
'' Mas ayo sarapan dulu '' ajak Salma ketika melihat Taufik turun dengan koper dan tas kerjanya.
'' Tidak perlu Salma, sepertinya aku akan pergi sekarang '' tolak Taufik sambil melihat jam tangan yang melingkar ditangan kirinya
'' Apa? Mas Taufik memanggil dirinya 'aku' ? Apa aku tidak salah dengar? Em.. tapi itu lebih baik, setidaknya dia sudah tidak terlalu kaku padaku😄 '' batin Salma girang
'' Tidak Mas, kamu harus makan dulu. Tidak baik berpergian dengan perut kosong. Mari kita makan dulu, setidaknya sedikit untuk mengganjal perut '' seloroh Salma tanpa ingin dibantah kemudian menyeret Taufik untuk duduk dikursi meja makan menuang dan menyiapkan makanan di piring Taufik.
Tentu Taufik tidak akan bisa menolak jika sudah seperti itu, tak lama dari itu datanglah Husain yang akan memberitahu Taufik bahwa kini sudah waktunya berangkat.
'' Assalamu'alaikum, selamat pagi tuan, nona maaf mengganggu '' serunya ketika ia sudah sampai didepan mereka saat itu Taufik bahkan belum menyentuh makanannya
'' Wa'alaikumsalam Warahmatullah, pagi kembali '' sahut keduanya
'' Ada apa Sen? '' tanya Taufik
'' Em.. begini tuan, sekarang sudah saatnya kita untuk berangkat '' ucap Husain dengan ragu - ragu, karena situasi sepertinya sedikit membingungkan menurutnya. Bagaimana tidak, Taufik tuannya itu tidak pernah menunda atau mengulur waktu untuk bekerja, entah karena apapun itu apalagi hanya untuk makan seperti ini dan hal ini terjadi disaat proyek besarnya sedang menantinya di lain tempat.
Taufik diam tidak menjawab ucapan Husain barusan, ia hanya melirik Salma kemudian menunduk melihat piring yang sudah Salma isi untuk sarapannya itu. Bingung? Ya.. itu yang Taufik rasakan saat ini, tapi mau bagaimana lagi ia harus menghargai istrinya yang sudah memasak dan menyiapkan sarapan untuknya dipagi buta seperti ini ditambah lagi masakan istrinya itu selalu menggiurkan dan rugi rasanya bila ia tidak memakannya. Tadi Salma sengaja memasak lebih pagi dari biasanya ketika mengetahui bahwa Taufik akan berangkat pagi - pagi sekali.
'' Ekhmm.. begini saja, kamu ikut sarapan saja dulu baru kita akan berangkat setelah itu '' putus Taufik akhirnya
'' Iya! Mas Taufik benar, mari sarapan dulu pak Husain agar kerjanya lebih fokus '' imbuh Salma, sebenarnya Salma ingin sekali tertawa saat ini. Ia tahu betul bahwa Taufik orang yang sangat disiplin dan tegas, bukan orang yang dengan mudah mengikari atau membatalkan jadwal - jadwalnya yang sudah tertata rapih itu. Tapi meski seperti itu Salma tetap tidak akan membiarkan suaminya pergi tanpa makan terlebih dahulu.
'' Ah.. ya baik tuan,nona '' jawab Husain canggung melihat situasi seperti ini untuk pertama kalinya
'' Nah.. begitu, ayo dimakan sarapannya. Aku permisi kebelakang dulu ya Mas, pak Husain '' pamit Salma sebelum beranjak pergi ke dapur.
__ADS_1
Di dapur Salma menyiapkan dua kotak makan untuk bekal Taufik diperjalanan, satu untuk Taufik dan satunya untuk Husain. Tapi.. tunggu dulu bukankah mereka akan diantar oleh pak Aji? Aah.. bagaimana aku bisa lupa? Pikir Salma
Dengan cekatan Salma pun menyiapkan satu kotak makanan lagi untuk pak Aji, agar nanti mereka tidak lupa dan melewatkan makan siangnya. Tapi sepertinya kalimat itu seharusnya hanya ditujukan untuk Taufik saja, karena hanya dia lah yang selalu melewatkan waktu makannya.
Sedangkan di ruang makan, Taufik dan Husain sedang khusyuk dengan makanan di piring masing - masing. Makanan yang selalu membuat lidah Taufik terus merasakan kenikmatan dan kelezatan disetiap suapannya, sehingga membuat Taufik akan sangat menyayangkan jika ia harus melewatkan makan masakan istrinya itu. Tak berbeda jauh dari Taufik, Husain pun merasakan hal yang sama ia makan dengan sangat lahap dan bahkan beberapa kali menambah tanpa sadar melupakan bahwa kini ia berada di rumah bosnya dan sedang duduk berhadapan dengannya, tapi biarlah pikir Husain kapan lagi coba dia bisa merasakan masakan istri bosnya. Husain bahkan tidak memikirkan lagi bila nanti bentuk tubuhnya tidak sebagus sebelumnya, ya.. Husain ternyata termasuk laki - laki yang suka diet dan menggilai gym hanya untuk mendapatkan bentuk tubuh yang proposional dan six pack.
