufik bisa lebih baik lagi, serta memohon agar dikuatkan dari segala cobaan yang mungkin sedang menantinya didepan sana. Karena bagaimanapun Salma sadar dan tahu betul bahwa setiap hubungan, setiap orang dan setiap kehidupan pasti akan dihadapakan dan diuji dengan sebuah cobaan baik itu cobaan kecil atau besar, ringan atau berat bahkan mungkin sebuah kesenangan yang kita anggap kenikmatan dan anugrah dari Allah SWT pun bisa termasuk kedalam sebuah cobaan bila kita lupa atau bahkan tidak pernah mensyukurinya.
Tak sedikit dari kita yang senang, puas dan berbangga diri akan segala hasil kerja dan jerih payah kita sehingga dengan mudahnya kita menghambur - hamburkan harta kekayaan kita pada hal - hal yang sia - sia dan tidak bermanfaat sama sekali untuk diri kita. Kita bahkan mengklaim bahwa semua itu adalah hanya hasil kerja keras kita, tak sadar bahkan lupa bahwa ternyata Allah SWT lah yang memberikan dan menitipkan semua nikmat dan kesenangan tersebut pada kita.
Astaghfirullaa Hal'azhiim, semoga Allah mengampuni dosa - dosa kita semua.
Aamiin...
.
.
Mohon maaf, tidak ada maksud apa - apa apalagi menggurui, itu hanya sedikit cuap - cuap dari author. Bila ada kekeliruan mohon ingatkan dan bantu perbaiki karena saya masih dalam tahap belajar.
Terima kasih😊😊
__ADS_1