Salma sudah kembali ke ruang makan dengan membawa tiga kotak bekal ditanganya, bertepatan juga dengan selesainya sarapan Taufik dan Husain.
'' Mas ini aku buatkan bekal untuk kamu nanti diperjalanan, dan ini untuk pak Husain. Dimakan ya.. bekalnya, jangan sampai kamu lewatkan makan siangmu '' ujar Salma yang kemudian mengingatkan Taufik yang memiliki kebiasaan buruk itu.
'' Aa.. terima kasih nona sudah repot - repot membuatkan untuk saya juga, dan terima kasih juga untuk sarapannya masakan nona sangat enak '' puji Husain pada Salma tanpa bisa menyembunyikan kebahagiaannya yang diberi bekal juga, dengan itu nanti ia bisa merasakan masakan nonanya lagi.
'' Tidak merepotkan sama sekali kok pak, untuk rasa juga tidak seenak yang bapak katakan bapak terlalu memuji '' balas Salma dengan senyumannya
Melihat interaksi Salma dan Husain membuat Taufik terganggu bahkan ia tak suka melihat Salma berbicara dan tersenyum seperti itu pada pria lain, ada perasaan marah juga kesal yang sekarang Taufik rasakan. Ingin rasanya kini ia menggebrak meja makan, tapi dengan sekuat tenaga ia tahan.
'' Iya tuan siap, kalau begitu saya permisi nona '' sahut Husain dengan tersenyum diakhir katanya kepada Salma, sebelum kemudian berlalu mendahului Taufik untuk membawakan kopernya, sempat - sempatnya ia berpamitan pada Salma batin Taufik yang sudah diliputi api cemburu.
Taufik dan Husain berlalu dengan diikuti Salma dibelakangnya, sesampainya di halaman depan Salma berjalan menghampiri pak Aji dan memberikan kota bekal yang sejak tadi ia tenteng.
'' Pak Aji, ini untuk bapak bekal diperjalanan '' ucap Salma sambil menyodorkan kotak tersebut pada pak Aji
'' Terima kasih non '' balas pak Aji yang diangguki oleh Salma
Kemudian Salma menghampiri suaminya, sebelum Taufik menaiki mobilnya Salma berucap
'' Mas hati - hati dijalan, jangan lupa makan dan istirahat ya disana, jaga kesehatannya dan jangan terlalu lelah '' cerocos Salma mewanti - wanti Taufik ketika Taufik akan memasuki mobil dan bersiap pergi.
__ADS_1
'' Iya, terima kasih '' balas Taufik dengan senyum lebarnya dan matanya tak lepas memperhatikan Salma, berat rasanya kepergian Taufik kali ini. Karena ini pertama kalinya setelah menikah Taufik pergi meninggalkan rumah dan Salma cukup lama.
'' Masya Allah Mas Taufik tersenyum, dia tersenyum padaku. Sungguh tampan kamu Mas jika tersenyum seperti itu, andai setiap hari kamu melakukannya '' ucap Salma dalam hatinya, untuk pertama kalinya ia terpesona dengan senyuman yang diberikan oleh seorang laki - laki dan orang itu pun adalah suaminya.
Salma pun membalas senyuman Taufik tak kalah lebar dan terlihat sangat manis, menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan Taufik lalu menengadahkan wajahnya ketika Taufik belum juga menyambut tangannya, Taufik malah terdiam memandangi wajah Salma sejak tadi.
'' Mas.. '' tegur Salma
Tersenyum kembali kemudian memberikan tangannya dan membiarkan Salma menyalaminya. Salma sudah selesai, tapi Taufik belum melepaskan tangan Salma dari genggamannya justru Taufik malah menarik tangan Salma dengan lembut sehingga jarak mereka berdua kini sangat dekat. Salma kaget, tapi sejurus kemudian Salma lebih dibuat kaget lagi sampai - sampai ia tertegun dan tak dapat berkata - kata lagi, karena apa?karena secara tiba - tiba Taufik memeluknya dan dengan perlahan mencium kening Salma penuh perasaan kemudian berbisik
'' Baik - baik di rumah dan jaga dirimu, aku akan segera pulang '' bisiknya tepat ditelinga Salma, yang membuat Salma seketika merasakan gelenjar aneh.
'' Aku pergi, Assalamu'alaikum '' pamit Taufik ketika sudah melepaskan pelukannya pada Salma.
Sedangkan Salma masih diam berdiri mematung ditempatnya, bahkan ia tidak menyadari mobil yang ditumpangi Taufik sudah berlalu pergi meninggalkan pekarangan rumahnya.
'' Astaghfirullaah '' ucap Salma mengusap wajahnya ketika ia sudah kembali tersadar kemudian menoleh ke kiri dan ke kanan takut ada orang yang melihat kekonyolannya.
'' Hah.. Wa'alaikumsalam Warahmatullah Mas '' seru Salma baru menjawab salam Taufik tadi
Beranjak pergi dari sana dan memasuki rumahnya dengan senyuman yang tak pernah pudar sejak tadi menghiasi bibir tipis mungilnya.
'' Sungguh hari yang sangat indah.. '' gumamnya
.
.
__ADS_1
Bersambung...